SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Monday, July 16, 2018

Cerita Dewasa ML Dengan Kakak

Cerita Dewasa ML Dengan Kakak - “Pokoknya Kalau Ujian kenaikan kelas tahun ini kamu bagus, kamu boleh minta 3 permintaan ke aku” Itu adalah kata – kata dari kakak yang slalu aku ingat. Namaku Rino 14 thn. aku punya kakak tiri namanya Andre dia itu masih memiliki keturunan dari Amerika latin, umurnya 19 thn. dia itu cerdas, pinter, sexy, hot, dan bodynya itu membuat aku slalu tergiur. Dia tidur sekamar bareng aku (gak sekasur). Dia kalau tidur itu hanya memakai boxer aja. jadi kalau waktu pagi aku selalu melihat pemandangan yang indah di selangkangannya.



Pengalaman ini aku alami sewaktu aku ada ujian kenaikan kelas. aku itu

anaknya gak terlalu pinter tapi gak bodo – bodo amet. Setiap aku ada

ulangan harian aku biasanya dapet pas di kkm kadang juga diatas walau

hanya 2 – 4 point aja. Sedangkan kakakku dia kayak komputer aja, Ini itu

bisa semua. nilainya pun slalu baik padahal dia belajar juga jarang.

meskipun belajar dia jarang dia slalu membuktikan hasilnya kepada ortu

dan aku sendiri.




“Pokoknya Kalau Ujian kenaikan kelas tahun ini kamu bagus, kamu boleh

minta 3 permintaan ke aku” saat kata – kata itu di ucapkan aku pun

bersemangat untuk belajar dan belajar. Setiap hari aku belajar dengan

tekun dan hasilnya biasa – biasa aja. Aku pun kecewa pada saat itu dan

berjalan pulang dengan kekecewaan.



“Rino apa – apaan ini ulangan pas di kkm semua” Kata itu terlontar dari

mulut papaku.

“maaf pa tapi aku sudah mencobanya dengan belajar ” balasku

“jangan Bohong kamu” kata papaku

“Enggak kok pa, dia sudah mencobanya dengan tekun” kakakku pun membela aku.

“Hah? bener” papaku pun ber tanya pada kakakku, dan kakakku menceritakan

semuanya tentang usahaku untuk meraih nilai terbaik di Ulangan kenaikan

kelas ini.




Saat aku masuk kamar aku pun gembira sekali karena kakakku sudah membela

aku. “Kreeeeek” pintu kamar pun terbuka dan masuklah seseorang yang

ternyata itu adalah kakakku. Dia langsung mendekap aku dengan sapu

tangan dan mengunci badan ku dengan tangannya. aku pun seperti terbius

olehnya.

Saat terbangun aku sudah dalam keadaan telanjang dan kaki tangan ku di

ikat pada sudut sudut tempat tidurku, mulutku dibekap dengan sebuah sapu

tangan. tiba – tiba ada seseorang yang lagi mendekati aku dengan kepala

yang tertutup oleh topeng. dia mendekat menuju kontolku yang tertidur.

tiba – tiba aku merasakan kehangatan di kontolku, saat aku lihat

kontolku, seseorang itu sedang ngemut kontolku dengan lahap. dia pun

membuka pakaian satu – persatu sampai dia telanjang. Saat aku lihat

postur tubuhnya aku cukup femiliar memiliki perut yang sixpack, dada

yang bidang otot lengan yang bagus dan kontol yang besar dan lagi

ngaceng berat.

Dia pun menatap wajah ku dan membuka topengnya. “WOW” ternyata yang di

balik topeng itu adalah Kakakku. Dia pun segera menuju ke atas tubuhku

dengan sambil wajah yang bertatapan.

