SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Monday, December 31, 2018

Cerita Dewasa Bi Sani Pembantu Nakal

Cerita Dewasa Bi Sani Pembantu Nakal - Bi Sani sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Haryo, yg di anggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tdk terlalu memikirkannya, sepanjang hidupnya terjamin. Perkara kelakuan tuan Haryo yg selalu minta dilayani nafsu birahinya jika istrinya tdk ada dirumah, itu adalah perkara lain. Ia tdk terlalu memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.


Walaupun orang desa, bi Sani tergolong perempuan yg cukup menarik. 33 tahunan. Penampilan bi Sani tdk seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya hingga masih nampak bohay dan menggairahkan. Bahkan tuan Haryo sangat tergilagila melihat toketnya yg padat dan montok. kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tdk tergolong namun memilikki daya tarik sendiri. Sensual! Begitu kata tuan Haryo pertama kali mereka memadu kasih di dapur suatu ketika.

alam usianya yg tdk tergolong muda ini, Bi Sani janda yg sudah lama ditinggal suami masih memiliki gairah yg tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Muslih, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Muslih berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Haryo yg sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Sani merasa kesepian, tak ada lelaki yg mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yg meletupletup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

Malam itu, Bi Sani kembali tak bsa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yg menggebugebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Haryo dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Haryo tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengalsengal menghadapi gempuran Tuan Haryo yg memiliki senjata dahsyat. Bayangan Penis Tuan Haryo yg besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Sani nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Muslih untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah.

Kalau kethan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Sani hanya bsa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur. Dalam mimpinya Bi Sani merasakan geraygan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Haryo. Menggerayg melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua toketnya yg mengkal pdt berisi. Tanpa sadar Bi Sani mengigau sambil membusungkan dadanya.

Remas. . uugghh. . isep putingnya. . aduuhh enaknya. . Kedua tangan Bi Sani memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya.

Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Sani terengahengah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua toketnya, sampaisampai ia terbangun dari mimpinya. Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tdk sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu.

Ia mengira Tuan Haryo yg sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tdk takut kethan. Tibatiba ia sendiri yg merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang? Bi Sani langsung bangkit dan mendorong tubuh yg menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Haryo akan situasi yg tdk memungkinkan ini. Namun blm sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Haryo?! Yg lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tdk lain adalah Haryo, putra tunggal majikannya yg masih berumur 15 thnan!?

Den Haryo?! pekiknya sambil menahan suaranya.
Den ngapain di kamar Bibi? tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Haryo yg merah pdm. Mungkin karena birahi bercampur malu kethan kelakuan nakalnya.
Bi. . ngghh. . anu. . mamaafin Haryo. . katanya dengan suara memelas.
Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Sani.

Tapi. . barusan nga. . ngapain? tanyanya lagi karena tak pernah menygka anak majikannya berani berbuat seperti itu pdnya.
Haryo. . ngghh. . tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman. . katanya menjelaskan.
Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliatgeliat. . ngghh. . Haryo nggak tahan. . katanya kemudian.
Oohh. . Den Haryo. . itu nggak boleh. Nanti kalau kethan Papa Mama gimana? Tanya Bi Sani.



Haryo th itu salah. . tapi. . ngghh. . jawab Haryo raguragu.
Tapi kenapa? Tanya Bi Sani penasaranHaryo pengen kayak Kang Muslih. . jawabnya kemudian.
Kepala Bi Sani bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Haryo. Berarti dia th perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?

Kenapa Den Haryo pengen itu? tanyanya kemudian dengan lembut.
Haryo sering ngebayangin Bibi. . juga. . ngghh. . anu. .
Anu apa? desak Bi Sani makin penasaran.

Haryo suka ngintip. . Bibi lagi mandi, akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Sani yg sudah terbuka lebar.
Haryo melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yg menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Sani dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yg telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Sani dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.

Boleh khan Bi? kata Haryo kemudian.
Boleh apa? sentak Bi Sani mulai sewot.
Boleh itu. . ngghh. . anu. . kayak tadi. . pinta Haryo tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Sani.
Den Haryo jangan kurang ajar begitu sama perempuan. . , katanya seraya mundur menjauhi anak itu.

Nggak boleh!Kok Kang Muslih boleh? Nanti Haryo bilangin lho. . kata Haryo mengancam.
Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapasiapa. . kata Bi Sani panik.
Kalau gitu boleh dong Haryo?

Kurang ajar bener anak ini, beraniberaninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilangbilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Sani berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepd yg lain. Bi Sani lalu tersenyum kepd Haryo seraya meraih tangannya.

Den Haryo mau pegang ini? katanya kemudian sambil menaruh tangan Haryo ke atas toketnya.
Iya. . iiiiya. . , katanya sambil menyeringai gembira. Haryo meremas kedua bukit kembar milik Bi Sani dengan bebas dan sepuaspuasnya.

Gimana Den. . enak nggak? Tanya Bi Sani sambil melirik wajah anak itu.
Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga, pikir Bi Sani.
Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yg demikian menggelegak?

Mungkin saja anak ini tdk sesuai dengan apa yg diharapkan, tetapi dari pd tdk sama sekali?Setelah berpikiran seperti itu, Bi Sani menjadi penasaran. Ingin th bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Sani jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebugebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Haryo, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang Penisnya untuk memuaskan nafsunya yg sudah ke ubunubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anakanak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

Lalu ia biarkan Haryo meremasremas toketnya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan toketnya yg paling dibanggakan. Haryo mencoba memilinmilin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Sani yg nampak meringis seperti menahan sesuatu.

Sakit Bi? tanyanya.
Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu. . terus sambil diremas. . uugghh. . Haryo mengikuti semua perintah Bi Sani.

Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Haryo dalam hati. Entah kenapa tibatiba ia ingin mencium toket itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi. Bi Sani terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tdk semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Haryo satunya lagi sudah mulai berani mengeluselus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya.

Perasaan Bi Sani seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu geraygan tangan Haryo di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tdk sampaisampai. Akhirnya Bi Sani mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Sani memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur.

Tdk bebas, katanya.
Haryo terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yg terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tdk ditahan oleh Bi Sani.
Nggak apaapa. . pegang aja. . pelanpelan. . ya. . terus. . begitu. . ya. . teruusshh. . uggh Den enaak!

Haryo semangat mendengar erangan Bi Sani yg begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Sani. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicobacobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Sani melenguh. Haryo meneruskan tusukannya. Cairan yg mulai rembes di daerah itu membuat jari Haryo mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.

Akhh. . Den masukin terusshh. . ya begitu. Oohh Den Haryo pinter! desah Bi Sani mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.Sambil terus menyuruh Haryo berbuat ini dan itu. Tangan Bi Sani mulai menggerayg ke tubuh Haryo. Pertamatama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.

Mmmpphh. . , desah Bi Sani begitu merasakan batang Penis anak itu sudah keras seperti baja.
Ia melirik ke bawah dan melihat batang Haryo mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini.
Meski tdk sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Sani mengocok perlahan batang itu. Haryo melenguh keenakan.
Oouhhgghh. . Bii. . uueeanaakkhh! pekik Haryo perlahan.

Bi Sani tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Sani semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang vaginanya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar. . lalu. . , Bi Sani merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkalikali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.

Haryo terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Sani yg nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Haryo menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Sani kesakitan.
Bi? Bibi kenapa? Nggak apaapa khan? tanyanya demikian polos.
Nggak sayang. . Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Haryo, demikian kata Bi Sani seraya menciumi wajah tampan anak itu.

Dengan penuh nafsu, bibir Haryo dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayg ke sekujur tubuh anak muda ini. Haryo senang melihat kegarangan Bi Sani. Ia balas menyerang dengan meremasremas kedua toket pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.

