SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Sunday, March 22, 2020

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya
Nonton Video Bokep Lainnya : 

Nonton Sini : 






Video Hot Bokep Mama Lagi Bersih Rumah

Video Hot Bokep Mama Lagi Bersih Rumah
Nonton Video Bokep Lainnya : 


Ocebet Menyediakan permainan: 
*. IDNPoker 
*. Live Casino 
*. Slot Game
*. Sabung Ayam
*. Lotere 
*. Bandar Togel
*. Sportbook (Sbobet, Maxbet)
*. Live Game 
dan masih banyak permainan lainnya. 

🎁💵 Kami memberikan bonus menarik seperti : ⚽️🏀 
🎁 Bonus Deposit Member baru 20% Sportbook 🧧
🎁 Bonus Deposit New Member Live Casino 5% 🧧
🎁 Bonus Slot Game 🧧
🎁 Bonus Rebate 🧧
🎁 Bonus Cashback 5% Sportbook  🧧
🎁 Bonus Referral seumur hidup 🧧
bonus lainnya juga 


anda juga bisa dapatkan  bonus deposit member baru 20% *. 

* Syarat dan ketentuan berlaku
apakah berminat daftar silahkan kunjungi di ocebet.cc

terima kasih bos. 

Nonton Video Sini :









Saturday, March 21, 2020

Cerita Hot Ngentot Memek Janda Hot Indonesia

Cerita Hot Ngentot Memek Janda Hot Indonesia - Agen OCEBET Indonesia  Sudah kupegang tetapi kepala dan leher penis tersedia di luar genggamanku Luar biasa sekali Kontol Besar Panjang nya. Tidak tahu tanganku meremas dan memaju mundurkan Penis Besar Panjang tersebut.



Gemas sekali lihat tersedia penis begitu besar barangkali lebih 2 x berasal dari penis Mas Imron almarhum suamiku. “Bagus Nita.. Iya begitu” kata si Abang yang hingga saya remas penisnya tetapi saya belum tahu namanya. Ngentot Memek Janda

Dengan gemas kupercepat kocokan di tanganku dan sejalan dengan kocokan itu maka penis berikut jadi tambah gemuk dan tambah panjang. Urat-uratnya menonjol semua.. Besar-besar. Si Abang menghentikan kocokanku dan memencet botol yang memuat cairan layaknya baby oil ke telapak tanganku, Ngentot Memek Janda.

Dibawah sana, celana dalamku telah jadi basah sekali mengeluarkan cairan pelumas yang kebanyakan ditujukan untuk menyongsong serangan penis. Ngentot Memek Janda

3 bulan lebih telah saya tidak mendapat sentuhan Laki-laki dan kini rasanya saya sangat butuh sekali penis. Digenggamanku telah tersedia penis tetapi bagaimana saya memintanya? Baru saja saya selesai berpikir demikian, layaknya membaca pikiranku, tangan si Abang tiba-tiba mencapai pahaku untuk ditarik mendekat kearah kepalanya.

Tidak tersedia perlawanan berasal dari kakiku.. Aku dekatkan pinggulku kearah kepalanya tetapi dengan posisi saya selamanya berdiri. Perlahan tetapi pasti, tangan si Abang kini menyelusup ke didalam rok ku dan berhenti di selangkanganku. Salah satu jarinya menerobos masuk melalui celana didalam ku..

“Auhh” teriakku menghentikan kocokanku gara-gara jari si Abang segera menyentuh dan menghimpit clitoris ku sambil diputar-putar.
“Ohh..” saya mengerang sambil menengadahkan mukaku nikmati rasa nikmat yang luar biasa menyerbuku.

Menengadah saya sambil memejamkan mata merasakan gejolak yang rasanya luar biasa ini dan rasanya ini tidak bisa dihentikan lagi. Tidak sadar, sangking merasakan nikmat, saya pun jatuh layaknya tidak tersedia tenaga.

Si Abang cepat bangkit mencapai tubuhku dan menidurkan pada spring bed-nya, kendati demikian saya tetap tahu kecuali kakiku juntai berada diluar spring bed. Lalu si Abang mengangkat ke dua kakiku mengangkat rok dan menurunkan celana dalamku.. Ohh saya telah tidak bisa mundur kembali sekarang..

Tapi urat tahu dan urat malu ku tetap berfaedah kendati kecil sekali kadarnya.. Ngentot Memek Janda

“Bang.. Ehh Pak.. Jangan Pak.. Saya belum dulu begini tak hanya dengan suamiku” kataku dengan nada pelan.
“Apa?” bertanya Abang layaknya tidak mendengar dan segera jadi bibirnya tersedia di paha atas ku.
“Ohh” saya mengerang nikmat tidak jadi memprotes tambah nikmati bibir yang menarik-narik lembut kulit pahaku.

Dan pada pada akhirnya kurasakan suatu hal yang hangat dan lembut menyentuh clitorisku dan menariknya terlihat dengan lembut. Aku penasaran sekali dengan apa yang diperbuat si Abang.. Ya ampunn terlihat mulut si Abang dengan rakusnya menarik-narik daging yang disekitar vaginaku.

Ampunn nikmattnyaa.. Kembali kepalaku roboh layaknya tidak bertanaga merasakan kemampuan strom yang begitu hebat. Ngentot Memek Janda

“Ohh.. Bangg.. Kenapa bisa nikmat begini..” saya mendesis layaknya tidak yakin dengan situasi ini.

Sejujurnya suamiku dulu, tidak dulu jalankan perihal ini kepadaku sebelumnya. Jadi vaginaku dijilat betul-betul pengalaman yang baru bagiku.. Dan lahar itupun tidak bisa dibendung.. Tubuh kaku jadi pucat dan gelap seluruhnya kala kurasakan cairan vaginaku deras menerjang.

“Ohh..” saya merintih sambil terlihat air mata.

Crott.. Crott .. Crott.. Aku orgasme.. Ya ampun.. Kenapa saya orgasme begini hebatnya batinku. Tidak tahu beberapa detik, pada akhirnya saya bisa lihat sinar lagi.. Pelan kepalaku mencari si Abang.. Ngentot Memek Janda Ohh rupanya dia tetap menjilati cairan vagina dengan rakusnya.. Ohh lidah itu.. Kenapa masuk kedalamm.. Uhh kembali saya dilanda ketegangan baru.

Lidah itu kenapa kasar sekali bagaikan amplas menjilati tiap-tiap relung kehormatanku ini.. Astaga nikmatnya tak bisa dikatakan dengan kalimat apapun. Namun saya kecewa kala kulihat Abang berdiri. Apakah ini dapat berakhir?

Tapi.. Tidak.. Ohh ternyata Abang menarik pinggulku sehingga badanku ikut tertarik ke arahnya.. Astaga.. Apakah ini dapat berjalan batinku.. Apakah persetubuhan ini dapat terjadi.. Aku menduga sambil berharap. Kedua kakiku diangkat oleh si Abang hingga dengkulku menyentuh perutku. Terpampanglah telah kehormatanku.. Berhadapan segera dengan penis si Abang yang tegang dengan angkuhnya.

Deekk.. Terasa kepala penis si Abang telah bersua bersentuhan dengan pintu vaginaku.. Keras sekali penisnya terasa. Ohh.. Nikmatnya.. Aku terpejam dan berusaha keras tidak bersuara.. Aku malu. Aku tidak rela memprotes dan juga tidak mengiyakan apa yang telah si Abang jalankan ini kepadaku.

Aku inginkan perihal ini berjalan saja menurut putaran detik. Aku telah siap dan sangat inginkan jalankan persetubuhan ini. Rasanya saya sekarang tengah jalankan takdirku. Ngentot Memek Janda

Pelan sekali tetapi pasti kurasakan penis Abang menyeruak masuk.. Uhh besar sekali jadi kepalanya masuk.. Keras sekali bagaikan baja yang lembut. Si Abang berhenti sebentar, bibirnya jadi menyentuh bibirku.. Aku membalas ciuman Abang.. Kusedot pelan bibir atasnya sambil lidahku bermain disana.. Ahh nikmat sekali

Kurasakan kepala penis Abang di tarik sedikit.. Lalu di dorong kembali kedalam.. Uhh rasanya lebih didalam berasal dari sebelumnya. Ada 6-7 kali penis Abang terlihat masuk tetapi cuma disekitar kepala dan leher penisnya saja.. Lalu ciuman Abang ganti ketelingaku.. Aku tambah terangsang.. Ngentot Memek Janda

Tak tahu pinggulku pun kutekan keatas dan sejalan dengan itu penis si Abang masuk secara pelan tetapi terus.. Terus.. Dan terus.. Menembus kedalam dan kurasakan mentok selanjutnya berhenti.. Baru lah disitu saya rasakan penuh sekali vaginaku.. Terasa inginkan meledak tetapi nikmatt sekali.

“Ohh bangg..” mataku sayu lihat Abang yang telah didalam posisi mukanya cuma berjarak 15 cm berasal dari wajahku..



Tanganku mengusap pipinya.. Terasa pinggul Abang inginkan menghimpit terus tetapi yah sesungguhnya telah mentok. Berdenyut-denyut bergantian kelamin kami didalam sana. Seakan-akan tengah berteman dan bertutur siapa. Aneh batinku.. Kenapa saya tidak merasakan sakit sedikitpun saat penis raksasa itu masuk kedalam vaginaku.

Luar biasa orang ini pikirku.. Pasti dia telah memiliki pengalaman sekali dengan wanita. Pendek saja si Abang mengangkat pinggulnya dan menghimpit kembali telah sebabkan saya hanyut pada suatu hal yang entah apa namanya. Lalu tiba-tiba.

Si Abang berdiri.. Uhh.. Otomatis penisnya terangkat menghantam langit-langit vaginaku.. Nikmat sekalii.. Sedetik sesudah itu si Abang cepat menarik seluruh penisnya sehingga bisa kulihat mengkilat terkena cairanku selanjutnya di hantam ke didalam lagi.. Keras sekali penisnya terasa.. Cepat ditarik kembali..

Dengan pandangan yang sayu, saya bisa lihat muka si Abang layaknya entah dendam.. Entah gemas dia terus memacu pinggulnya dengan cepat. Tidak jadi dan tidak dulu didalam histori persetubuhan didalam hidupku saya mengerang keenakan diiringi kayuhan cepat pinggul Abang terlihat masuk sambil tangannya memaju mundurkan pinggulku..

Dan.. Luarr biasaa.. Crett.. Crett.. Croott.. Aku kembali dilanda orgasme ke dua kalinya..

Kembali dunia gelap, tak terdengar apapun rasanya.. Yang tersedia cuma kenikmatan yang bergulung-gulung rasanya menerpaku.. Tapi saya tetap jadi kecuali tubuhku tetap di maju mundurkan oleh tangan Abang dan penisnya keras tetap maju mundur.. Kesadaranku nyaris pulih.. Ketika kulihat Abang tetap berkeringat menggenjot penisnya pada lubang surgaku.. Dan..

“Ahh..” si Abang teriak dengan kencangnya..

Sedetik sesudah itu kurasakan.. Crott.. Croott.. Crott.. Crott.. 4 kali tembakan keras dan panas bisa kurasakan menghantam rahimku.. Ohh.. Nikmatnya persetubuhan ini batinku.. Kuarasakan Abang yang berbadan demikian besarnya terjerembab jatuh ke dadaku.

Memelukku yang tetap mengenakan pakaian atas lengkap tetapi telah basah dengan keringat dan kini tambah basah menyapu keringat berasal dari badan si Abang. Ngentot Memek Janda

“Nita..” kata Abang sehabis tersedia setengah menit memeluk aku..
“Kamu luar biasa.. Memekmu tidak tersedia duanya”

Kaget juga saya dia mengucapkan milikku dengan vulgarnya.. Hehehe tetapi nggak papa.. Tohh penisnya tetap berada didalam memekku.. Ehh vaginaku.. Koq saya jadi ikut ngomong yang jorok.. Aku tersenyum. Ngentot Memek Janda

“Maaf Bang, saya rela ke kamar mandi”
“Ohh iya.. Itu kamar mandinya..” kata Abang sambil menarik penisnya berasal dari vaginaku dan berdiri.