” Dek maafin aku, aku melakuin ini karena aku gak tahan oleh tubuhmu

yang amat membuat aku tergiur. dan ini adalah saat yang tepat untuk

menikmati tubuhmu” Sambil dia mengatakan itu dia juga mengelus wajah,

rambut, dada, perut, paha dan kontolku. dia pun melepaskan sumpelan pada

mulutku. “Dek sejujurnya aku mencintaimu melebihi siapapun, mau gak kamu

jadi kekasih kakak?” aku pun cukup kaget dengan ucapan kakaku itu “Maaf

kak aku gak bisa menerima kakak sebagi seorang kekasih, apa lagi…. ”

sebelum aku menyelesaikan kata – kataku dia sudah mencium bibirku dengan

mesrahnya. aku pun masih membalas ciuman itu. dia mulai meraba – raba

tubuhku membuat aku geli dan membangkitkan gairahku. Aku mencium dia

dengan sedikit ganas membuat dia kaget dan menyeimbangi nafsunya dengan

nafsuku.

capek hanya dengan ciuman saja dia mengajak aku untuk berbuat lebih

dalam namun aku menolaknya. Dia pun marah dan memaksaku. Dia mengangkat

kaki ku dan terlihatlah lubang anusku. Dia pun meludahi anusku dan

memasukannya dengan jari – jemarinya. Aku pun mengerang karena

kesakitan. untuk meredam eranganku dia ngemut putingku, yang membuat aku

kegelian yang membuat rasa kesakitan ku menjadi pudar. lama kelamaan aku

pun menjadi keenakan dan merubah eranganku kesakitanku menjadi erangan

keenakan.

Dia pun mencoba memasukan kontolnya yang gede banget ke anusku yang

virgin. walaupun dia kesusahan dan bless kontol itu masuk semua ke

anusku. Dia pun membenamkannya cukup lama dan menciumi mulutku dengan

mesrahnya. Lama – kelamaan aku sudah terbiasa dengan kontolnya. aku pun

memberi sinyal ke dia berupa memaju mundurkan bokong ku. Dia pun

menangkap sinyalku dan memaju mundurkan kontolnya. pertamanya sih aku

cukup kesakitan karena gesekannya itu membuat aku perih.

Namun lama kelamaan aku sudah terbiasa dan mengerang dengan kenikmatan

yang tiada tara. dia menggenjot tubuhku dengan cepat dan membuat badan

dan badannya bermandikan keringat, yang membuat sensasi yang berbeda.

“ahhhhh… ehmmmm….. sayang kamu kok bisa seperti ini” Itu adalah

erangan dari kakakku yang sedang menikmati persetubuhan ini. ” Ah…

Ehm…. Terus kak” Aku pun juga mengerang kenikmatan karena gesekan

kontolnya itu membuat aku sangat kelojotan. Dan “ARGHHHHHH” aku

memuncratkan spermaku ke tubuhku dan tubuhnya, yang membuat dinding anus

ku menjadi semakit mencengkram kontol kakakku.

kakakku pun jatuh di dadaku dan aku juga merasakan ada sesuatu yang

hangat di anusku, mungkin itu bertanda kakak sudah orgasme. wajahnya

yang berada di atas dadaku begitu lucu karena seperti melakukan sesuatu

yang amat sesuatu. nafasku dan nafasnya memburu dengan kencang dan

perlahan – lahan aku dan dia tertidur.

Saat aku terbangun dia masih ada di atas tubuhku dengan kontol yang

sudah keluar dari anusku. Aku pun membangunkan dia. ternyata masih belum

ada efeknya. aku memandang langit – langit rumahku dan membayan

gkan

begitu indahnya malam kemarin walau aku jual mahal ke dia.


Dia terbangun dengan wajah yang keren dan rambut yang acak – acakan.

yang membuat aku sedikit tertawa dan terkagum – kagum. Dia pun membuka

ikatan pada tangan dan kakiku dan kembali tertidur di sampingku. “Kak

sebenernya aku juga cinta kepada kakak tapi semalaman aku malu untuk

mengucapkan kepadamu” ZEBBBB dia langsung terbangun dan mencium bibirku

dan aku membalasnya ciumannya.




Aku bahagia pada hari itu karena Di awali dengan ciuman. dan di akhiri

dengan ML lagi dengan kakakku dan temannya. dan aku melewati hari hari

berikutnya dengan bahagia, cinta, dan sex.