Aduh Den. . enak sekali. Den Haryo pinter. . uugghh! erang Bi Sani kenikmatan. Bi Sani benarbenar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yg terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yg tak akan pernah ia lupakan.

Ia yakin Haryo masih perjaka tulen. Bi Sani semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Haryo hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapunyapu di sekitar kemaluan Haryo. Melumat batang yg sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.

Tubuh Haryo berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yg begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Sani mempermainkan biji pelernya, kemudian melatalata ke sekujur penisnya. Haryo merasakan bagian bawah perutnya berkedutkedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Haryo merasa tak sanggup lagi menahan desakan yg akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Sani rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal penis Haryo sehingga tdk langsung menyembur.

Akh Bi. . kenapa? Tanya Haryo bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tibatiba tdk jadi.
Nggak apaapa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak, jawabnya seraya naik ke atas tubuh Haryo.
Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Sani mengarahkan batang Penis Haryo persis ke arah liang vaginanya. Perlahanlahan tubuh Bi Sani turun sambil memegang Penis Haryo yg sudah mulai masuk.

Uugghh. . enak nggak Den?
Aduuhh. . Bi Sani. . sedaapphh. . ! pekiknya.
Haryo merasakan batang Penisnya seperti disedot liang vagina Bi Sani. Terasa sekali kedutankedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Sani tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanankiri mengimbangi tusukan Penis Haryo.

Auugghh Deenn. . uueennaakk! jerit Bi Sani seperti kesetanan.
Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ. . auughgg. . aakkhh. . Haryo mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.
Bi. . saya mau keluaarr. . Jeritnya.

Iya Den. . ayo. . keluarin aja. Bibi juga mau keluar. . ya terusshh. . oohh teruss. . katanya tersengalsengal.
Haryo mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang vagina Bi Sani dengan tusukan bertubitubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Sani eraterat, Haryo menyemburkan cairan kentalnya berkalikali.

Crot. . croott. . crott!Aaakkhh. . Bi Sani juga mengalami orgasme.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Haryo.
Ooohh. . Deenn. . hebat sekali. . Kedua insan yg tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisasisa akhir dari kenikmatan ini.

Nafas mereka tersengalsengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Sani mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepd Haryo.
Gimana Den. Enak khan?
Iya Bi, enak sekali, jawab Haryo seraya memeluk Bi Sani.

Tangannya mencolek nakal ke toket Bi Sani yg menggelantung persis di depan mukanya.
Ih Aden nakal, katanya semakin genit.
Tangan Bi Sani kembali merayap ke arah batang Penis Haryo yg sudah lemas. Mengeluselus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.
Bibi isep lagi ya Den?Haryo hanya bsa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Sani ketika mengulum Penisnya.



Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Haryo meninggalkan kamar Bi Sani dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseriseri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yg luar biasa.

Cerita Dewasa Kisah Malam Pertamaku


Cerita Dewasa Kisah Malam Pertamaku - Perkenalkan namaku Lina, aku seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan di kota Surabaya. Umurku 20tahun, tinggi badan 168cm, berat badan 50kg, cukup ideal untuk seorang perempuan . Aku ingin berbagi cerita tentang malam pertamaku bersama suamiku.




Dion nama suamiku umurnya 25 tahun lumayan jauh umurnya denganku.

Pada bulan Desember kemarin kami baru saja melangsungkan pernikahan. Tamu undangan yang datang cukup banyak, mulai dari saudara kami berdua, temanku ataupun teman dari suamiku hampir datang semua. Setelah selesai acara resepsi pernikahan kirakira jam 11an malam kamipun memutuskan untuk beristirahat karena kelelahan setelah seharian menerima para tamu undangan. Akupun langsung mandi, beresberes lalu merebahkan diri di atas ranjang yang sudah dirias.
Yank, mau gak mijitin abang, capek nih.. rengek manja suamiku meminta dipijitin. Karena aku juga merasa capek aku jadi menolak permintaan suamiku itu.



Aku juga capek bang jawabku menolak.
Bentar aja yank, kalau nolak permintaan suami dosa lho aku pun terpaksa menurutinya, maklum pengantin baru.
Iya dehaku pijitin, tapi entar gantian yabadanku juga capekcapek jawabku.
Beres istriku sayank pijitannya malah nanti kubonusi dengan pijit plusplushehehhee goda suamiku.
Ahhh abang bisa saja, mulai nakal deh kataku sambil mulai memijt kakinya.
Ketika aku pijitin kakinya mulut suamiku malah mendesah.

Ohh, sayankenak..aaahhh Aku pun langsung menghentikan pijatanku.
Udah ahh, gantian donk aku juga capek nih kataku menghentikan pijatanku, lalu suamiku pun mulai memijit mijit kakiku, entah kenapa saat telapak tangannya menyentuh kulitku, aku jadi merinding dan merasa terangsang, pijitan suamiku pun makin naik dari betis lalu ke paha.

iiihhhhkataku geli.
Kenapa sayank, enakkan pijatan suamimu ini?
Aku sadar aku mulai terangsang, namun aku malu memperlihatkan muka terangsangku,
Yank, ini malam pertama kita lho
Terus emangnya kenapa bang? tanyaku purapura bodoh karena aku malu untuk membahasnya.
Pijatan suamiku terus naik sampai pada selakanganku, aku sudah tak bisa untuk menahan rasa terangsangku, dan akupun akhirnya mengeluarkan desahan

Ssstthhaahhh
Kenapa sayank? tanya suamiku. Tapi aku hanya diam dan tetap mendesah.
Kamu terangsang ya sayank? tanyanya lagi.
Sambil tangannya terus mengeluselus selakanganku. Sesekali dia menyetuh memekku dengan jari kelingkingnya dan membuat aku sulit menahan gairahku. Akupun langsung bangun, memeluk suamiku dan menciumi bibirnya. Nafsuku benarbenar sudah tak dapat dibendung lagi.

Emmhhaahhayo bangkita masukan aja aku sudah gak kuat nahan lagi,
Kami berdua pun saling membuka baju, hingga akhirnya kami berdua telanjang bulat.
Lina sayang, pegang rudal abang donk, terus kocok pelan ya sayankbiar berdiri tegak akupun menuruti perintah suamiku, perlahan kupegang rudalnya yang lumayan panjang kira kira 15cm. Setelah aku memegang rudal suamiku ternyata nafsuku semakin bertambah.
Abang, masukin sekarang ya, aku udah gak tahan nih rengekku.

Akupun langsung memasang badan, aku tidur dengan terlentang. Suamiku lalu menindih tubuhku dan mulai menempelkan batang rudalnya di memekku. Setelah kepala rudalnya menempel pada permukaan memekku, dia mulai mengesekgesekan kepala rudalnya di itilku, membuat aku semakin terangsang, aku merasa aku akan mencapai klimaksku untuk yang pertama kalinya.
Ahhhh bang aku keluaaarrr desahku merasakan nikmat karena orgasme.

Pelanpelan ya sayang jangan teriakteriak gak enak sama yang lain, mereka belum pada tidur
Aku pun lemas karena telah orgasme duluan, namun suamiku terus menggesek gesekkan rudalnya ke itilku, aku merasa geli namun setelah beberapa saat aku merasa terangsang kembali, dan kini rudal suamiku siap masuk ke lubang memekku.
Pelanpelan ya bang, perih..