Aku bangkit dan duduk, kulihat penisnya Abang tetap meneteskan cairan kami berdua. Luar biasa penis itu. Walaupun telah tertidur tetapi sangat panjang dan gemuk jatuh kebawah dan meneteskan cairan.

Setelah bersihkan diri akupun dipersilakan pulang untuk kembali ikut trainning keesokan harinya. Tak lupa si Abang menyerahkan amplop dan menyalamkannya pada tanganku. Ngentot Memek Janda

“Untuk anakmu” katanya.

Dan kala kubuka di tempat tinggal ternyata amplop berikut memuat duit sebanyak satu juta Rupiah. Ohh saya jadi perempuan pelampiasan nafsu. Diperkosa dikasih duit pula.

Friday, March 20, 2020

Cerita Hot Ngentot Kontol Besar

Cerita Hot Ngentot Kontol Besar - Agen OCEBET Indonesia Cerita onani, memeku dientot kontol pak memasukkan kontolnya terasa banget memekku meregang kemasukan kepala kontol yang besar dia mulai mengenjotkan kontolnya pelan enak kan oom abis kontol oom gede banget sampe Cerita Hot Ngentot Kontol Besar “Nes, jembut anda lebat sekali, gak heran napsu anda gede banget.




Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar itu. memekku Nafsunya Pembantu Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar itu. Tubuhku kian bergetar menikmati gesekan kontolnya di memekku.

Memekku menikmati kontol yang lebih gede dan panjang Kontol Gede Ituh Akhirnya Masuk Juga Ke Memekku Kontol Gede Ambles Di Memek terasa banget Memekku meregang kemasukan kepala kontol yang besar

Di kompleks kompleks ibuku, Tri familiar sebagai penolong yang genit, ganjen, centil dan sebagainya. Dia tidak jarang gonta ganti pacar. Tri baru berumur tidak cukup lebih 22 tahun. Bodynya bagus, dengan payudara berukuran kira-kira 34D dan pantat bulat dan padat.

Yang lebih menggairahkan ialah cara berpakaiannya. Dia sering mengenakan kaos ketat dan celana model ABG kini yang menunjukkan pinggul dan pusar. Wajahnya lumayan manis, bibirnya sensual sekali. Aku tidak jarang menelan ludah bila melihat bibirnya.

Nah, aku tidak jarang sekali berpapasan dengannya ketika dia sedang merawat Nabila (anak bungsu pasangan lokasi Tri bekerja). Nabila ini seorang anak yang lucu, sampai-sampai kadang-kadang aku berhenti sebentar guna mencubit pipinya.

Suatu kali, laksana biasa aku bertemu dengan Tri yang sedang merawat Nabila, dan aku berhenti sebentar guna mencubit pipinya.

Tiba-tiba Tri nyeletuk, “Kok hanya Nabila yang dicubit Pak?”
Aku tidak banyak terkesiap, “Haah?” dan aku memandang untuk Tri.

Dia sedang menatapku dengan kerlingan genit dan tersenyum menggoda.

“Habis, bila aku cubit pipi Mbak Tri, aku fobia Mbak Tri marah,” kataku.
“Kalau cubitnya pelan-pelan, aku nggak marah kok Pak. Malah seneng,” sahut Tri.

Kurang ajar anak ini, aku membatin, namun mulai tergoda guna memancingnya lebih jauh.

“Kalau hanya cubit aku enggak inginkan Tri.” kataku.
“Terus maunya apa? Emang berani?” dia justeru menantang. Benar-benar ganjen anak ini.
“Aku maunya, cium bibir anda yang seksi itu, boleh?” aku bertanya.
Dia justeru balik bertanya, “Cuma cium? Enggak mau bila cuma cium.”

Astaga, ini telah keterlaluan. Aku Sange, Aku harus Main Poker Online di LIGA188.id

“Tri, aku kan telah punya isteri, emang anda masih mau?” aku bertanya.
“Yaa, tidak boleh sampai isteri Pak Irwan tahu dong. Masak hanya Mbak Enny aja yang boleh ngerasain Pak Irwan.” balas Tri.

Anda yang pernah menyimak pengalamanku dalam kisah ‘Enny, Pembantu Yang Sexy’ tentu ingat dengan Enny. Aku agak kaget pun mendengar perkataan Tri. Rupanya Enny curhat sama Tri. Tapi, kepalang tanggung pikirku.

“Jadi benar nih anda mau Tri?” aku meyakinkan.
Tri menjawab, “Siapa takut? Kapan?”
“Kamu bisanya kapan Tri? Aku sih kapan aja bisa,” jawabku seraya melirik ke toketnya yang bagus itu.

Saat tersebut Tri pake kaos ketat yang tipis, sampai-sampai bra hitamnya membayang dan menunjukkan lekuk yang paling mengairahkan. Pembaca, terus cerah saat tersebut aku telah “Konak”. Penisku kurasakan telah mengeras.

“Ya sudah, nanti malam aja Pak, kebetulan Bapak-Ibu inginkan ke Bogor, anak-anak mau disuruh semua.” kata Tri.
“Oke, nanti jam berapa aku ke rumahmu?” tanyaku.
“Yaa, jam delapanan deh,” jawab Tri seraya membusungkan dadanya.

Dia tahu aku sedang menyimak toketnya. Nafsuku menggelegak memainkan

“Kamu nantang benar sih Tri, ya sudah, nanti jam delapan aku dateng. Awas nanti anda ya.” ancamku seraya tersenyum.
Eh, dia justeru menjawab, “Asal Pak Irwan powerful aja nanti malam.”

Sambil mengedipkan matanya dan bibirnya menciptakan gerakan mengecup. Ya ampuunn, bibirnya benar-benar seksi. Aku menyabarkan diri guna tidak menggigit bibir yang menggemaskan itu.

“Kalau gitu aku kembali dulu ya Tri, hingga nanti malam ya.” kataku.
“Benar yaa. Jangan boong lho. Tri tunggu ya sayang..” Tri membalas.

Malamnya, jam delapan, aku telah berada di depan pagar lokasi tinggal Cerita Hot Ngentot Kontol Besar, lebih tepat lokasi tinggal majikannya. Tri telah menungguku. Dia membukakan pintu pagar dan aku langsung masuk setelah menyaksikan situasi aman, tidak terdapat yang melihat. Kami masuk ke dalam dan Tri langsung mengunci pintu depan.



Tri menggunakan celana yang paling pendek, dengan kaos ketat. Kulitnya lumayan mulus walaupun tidak terlampau putih, namun dikomparasikan dengan Enny, masih lebih putih Tri. Aku tidak mau melemparkan waktu, langsung kudekap dia dan kuserbu bibirnya yang memang telah lama sekali aku incar. Bibir kami berpagutan, lidah kami saling membelit, dipadu dengan nafas kami yang memburu.

Tiba-tiba Tri mencungkil ciuman kami, dan dia memegang kedua pipiku seraya menatapku, lalu berbicara manja Cerita Hot Ngentot Kontol Besar.

“Pak Irwan, bila Pak Irwan inginkan ngewe sama Tri, terdapat syaratnya Pak.”
Aku bingung juga, “Apa kriterianya Tri?” tanyaku.
“Pak Irwan mesti panggil aku Mbak, terus aku panggil Pak Irwan Yayang. Gimana? Mau nggak?” tanya Tri seraya tangannya turun ke dadaku dan dia meremas dadaku dengan gemas.

“Sekarang, Yayang mesti nurut apa yang Mbak bilang ya.” perintah Tri, maksudku Mbak Tri.
“Iya Mbak.” jawabku pasrah.

Lalu Mbak Tri menuntunku ke kamarnya di unsur belakang rumah. Kami masuk ke kamar itu, Mbak Tri memblokir pintu dan sekarng dia yang mendekap dan menyerbu bibirku. Kembali kami berpagutan seraya berdiri, lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.

Mbak Tri kembali mencungkil ciuman kami, dan berkata,” Yaang, anda jongkok dong.”

Aku menurut, aku berjongkok di depan Mbak Tri. di kisah Cerita Hot Ngentot Kontol Besar

“Lepasin celana Mbak Yang, pelan-pelan ya Yaang.”
“Iya Mbak.” cuma tersebut kata yang dapat aku keluarkan.

Lalu akupun mulai menurunkan celana pendeknya yang bermukim ditarik saja kebawah sebab dia menggunakan celana olahraga. Perlahan mulai terlihat pemandangan estetis di depan mataku persis

Memeknya gundul tanpa bulu sedikitpun, dan montok sekali bentuknya. Warnanya kemerahan dan diatasnya tampak clitnya yang pun montok. Mbak Tri melibarkan pahanya sedikit, sampai-sampai memeknya agak terkuak. Mbak Tri mendongakkan wajahku dengan tangannya.

Dan dia bertanya, “Gimana Yang? Bagus nggak Memek Mbak?”
“Iya Mbak. Bagus banget. Tembem.” jawabku tersendat, sebab menahan nafsu dalam diriku.
“Yayang inginkan cium Memek Mbak?” tanyanya.
“Mau Mbak.”

Lalu kukecup memeknya dengan sarat kelembutan. Dan perlahan mulai keluarkan lidahku guna menjelajahi bibir memeknya. Kugerakkan lidahku perlahan-lahan kesekeliling memeknya. Tanganku meremas-remas pantatnya. Sesekali lidahku menyapu klitnya, dan kujepit klitnya dengan kedua bibirku.

Tubuh Mbak Tri mengejang seraya mendesah, “Aarrgghh.. Yayaanngg.. Ennaakk Yaanngg..”

Kedua tangan Mbak Tri meremas rambutku sambil mengurangi kepalaku ke belahan pahanya. Wajahku tenggelam di Memek Mbak Tri, aku nyaris tidak dapat bernafas.

“Yaanngg.. Tunggu Yaang. Mbak nggak powerful berdiri Yang.”

Lalu Mbak Tri merebahkan tubuhnya di Cerita Hot Ngentot Kontol Besar kasur sambil mencungkil kaos dan branya. Dia terlentang di kasur. Aku berdiri dan hendak mulai melepas baju dan celanaku.

“Jangan Yang, kamu tidak boleh buka baju dulu. Jilatin Memek Mbak dulu Yang.” perintah Mbak Tri. Lagi-lagi aku nurut.
“Aauugghh.. Yaanngg. Mbakk.. Kkeeluaarr Yaanngg” rintihnya.

Pantat dan pingulnya bergerak memutar dengan binal dan tiba-tiba berhenti di.

“Sshh.. Oogghh.. Yaanngg.. Ennaakk banggeett Yaangg.”

Kusedot semua cairan yang membanjir dari Memek Mbak Tri. Rasanya gurih dan wanginya harum sekali. Kurasakan becek sekali Memek Mbak Tri ketika itu. Setelah berisitirahat tidak cukup lebih sepuluh menit, Mbak Tri bangun dan mulai membuka pakaianku bersamaan dengan

“Sekarang giliran anda Yang. Mbak inginkan gigitin kamu” perintahnya.

Astaga, permainan lidah Mbak Tri spektakuler sekali. Dalam sekejap aku dibuatnya melayang ke angkasa. Kenikmatan yang diserahkan melalui lidah dan mulutnya, membuatku mendesah dan menggelepar tidak karuan. Dari unsur kepala, kemudian ke batang penisku dan bijiku seluruh dijilatinya dengan sarat nafsu.

Sesekali bijiku dimasukkan ke dalam mulutnya. Sampai terbalik mataku menikmati nikmatnya. Ujung lidahnya pun menyapu bahkan menusuk anusku. Kurasakan listrik yang menyengat ke sekujur tubuhku ketika lidah Mbak Tri bermain di anusku. Sepuluh menit lamanya Mbak Tri menjilati dan mengemut penis dan anusku.

“Aauugghh, Mbak. Enak Mbak.” rintihku.
“Iya Yang, Mbak pun ngerasain enak. Adduuhh. Kontol anda enak banget Yang.”