Certia Dewasa Kereta Api Bandung Ke Jakarta

Certia Dewasa Kereta Api Bandung Ke Jakarta - Urusan kantor telah selesai dan hari itu juga aku harus kembali ke Jakarta karena ada janji dengan pacarku malam ini. Rasanya capek sekali terutama pikiranku. Aku segera ke Stasiun Bandung untuk memburu Kereta Api Argogede yang ke Jakarta. Kubayangkan pacar manisku yang menunggu di stasiun. “Permisi Mas..”, kudengar suara lembut. Dengan cuek kakiku kutekuk dan gadis itu melewatiku untuk duduk di sebelahku. Mataku tetap terpejam. Kucium wangi parfumnya.




Ah, mahal juga, batinku. Kereta mulai berjalan. Aku selonjor kembali dan tanganku kuletakkan di perutku. Rasa kantuk mulai menyerangku. Sekitar setengah jam perjalanan, kantukku makin menjadi. Tanpa sadar tanganku jatuh ke samping. Sempat menyentuh kaki gadis sebelahku tapi segera kutarik kembali. Dua kali tanganku terjatuh. “Maaf..”, kataku tetap merem dan badanku kutegakkan. Aku kembali terkantuk-kantuk.. Kurasakan tanganku terjatuh kembali. Kali ini kesamping, kecelah antara aku dan dia duduk. Aku sudah tak mampu lagi menangkatnya. Sudah terlalu ngantuk. Atau barangkali sudah setengah tidur tapi sedikit aku masih merasakannya.

Agak lama tanganku di sampingku. Dan kurasakan tangan halus menyentuh tanganku..Aku diam saja. Aku merasa tanganku diremas. Cukup lama tanganku diremas dan tanganku lemas saja. Kedasaranku mulai pulih. Tapi aku pura- pura tetap memejamkan mata. Tanganku sengaja kulemaskan agar dikira aku benar-benar tidur. Perlahan tanganku di bawa ke pahanya. Ah kayaknya dia memakai rok mini. Halus sekali pahanya. Hangat. Tanganku digeser-geserkan ke pahanya. Aku tetap memejamkan mata. Aku nggak tahu sekitarku. Mungkin dia lihat-lihat dulu, kalau nggak ada yang lewat tanganku digeser-geser. Aku juga merasa tangannya mengambil tiket di sakuku ketika kondektur lewat di bangku kami. Tiba-tiba dia meletakkan tanganku kembali ke samping.

Mungkin dia sudah tahu kepura-puraanku. Aku berlagak seperti bangun tidur. Dan pura- pura tak tahu apa-apa. Aku mulai membuka mataku. Kutengok gadis sebelahku. Dia menghadap jendela. AH cantik sekali. Tinggi cantik mulus. Rambutnya dicat agak pirang seperti gadis sekarang. Benar, Dia memakai mini. Pahanya muluuss sekali. Kupandangi dia sambil pura-pura melihat pemandangan ke luar jendela. Tanpa menengok, gadis itu meletakkan tangannya ke samping. Hmm.. Aku tanggap. Perlahan kugeser tanganku dan keletakkan di atas tangannya. Dia menyambutnya. Tanganku digenggam erat. Tapi kita tetap pura-pura tak tahu sambil melihat ke luar jendela. “Ke Jakarta?”, tanyaku memecah kekakuan. “Ya”, jawabnya sambil menoleh padaku. Wowww..cuantik sekali. Pasti blasteran. Bibirnya tipis menantang. Tangan kita tetap saling meremas. ” Sorry, aku tadi ngambil tiketmu di sakumu”, katanya. “Oh ya? kondekturnya sudah lewat?”, tanyaku pura-pura nggak tahu apa yang terjadi. “Santi”, ujarnya sambil mempererat genggamannya. Dia pakai tangan kanan dan aku pakai tangan kiri. Tangan kita tersembunyi di celah antara kita duduk.