Iya sayank tenang aja sedikit demi sedikit rudal suamiku pun masuk.
Aduuh bang sakiit. dan lalu Sleppp rudal suamiku pun masuk sepenuhnya ke memekku, aku merasakan perih dan sakit, merasa ada yang mengganjal di memekku,

aaahhhooohhh perlahan suamiku menyodok memekku dengan rudalnya. Setelah beberapa kali sodokan, rasa sakit yang kurasakan saat pertama kali rudal suamiku masuk berubah menjadi rasa nikmat yang tak bisa untuk diungkapkan.
Kamipun lalu berganti posisi,

Lina sayank, kamu berdiri sambil nungging ya?,
Iya bang, tapi lampunya dimatikan ya..malu soalnya hihihi
Iya deh abang matiin.. Lalu aku pun berdiri, tangaku berpegangan pada jendela kamar, tiba tiba Sleeepppp rudal suamiku masuk ke memek melalui jalan belakang, posisi ini membuatku semakin panas dan liar. Dia menyodok memekku perlahan dengan kedua tangannya masuk di sela sela ketiak ku memegang toketku dan mempermainkan putingku,

Sstthhaahhh aku merasa sudah tidak tahan lagi karena putingku dipermainkan sehingga membuatku semakin lebih terangsang dan akhirnya
Oohhh.aarrgggghhhhh. teriakku meluapkan kenikmatan untuk yang kedua kalinya, sambil ku tarik rambut suamiku dengan repleks,
Udah keluar sayank
Kemudian suamiku pun menyuruhku untuk ganti posisi lagi, kali ini suamiku yang terlentang di kasur dan aku disuruh untuk menindihnya dia atas.



Ayo sayank abang digoyangyaa dan Sleeeppp !!
Aahhh posisi di atas ternyata lebih nikmat dari posisi yang tadi, aku pun menggenjot dan menggoyang suamiku dari atas.
Enak sayank tanya suamiku. Posisi ini membuatku ingin lebih cepat orgasme.
AhhhLina sayank akau mau keluaaarr teriak suamiku. Suamiku pun akhirnya orgasme juga dan saat aku goyangkan pinggulku secara memutar suamiku pun meladeninya dengan cara menggerakan pinggulnya juga dan akhirnya keluar cairan kental yang deras menyembur memekku..

Akhirnya kami lemas, aku jatuh di pelukan suamiku, dan kami pun tertidur sampai lelap dan rudal suamiku pun masih tertancap di memekku sampai pagi.

Cerita Hot Penjaga Losmen Perkasa

Cerita Hot Penjaga Losmen Perkasa - Penjaga Losmen Perkasa Ardi (24thn) dan pacarnya Citra (22thn), mereka masih samasama duduk dibangku kuliah di sebuah universitas terkenal di kota malang. Pacar Ardi (Citra) memiliki paras yang cantik dengan dada dan pinggul yang bisa dibilang montok, ditunjang pula dengan tubuh yang langsing seperti model sehingga tak heran banyak temanteman Ardi yang merasa sirik dan cemburu ketika Citra memutuskan untuk berpacaran dengan Ardi.




Anjirrr Di, pacar loe benerbener kayak bidadari dech.. udah cantik, baik pula, beruntung banget loe dapetin dia! hampir temanteman Ardi bilang begitu Setiap liburan mereka sering menginap di sebuah losmen favorit mereka di daerah wisata S********* dibilangan kota batu.

Tanpa sadar setiap mereka menginap di villa itu ada sepasang mata yang selalu mengawasi mereka terutama Citra. Sebut saja Budi (45) suami dari Yanti (37) perawat villa yang biasa mengantarkan handuk bersih dan sabun setiap ada tamu yang datang. Budi berkerja sebagai penjaga gerbang divilla itu. Dan Budi sangat hafal hari dan jam berapa Ardi dan Citra datang. Sore itu Yanti sudah berkemaskemas karena ada keluarganya yang sakit di Surabaya.

Namun karena ada tamu datang dia ingin menyiapkan keperluan tamunya dulu. Disinilah niat jahat Budi muncul, Karena sebenarnya Budi sudah lama terpesona dengan kemolekan tubuh Citra. Ketika Yanti hendak mengantarkan keperluan tamunnya dengan sigap Budi menghentikannya


Bue berangkat sajananti kemaleman dijalan, biar saya saja yang mengantarkan keperluan tamu, ujar Budi.
Baiklah pae..titip rumah sama villa ya..bue sama Tole (anak lakilakinyanya) paling cuma pergi 2 hari, dan tdk lama setelah itu Yanti pulang kerumah yang memang berada dibelakang villa untuk kemudian pergi. Budi pun tersenyum lebar mendengar ucapan Yanti.
Sementara itu didalam kamar Ardi sedang memeriksa kado yang memang sudah dibawanya. Hari itu Citra memang sedang berulang tahun dan Ardi bermaksud ingin memberikan kejutan kepada Citra.

Yank aku punya kado special niy buat kamu sambil menunjukan sebuah bungkasan kecil kepada Citra.
Apa itu Yank? Tanya Citra sambil tersenyum.
Wah tapi ada saratnya nih . Jawab Ardi.
Apa sih saratnya? kamu bikin penasaran aja dech ujar Citra.
Mata kamu harus ditutup dulu dan jgn dibuka sampai aku yang bukain .
OKe..!! jawab Citra bersemangat. Setelah menutup rapat mata Citra , Ardi berniat memasangkan cincin ketika Citra sedang bugil,

dan mereka dikelilingi lilin ketika bercinta. Ketika sedang asik dengan lilililinnnya Ardi terkejut mendengar suara pintu kamar mereka diketuk.
Sebentar ya yank itu paling Bu Yanti nganterin anduk sama sabun ujar Ardi. Mendengar ucapan Ardi, Citra hanya menganggukan kepalanya.

Sempet kaget juga pas membuka pintu yang mengantarkan bukannya Bu Yanti tapi malah Pak Budi.
Loh kok malah Bapak yang nganterin ??, tanya Ardi bingung.
iya mas istri baru saja menjenguk sodaranya yang sakit diSurabaya, karena takut kemalaman makanya biar saya saja yang mengantarkan, jawab Budi ramah.

Ketika sedang memberikan handuknya, tibatiba saja Budi langsung mendekap tubuh Ardi yang memang lebih kecil dari belakang.
Lalu leher bagian belakang Ardi dipukul dan seketika itu pula Ardi pingsan. Sebenarnya letak villa itu jauh dari keramaian dan sedikit terpencil, namun agar tdk menggangu aksi busuknya Budi mengikat tangan dan kaki Ardi juga tdk lupa menyumpal mulut Ardi dengan kertas dan diplester. Setelah merasa cukup aman Budi mengunci pintu dan mendudukan Ardi disebuah kursi yang dihadapkan kespring bed. Ketika melihat Citra yang duduk diranjang dngn mata tertutup Budi tampak senang

Wah gak perlu susah payah ngentot nih anak, pasti dia pikir saya pacarnya ucap Budi dalam hati.
Yank kok lama sih surprisenya?? tanya Citra semakin.
Apa Surprise ?. Senyum Budi semakin mengembang.

Budi Cuma diam dan dia langsung menghampiri Citra lalu coba membuka resleting jaketnya. Budi sangat terkejut setelah menanggalkan jaket Citra, Karena ternyata dia langsung bisa melihat dua bukit kembar sebesar jeruk bali hanya ditutupi bra sedikit trasnparan bewarna merah. Budi membantu Citra berdiri, karena yakin itu Ardi Citra mulai membuka bra dan jeans ketatnya. Budi pun semakin melenelan ludah dalamdalam dan setengah tak percaya apa yang sedang dilihatnya.

mimpi apa aku semalem? pikir Budi. Citra coba meranggkul dan mencium Budi karena dia pikir itu Ardi.
Tapi buruburu Budi menahan bibir mungil Citra
ssssssssttttttt,,,,,,. Citra pun terdiam.
Budi menuntun Citra berbaring diranjang dan mengikat kedua pergelangan tangannya diujung ranjang. Citra terlihat pasrah sambil berucap,
aduuh yank kok pake diiketiket segala sih, langsung kesurprisenya aja dong aku dah gak tahan nih. Mendengar suara Citra yang manja Budi langsung memulai menjilati kaki Citra yang sengaja tak diikatnya,

sssshhh geli yank Citra mendesah merasakan ada lidah yang mengjilati seluruh kakinya. Desahan Citra semakin menjadi ketika lidah Budi mulai mengarah kepaha dan selangkangan.
Lidah Budi sempat terhenti didepan memek yang masih terbungkus Gstring. Budi sedikit menggeser dan mulai memainkan lidahnya dibibir memek Citra.