Dan Mbak Tri mulai mengerjakan putaran pinggulnya. Pantatnya bukan lagi turun naik, tetapi pinggulnya yang berputar. Ini benar-benar menciptakan sensasi yang spektakuler nikmatnya. Mbak Tri paling pintar memutar pinggulnya. Aku mengimbangi gerakan Mbak Tri dengan menusuk-nusukan penisku.

Tapi, “Yaanngg. Kamu diem aja ya Yaangg. Biar Mbak aja yang muter.”

Akupun diam dan Mbak Tri semakin binal memirit kartu dari  pinggulnya. Tidak lama kemudian, Mbak Tri menghentikan putaran pinggulnya, dan kurasakan memeknya menyedot penisku. Serasa dipilin oleh gumpalan daging yang hangat, kenyal dan kesat.

Lalu Mbak Tri merintih keras, “Yaanngg.. Aarrgghh. Mbak keluar laggii Yaanngg..”

Mbak Tri rebah di atas tubuhku, sedangkan memeknya terus menyedot penisku. Luar biasa sekali rasanya memek Mbak Tri ini. Kemudian Mbak Tri memberi perintah supaya aku bergantian di atas. Aku menurut, dan tanpa mencungkil penisku dari dalam memeknya.

Aku merasa sperti perahu yang sedang di dalam lautan yang bergelora sebab ada badai yang dahsyat. Dan semakin lama gelombang tersebut semakin powerful menggoncang perahu. Nafas kami telah memburu, keringat telah mengucur mengairi tubuh kami.

Kurasakan Memek Mbak Tri mulai berdenyut keras lagi, bersamaan dengan aku mulai merasakan tekanan lahar dalam diriku yang menuntut untuk keluar dari tubuhku. Putaran pinggul Mbak Tri semakin menggila, dan akupun menolong dengan menekan-nekankan pinggulku walaupun tidak terlampau bebas.

Aku tidak bisa meneruskan kata-kataku, sebab saat tersebut Keluar Jackpot Judi kenikmatanku di dalam memek Mbak Tri. Bersamaan dengan itu, Mbak Tri pun sudah mengejang seraya memelukku dengan kuatnya.

“Sshh.. Oouugghh.. Enaak baannggett Yaangg.”

Cerita Dewasa Balas Budi Dengan Cara Ngentot

Cerita Dewasa Balas Budi Dengan Cara Ngentot - Agen OCEBETIni berawal saat saya sedang menunggu tante saya yang dirawat di rumah sakit, Tangannya harus digips, akibat kecelakaan yang menimpanya. Tante saya terlibat kecelakaan saat dia mengendarai mobilnya. Tangannya yang kiri luka robek akibat terkena pecahan kaca.



Yang saya rasakan ketika menunggu tante saya ini ada enaknya juga ada tidak enaknya. Saya ambil contoh saja yang enaknya dulu, saat tante mau pipis, saya pasti disuruh mengantar ke WC. Karena tangan tante sakit, dia menyuruh saya untuk membukakan CD-nya dan saya bisa lihat dengan jelas kemaluannya yang tertutup bulunya yang agak lebat. Dan yang tidak enaknya ketika dia mau buang air besar, sudah deh jangan diteruskan, anda semua pasti tahu apa yang saya maksudkan.. OK.

Malam itu, saya sendirian menjaga tante di rumah sakit.
Tiba-tiba tante memanggil saya, “Sony.., cepet kemari..! Tolong tante ya..?” katanya.
“Ada apa tante..?” kata saya.
“Perut tante sakit nich.., tolong gosokin perut tante pake minyak gosok, ya..?” katanya sambil membuka selimutnya.
Dan terlihatlah tubuh tante yang molek itu, meskipun dia masih memakai BH dan CD. Tapi samar-samar puting buah dadanya dan bulu kemaluan tante terlihat agak jelas. Melihat pemandangan itu, batang kemaluan saya menjadi naik. Agar tidak terlihat oleh tante, saya mencoba merapatkan tubuh bagian bawah saya ke tepi ranjang.

“Lho Son.., apa yang kamu tunggu..? Ayo cepet ambil obat gosok di meja itu. Lalu gosok perut tante, awas jangan keras-keras ya..!” katanya.
“Ya tante..” kata saya sambil mengambil obat gosok di meja yang ditunjuknya.
Setelah saya mengambil obat gosok yang ada di meja, “Yang digosok bagian mana tante..?” tanyaku.
“Ya perut tante dong, masak memek tante.. khan nanti.. memek tante jadi sakit kepanasan.” katanya tanpa merasa risih.
“Akh.. tante bisa aja deh.. benci aku.. uhh..!” kata saya.
“Ayo dong cepet, tante udah nggak tahan sakitnya nich..!” katanya sambil meringis.

Lalu saya gosok bagian perutnya yang putih mulus dan berbulu itu. Saya menggosok dengan lemah-lembut seperti ketika saya sedang menggosok tubuh cewek saya.
“Ya gitu dong, huu.. enak juga gosokanmu Son. Belajar dimana kamu..?” katanya sambil mendesis.
“Nggak kok tante, biasa aja.” saya jawab dengan pura-pura.
“Udahlah jangan bohong kamu.. Pasti kamu sering gosokin tubuh cewek kamu ya khan..?” tanyanya mendesak saya.
“Kan Sony belum pernah gosokin cewek Sony, tante..!” kata saya pura-pura lagi.
“Sekalian ya Son, pijitin kaki tante, bisa khan..?” katanya manja.
Saya hanya mengangguk dan mulai memijat kakinya yang membuat naik lagi batang kemaluan saya. Kakinya begitu dingin, mulus dan merangsang saya.

Lalu, “Sudah tante, capek nich..!” kata saya.
“Lhoo.., yang di atas belum khan..?” katanya.
“Ah.., tante becanda ah.., Sony jadi malu..,” kata saya.
“Ayo cepet dong, kamu nggak bakalan capek lagi. Coba deh pijit disini, di paha tante ini. Ayo dong, kamu nggak usah malu-malu, Sony khan keponakan tante sendiri, ayo cepet gih..!” katanya manja sambil menarik tangan saya dengan tangan kanannya.

Sekarang saya dapat melihat gundukan bukit kemaluanya yang menerawang dari balik kain tipis CD-nya itu. Wajah saya langsung berubah merah menyala dengan pemandangan yang indah ini. Tante seperti tidak mengerti apa yang saya rasakan, dia menyuruh mendekat masuk ke tengah-tengah selangkangannya dan mengambil kedua tangan saya, meletakkan di masing-masing paha atasnya persis di tepi gundukan bukit kemaluannya.

“Iya di situ Son..,” katanya sambil mencoba melebarkan kakinya lebih lebar lagi.
Saya disuruh memijat lebih ke dalam lagi. Pikiran saya mulai terganggu, karena bagaimanapun meremas-remas ‘zone eksklusif’ yang sedang terbuka menganga ini mau tidak mau membuat batang kejantanan saya menjadi naik lagi.

Lalu, “Son, kamu udah punya cewek..?” katanya.
“Ya tante..,” kata saya berterus terang.
“Ngomong-ngomong Sony udah pernah ngeseks sama cewek kamu, belum..?”
“Apa itu ngeseks tante..?” kata saya pura-pura tidak mengerti.
“Maksudnya tidur sama cewek..” katanya.
“Ngmm.. belum pernah tante..” jawab saya berbohong.
“Ah masak sih, coba tante lihat dan pegang punyamu itu..?” katanya sambil menarik tubuh saya agar lebih dekat lagi, lalu dengan tangan kanannya dia meraba gundukan di celana saya.
“Tante pengen tau kalo anumu bangunnya cepet berarti betul belum pernah..” katanya sambil meraba-raba batang kemaluan saya lagi.

Entah artinya yang sengaja dibolak-balik atau memang ini bagian dari kelihaiannya membujuk saya. Mungkin karena saya masih berdarah muda, biarpun sudah terbiasa menghadapi perempuan tetapi kalau dirangsang dalam suasana begini tentu saja cepat batang kemaluan saya naik mengeras. Kalau sudah sampai di sini sudah lebih mudah lagi buat dia.

“Wihh, besar sekali gundukanmu Son.. boleh lihat dalamnya punyamu..? Ayo bantu tante untuk membuka celanamu..!” katanya tanpa menunggu persetujuan dari saya, dia sudah langsung bekerja membuka celana saya dan membebaskan burung kaku saya.

Memang, waktu batang kejantanan saya terbuka bebas, matanya setengah heran setengah kagum melihat ukurannya. Terutama kepalanya yang menyerupai helm tentara “NAZI”.

“Bukan main kontolmu Sony.. besar dan keras banget punyamu..” katanya memuji kagum tapi justru melihat yang begini makin memburu nafsunya.

“Tapi masak sih Son, benda seindah begini belum pernah dipake ke memeknya cewek. Kalo gitu sini tante boleh nggak ngerasain sedikit lagi biar bisa tante tempelin di sini.” lanjutnya, lagi-lagi tanpa menunggu komentar saya, dia dengan sebelah tangan bekerja cepat melepaskan CD-nya.

Terlihatlah hutan kemaluannya yang menggoda itu, lalu dia menyuruh saya untuk naik ke ranjang dan menyuruh saya untuk menempelkan kepala kemalua saya di mulut lubang senggamanya. Di situ Saya disuruh menggosok-gosokkan ujung kemaluan saya di celah liang senggamanya.



Lalu dengan menggosok-gosokkan sendiri ujung kepala batang kejantanan saya di mulut lubang senggamanya yang sudah terbuka lebar itu, menambah semakin tegang dalam nafsu diri saya.
“Ahh.. aduh.., Son.. nikmatnya..,” katanya menjerit geli.
“Udah Son, tante nggak tahan. Sekarang giliran tante bikin nikmat kamu.., ok Sayang..?” katanya menyuruh saya berdiri.
Lalu dia dengan satu tangannya langsung memegang batang kemaluan saya dan mulai menjilati seputar batangnya, sambil sesekali mengulum kepalanya.

Beberapa saat kemudian, dia menarik saya lagi, tubuh saya berlutut di atas ranjangnya, dan kembali liang senggamanya memperlihatkan celah kenikmatan yang siap untuk saya masuki. Dalam keadaan seperti itu, saya betul-betul sudah lupa bahwa dia adalah tante saya sendiri.

Lalu, ujung batang kejantanan saya mulai saya tusukkan di lubang kenikmatannya yang segera saya ikuti dengan gerakan maju-mundur, putar kanan-kiri untuk menusuk lebih dalam. Tante sendiri ikut membantu saya dengan jari-jari tangan kanannya. Dia memperlebar bibir kemaluannya agar semakin lebih terbuka untuk lebih mempermudah masuknya batang kemaluan saya.

Terus saya genjot batang kemaluan saya ke dalam liang kenikmatannya yang indah itu.
Dan akhirnya, “Hghh.., oo.. Sonn.. yeess.., oohh..!” dengan erangannya, dia membuka orgasmenya yang juga disusul oleh saya hanya berselang beberapa detik kemudian.
“Gimana Son rasanya barusan..?” katanya menguji saya sambil tangannya mengusap, menyeka-nyeka keringat di dada saya.
“Aduh tante enak sekali, belum pernah Sony ngerasain yang seperti ini. Tapi tante sendiri, gimana rasanya..?” kata saya balik bertanya.
“Tante baru sekarang lho ngerasain digituin cowok dengan kelembutan, tapi juga tidak meninggalkan kejantanannya yang perkasa, seperti punyamu ini, ‘Si Buta Dari Gua Memek’, tante jadi melayang ke langit yang ke-7. Ohh.. endangg..?” katanya.

Begitu selesai, saya diajak tante ke kamar mandi. Dan waktu itu saya bantu tante membersihkan kemaluannya. Sambil menyiram kemaluan tante, saya mendekap dia dari belakang, dan tante yang sedang berdiri menjadi kegelian karena batang kejantanan saya menyentuh bukit pantatnya. Seketika batang kejantanan saya naik lagi karena yang saya lihat sekarang lebih terlihat montoknya.

Dan seketika itu, tangan lembut tante memegang batang kemaluan saya. Saya gemetar karena pengalaman seperti ini luar biasa buat cowok perjaka seperti saya ini. Buah dada tante menjulang, menantang dan tegar, kelihatan pori-porinya meremang karena udara sangat dingin di kamar mandi, apalagi ini sudah tengah malam. Dan bukit kemaluannya agak merekah merah terbuka bekas perbuatan yang tadi.

Saya tidak tahu harus berbuat apa selain meraba buah dadanya lagi yang kali ini dari depan. Tante menarik saya dan mencium bibir saya, saya menurut saja. Tubuh kami saling merapat. Tangannya terus mengurut-urut batang kejantanan saya. Dan saya meraba pantatnya yang bulat dan sintal kencang. Buah kejantanan saya pun diremas-remasnya pelan-pelan. Kemudian, tante mulai menaikkan kakinya yang sebelah ke atas bak dan dimasukkannya lagi kemaluan saya ke liang senggamanya. Ngilu dan agak panas terasa di batang kejantanan saya.

Tante mulai bergoyang maju mundur dan pantat saya juga ditekannya dengan tangan kanannya agar saya bisa mengikuti irama. Saya ikut saja menggoyangkan sambil memeluk, mengisap putingnya, mencium bibirnya. Beberapa saat kami bergoyang sama-sama, tapi paha tante mulai pegal rupanya, dan dicabutnya batang kemaluan saya. Kemudian dia berbalik dan menungging sambil berpegangan dengan tangan kanannya ke bibir bak mandi. Saya gosokkan batang kejantanan saya ke bibir kemaluannya. Benar-benar terasa panas bibir kemaluannya itu.

Kemudian saya mendesak maju dan, “Bless..” kepala ‘NAZI’ milik saya masuk bergesek-gesek dengan dinding lubang senggamanya.

Tante juga bereaksi dan pinggulnya berputar seperti penari ular. Aduh luar biasa sekali, saya merasa keenakan dan tidak bisa berpikir jernih lagi. Pantat saya maju mundur, rudal panjang saya menggaruk-garuk lubang kenikmatannya. Dari posisi ini, saya bisa melihat dengan jelas batang kejantanan saya basah kuyup dan bibir kemaluan tante tertarik keluar masuk. Tangan saya menjangkau ke depan, meremas buah dadanya yang menggantung besar dan bergoyang menggeletar, nafas tante mendengus desah.
“Ohh.. yess..!”



Akhirnya saya meledak-ledak lagi dan tante rupanya sudah lebih dulu mengalami orgasme. Setelah itu saya mandikan tante saya tersayang. Mulai detik itu, saya punya tugas tambahan baru.

Wednesday, March 11, 2020

Video Hot Bokep Ngentot Mama dengan anak kandungnya sendiri

Video Hot Bokep Ngentot Mama dengan anak kandungnya sendiri
Nonton Video Bokep Lainnya : 


Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain,  dan bonus referral seumur hidup. 

Bisa deposit melalui GOPAY, DANA, dan OVO. 

anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

live chat kami 24jam.

📱 Telegram kami : @ocebet
📱 wechat kami : ocebet, 
📱 line kami : ocebet
📱 wa kami : +855977383999. 


Nonton Video Sini : 





Video Sex Bokep Mama Sangat Menarik Dengan ini hal

Video Sex Bokep Mama Sangat Menarik Dengan ini hal 
Nonton Video Bokep Lainnya ; 



Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain,  dan bonus referral seumur hidup. 

Bisa deposit melalui GOPAY, DANA, dan OVO. 

anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

live chat kami 24jam.

📱 Telegram kami : @ocebet
📱 wechat kami : ocebet, 
📱 line kami : ocebet
📱 wa kami : +855977383999. 

Nonton Video Sini : 






Tuesday, March 10, 2020

Cerita Sex Pembantu Jago Nyepong

Cerita Sex Pembantu Jago Nyepong - Agen OCEBET Indonesia Gue merupakan anak ke empat dari lima bersaudara yang sekarang berumur 25 tahun gue punya pembokat namanya Tami yang sampai sekarang masih setia ngabdi di keluarga gue semenjak masih gadis hingga udah menikah dan kemudian cerai dengan suaminya.



Kriteria pembokat gue dengan postur body menantang toket ukuran 36 B plus bokong yang bak bemper yang padet, tinggi badannya kira kira 160 dan berkulit putih…. karena pembantu gue ini orang asal Kota Bandung, umurnya sekarang kira kira 29 tahun.

Silakan bayangkan gimana bodynya, gue aja kalo liat dia lagi ngepel langsung otomatis dede yang di dalem celana langsung mengeliak saat bongkahan dadanya memaksa keluar dari celah kerah bajunya. Terkadang di pikiran gue terlintas pemikiran kapan yang bisa nyicipin tubuh montok pembokat gue yang aduhai itu… udah naga bonar gak bisa di ajak kompromi lagi, liat sedikit aja langsung bangun dari tidurnya…

Pernah suatu hari gue lagi mau ganti baju di dalam kamar pas waktu itu gue lupa ngunci pintu… tiba tiba gue kaget pembokat gue masuk tanpa ngetuk ngetuk lagi, mungkin dia pikir udah lama kerja sama keluarga gue n udah kenal gue dari gue masih SD… 

“Eh…, lagi ganti baju ya… Min” kata pembantu gue sambil buka pintu kamar gue tanpa ada rasa kegelisahan apa apa saat liat gue gak pake apa apa… cuma tinggal CD aja yang belom gue lepas.

“Mbak, ketok dulu dong kalo mau masuk kamar Amin… gimana kalo pas masuk Amin lagi telanjang…” celetuk gue sama dia

“Emangnya kenapa sih Min, saya kan udah lama kerja di keluarga Amin… ,lagian’kan waktu masih SD juga kamu suka pake CD aja kalo di rumah…”. Kata Tami sama gue yang kayaknya acuh terhadap posisi gue yang telanjang.

“Mbak… itu’kan dulu, waktu saya masih SD. Sekarang’kan saya sudah besar… Mbak memang gak malu yah liat saya kalo telanjang bulat gak pake apa apa…” celetuk asal keluar dari mulut.

“Iiiihhh…. malu gapain… lagian saya juga gak mau liat… yah udah sana kalo mau ganti baju, mbak mau beresin kamar kamu nih yang berantakan mulu tiap hari kayak kandang sapi…”

Karena dia menjawab dengan rasa yang tidak keberatan kalo gue ganti baju disaat ada dia. Dengan santai gue mulai turunin CD gue yang nutupin kontol gue yang udah mulai agak kenceng dikit… Tanpa sengaja gue tangkap lirikan matanya yang memandang ke arak selangkangan gue yang di tumbuhin rambut yang lebat…

“Nah… tuh ngeliatin mulu… katanya tadi mbak Tami gak mau liat, sekarang liat mulu…”

“Siapa yang liat… wong saya lagi beresin sprei yang berantakan ini kok…” bantah dia karena malu mungkin kepergok ngelihat kearah selangkangan gue.

AKhirnya gue tinggal dia di dalam kamar gue yang sedang beresin kamar gue yang berantakan itu, di luar gue jadi teringat gimana yah caranya buat bisa nikmatin tubuh pembantu gue yang bahenol ini… dan gue rasa dia juga kayaknya penasaran sama kontol gue yang gede ini… buktinya beberapa kali gue pergokin dia ngelirik terus kearah gue. Pas suatu hari libur, hari minggu keluarga gue pada pergi ke rumah kerabat gue yang mau nikahin anaknya.

“Min… kamu mau ikut gak. Mama semuanya mau pergi ke pesta pernikahan anaknya tante Ami di Bandung…”. Tanya Mama gue.

“Kapan pulangnya Ma,…” Jawab gue sambil ngucek ngucek mata karena baru bangun…

“Mhhhmmm,… mungkin 2 hari deh baru pulang dari Bandung, kan capek dong Min kalo langsung pulang… kamu tanya kapan pulang, kamu mau ikut gak… atau mau di rumah saja” tanya mamaku kembali…

“Kayaknya dirumah aja deh Ma… abis capek ah, jauh… lagian besok Amin ada acara sama teman teman Amin…” jawabku seraya kembali membenamkan kepalaku kembali ke bantal…

“Yah udah… mama mau berangkat jalan kamu baik baik yah jaga rumah… mau apa minta aja sama Mbak Tami yaa…”

“Tami… Tami… Tami…” panggil Mamaku

“Iya Nyah…, Maaf saya lagi nyuci. Kurang denger tadi Nyonya panggil. Kenapa Nya…” Jawab Mbak Tami

Sambil datang dari belakang yang ternyata sedang cuci baju… baju yang dikenakan sebetulnya tidaklah menantang, namun karena terkena air sewaktu mencuci menjadi bagian paha dan dadanya seakan transparan menantang…

“Tami… kamu jaga rumah yah selama saya dan tuan pergi ke Bandung”

“Iya Nyah… ,” jawab kembali pembokat gue itu ke mama gue…

Setelah kira kira selang beberapa jam setelah keberangkatan mamaku… akhirnya Gue keluar dari kamar hendak buang air kecil. Perlu Bro2 ketahui jarak antara tempat pembantu gue nyuci sama kamar mandi deket banget… waktu gue jalan ke kamar mandi, gue liat pembantu gue yang lagi nyuci baju dengan posisi duduknya yang buat naga di dalam cd gue bangun…

Pembantu gue pake T-shirt putih yang tipis karena dah lama di tambah lagi kaosnya kena air, secara langsung keliatan jelas banget BH krem yang dipake pembantu gue berserta paha mulusnya yang udah agak terbuka karena duduknya hingga keliatan CD putihnya…



“Anjriiit, mulus juga nih pembantu gue meskipun udah janda anak satu tapi dari paha dan teteknya masih keliatan kenceng, kayak cewek yang belum pernah kesentuh sama laki laki”.oceh gue dalam hati sambil kencing trus ngelirik ke pahanya yang mulus itu.

Sambil kencing gue mikir gimana caranya buka omongan sama pembantu gue, biar gue bisa agak lamaan liat CD dan teteknya yang aduhai itu… pantes banyak tukang sayur selalu suka nanyain Mbak Tami mulu kalo tiap pagi…

“Mbak gimana kabar Ani, sekarang udah umur berapa… Mbak Tami kok bisa sampai cerai sih sama suaminya”Iseng gue tanya seputar hubungan dia sama mantan suaminya yang sekarang udah cerai, dan kenapa bisa sampai cerai… gugup juga sih gua waktu nanyanya kayak gue nih psikolog aja…

“Kok tiba tiba Amin tanya tentang itu sih sama Mbak…? ”

“Gak pa pa kan Mbak… ?”

“Anak mbak sekarang udah umur lima tahun, mbak cerai sama suami mbak karena dia pengangguran… mau nya enak doang. Mau bikinnya tapi gak mau besarin. Ya… lebih baik mbak minta cerai aja. masa sih mbak sendiri yang banting tulang cari uang, sedangkan suami mbak cuman bangun, makan, main judi sampai subuh… males Min punya suami pengangguran, lebih baik sendiri… sama aja kok” Jawab pembantu ku panjang lebar, seraya tangannya tetap membilas baju yang sedang ia cuci.

Ini dia masuk ke dalam dialog yang sebenarnya… akhirnya pembicaraan yang gue maksud agar gue arahin pembicaraan hingga tentang persoalan hubungan intim.

“Lah… bukannya enakan punya suami, mbak… daripada gak ada…”

“Enak dari mananya Min… punya suami sama gak punya sama aja ah…”

“Loh beda dong mbak…”

“Beda dari mananya Mih… coba jelasin, aah kamu ngomongnya kayak kamu dah pernah ngerasain menikah aja sih Min…” tanya pembantuku sambil bercanda kecil.