Sesekali lidahnya dimasukan dalamdalam ke memek yang memang jauh lebih wangi dibandingkan milik istrinya. Citra sedikit kaget ketika jari yang lebih besar mulai dimasukkan kedalam lobang nikmatnya. Tapi Citra hanya bisa menikmati perlakuan terus yank..lebih dalam lagi. Ujarnya semakin lirih karena birahinya mulai memuncak. Hampir 10 menit Budi menjilat klirotis dan mengocok memek Citra ketika tibatiba seluruh badan Citra menegang dan menyemburkan cairan kewajah Budi. Tubuh Citra masih lemas karena orgasme pertamanya ketika Budi bangun dan membuka seluruh pakainnya.

Tamparan keras menyadarkan Ardi .
Hey bodoh jgn pingsan aja, kamu harus liat pacar kamu bakal ketagihan ngerasain rudal saya yang besar inihahaha. kalimat itu yang dibisikan Budi ketelinga Ardi.

Hhmmmmppphhhh. Cuma itu yang bisa Ardi ucapkan.
Ardi sempat terpaku ketika melihat ukuran penis Budi yang 3x lebih besar dibanding miliknya. Tampak pas dengan badan kekar dan hitamnya. Tapi Ardi hanya bisa menggoyanggoyangkan kursi sambil mengeluarkan suarasuara aneh dari mulutnya yang terhalang plester. Tampak wajah penuh penolakan melihat sebentar lagi wanita yang sangat dikasihinya akan digenjot oleh pria lain yang memiliki penis 3x lipat lebih besar dari miliknya. Ardi hanya bisa pasrah menyaksikan peristiwa itu.



Ardi hanya bisa melihat dari samping ranjang dengan tangan dan kaki terikat serta mulut yang disumpal ketika Budi mulai menaiki ranjang melepas penutup terakhir di tubuh Citra. Budi melirik sambil tersenyum kearah Ardi ketika rudal miliknya digesekgesekkan kememek Citra yang memang baru dicukur.

Ssssshhh Yank ayo dimasukin aku udah gatel banget nih . Desah Citra.
Budi yang memang sudah sangat bernafsu mulai mencoba memasukan penisnya perlahan, baru topi bajanya yang masuk bibir memek.

Cerita Sex Berawal Dari SMS

Cerita Sex Berawal Dari SMS - Tanpa pikir panjang, aku menyatakan siap. Dengan memanfaatkan jasa kereta cepat Argolawu jurusan KotaXJakarta, aku bisa melesat ke Stasiun Gambir Jakarta. Seperti yang dia pesan, aku diminta menunggu di peron Stasiun. Cukup lama, aku menunggu sendiri di peron, hampir satu jam hanya duduk memandang orangorang berlalulalang. Semula aku hampir putu asa dan curiga, janganjangan aku hanya dikerjai. Ketika matahari sudah lenyap dan langit Jakarta sudah gelap, ketika aku memutuskan untuk pergi dari Stasiun Gambir (karena merasa dikerjai), tibatiba ada seorang wanita tua yang menghampiriku. Wanita yang mirip neneknenk itu menyampaikan pesan bahwa aku telah ditunggu wanita bernama Gadis di sebuah taksi yang berhenti di halaman parkir. Karuan saja, perasaan dadaku jadi plong. Seketika itu aku lari mencari taksi tersebut. Begitu aku membuka pintu taksi, Oh.. dadaku berdetak. Wanita kencan SMSku itu ternyata tidak setua usianya. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku, sekitar 170cm, sedang aku hanya 165cm. Kulitnya putih layaknya etnis Tionghoa.Ayo, masuk.., pinta wanita berambut sebahu itu sembari memberi ruang duduk di sampingnya.




Wajahnya tampak gembira sekali ketika menatap wajahku.

Ke Hotel XX, ya Bang, ujar Gadis kepada sang pengemudi taksi. Di dalam taksi, duduk berhimpitan bersama Gadis, aku seperti dibawa terbang ke awangawang. Betapa tidak, tubuhnya super montok. BRAnya kirakira berukuran 36. Dan pinggulnya, wah membuatku benarbenar gemas. Sementara tatapan matanya, seolah ada rasa dahaga yang tertahan bertahuntahun. Hmm.. rasanya itu membuatku tak sabar untuk melumatnya. Karena itu, begitu tiba di hotel aku bergegas chekin dan membogkar rahasia perasaanku di kamar nomor 102. Di kamar hotel 102, di antara lampu remangremang, Gadis hanya termangu memandangiku. Matanya meneliti lekulekuk tubuhku yang maih basah habis mandi. Sini sayang, aku pijiti. Pasti, kau capek sekali, kan, ujar Gadis kemudian. Tanpa banyak kata, akau hanya menurut saja. Maklum tubuhku capek sekali setelah menempuh perjalanan KotaXJakarta. Kalau dipijiti, oh.. rasa pegal di tubuhku akan hilang. Karena itu, aku segera tidur tengkurang di ranjang dengan setengah telanjang di dekat Gadis. Bagian mana dulu yang dipijit sayangku, suara Gadis yang mendesah membuat darahku mendesirdesir.

Terserah kaulah, jawabku singkat.


Tak lama kemudian, jemari lentiknya sudah menelusuri lekuklekuk tubuhku. Kadangkadang tangan Gadis nakal menggoda bagian sensitifku. Urutannya lembut, seperti menyulam setiap poripori kulitku. Beberapa saat kemudian, aku ganti menawarkan diri untuk memijit tubuh gadis yang super montok. Seperti yang dia lakukan padaku tadi, aku mulai menguruturut bagian lehernya, kemudian turun ke punggung, pinnggang dan paha. Setelah itu tubuhnya ku balik sehingga tidak tengkurap lagi. Kali ini aku mengurut bagian payudaranya dengan lembut. Selanjutnya aku mulai beraksi erotik. Awalnya saya membelai rambut Gadis dan mencium bibirnya. Dia membalasnya dengan hangat, penuh kasih sayang. Kurebahkan dia dengan perlahan, kutatap matanya eraterat, kusingkirkan bajunya yang menutupi buah dadanya, yang sungguh merangsang diriku. Perlahan tapi pasti kulumat puting susunya dan dengan tangan kiriku kumainkan puting yang satunya lagi. Gadis melenguh keenakan, sungguh suara yang merdu dan hal ini membuatku grenng lagi. Selang beberapa menit kemudian kuangkat kepalaku sambil tetap kumainkan tangan kiriku, kemudian kulihat pussy Gadis yang basah. Kulumat clitorisnya dan semua ruang vaginanya hingga Gadis menggelinjang berat. Ketika penisku menegang gagah perkasa, kurenggangkan kedua pahanya dan kumasukkan jariku ke lubang pussynya, kuputarputar dan kusodoksodokkan, Gadis pun semakin mengerang keras, sampai kusadari kalau waktu kusodokkan di bagian kanan atas, eluhannya semakin keras dan cairannya makin banyak, penasaran kupusatkan jariku di situ dan kugosokgosok bagian tersebut ternyata Gadis pun berteriak makin keras.

Cairannya keluar banyak sekali, aku pun mulai grenng tidak sabar, kuangkat kontolku dan kusodokkan ke lubang pussynya dengan cepat, kali ini aku sodokkan terus menerus tapi rupanya kontolku masih membutuhkan waktu untuk reload sehingga spermaku tidak lekas keluar.