“Yah beda lah mbak… dulu kalo masih ada suami kan kalo lagi pengen tinggal minta sama suami mbak… sekarang udah cerai pas lagi pengen… mau minta sama siapa…” Jawab gue sambil menjuruskan kalimat kalimat yang gue tuju ke hal yang gue inginin.

“Maksud Amin apa sih… mau apa. Ngomongnya jangan yang bikin mbak bingung dong Min…”

“Gini mbak, maksudnya apa mbak gak pernah pengen atau kangen sama ini nya laki laki…” waktu gue ngomong gitu sambil gue turunin dikit celana pendek gue, trus gue keluarin punya gue ngadep ke depan mukanya…

“Iiih gede banget punya kamu Min… punya mantan suami mbak sih gak begitu gede kayak gini…” Jawab mbak Tami sambil melotot ke kontol gue yang udah Super tegang, karena dari tadi udah minta di keluarin.

“Kangen gak sama Kontol laki laki mbak…” tanya Gue kembali yang sempat membuyarkan pandangan mbak Tami yang dari setadi tak lepas memandang kontolku terus.

“…… waduh mbak gak tahu deh Min…, kalo punya mbak dimasukin sama punya kamu yang gede kayak gini. Gimana rasanya mbak gak bisa ngebayangin…”

“Lho… mbak saya kan gak tanya apa rasanya di masukin sama punya saya yang lebih gede dari punya mantan suami mbak. Saya kan cuman tanya apa mbak gak kangen sama punyanya laki laki2” Padahal didalam hati gue udah tahu keinginan dia yang pengen ngerasain kontol gue yang super size ini…

“mmmmhhhhh… maksud mbak Tami sih… yah ada kangen sama punya laki laki… tapi kadang kadang mbak tahan aja, abis mbak kan dah cerai sama suami… ” jawab mbak Tami yang keliatan di pipinya merona karena merasa jawabannya ngawur dari apa yang gue tanyain ke dia”

“Mbak… boleh gak saya pegang tetek mbak ”

“Iiihh… Min kok mintanya sama mbak sih, minta dong sama pacar Amin… masa sama mbak…”

“Yah… gak pa pa sih, saya mau ngerasain begituan sama mbak Tami… gimana sih begitu sama ce yang udah pernah punya anak… boleh yah mbak… ” kata gue sambil mendekatkan kontol gue lebih dekat ke mulutnya…

“iiih Amin… punya kamu kena mulut mbak nih… memangnya kamu gak malu gituan sama mbak Tami…” jawab mbak dian sambil merubah posisi duduknya sambil menghadap ke kontol gue dan ngelepasin baju yang sedang dia bilas…

“Yah gak lah kan gak ada yang tahu… lagian kan gak ada yang tahu, kan sekarang gak ada orang selain mbak Tami sama saya” jawab gue sambil yakinin ke dia, biar di mau kasih yang gue pengen.

“Tapi jangan keterusan yah… trus kamu mau di apain sama mbak…”

“Mbak mulutnya di buka dikit dong, saya mau masukin punya saya ke dalam mulut mbak Tami…”

“Iih… gak ah jijik… masa punya kamu di masukin ke dalam mulut mbak… mbak gak pernah lakuin kayak gini sama mantan suami mbak, gak ahh… ” tapi posisi tangannya sekarang malah megang kontol gue sambil ngocok ngocok maju mundur.

“Cobain dulu mbak enak loh… anggap aja mbak Tami lagi kemut permen lolipop atau es krim yang panjang” rayu gue ngarep mbak Tami mau masukin kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.

Akhirnya permintaan gue diturutin tanpa banyak ngomong lagi mbak Tami majuin mukanya kearah kontol gue yang udah super tegang itu kedalam mulutnya yang mungil… sementara dia emut kontol gue maju mundur yang terkadang di selingin jilatan jilatan yang bikin gue pegang kepalanya trus gue tarik maju hingga kepala kontol gue mentok sampe kerongkongan mbak Tami.

“Ooooooh… mbak emut truuuus mbak…. ennnnak banget” sambil tangan gue mulai turun megang teteknya yang mengoda itu.

Tangan gue masuk lewat kerah kaosnya, trus langsung gue remes kera teteknya… Tangan mbak Tami juga kayaknya gak mau kalah sama gue. Dia malah makin ngedorong pantat gue dengan tangannya hingga hidungnya nempel sama jembut gue…

Karena tempatnya kurang tepat untuk bertempur lalu gue ajak mbak Tami ke ruangan tengah sambil ngemut kontol gue jalan ke ruangan tengah. Perlu di ketahui mbak Tami merangkak seperti anjing yang haus sex gak mau lepas dari kontol gue, merangkak berjalan ngikutin langkah kaki gue yang mundur ke arah ruang tengah. Gue liat mulutnya yang mungil sekarang terisi kontol gue… tangannya sambil remas remas buah dadanya sendiri…

” Mbak Tami lepasin dulu dong kontol saya, buka dulu baju mbak Tami. Entarkan mbak juga nikmatin sepenuhnya punya saya…”

” Min…. punya kamu enak banget… mbak kira dari dulu jijik kalo liat ce ngemut punyanya cowok… ehh ternyata nikmatnya bener bener bikin ketagihan Min…”

Dengan cepat mbak Tami membuka seluruh baju dan roknya yang tadi basah karena kena air… Wooow, sungguh pemandangan yang sangat indah… kini di hadapan gue telah ada seorang wanita yang telanjang tanpa tertutup sehelai benang… berjalan menghampiri gue dengan posisi doggie style mbak Tami kembali memasukkan kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.

Dengan jelas bisa gue liat buah dada yang gelantungan dan bongkahan pantat yang begitu padat, yang selama ini udah banyak bikin kontol gue penasaran pengen di selipin diantara bongkahan itu…

nafas suara mbak Tami semakin lama semakin membara terpacu seiringin dengan birahi yang selama ini terkubur di dalam dirinya. Sekarang terbangun dan mendapatkan suatu kepuasan seks yang selama ini ia tahan tahan. 



Sementara mbak Tami ngemut kontol gue, gue remas teteknya yang menantang itu terkadang gue pegang MQ nya yang ternyata udah banjir oleh cairan kenikmatan. Gue tusuk tusuk jari tengah gue ke dalam memeknya hingga mbak Tami ngeluarin desahan sambil meluk pantat gue…

” Mmmmhhhhh….. ooooooohhhhhh……” desahannya begitu menambah gue buat semakin cepat menusuk nusuk liang kenikmatannya semakin cepat.

“Min…..OOooooohhhh…. Min… enak Min… enak….” Desahan mbak Tami benar benar membuat semakin terangsang… tusukan jari yang gue sodok sodok pun semakin gencar…

” Aaaaaahhhh…. Amiiiinnnn…. OOOhhhhh Ammiiiinn… mbakkkkk….. mmmmbbaa….. klllluuuaar… ” bersamaan dengan desahan mbak Tami yang panjang, akhirnya mbak Tami telah mencapai puncak kenikmatannya yang terasa di jari tengah yang gue sodok sodok ke lubang MQ nya waktu mbak Tami menyemprot cairan kenikmatannya….

Karena mbak Tami telah mengalami organismenya yang pertama, maka Gue pun tak mau kala. Irama sodokkan kontol gue percepat kedalam mulut mbak Tami berkali kali hingga desahan panjang gue pun mulai keluar yang menandakan sperma gue akan muncrat…

” Mbak, Amin mau kkkkelllluaaar…. aaaaahhhh…. sedot mbak… sedot peju Amin…. ” kata gue sama Mbak Tami sambil menahan kepalanya untuk memendamkan kontol gue hingga masuk ke tenggorokannya. Namun Mbak Tami meronta-ronta tidak menginginkan sperma gue keluar di dalam mulutnya… sia-sia rontahan mbak Tami, Sperma gue akhirnya keluar hingga penuh di dalam mulutnya.

Crroooot…. Crooot… crooot… akhirnya Gue semburkan berkali kali peju gue di dalam mulut mbak Tami. Meskipun pada saat Mbak Tami tidak ingin menelan Sperma gue namun gue memaksanya untuk menelannya dan menikmati Sperma gue yang segar itu.

Posisi mbak Tami masih sama seperti sebelumnya, namun sekarang kakinya seperti kehilangan tenaga untuk menahan berat badannya mengalami kenikmatannya… dari sela sela bibirnya mengalir sisa spermaku yang di jilat kembali. Tubuh mbak Tami kini terkapar tak berdaya namun menampilkan sosok wajah penuh dengan kepuasan yang selama ini tak ia dapatkan. Melihat expresi wajahnya membuat gue kembali semakin nafsu… karena dari tadi gue anggap hanyalah pemanasan.

Setelah itu gue berjalan mendekat ke tubuh mbak Tami yang sedang lemes… trus menelentangkan posisi tubuhnya dan gue renggangkan kedua belah pahanya. Dengan tangan sebelah kanan gue genggam kontol gue yang udah tegang terus menerus mengesek gesekan kepala kontol gue di atas permukaaan Memek mbak Tami yang udah licin, basah karena cairan kenikmatan milik mbak Tami.

Saat Gue mau menjebloskan kontol gue yang udah menyibak bibir memeknya, tiba tiba mbak Tami menahan dada gue dan berharap gue gak masukin kontol gue ke dalam memeknya yang sudah lima tahun gak pernah terisi sama kontol laki laki…

Karena saat itu nafsu gue udah sampe otak, gue dah gak perduli lagi sambil tetap ngeliat ke bawah tempat dimana kontol gue sekarang akan menembus liang kenikmatan yang sungguh sungguh mengiurkan…

“Tenang mbak tahan dikit… saya ngerti mungkin kontol saya terlihat terlalu besar dibandingkan memek mbak. Tapi nanti disaat udah masuk kedalam memek mbak… nikmatnya akan 10x lipat nikmat yang pernah mbak Tami rasain sama mantan suami mbak…” gue bisa liat di matanya takut saat detik detik gue akan menghujang basoka yang besar ini kedalam memeknya yang terbilang sempit…

” Miiiinn….. peeellllannn… mbak ngeri liat punya kamu yang besar banget itu…. ” kata mbak Tami sambil melirik ke arah basoka rambo yang siap mengaduk-aduk isi memeknya.

” Iya… Amin coba pelan pelan masukinnya… mbak tahan dikit yah… mungkin karena dah lama aja mbak kali mbak… ” kataku kembali kepada mbak Tami seraya meyakinkan hatinya.

Sambil kembali menaikkan kembali libidonya, gue gesek gesek kepala kontol gue tepat diatas bibir memeknya yang mulai kembali basah sama cairan kewanitaannya. Terkadang gue selipin sedikit demi sedikit ke dalam liang memeknya mbak Tami, lalu gue tarik kembali dan mengesekkan kembali ke memek nya yang merah segar itu. sleep…sleep… sleeep… mungkin saking basahnya memek mbak Tami hingga mengakibatkan suara seperti itu….

” hhmmmmm… eeee… ssstttt….. Miiiin… Miiiin… Kamu apain punya mbak. ” tanya mbak Tami sambil matanya terpejam mengigit bibir bawahnya sendiri…

” Miiin… udah dong… jangan bikin mbak Tami kayak gini trus…. masukkin aja Miin ”

” Mbak mohon kasihan kamu… masukin punya mu ke punya mbak… mbak gak tahan lagi… ooohhh… eemmmm… ” rengek mbak Tami sama gue mengharap segera kontol gue masuk ke dalam memeknya dan memompa dia.

” Tahan mbak yah… ” lalu tanpa menunggu jawaban selanjutnya ku tancapkan seluruh batang kontol gue yang udah dari tadi mau mengobok ngobok memeknya.

” Miiiiiinn…… ” sahut mbak Tami di saat pertama gue terobos memeknya, tangannya langsung merangkul leher gue. Seperti orang yang menggantungkan setengah badannya.

” Pelan… pelan… Miiiin… nyeri… bannngeet …”

Namun gue gak sahutin ucapan mbak Tami, karena gue lagi nikmatin sesuatu yang memijit kontol gue yang terkadang menyedot nyedot kontol gue ini. Rasanya begitu nikmat hingga gue tancap lagi lebih dalam sampai terasa kontol gue mentok di dasar rahim mbak Tami yang montok ini. Desahan liar mbak Tami pun semakin tak karuan… terkadang dengan tangannya sendiri mbak Tami memelintir puting susunya yang udah mengeras…

” Gimana Mbak masih sakit… sekarang rasanya apa… enak gak mbak… ” tanya ku kepada mbak Tami setelah gue liat raut mukanya yang penuh dengan expresi kenikmatan.

Gerakkannya dan goyangan pinggulnya yang mengikuti irama enjotan gue pun semakin lama semakin liar. Kadang kadang pantatnya di hentakkan ke atas yang berbarengan dengan sodok sodokkan yang gue hujam ke memeknya. 

” Miiiinn… Miiinn… kamu hebat banget… Minn….”

” Miiin… mmmmmaaauuu… mmmmmbbbaaakk keluar nih… OOOOOoooooohhh “

Cengkraman tangannya di punggungku dan lipatan kedua kakinya pada pinggangku bersamaan dengan erangan panjang yang menandai bahwa mbak Tami akan menyemburkan air maninya…Karena gue masih ngaceng dan semakin bertambah bernafsu setelah ngeliat raut muka seorang janda beranak satu ini merasa kepuasaan, lalu tanpa banyak buang waktu lagi.

Gue langsung membalikkan tubuh mbak Tami dan memintanya untuk menungging, ternyata mbak Tami tanpa bertanya kembali ia menuruti permintaan gue yang ingin cepat cepat menghajar kembali memeknya…

” Amiin, kamu memang hebat Miin… mbak baru pertama kali di entot sama laki laki lain selain mantan suami mbak sendiri “

” Miin, sekarang kamu mau apain aja mbak ikutin aja… yang penting mbak bisa ikut nikmatin punya kamu Miin… ” kata mbak Tami sambil mempersiapkan memeknya dengan membersihkan memeknya dari cairannya sendiri yang mengalir hingga di kedua pangkal pahanya. Beberapa kali ia seka memeknya sendiri hingga bersih dan terlihat kering kembali… dan siap untuk di santap kembali.

Sekarang di hadapan gue mbak Tami sudah siap dengan 2 pasang bongkahan pantatnya yang masih kenceng, dengan posisi kepalanya lebih rendah dari pada pantatnya. Liang kewanitaannya seakan akan menantang Kontol gue untuk memompa memeknya mbak Tami kembali… Jelas terlihat belahan bibir memeknya yang membuka sedikit mengintip dari celah daging segar karena barusan gue entot.

Dengan tangan sebelah kanan gue pegang batang kontol gue dan tangan sebelah kirinya gue membuka belahan pantatnya yang mulus sambil terkadang gue usap permukaan memeknya yang tandus bukan karena suka di cukur namun memang sudah keturunan, setiap wanita dikeluarga tidak akan memiliki bulu/jembut pada memek. Sungguh indah sekali pemandangan yang terpampang, memek yang mengiurkan terjepit oleh dua bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Kumajukan kontol gue hingga menempel di permukaan memek mbak Tami, mengorek gorek permukaan memeknya dengan kepala kontol gue. Ternyata apa yang gue lakukan ini sangat dinikmati oleh mbak Tami sendiri… yang terkadang selalu mendesah setiap kali bibir memeknya tersibak karena gesekan kepala kontol gue.

Lalu dengan gerakan perlahan gue tusuk memek mbak Tami perlahan biar sensasi yang timbul akan semakin nikmat disaat itilnya ikut masuk bersama dengan dorongan kontol gue yang mulai terpendam.

” Geli banget Min rasanya… tapi lebih enak Min rasanya daripada sebelumnya… ”

” Minn… lebih keras…. Minn… puasin mbak Minn… ” pinta mbak Tami.

” Minn… lagiii… laggiii… Minn… lebiiihhh.. kencenggg lagi… ” pinta kembali mbak Tami sambil mulutnya yang ter engap engap seperti ikan yang baru saja keluar dari air.

Hujaman kontol gue kini semakin cepat dan semakin gencar ke dalam memeknya… hingga menimbulkan suara suara yang terjadi karena sodokan sodokan kontol gue itu. Tingkat aktivitas yang gue lakukanpun kini semakin gencar. Tangan gue memeras buah dada mbak Tami hingga erangan mbak Tami pun semakin menjadi tak kala hentakan kontol gue yang kencang mengesek dinding liang kewanitaannya.

Cukup lama juga gue memompa mbak Tami dengan style doggie ini, hingga gue menyuruh mbak Tami berganti variasi seks. Posisi mbak Tami sekarang tidur terlentang namun kakinya menimpa pada kaki sebelahnya dan badannya agak miring, dengan posisi ini memeknya yang terhimpit terlihat seakan membentuk belahan memek.

Lalu kembali lagi gue masukin kontol gue yang masih keras ini kedalam memek mbak Tami, dengan tangan sebelah gue menahan di pinggulnya. Kali ini dengan mudah kontol gue masuk menerobos liang kewanitaannya, enjotan gue kali ini benar benar nikmat banget karena sekarang posisinya kontol gue serasa di jepit sama pantatnya.

Setiap dorongan kontol gue menimbulkan sensasi yang lebih di raut muka mbak Tami. Mukanya mendahak ke arah gue sambil memegang lengan tangan sebelah kiri sambil mulutnya terbuka.

” Mbak… enak gak… kontol Amin… ” tanya gue sama mbak Tami dengan nafas yang telah terengah engah.

” Enaaaak… Miin …. Truuus …. Miin…. jangan brenti… ”

” Ngomong mbak Tami kalo mulai saat ini mbak memang pelacur Amin… mbak suka banget sama kontol Amin…” Suruh gue ke mbak Tami buat niru ucapan gue.

” Mbak memang pelacur Amin… kapan aja Min mau… mbak layani… sssstt… Min… ”

” Mbak suka bngeeeeet… koooontol Amiiin… ennnntotin mbak Tammmiii tiap hari Miiin… entotin… entotin…. trussss “

Mendengar seruan mbak Tami yang tertahan tahan karena nafsu yang besar kini sudah menyelubungi seluruh saraf ditubuhnya, menambah birahi gue semakin memuncak. Menambah gue semakin cepat dan cepat mengentotin mbak Tami, sampai sampai goyangan buah dadanya seiringan dengan dorongan yang gue berikan ke dalam memek… Akhirnya mbak Tami kembali mencapai puncaknya kembali, sambil memasukan jarinya kedalam lubang anusnya sendiri…

” Miiin… mbak.. mmmmau… kllllluaaar laaagi…. ooooooohhh…Miiinn…. ” erang mbak Tami yang hendak memuncratkan air semakin membuat ku terangsang karena mimik mukanya yang sungguh sungguh mengairahkan.

Dengan badan yang telah lunglai, mbak Tami terkapar seperti orang yang lemah tak berdaya. Namun pompaan kontol gue yang keluar masuk tetap gak berhenti malah semakin lama semakin cepat. Tiba tiba gue ngerasain sesuatu yang berdenyut denyut disekitar pangkal kontol gue.

Dengan keadaan mbak Tami yang sudah tidak berdaya aku terus mengentotin memeknya tanpa memperdulikan keadaan mbak Tami yang sekujur tubuhnya berkeringat karena kelelahan setelah gue entotin dari tadi.

” Mbaaaak,,… Amin…niii mmmaaau.. kkkeluarrrr… Aaaahhhh…. ” Seruku disaat sesuatu hendak mau menyembur keluar dan terus menerus memaksa.

Crrrooot… Crrrooot… CCrooot… akhirnya gue tersenyum puas dan mencabut kontol gue dari dalam memek mbak Tami lalu memangku kepalanya dan meminta mbak Tami membersihkan bekas bekas cairan gue yang bececeran di selangkangan gue…



Gak pernah gue sia sia in saat berdua dirumah… setiap saat gue mau, langsung gue entot mbak Tami. Saat mbak Tami lagi ngegosok baju tiba tiba gue sergap dia dari belakang dan langsung buka celananya dan gue entot mbak Tami dalam keadaan berdiri dan slalu gue keluarin di dalam memeknya dan yang terkadang gue suruh mbak Tami BJ gue lalu gue keluarin di dalam mulutnya serta langsung di nikmatin cairan gue itu… katanya nikmat…

Hari hari yang sangat sungguh indah selama beberapa hari gue selalu entotin mbak Tami dengan berbagai variasi seks… hingga sampai mbak Tami sekarang hebat dalam mengemut kontol gue… Mbak Tami pun gak pernah menolak saat gue membutuhkan memeknya karena dia juga sudah ketagihan sodokan kontol gue.

Cerita Sex Hot Polisi muda

Cerita Sex Hot Polisi muda - Agen OCEBET Indonesia Aku tinggal di kompleks perumahan elit di Yogyakarta, Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk, Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kejaksaan Yogyakarta tugasnya boleh dibilang tidak kenal waktu. Usiaku sudah 23tahun selisih tiga tahun lebih tua suamiku. Tinggi 158 cm dan berat 50kg, orang-orang bilang tubuhku bagus, tapi menuruntuku biasa–biasa saja. Aku punya dua putra, anak pertama kelas tiga SMP dan anak kedua kelas satu SMP. Sebut saja namaku Ina (bukan nama sebenarnya). Aku melakukan kesalahan yang sangat fatal dalam hidup ini karena aku telah berselingkuh dengan seseorang yang aku belum begitu mengenalnya. Singkat cerita, kejadian ini pada tanggal enam Maret 2008, dimana waktu itu aku berkunjung kekantor suamiku setelah aku pulang dari mengajar, oh ya, aku adalah seorang guru di salah satu SMP Negeri dan Swasta di Yogyakarta. Dari sekolahan aku langsung melucur kekantor Kejaksaan Yogyakarta, tapi diperempatan sebelah timur tugu aku telah melanggar lampu merah dan akhirnya aku dikejar oleh salah seorang polisi yang sedang bertugas, sang Polisi berhenti memotong laju kendaraanku aku pun bergegas menginjak rem. 



“Selamat Siang Bu..!””Siang pak”, begitu sahutku.”Maaf Bu, Anda telah melanggar lampu merah, Tolong tunjukan SIM dan STNKAnda.”Aku pun mengeluarkan dompet dan menyerahkan SIM beserta STNK. “Maaf Bu, Anda Ikut saya kepos Polisi.”Aku pun menurutinya karena aku juga merasa bersalah.Polisi muda tersebut masih berusia sekitar 22 Tahun berinisial “R”.Kami pun sama–sama menuju pos polisi. Setelah sampai dipos polisi saya diberi alternatif untuk mengembalikan SIM saya. Yang pertama aku harus sidang pada tanggal 11 Maret dan aku harus membayar denda sebesar Rp. 20.000,00. Tanpa ambil pusing akupun langsung membayar denda karena aku juga tergesa–gesa menuju kantor suamiku, karena suamiku telah menungguku untuk pulang bareng, kebetulan suamiku tidak bawa mobil karena dipakai salah satu temannya.Ku akui kalau polisi tersebut tampan, badan tinggi dan tegap. Setelah proses pembayaran denda selesai, sang polisi bertanya. “Maaf Bu, kenapa Ibu kelihatannya Tergesa-gesa?””Iya ini pak, saya sudah ditunggu suamiku dikantornya.””Kalau boleh tahu kantornya dimana Bu?””Kantor Kejaksaan Pak”, aku jawab pertanyaannya.”Oya, Suami Ibu siapa namanya, kalau boleh tahu”? “Pak Andre (bukan Nama Sebenarnya)””Ha… Pak Andre”, Polisi merasa terkejut.”Iya memang kenapa”, tanyaku kepada polisi muda. “saya kenal baik bu dengan dia.””Oh ya… Bapak kenal dimana?”, Kembali tanyaku”saya sering kekantor kejaksaan Bu, jadi ya kenal dengan pak Andre.””Oh… 