Gadis masih mengerang dengan kerasnya, dan kusodokkan penisku ke bagian kanan atas, dan yah dia pun makin melenguh keras, dan kurasakan cairannya menyemburnyembur dengan derasnya, aku makin grenng dan kulihat wajahnya yang khas, wajah yang penuh kepuasan dan erangan penuh kenikmatan yang merdu, yang membuat kontol lakilaki manapun tidak tahan, dan akupun keluar lagi dengan deras di pussy Gadis. Ketika aku terbangun dari tidur, sekitar tengah malam, Gadis telah menyediakan kopi panas dan duduk di sebelah ranjang. Tapi hasratku masih menggelora. Tidak bisa tidak aku harus beraksi lagi. Maklum, aku hanya bisa berada di Jakarta hanya sehari. Sayang kalau hanya sekali main di panggung ranjang panas. Karena itu, setelah mencicipi kopi aku segera membuka kancing BHnya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya kupegang dengan lembut. Kami samasama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding. Kami terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh Gadis menyandar ke dadaku. Dia sepertinya pasrah. Baju daster Gadis kubuka. Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahanlahan. Bibirku mengecup puting buah dadanya secara perlahan. Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah. Gadis semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menariknarik rambutku, sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesahdesah.

Ssshh.., sshh!.



Puting payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahanlahan. Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya. Lidahku kini bermain di pusar Gadis, sambil tanganku mulai mengusap usap pahanya. Ketika kulepaskan ikatan kainnya, tangan Gadis semakin kuat menarik rambutku. Suaranya melenguhlenguh. Nafasnya terengahengah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Tanganku mulai menyentuh lagi daerah kemaluannya. Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusapusap perlahan. Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannya, Dia menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya. Aku segera mengerti maksudnya. Dia minta ingin segera digenjot di atas ranjang. Dengan sebuah tarikan, tubuh Gadis kubaringkan terlentang, tapi kakinya masih menyentuh lantai. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei. Buah dadanya membusung seperti minta disentuh. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Kemudian, tanganku terus membuka kancing bajuku satupersatu. Ritsluiting jeansku kuturunkan. Aku telanjang bulat di hadapan Gadis. Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Gadis. Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerahmerahan. Indah sekali kupandang di celah pahanya. Gadis telentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuhnya. Sungguh lembut tubuhnya. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Sambil memegang puting susunya, kuremasremas buah dada yang kenyal itu. Kuusapusap dan kuremasremas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Penisku menyentuh pinggangnya. Kudekatkan penisku ke tangannya. Digenggamnya penisku eraterat lalu diusapusapnya. Memang Gadis tahu apa yang harus dilakukan. Dipegangnya penisku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Mataku terpejampejam ketika lidah Gadis melumat kepala penisku dengan lembut. Penisku dikulum sampai ke pangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Bibir Gadis terasa menariknarik batang penisku. Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat. Kubuka lebarlebar paha Gadis sambil mencari liang vaginanya. Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya. Gadis mendesah. Kujilatjilat dengan lidahku. Kulumat dengan mulutku. Liang kemaluan Gadis semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang vaginanya. Tentu Gadis sudah cukup terangsang, pikirku. Aku kembali pada posisi semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarik tubuhku untuk rebah bersama. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Gadis memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba mengusapusap pangkal pahanya. Kedua Kaki Gadis mulai membuka sedikit ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidahku mulai turun ke dadanya. Putingnya kuhisap sedikit kasar. Punggung Gadis terangkatangkat ketika lidahku mengitari perutnya. Akhirnya jilatanku sampai ke celah pahanya. Gadis semakin membuka pahanya ketika aku menjilat clitorisnya, kulihat Gadis sudah tidak bergerak lagi. Kakinya kadangkadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasakan kenikmatan yang telah dirasakan. Erangan Gadis semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah. Rambutku di tariktariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan.

Gimana rasanya? tanyaku lembut dengan nada manja.

Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda dia setuju. Tanpa disuruh, aku mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya yang kini telah terbuka lebar. Lendir dan liurku telah banjir di gerbang vaginanya. Kugesekgesekan kepala penisku di cairan yang membanjir itu. Perlahan lahan kutekan ke dalam. Tekanan penisku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat Gadis menggelinjang seperti kesakitan.

Pelanpelan, Yang!, ujarnya berharap, suaranya terdengar sesak.

Aku sekarang mengerti. Memang aku belum berpengalaman. Kutekan lagi. Kumasukkan penisku perlahanlahan. Kutekan punggungku ke depan. sangat hatihati. Terasa memang sempit. Lalu Gadis memegang lenganku eraterat. Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian penisku yang masuk. Kubiarkan sebentar penisku berhenti, terdiam. Gadis juga terdiam. Tenang. Sementara itu, kupeluk tubuhnya dengan gemas sambil memainkan buah dadanya, menjilat, mengusap dan menggigitgigit lembut.

Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan. Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang.

Mau diteruskan..? tanyaku kemudian. Gadis membuka matanya. Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan. Kutekan penisku ke dalam. Kemudian kutarik ke belakang perlahanlahan. Kuhentakkan perlahanlahan. Memang sempit kemaluan Gadis, mencengkram seluruh batang penisku. Penisku terasa seperti tersedot di dalam vaginaya. Kami mulai terangsang! Penisku mulai memasuki kemaluan Gadis lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata Gadis terbuka menatapku dengan pandangan yang sayu ketika penisku mulai kukeluarmasukkan. Bibirnya dicibirkan rapatrapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit penisku masuk sampai ke pangkalnya. Gadis mendesah dan mengerang seiring dengan keluarmasuknya penisku di kemaluannya. Kadangkadang punggung Gadis terangkatangkat menyambut penisku yang sudah melekat di kemaluannya. Berpuluhpuluh kali kumajumundurkan penisku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Suatu ketika aku merasakan badan Gadis mengejang dengan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk eraterat pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan. Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan penisku yang tertanam di dalamnya. Goyanganku semakin kuat. Lehernya kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Ketika itu seolaholah aku merasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin keras membuat penisku semakin menegang keras. Gadis mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Goyanganku semakin kencang. Kemaluan Gadis semakin keras menjepit penisku. Kurangkul tubuhnya kuatkuat. Dia diam saja. Bersandar pada tubuhku, Gadis lunglai seperti tidak bertenaga. Kugoyang terus hingga tubuh Gadis seperti terguncangguncang. Dia membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang. Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku sampai ke puncak. Air maniku muncrat ke dalam kemaluan Gadis. Bergetar badanku saat maniku muncrat. Gadis mengait pahaku dengan kakinya. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengahengah. Dia mengerang agak kuat. Waktu aku memuntahkan lahar maniku, tusukanku dengan kuat menghunjam masuk ke dalam. Kulihat Gadis menggelepargelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Aku lupa segalagalanya. Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa sodokan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama dengan orang lain selain istriku. Walaupun dia seorang janda yang sudah berumur, bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik. Waktu kami melakukan senggama tadi, kami berkhayal entah kemana. Gadis memang hebat dalam permainannya. Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan dengan orang lain selain istriku, bagiku Gadis betulbetul memberiku surga dunia. Aku terbaring lemas di sisi Gadis. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya. Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang Gadis. Kulihat Gadis tertidur di sebelahku. Dia mengaku puas sekali.

Kamu memang hebat, penismu luar biasa..!, katanya dengan nada meronta.

Anehnya, ketika aku merasa capek, Gadis malah mengocokkan batang penisku. Suaranya mengibaiba membangkitkan gairahku.

Kau suka?, tanyaku.

Dia tersenyum. Dia mengangguk tanda suka. Saat itu juga tanganku memegang buah dadanya. Tangannya mengocok terus penisku. Penisku tegang lagi. Kami jadi terangsang lagi.

Kau mau lagi?, tanyaku dengan suara manja.