Iya sich polisi sama kejaksaan masih saudara ya”, begitu girauku dengan polisi muda.”Ah… Ibu bisa saja. Pak Andre beruntung ya punya istri secantik ibu.””Terima kasih pak atas pujiannya, tapi saya boleh pergi pak. Kasihan suamiku sudah menunggu”, begitu sahuntuku sama polis muda.”Oh… Silahkan bu, kalau ibu butuh sesuatu yang berhubungan dengan polisi silahkan hubungi saya bu”, sambil kasih secarik kertas berisikan nomor hp dia.Akupun menerimanya dan langsung pergi kekantor suamiku. Setiba dikantor suamiku, suamiku sudah menunggu diruang tamu, sedang bincang–bincang dengan rekan kerjanya. “Kok mama lama banget sich, kemana aja?”, tanya suamiku kepadaku.”Maaf pa, tadi saya ketilang”, jawabku singkat.”Kok mama tidak bilang, kan nanti bisa tidak bayar denda”, jawab suamiku.”Gak masalah pa, lagi pula mama yang salah.””Emang siapa yang tilang kamu ma?”, tanya suamiku.”Dia namanya Randi (Bukan nama sebenarnya)”, begitu jawabku sama suamiku.”Ha… Randi, mama tidak bilang kalau mama istriku?””Bilang sich pa, tapi pas sudah membayar denda, udahlah pa tidak usah dibahas lagi”, begitu aku meyakinkan suamiku biar tidak berkepanjangan.”ya sudah ayo pulang”, ajak suamiku. Setelah suamiku pamit kepada rekan–rekannya, langsung aku dan suamiku berboncengan menuju rumah. Keesokan harinya hari kamis tanggal tujuh Maret 2008, kebetulan aku tidak mengajar, karena hari kamis tidak ada jam pelajaran yang saya ajarkan. Akhirnya aku dirumah sendiri karena anak–anak sekolah dan suami kekantor yang ad Cuma pembantu. Sekitar pukul 10 siang telepon rumah berdering. Aku pun lansung angkat teleponnya.

 “Halo… Selamat pagi”, jawabku.”Halo ma inipapa, tadi polisi yang menilang kamu kemarin datang kekantor minta maaf sama papa, dan mau ngembaliin uang denda kemarin”, kata suamiku ditelepon.”Trus gimana pa?, ya udahlah pa tidak usah diusut lagi.” “Aku tidak ngapain–ngapain kok, tadi dia sendiri yang datang kekantor dan minta maaf”, begitu jawab suamiku.”Ya udahlah, terima aja uang dendanya, selesai kan?”, akupun menjawab”Sekarang dia menuju rumah kita, karena aku bilang minta maaf aja langsung ma istriku”, jawab suamiku.”Ihh, ngapain pa?, kayak kurang kerjaan aja?”, aku membalas perkataannya.”Ya udah tidak masalah, ntar dia cuma minta maaf kok. Dah ya ma, papa lagi kerja nich”, begitu kata suamiku.”Ya udah pa, da…”, aku pun tutup teleponnya. Selang tiga puluh menit ada kendaraan sepeda motor Honda Tiger datang, aku sedang menonton TV diruang keluarga. “Permisi… Permisi…”, panggil seseorang dibalik pintu depan.”Bi… Tolong buka pintu, ada tamu”, aku menyuruh pembantuku.”Iya bu”, jawab pembantuku.”Maaf mbak bu Ida ada?”, tanya seorang tamu tadi.”Ada pak, tapi bapak siapa ya?”, tTanya kembali pembantuku. “Oh ya, bilang saja saya Randi. Ibu dah tahu kok”, jawabnya.Aku yang didalam ruang keluarga mendengar percakapannya, aku terkejutsetelah yang datang adalah Randi sang polisi muda yang tampan, tegap dan tinggi.”Silahkan masuk pak”, pembantuku bersikap sopan terhadapnya.Gak lama kemudian pembantuku datang.

”Bu ada yang cari ibu?”, kata pembantuku.”Siapa bi?”, tanyaku pura–pura tidak tau.”Randi bu, katanya ibu sudah tau”, jawab pembantuku yang polos.”Ya udah sana masak lagi”, begitu perintahku sama pembantuku.Akupun berdiri menuju ruang tamu.”Eh.. Pak Randi, ada apa ya pak? Apa masih perlu syarat lagi untuk ditilang?”, kataku sedikit menyindir.”Gak bu, jadi tidak enak nich. Saya hanya minta maaf bu”, jawab Randi.”Ngapain minta maaf, kan saya yang salah dan kamu sudah sesuai prosedur untuk menilang saya”, aku pun menjawab.”Iya sich bu, tapi saya tidak enak saja”, Kembali dia berkata dengan nada menyesal. “Ya sudah tidak usah dipikirkan lagi”, sahutku.”Iya bu terimakasih”, jawabnya.”Kok bapak tidak bertugas”, tanyaku.”Saya mohon jangan panggil pak dong, panggil nama saja”, jawabnya.”Oya maaf. Randi kok tidak tugas?”, tanyaku kembali.”Saya nanti malam piket bu.”, jawabnya dengan polos. “Oh… Jadi kesini intinya hanya minta maaf ya?”, tanyaku kepada Randi.”Iya bu, maaf bu kok sepi emang rumah sebesar ini dihuni siapa saja bu?”, tanya Randi.”Oh… Anak–anak lagi sekolah, bapak dikantor, jadi dirumah cuma aku dan pembantuku, tapi kalau aku kerja ya Cuma pembantuku”, jawabku jelas.”Rumah sebesar ini cuman dihuni empat orang plus pembantu bu?”, tanyanya kembali. “Iya mang kenapa?”, tanyaku kembali. Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu. Untuk kamar atas khusus kamar aku dan suamiku dan satu kamar atas untuk kamar tamu. Anak–anakku punya kamar sendiri–sendiri dibawah. 


“Gak apa – apa Cuma tanya aja bu”, begitu jawab Randi. Pukul sudah menunjukan pukul 11.00 WIB kami asik ngobrol.Diwaktu ngobrol asik pembantuku membawa minuman teh buat Randi dan aku.”Silahkan diminum Ran”, perintahku sama Randi.”Iya bu, terimakasih”, jawabnya.Kami pun menikmati teh yang dibuat oleh pembantuku. Dan tiba–tiba… “Ibu cantik sekali”, kata Randi.”Maaf.. Apa ran?”, aku pura–pura tidak dengar dan sedikit kaget.”Iya ibu cantik sekali, pak Andre beruntung punya istri kayak ibu yang cantik dan pinter”, katanya kembali memujiku.”Terimakasih atas pujiannya, tapi aku sudah berusia 23 tahun jadi dibandingkan dengan perempuan yang seusia kamu pasti lebih cantik, apa lagi aku bersuami dan punya anak lagi”, jawabku sambil menyakinkan kalau aku bersuami.”Tapi ibu tetep cantik kok, walaupun punya anak”, dia kembali memujiku.”Terimakasih ya, tapi Randi jangan memuji terus, karena tidak enak aja kedengaranya”, jawabku halus.”Apakah saya salah bu, jika kagum terhadap ibu”, dia mulai merayu lagi.”Gak salah kok, Cuma tidak enak aja. Apa lagi aku sudah bersuami dan anak–anakku dah beranjak dewasa”, jawabku kepada Randi. Dia berdiri dan duduk disamping kananku. Aku mulai merasa takut, aneh pokoknya sudah tak karuan perasaanku. Aku sedikit menggeser kekiri, dia mengikuti geser pula, akhirnya aku berdiri karena aku merasa terlecehkan. “Maaf ran, jangan begitu tidak enak sama pembantuku, apalagi aku sudah bersuami”, aku berkata tegas. 

Tapi dia ikut berdiri dan kedua tangannya memegang pundakku dan ditekan kebawah agar aku kembali–kembali duduk disofa. “Maaf bu, tapi saya benar–benar kagum terhadap ibu, ibu cantik bahkan kecantikan ibu mengalahkan semua wanita yang masih berumur belasan tahun. Benar bu ini semua kejujuranku terhadap ibu, aku bisa saja mendapatkan wanita lain tapi menuruntuku mereka tidak menarik bagiku tapi ibu yang menarik hatiku”, katanya lugu, apakah dia jujur apa tidak tapi yang jelas sudah lama suamiku tidak memujiku bahkan hampir tidak pernah memujiku. “Maaf Ran aku sudah tua, sudah punya anak dan suami, aku sudah berkeluarga dan aku merasa sangat berbahagia dengan keluargaku saat ini. Jadi kumohon jangan lakukan lagi”, pintaku terhadap Randi walaupun tak pungkiri aku merasa senang dipuji. Randi mulai mengeluskan tangannya dirambutku lurus yang panjang sambil berkata: “Ibu, aku tidak bermaksud merusak kebahagiaan ibu, tapi aku hanya mengatakan kalau aku suka sama ibu walau umurku lebih muda tujuh tahun dibawah ibu. Tapi menurutku ibu tetap cantik dan menarik.” Dia mulai berani mendekap aku. Jantungku berdebar tak karuan, aku berontak tapi dia tetap tidak melepaskan pelukannya. “cukup Randi, kamu jangan kurang ajar gini dong”, gerutuku masih dalam peluknya. 

“Coba nikmati bu, jangan berpikiran ibu berkhianat terhadap suami ibu, tapi berpikirlah bagaimana agar ini terasa indah”, begitu katanya menyakinkanku. Dilepas pelukannya dan dia memandangi wajahku. Dan kuakui dia anak yang tampan. Dan tanpa sadar dia telah mencium pipiku, dia melihatku dengan mata sayu lalu tiba-tiba dia mulai mencium pipiku kembali. Ku akui aku menikmati ciuman mesranya dipipiku. Dia kembali memelukku, tapi ini apa yang kurasakan dia menjilati kupingku, terus menjilati leherku kembali lagi kekuping terus menerus, aku hanya diam terpaku, akhirnya aku mendesis lirih. Dan seperti kehilangan kontrol akupun membalas menjilati kuping. Randi membalas tidak kalah jilatannya. Napasku terengah engah tanda nafsuku mulai naik. Ternyata dia tahu aku telah terangsang dengan tingkahnya. Tiba-tiba tangan kirinya dia taruh ke pahaku. Tetapi saat aku tidak menunjukkan reaksi, tangan Randi mulai mengelusi pahaku kemudian menaikkan elusannya ke peruntuku kemudian ke dadaku. Aku tepis kuat-kuat. Aku bisikkan agar jangan tidak sopan padaku. Dia tunjukkan celana dalamnya yang telah terdorong mencuat karena kontolnya yang ngaceng berat sambil telunjuknya menunjuk bibirnya agar aku diam. Kemudian dia perosotkan celananya hingga kontolnya yang cukup gede dan ujung kepalanya yang merah berkilatan itu nampak tegak kaku mencuat dari rimbunan bulunya yang masih halus tipis. Aku kaget banget dengan ulah Randi ini. Yang aku takut kan kalau-kalau pembantuku mendengar, masuk ke ruang tamu dan melihat apa yang terjadi di ruang tamu ini. Bisa-bisa aku dianggap serong sementara suamiku masih berada di kantor. 