Dia tersenyum manis. Apa yang kuimpikan kini benarbenar menjadi kenyataan. Perlahanlahan kubuka selimutnya. Kulihat kaki Gadis sudah mengejang. Sedikit demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Uff.., detak jantungku kembali berdegup kencang. Kunikmati kembali tubuh Gadis tanpa perlawanan. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulubulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilat di depanku. Kurentangkan kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik gundukan bukit Gadis. Kedua belahan bibir mungil kemaluannya kubuka. Melalui celah itu kulihat semua rahasia di dalamnya. Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti. Kudekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan birahi. Tak mampu aku menahan ledakan birahi yang menghambat nafasku. Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir kemaluan Gadis dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian kemaluan Gadis. Terasa seperti tak ingin aku menyianyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang menonjol di mulut vaginanya, Gadis mendesis dan mendesah keenakan. Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan. Beberapa kali kulihat dia mengejangkan kakinya. Aku tak peduli bau khas dari liang kemaluan Gadis memenuhi relung hidungku. Malah membuat lidahku bergerak semakin menggila. Kutekan lidahku ke lubang kemaluan Gadis yang kini sedikit terbuka. Rasanya ingin kumasukkan lebih dalam lagi, tapi tidak bisa. Mungkin karena lidahku kurang keras. Tetapi, kelunakkan lidahku itu membuat Gadis beberapa kali mengerang karena nikmat. Dalam keadaan sudah terangsang, kutarik tubuh Gadis ke posisi menungging. Ia menuruti permintaanku dan bertanya dengan nada manja.

Aku kau apakan, sayang?, bisiknya.

Aku diam saja. Kuatur posisinya. Tangannya meremas sprei hingga kusut. Air mani Gadis sudah membasahi kemaluannya. Kubuka pintu kemaluannya. Kulihat dan perhatikan dengan seksama. Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Bau anyir dan bau air maniku bercampur dengan bau asli vagina Gadis yang merangsang. Bau vagina seorang wanita! Jelas semua! Bulu kemaluan Gadis yang lembab dan melekat berserakan di sekitar vaginanya. Kusibakkan sedikit untuk memberi ruang. Kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang vaginanya. Kumainmainkan di dalamnya. Kulihat Gadis menggoyang punggungnya. Kucium dan kugigit daging kenyal punggungnya yang putih bersih itu. Kemudan kurangkul pinggangnya. Kumasukkan penisku ke liang vaginanya. Pinggang Gadis seperti terhentak. Perlahanlahan kutusukkan penisku yang besar panjang ke lubang vaginanya dengan posisi doggystyle. Tusukanku semakin kencang. Nafsu syahwatku kembali sangat terangsang. Kali ini berkalikali aku mendorong dan menarik penisku. Hentakanku memang kasar dan ganas. Kuraih pinggang Gadis. Kemudian beralih ke buah dadanya. Kuremasremas semauku, bebas. Rambutnya acakacakan. Lama juga Gadis menahan lampiasan nafsuku kali ini. Hampir setengah jam. Tusukanku memang hebat. Kadang cepat, kadang pelan. Kudorongdorong tubuh Gadis. Dia melenguh. Dengusan dari hidungnya memanjang. Berkalikali. Seperti orang terengahengah kecapaian.

Ehh.. ek, Ekh, Ekh.

Akirnya aku merasakan air maniku hampir muntah lagi. Waktu itu kurangkul kedua bahu Gadis sambil menusukkan penisku ke dalam. Tenggelam semuanya hingga ke pangkalnya. Waktu itulah kumuntahkan spermaku. Kutarik lagi, dan kuhunjamkan lagi ke dalam. Tiga empat kali kugoyang seperti itu. Gadis terlihat pasrah mengikuti hentakanku. Kemudian kupeluk tubuhnya walaupun penisku masih tertancap di dalam kemaluannya. Kueluselus buah dadanya. Kudekati mukanya. Kami berciuman. Begitu lama hingga terasa penisku kembali normal. Gadis sepertinya kelelahan. Keringat bercucuran di dahi kami. Kami telentang miring sambil berpelukan. Gadis terlihat lemas lalu tertidur. Melihat Gadis begitu, dan hujan masih belum reda, birahiku bangkit kembali. Kurangkul tubuh Gadis dan aku bermain sekali lagi. Tak terasa, kami berdua seperti bermandikan air mani. Setelah itu, kami terkapar berdua. Ketika aku bangun hari sudah siang. Sekitar jam 12.00 aku buruburu chekout dan pulang ke KotaX. Ternyata Gadis masih mau kencan lagi denganku. Tapi entah kapan waktunya, dia belum memastikan dan akupun belum memikirkannya. Kau memang lelaki KotaX tulen. Tenangtenang menghanyutkan. Lemah lembut, tapi luar biasa dahsyat, bisik Gadis ketika mengantarku ke Stasiun Gambir.

*****

Setelah kencan mesra di Jakarta tiga bulan lalu, Gadisjanda 33 tahun asal Jakarta, sering kirm SMS mesra padaku. Katanya, dia merindukan sentuhanku. Sesungguhnya aku sangat ingin mengulangi kencan mesraku dulu. Tapi waktu tak memungkinkan. Karena itu, aku harus putar otak agar ganti dia yang datang ke KotaX, tempat tinggalku. Bagaimanakah aku harus memaksanya datang ke KotaX? Aku harus cari akal. Sekedar untuk diingat, aku mengenal Gadis setelah menyimak daftar nomor HP wanitawanita yang butuh teman kencan melalui SMS di internet. Awalnya aku hanya menyebar SMS perkenalan kepada sejumlah wanita. Hasilnya, SMSku dapat jawaban dari seorang wanita 33 tahun asal Jakarta (sebut saja namanya Gadis). Ketika bercakapcakap denganku via telepon, semula dia merasa terkejut dan mengaku tak pernah mencari teman kencan pria lewat SMS. Namun setelah berdialog beberapa saat, akhirnya dia mengakui bahwa dirinya adalah seorang wanita yang kesepian. Bahkan, dia malah memintaku datang ke Jakarta dan segala biaya akan dijamin. Tanpa pikir panjang, aku menyatakan siap. Dengan memanfaatkan sebuah kamar hotel berbintang, kami bisa saling memuaskan hingga beberapa ronde. Sejak kencan pertama itulah, dia sering SMS dan memintaku datang ke Jakarta lagi. Sejujurnya, aku senangsenang saja melihat rintihannya, rengekannya, dan segala kemanjaannya. Namun, ketika aku ingin memenuhi permintaannya, aku tak bisa cuti dari kantor tempat kerjaku.

Banyak pekerjaan yang belum kau selesaikan, kenapa harus cuti? Apa kau tak mau promosi jabatan? tukas manajer personaliaku.

Peringatan manajer personaliaku itu membuatku benarbenar tak berani nekat bolos ke Jakarta. Karuan saja, hatiku gundah. Sementara Gadis semakin gencar mengirmkan SMSSMS rindunya.

Ayu dong, say. Dahagaku rasanya sudah tak tertahan. Tegakah kau?