Aku berontak untuk berdiri dan meninggalkan ruang tamu. Tetapi Randi lebih sigap dan kuat. Direnggutnya rambutku dengan kasar hingga aku nyaris terjatuh. Kemudian dengan paksa mukaku ditundukkan ke arah selangkangannya. Dia arahkan kontolnya ke mulutku. Dia maksudkan agar aku mengulumnya. Kurang ajar dan kebangetan banget, nih anak. Tahu bahwa ada pembantuku di dapur dia berani mencoba melakukan macam ini padaku. Tapi aku tetap tidak mau. Dengan lembut dia menidurkan aku disofa dan dengan lembut pula tanpa kata kata, dia membuka kancing bajuku dan dia menyentuh kedua bukit kembarku, aku mendesis desis. Dia lepas bukit kembarku dan berdiri sambil menutup celananya kembali yang sempat dikeluarkan penisnya. Dia berkata: “Bu, kita kekamar ibu, dan suruh pembantu ibu pergi kemana gitu biar kita senang–senang tanpa ada yang memganggu…” Aku diam terpaku dan masih bimbang apakah aku menerimanya apa menolaknya, apa aku sudah berselingkuh. Aku masih terdiam sementara Randi menunggu jawabanku. Aku masih berpikir apa aku harus menampar muka Randi dan mengusirnya. Tapi jujur kuakui kalau perilaku Randi membuat aku terangsang. Dan akhirnya.. “Bi.. Bibi..”, Aku memanggil pembantuku.Pembantuku datang dengan lari–lari kecil dan menyahut panggilanku.”Ada apa bu?” “Bibi sekarang ke pasar beli buah buat persediaan anak–anak”, perintahku.Kebetulan buah–buahan yang dikulkas telah habis. “Tapi bu, saya sedang masak”, bantah pembantuku.”ya sudah tinggalkan saja, nanti sekalian mampir ke Rumah makan padang beli lauknya saja buat makan siang anak–anak”, perintahku kembali sama pembantuku.”Baik bu”, jawab pembantuku. “Oh ya sekalian jemput dwi ya, habis dari beli buah jemput Dwi”, perintahku lagi sama pembantuku. Dwi adalah putraku ke dua kelas satu SMP, biasanya pulang jam dua siang. Anak pertamaku karena kelas tiga jadi ada les tambahan.”Baik bu”, jawab pembantuku. Sambil ku beri uang belanja dan kunci motor aku sempat melirik Randi yang tersenyum–senyum padaku. Akupun belum begitu meresponnya. Pembantu telah pergi dan akhirnya tinggal aku dan Randi, sempat melihat jam menunjukan pukul 12. Dan nanti kurang lebih jam 2.15 siang pembantuku akan kembali bersama anakku, itu artinya aku masih punya waktu 2jam untuk bersama Randi. Tapi jujur aku masih merasa bingung apa harus aku lakukan atau tidak, karena aku merasa bahagia dengan keluargaku saat ini juga, tetapi tak dapat kupungkiri aku sudah merasa terangsang dengan perilaku Randi.Tiba–tiba Randi berkata. “Bu, ayo keruang keluarga sambil nonton tv”, ajak Randi. Akupun melangkah keruang keluarga dengan Randi, dan setelah sampai diruang keluarga, kami duduk di karpet depan tv yang masih hidup.Tanpa basa basi, langsung saja dia merangkulku dan merobohkan aku dikarpet posisiku ditelentangkan, aku hanya protes, “Rann… apa-apaan siih..”, katanya kita mau ngobrol saja kok begini…” Dan sambil mencari kaitan BH di belakang tubuhku, dia menjawab saja,”Sebenarnya… aku pengen bu…” Setelah kaitan BH-ku terlepas, langsung saja BH-ku dibuka dan dijilat payudaraku serta dia menyedot-sedot puting susuku yang putih dan besar dan tanpa sadar aku mencoba memasukkan tangan kananku ke dalam celana Randi mencari cari penis yang sempat diperlihatkan kepadaku, tetapi karena celananya agak sempit sehingga aku kesulitan memasukkan tanganku dan langsung saja aku berkata entah sadar apa tidak: “Ran, bukain celanamu, aku yoo.., kepingin… pegang punyamu”, pintaku. Dan tanpa melepas puting susuku yang masih dia sedot, dia mulai melepas celana dan celana dalamnya sekaligus sehingga dia sekarang sudah telanjang bulat dan penisnya yang setengah berdiri itu langsung saja kupegang dan segera saja aku berkomentar, “Ran, kok masih lembek.. Gak kayak tadi?” “Coba saja di isap… pasti sebentar saja sudah tegang, mau?”, tanya Randi. sambil memandangi wajahku, dan akupun mulai menjilatinya, toh aku juga pernah sama suamiku. 

Dia melepas isapan mulutnya di payudaraku dan bangun serta duduk di dekat kepalaku sambil sedikit dia memiringkan badanku kearahnya dan dengan tidak sabaran langsung saja batang penisnya yang masih setengah berdiri kupegangi dan kepalanya ku jilat-jilat sebentar dan langsung dimasukkan ke dalam mulutku. Dia memutar badanku setengah tengkurap, aku segera sajamemaju-mundurkan kepalaku sehingga penisnya keluar masuk di mulutku. “Aah.., ooh, Buuu… teruss… ooh… enaaknyaa, Bu.. oohh”, kata Randi sambil membelai rambut di kepalaku dan sesekali dia menjambak dan baru sebentar saja aku menghisap penis Randi, terasa penisnya sudah tegang sekali. Tiba-tiba saja penisnya dikeluarkan dari mulutku dan langsung dia berkata.”Buuu…, isap.., lagii.., doong”, pintanya kepadaku. Tetapi aku menjawab dengan sedikit meminta.”Rann… tolong, punya saya juga…”Ternyata dia langsung mengerti apa yang aku mau dan langsung saja dia merubah posisi dan dia menjatuhkan dirinya tiduran ke dekat kaki ku dan dia menarik celana dalamku turun serta melepas dari badanku. Dengan perilakunya aku bergerak dan berganti posisi tidur di atas badan Randi sehingga vaginaku tepat berada di mulut Randi, maka tanpa bersusah payah dia sibak bulu-bulu vaginaku yang menutupi bibir vaginaku dan setelah itu dia membuka bibir vaginaku dengan kedua jari tangannya dan dia menjulurkan lidahnya menusuk ke dalam vaginaku yang sudah basah oleh cairan. Ketika ujung lidahnya menyodok kelubang vaginaku, langsung saja ku menekan pantatku ke wajahnya sehingga terasa dia sulit bernafas dan langsung ku kocok-kocok penis Randi dengan jari tanganku. Ketika lidahnya menjelajahi seluruh bagian vaginaku dan bibir vaginaku tetap dia pegangi, aku lalu menaik-turunkan pantatku dengan cepat dan aku merasa keenakan dijilati. Aku mendesah yang agak keras karena terlalu nikmat. “ooh… Ran, aahh teruus.. Ran, aduuh… enak.. Ran… Ran… ooh…”, desahku. Dan sesekali clitorisku yang sedikit menonjol itu dan sudah mulai terasa mengeras, dia hisap-hisap dengan mulutnya sehingga desahan demi desahan keluar dari mulutku, “ooh… itu.., Rannn, enaak, Sayang”, desahku kenikmatan dengan perilaku Randi.

 Dan aku melepaskan pegangan dipenisnya Randi dan Aku menjatuhkan diri dari atas tubuhnya dan tidur telentang sambil memanggilnya. “Rann, sayang, sini, Saya sudah nnggak tahaan… ayoo… sini… Raann”, memintaku sama Randi sang polisi muda. Dia segera saja bangun dan membalik badannya serta dia menaiki tubuhku dan aku ketika tubuhnya sudah berada di atasku, aku membuka kakiku lebar-lebar dan dia tempatkan kakinya di antara kedua kakiku. Dengan nafas terengah engah dan mencoba memegang penisnya aku berkata, “Raann.., cepat dong, masukin. Saya sudah tidak tahan.” “Tunggu sayang, biar Aku saja yang masukin sendiri”, kata Randi sambil memindahkan ke atas, tanganku yang tadi mencoba memegang penisnya tetapi rupanya aku akui sudah tidak sabaran lalu kembali aku berkata. “Rann, ayoh dong, cepetaan, dimasukiin, punyamu itu!”, aku memintanya kembali. Dan tiba–tiba Randi memegang penisnya dan menggesek-gesekkan di belahan bibir vaginaku beberapa kali dan kemudian dia mulai menekan ke dalam serta,”Blees”, terasa dengan mudahnya penisnya masuk ke dalam lubang vaginaku dan aku terkaget bersamaan penis Randi masuk kedalam vaginaku.”Aduh… Raan”, aku sambil mendekap Randi erat-erat.”Sakit, sayang?”, tanya Randi.Dan aku hanya menggelengkan kepalaku sedikit dan aku menciumi disekitar telinga Randi aku pun berbisik,”Enaak, Rann…”, aku mendesis. Dia menciumi wajahku dan sesekali dia hisap bibirku sambil dia memulai menggerakkan pantatnya naik turun pelan-pelan, aku mencengkram punggungnya Randi dengan keras. Dan aku berkata sambil menikmati goyangan pantat Randi. “Ran, coba diamkan dulu pantatmu itu…”, pintaku sama Randi. Ran pun menuruti saja permintaanku. Aku langsung mempermainkan otot-otot vagina kenikmatanku, dan Randi terasa penisnya seperti di pijat-pijat serta tersedot-sedot dan jepitan serta sedotan vaginaku semakin lama semakin kencang sehingga penisnya terasa begitu nikmat dan akupun menikmatinya. Dan ternyaya Randi terlena keenakan. “oohh… sshh… Bu… enaknya… ooh… terus Bu, aduuh, enaak!”, Randi merasa menikmati sedotan vaginaku.Dan Randi sudah tidak dapat tinggal diam saja, langsung pantatnya naik turun sehingga penisnya keluar masuk lubang vaginaku serta terdengar bunyi, “Crreett… crettt…”, secara beraturan sesuai dengan gerakan penisnya keluar masuk vaginaku yang sudah sangat basah dan becek. “Rannn, cabut dulu punyamu, biar aku lap dulu punyaku sebentar”, kataku sama Randi.”Biar saja Bu… nikmat begini kok”, sahutnya sambil meneruskan gerakan penisnya naik turun semakin cepat dan aku tidak memperhatikan jawabannya karena merasa kenikmatan yang sangat enak. “ooh… sshh… aakk, aduuh, Raan, teruskan Rann, ooh..”, sambil mempercepat goyangan pinggulku serta kedua tanganku yang dipunggungnya selalu menekan-nekan disertai sesekali aku menyempitkan lubang vaginaku sehingga terasa penisnya terjepit-jepit dan aku menikmati hal seperti ini.”ooh.. Bu… sshh.. oohh.. enaak.., Buuu.. aku, aku sudah nggak kuat, mau… keluarr, Bu…”, desahanknya yang sudah tidak kuat lagi menahan keluarnya air maninya.”Rann, ayoo… Ran aduuh, ooh… Aku juga, ayoo sekaraang, aakkrr.., Sayang”, dan dia melepas air maninya semuanya ke dalam vaginaku sambil dia menekan penisnya kuat-kuat dan aku pun mendekapnya dengan sekuat tenagaku.Baru sekarang kuraih kenikmatan yang luar biasa. Sungguh aku merasa nikmat, walau aku merasa bersalah terhadap keluargaku. 



Dia terkapar di atas badanku dengan nafas ngos-ngosan demikian juga dengan nafasku yang sangat cepat. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata, “Bu, aku cabut ya punyaku”, dan sebelum dia menghabiskan perkataannya, aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata. “Jangaan duluu, Rann, Aku masih ingin… punyamu tetap ada di dalam.”Dia pun menuruti kata–kataku. Setelah agak lama dalam vaginaku, dikeluarkan penisnya dari vaginaku. Kamipun merapikan diri.Setelah kulihat jam ternyata menunjukkan pukul 13.15, Randi pun berpamitan akan pulang sambil melumat bibirku. Aku pun membalas ciuman mulutnya.”Terimakasih bu, aku sangat puas”, kata Randi berbisik dikupingku.Aku hanya diam tak menjawab, Randi pun langsung keluar rumah dan pergi.Aku merasa aneh dengan diriku, aku menghianati suamiku dan keluargaku tapi hati kecilku meras senang dengan kejadian ini. Setelah kejadian ini aku merasa bersalah dengan keluargaku, aku mencoba untuk memperbaiki sikapku. Tapi setiap malam aku merasa kangen dengan Randi. Bahkan saat berhubungan dengan suamiku aku membayangkan dengan Randi yang sangat lihai membuat aku mudah terangsang. Aku dan Randi pun memanfaatkan hari kamis dimana aku libur kerja dan dia piket malam hari. Sampai saat ini aku dan Randi masih berhubungan, sesekali kami sexs phone, atau sexs sms.

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...