Setelah beberapa hari merenungrenung, akhirnya aku punya ide. Aku rayu saja dia melalui email erotic. Ya, aku harus memaksanya datang kemari dengan rayuanrayuan email eroticku. Kiriman email pertamaku seperti ini isinya: Gadisku, sayang.. Kau tahu, jika aku bisa bertemu denganmu di kotaku, aku akan mengajakmu pergi tempat yang jauh dan menggairahkan jiwa. Akan kuajak kau ke tempat secret untuk berdua saja, biar aku bisa mereguk kemontokan tubuhmu. Bila memang hubungan semacam itu yang kau cari, maka akan kubawa kau ke kamar yang gelap dan rahasia. Kemudian akan kumanjakan kau dengan jutaan rasa nikmat. Setiap kali mengirim email, aku selalu mengimajinasikan pengalaman eroticku padanya. Seperti ini contohnya: Gadisku, jika kau datang padaku, aku akan melahirkan syurgasyurga baru untukmu. Kau tahu kan, awalnya pasti aku akan kuminta kau berbaring, melepas gaun, juga BHmu. Selanjutnya akan kupijitpijit lehermu, bahumu, pinggangmu, hingga pahamu dengan sentuhan selembut sutra. Kemudian akan kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dadamu. Tapi diamlah, akan kubelaibelai payudaramu dengan jemariku, juga dengan lidahku secara bergantian. Biarkan saja jika penisku menegang. Aku ingin membuat payudaramu menjadi kenyal sampai kau mendesisdesis. Dan, biarkan saja aku terpana melihat tubuhmu putih dan mulus. Biarkan saja kujilati leher jenjangmu. Menggerinjallah bila kau memang ingin menggerinjal. Oh.. puting susumu mulai mengeras dan begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kueluselus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. (Oh.. kau tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya.) Tapi tetaplah diam. Ibu jariku dan telunjukku akan memilinmilin puting susu sebelah kirimu. Kemudian aku ganti menyedotnyedot puting susuMu. (Oh.. puting susumu semakin lama makin bertambah keras). Setelah itu mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, kuperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kananmu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerakgerak dengan kukulum ujung payudaramu, lalu kujilati dan kugelitiki puting susumu yang tinggi. Lidahku tetap tak hentihentinya menjilati puting susumu yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Kurenggangka pahamu pelan2. Kulepas pula kain satusatunya yang masih menutupi tubuhmu yang memang sintal itu. Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar bugil di depanku, siap untuk kunikmati.

Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vaginamu. Tenanglah, mendesahlah kalau ingin mendesah, akan kutelusuri sekujur permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulangulang dengan lembutnya. (Oh.. payudaramu semakin membusung menjulang tinggi)

Ooohhm, penisku jadi berdenyurdenyut! Tapi jari tengahku mulai menjamah gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir vaginamu yang mulai dibasahi cairancairan bening. Mulamula kuusapusap daging kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahanlahan. Lamakelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapanusapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Hm, klitorimus makin bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuhmu semakin menggerinjalgerinjal tak tentu arahnya. Tapi tetaplah tenang, aku akan menambah kecepatan gelitikanku pada klitorismu biar vaginamu dibanjiir cairancairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu. Puas menjelajahi klitorismu, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahanlahan ke dalam vagina. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mulamula sebatas ruas jari yang pertama. Kemudian perlahanlahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Sementara lidahku mulai menjilati bibir vaginamu berputarputar. Menjeritlah bila ingin menjerit, tapi lidahku akan terus mengkorekkorek semua permukaan kulit vaginamu dan tanganku akan terus mengosokgosok klitorismu. Tak lama kemudian, lidahku ganti menyedotnyedot ujung klitorismu. Sedang tanganku ganti mengokrek liang vaginamu. (Oh.. kau mengerjapngerjap ketika klitorismu kusedot kuatkuat dan jemariku menggosok liang vaginamu lebih cepat dan makin dalam lagi.) Tenang saja, aku tidak akan menusukkan penisku ke dalam vaginamu. Aku hanya ingin membuatmu orgasme tanpa harus kusetubuhi dengan penisku. Gosokan jariku ke dalam vaginamu makin kupercepat, terusmenerus, sambungmenyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. Akibatnya, kau sanggup berbuat apaapa lagi kecuali hanya menjeritjerit tidak karuan. Apalgi ketika lidahku menyedot isi klitorismu kuatkuat dan senmakin kuat, kau seakanakan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matamu terpejam sementara tubuhmu bergetar dan menggelinjang keras. Tak lama kemudian kaumenejang dan ada cairan meleleh yang meleleh keluar dari vaginamu. Dan itu membuatku terangsang. Ketika aku makin terangsang, akhirnya kugosokgosok batang penisku itu dengan tanganku sendiri. Lama sekali, kemudian penisku kuarahkan ke payudaramu dan kujepit dengan kedua susu payudamu. Setelah kugosokgisikan penisku di bali jepitan kedua payu daramu. Makin lama, kugosok makin cepat dan semakin cepat. Hasilnya, cairancairan kental berwarna putih muncrat dari ujung penisku. Sebagian mengenai wajamu. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhmu yang lain. Singkat cerita, Gadis jadi sering minta dikirimi email erotic. Tapi jika kebetulan aku tak bisa buka internet dia memaksaku untuk mengirimi SMS erotic. Ayo dong Say, Aku sedang in nih. Rasanya haus sekali vaginaku, pinta suatu ketika, Rayulah aku, cumbulah aku dengan SMS mesramu. Aku sudah siapkan penis electrik di sampingku. Ayoo, dong antar aku ke gunung panas biar terobati dahagaku. Aku tak kuasa menolak jika Gadis merontaronta dan selalu mendesahdesah mengharapkan sentuhan asmaraku. Tidak bisa tidak, aku harus mengerahkan jarijariku untuk pencet huruf demi huruf untuk memuaskan hasrat sex Gadis. Kau mau kan, rintih Gadis di tengah malam melalui HPku. Oke, deh say, jawabku. Dan tangankupun menari di atas HPku: Begini kalimat pertama yang kukirim via SMS: Anggap saja aku sudah ada disampingmu. Kini berbaringlah. Biar kurobek saja ya gaunmu, kuserobot CDmu, dan kutindih tubuhmu (Gadis membalas SMS mesra. Katanya, dia sudah siap menerima dengan segala actionku) Kemudian aku mengirim SMS lagi padanya: Oh.. puting susumu yang coklat itu, rasanya aku kutelan dengan lidahku, dan bibir vaginamu itu pun ingin kusedot dan jilat dengan lidahku yang dahaga ini (dia membalas dengan kalimat mendesahdesah haus dan manja: aku sudah menunggumu say.. jawabnya) Aku segera membalasnya: Buka pahamu, say: jariku akan menarinari di liang vaginamu. Dan biarkan lidah menggeliatgeliat di puting susumu: Apa yag kau rasa. Hmm putingmu sudah mengeras Say? Oh.. aku suka itu, aku kugigit pucuknya akan kugosokgodok dagingnya yang mengenyakkenyal. Mendesislah. Oh vaginamu sudah basah say? Mana buka pahamu lebarlebar, akukan sedot cairannya dan kutelan sebagai obat dahaga. (Gadis membalas SMS, intinya dia sudah tak tahan) Sekarang gantian kau yang mainkan aku, lihat cockku sudah tegang berdiri, kepalanya mengkilat berdenyutdenyut..

Ya say, hmm.. aku sudah tak sabar, jilatlah penisku dari ujung sampai pangkal. Gosokgosok batangnya dengan lembut, tanganku akan tetap membelaibelai liang vaginamu biar makin licin.

Dia membalas SMS mesra dan sanggup menjilati penisku: Oh.. ohh.. sst.. enak say, terus, gini saja kangkangi mukaku dengan 2 pahamu, biar lidahku mengkorek vaginamu, dan mulutmu teruslah menyedot penisku. Oke duduki saja mulutku dengan mulut vaginamu, biar clitorismu kusedotsedot, tapi kau jangan diam ayo mainkan aku dong saayy.. Hhh.. (Gadis membalas SMS, dia sangup melumat batang penisku danmenguruturutnya dengan lidah)

Hmm.. kini aku sudah tak sabar, berbaringlah say, buka pahamu lebarlebar, dan mana liang vaginamu, penisku sudah ingin menusuknusuknya, menggenjotnya, sampai kau merontaronta.

O, penisku susah masuk say, tolong bantuin pakai tangamu, tanganku akan terus memuntirmuntir susumu, kau sudah siap menerima penisku kan?

Ayo bantuin masukkan penisku dong, say.. Hhmm Yah bagus, enak gila oh.. ohh.. goyang terus say, penisku akan kusodoksodok masuk ke vaginamu, maju mundur, oh.. kau mengerang say, merintihrintih?

Aku terus bergoyang menyodok vaginamu, makin lama makin cepat, sementara tanganku terus memilinmilin putingmu kadang lidahku menyerobot putinmu dan kugigitgigit.

Hm kau menggelinjang say? Oh.. cairanmu makin banyak, penisku basah kuyup, ah.. susumu makin membusung keras say dan desahanmu itu hmm..

Ah, kamu ganti tengkurap saja say, tapi angkat bokongmu, biar aku bisa menyodok vaginamu dari belakang,

Oke say, angkat bokongmu tinggitinggi, biar penisku bebas menyoodk vaginamu, mana lubangnya, eit sleep ohm, enak, sekarang aku bergerak maju mundur, kau mendesahdesah.

Sodokanku makin lama makin cepat dan buas, sementara tanganku memilinmilin puting susumu, (Apa yang kau rasa?)

AH, kini ganti kau yang di atas say, aku ingin lihat permainanmu, tenang saja, putung susumu akan ku buat terus menggelinjang. Ya, duduki saja penisku dengan bibir vaginamu, terus gosokgosoklah dengan goyangan erotic plus ngebor gaya inul. Penisku pasti akan mengejangkanmu.

Tenang saja say, kalau mainmu dahsyat, aku pasti akan lebih dahsyat membuatmu tak berdaya, kini aku menunggu bentuk goyanganmu. Ohh.. indah sekali goyangmu SAY, hmm, tapi kau berbarig lagi saja, penisku akan menusuk vaginamu dari atas, ohh.. vaginamu sudah banjir?



Hanya dengan SMSSMS semacam itulah, Gadis mengaku bisa orgasme, tapi dengan bantuan penis elektric yang dia beli dari sexshop. Bahkan, kadang bukan hanya sekali saja orgasmenya, tapi sampai dua hingga tiga kali. Sedang SMSSMSku dijadikan pengantar perangsang cairan vaginanya. Bila vaginanya sudah basah oleh rayuan SMS erotic, Gadis mengaku memainkan penis elketricnya dengan mata ditutup rapat kemudian membayangkan seolaholah aku benarbenar hadir di sampingnya. Hmm sebuah perilaku yang menggemaskan bagiku. Setelah sering kukirimi email erotic semacamitu, lamalama Gadis akhirnya sanggup datang ke kotaku. Aku senang sekali, berarti ada kesempatan untuk live in action bersama Gadis, janda kembang super montok yang kukenal dari SMS erotic internet. Oke, deh aku datang. Tapi kau harus membuaskanku seribu tahun. Kalau tidak, Hmm, kau akan kumakan, begitu gertak gemas Gadis melalui teleponnya, kemarin.

Cerita Dewasa Kuserahkan Perawan Ke Adikku

Cerita Dewasa Kuserahkan Perawan Ke Adikku - Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat badan 52kg, orang bilang aku montok, terutama pada bagian pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata2 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi perhatian orang2 bila sedang berjalan keluar rumah.




Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melakukan petting, sailng raba, saling cium dan saling hisap..

Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik melakukannya.

Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali entah kenapa aku jadi ketagihan Sampai akhirnya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering aku merabaraba payudaraku sendiri dan mengusapusap memeku sendiri sampai aku orgasme.
Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku Yudi sering mengintip aku ini aku ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.

Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku Yudi pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan. Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu bergerakgerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku,

keras sekali dan berada di belahan pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya.
Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.

Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku Aku sangat terangsang sekali dia meraba dan membelaibelai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku.
Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya.

Dan anehnya aku malah berteriak minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku Yudi, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar. Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang.

Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan temanteman ku, pacarku katanya mempunyai teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.

Suatu malam aku berbincangbincang dengan adikku, aku berterima kasih padanya karena dia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap lakilaki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga dia menjawab:

Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, emang adik pernah nyobain cewe? dia bilang ya, belum kak. itulah percakapan awal bencana itu.
Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya lalu aku mulai merabaraba tubuhku sendiri tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan sekilas aku membayangkan adikku lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya

Malam itu aku mengendapendap dan perlahanlahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri, aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku
Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku saksikan.

Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku datang ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu saling cium saling hisap dan perlahanlahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat. Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya

seperti biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintihrintih keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku. Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya lalu dia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencaricari lubang memekku begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung orgasme, air maninya belepotan diatas memekku Ohhhhh katanya.
Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi. Puaskan aku dong aku kan belum rengekku tanpa malumalu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku Maaf, aku harus buruburu ada janji dengan sisca katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buruburu berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.

Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang di bis.
Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.

Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna. Saat didalam adikku bilang kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna
Abis pake apa timpalku, aku ngga punya baju lagi Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya poriporinya kebuka katanya

Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya aku memakai celana dalam Gstring putih sehabis dari rumah pacarku tadi Tapi ah, cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga.

Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani kulihat dia berkalikali menelan ludah, aku purapura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.

Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, aku kecewa dan ingin pelampiasan.
Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:
Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol katanya Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik kataku lebih berani Iya yah katanya sambil berdiri dan membuka celananya

Aku sangat berdebardebar dan berkalikali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar. Tibatiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya. Kenapa dimatiin kataku Udah cukup panas kak katanya
Memang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masingmasing. Tibatiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.

Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku nanti kak. Kan udah saunanya timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.
Kakak udah pernah gituan belum kak kata adikku Belum kataku, emang kamu udah..? lanjutku Belum juga kak, tapi pengen nyoba katanya
Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.

Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup Gstring.
Oh kak. bahenol sekali, aku pengen nyobain kak katanya dengan nafas memburu. Aw dik ngapain kamu timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga menginginkannya.
Pengen ngentot kakak katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku. Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, Aku kan kakakmu Yudi, inget dong
Adikku tetap memegang pinggulku tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, aku ngga tahan banget Tolong kak, katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak.



Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik.. Persetan dengan pacar brengsek batinku.
Jangan disini pintaku. Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit katanya meremas pinggulku. Kakak belum siap kataku. Kakak nungging aja, nanti aku panasin katanya.
Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan dengam pelanpelan dia membuka Gstringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang

Oh ngapain kamu dik kataku tanpa melarangnya. Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh gila pikirku enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku
Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana rintihku Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lamalama memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali

Tibatiba dia berdiri dan memegang pinggulku.. Udah panas kak katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukulmukul kepala kontolnya kepantatku.
udah. kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku Jangan bilang siapasiapa yah dik kataku. Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar dia kesulitan Mana lubangnya kak.. katanya.

Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku Ini dik kataku begitu tepat di depannya, gesekgesek aja yah dik. Masukin dikit aja kak katanya menekan kontolnya. aw dik, gede banget sih kataku, pelanpelan..
Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelanpelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit tapi tidak sampai lepas terus ia lakukan sampai membuat aku gemas. Oh.. dik. enak. dik. udah yah kataku purapura.. Belum kak. baru kepalanya udah enak yah.

Memang bisa lebih enak??? kataku menantang. Dan. langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku Aku merasakan perih luar biasa dan aw. sakit dik teriakku. Adikku menahan batangnya didalam memekku . Ohkaknikmat banget.. dan secara perlahan dia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku Bacaan sex top: Cerita Sex Pilihan Terbaik Ngentot Sama Tante Anne

Oh, kak nikmat banget memekmu.. katanya. Ssssshhhh ia dik enak banget kataku. Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.
Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget katanya Sejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku Ma kasih kak katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi. Aku bingung bercampur menyesal dan ingin menangis. Akulangsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri.. kenapa adikku????

Dalam perjalanan pulang adikku berulangulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna Aku hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi Kejadian itu adalah awal petualangan aku dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 sampai 5 kali sehari semalam.

Satahun sudah aku di tunggangi adikku sendiri sampai ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku. Akhirnya aku di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. karena aku selalu menjaga jangan sampai hamil bila bersetubuh dengan adikku.



Sampai sekarang aku tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu meminta jatah, dilain pihak aku juga sangat ketagihan permainan seks.

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...