“Herman”, kataku. Aku tersenyum. Dia tersenyum penuh pengertian. Cukup lama kita duduk sambil berpegangan tangan. “Aku mau kebelakang. Merokok”, bisikku. Aku lalu bangkit. Berjalan ke belakang dekat kamar kecil. Kukeluarkan rokokku dan aku mulai merokok sambil melihat pemandangan luar dari kaca pintu kereta. Kira-kira 10 menit pintu otomatis terbuka. Santi keluar. Dia lihat aku sebentar dan tersenyum. Aku tersenyum juga. Dan dia masuk kamar kecil. Aku melanjutkan merokokku sambil lihat keluar. “Her..”, kudengar bisikan. Aku menengok. Kulihat Santi mengintip dari pintu kamar kecil sambil memberi kode agar aku mendekatinya. Aku masih diam. Bengong. Dia lambaikan lagi tangannya. Aku berjalan ke arahnya. “Masuklah ..”, bisiknya ketika aku ada di depan pintu kamar kecil. GILA! Santi telah telanjang bulat di kamar kecil. Pintu segera ditutupp begitu aku masuk. Aku langsung dipeluk dan diciumnya. Lamaa. Aku segera menguasai diri. Kuelus seluruh tubuhnya.



Sambil berciuman, kuusap pantatnya yang padat dan mulus. Aku turun menciumi lehernya. Kujilati sambil meremas-remas dadanya. Tangan Santi membuka sabuk dan resleting celanaku. Tanganku lalu bergerak ke bawah. Kuusap vaginanya yang mulai basah. Kumainkan klitorisnya hingga dia melenguh. Suara kereta menelan suara desah Santi. Tangan Santi meremas- remas penisku. Aku merasa mulai keras. Tangan halusnya mengocok penisku yang telah keluar dari sarangnya. Sementara itu mulutku terus mengunyah susunya.. Santi mulai nggak tahan. Dia lalu nungging sambil memegang wastafel. “Sekarang Her..” Desahnya. Aku pelorotkan sedikit lagi celana panjang dan dalamku. Perlahan aku mulai tusukkan penisku. Ahh.. Kereta bergoyang. Aku juga mulai menggoyang Santi. Dia memejamkan matanya. Aku memeluknya dari belakang sambil memegang susunya. Tusukanku makin lama makin cepat dan keras.

Aku mulai berkeringat. “Kamu diam Her..rasakan tusukan Argogede”, bisiknya sambil menoleh. Aku mengikutinya. Benar saja. Aku diam. Tapi Kereta secara otomatis telah menggoyang aku untuk memasukinya. Ah..nikmat sekali. penisku seperti diremas-remas vagina Santi. Aku memeluknya lebih erat. Tanganku kencang memegang susunya. “Aku mau nyampe..”, desahnya. “Aku juga..”, bisikku. Aku makin erat mendekap dia. Kereta menggoyang kita. Enak sekali. Cukup memasukkan penisku ke vaginanya dan goyangan terjadi otomatis. Aku merasa spermaku mau keluar. “Di dalam atau di luar?”, bisikku. “Dalam saja”, desahnya terengah. Dan..aku mengejang..Santi mengejang.. Spermaku berhamburan menyemprot di dalam vagina Santi..aku nikmati keadaan ini sampai habis. Aku basuh dengan air dari wastafel.



Kukancingkan celanaku dan sabukku. Kucium Santi sekali lagi sambil memegang susunya. Aku mengintip keluar pintu. Aman. Aku lalu keluar dan menuju tempat duduk. Aku selonjorkan kakiku dan kupejamkan mataku.. “Permisi..”, kedengar bisikan lembut. Aku tekuk kakiku untuk Santi lewat. Aku tetap pejamkan mataku..berlagak tidak butuh.

Cerita Dewasa Kisahku Dimadu

Cerita Dewasa Kisahku Dimadu -  Sebut saja namaku Christine, aku berasal dari kota S. Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap pelajaran, bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang sangat baik. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku dididik dengan pendidikan yang kolot, serius, sehingga aku cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu tidak menyulitkanku dalam hal perjodohan, karena banyak orang mengatakan bahwa aku cantik, dan memiliki mata yang bundar, aku tidak terlalu memahami apa yang mereka katakan, namun kebanyakan pria yang mendekatiku mengatakan hal serupa.



Karena itulah dalam usia yang relatif muda, 21 tahun aku berhasil menemukan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan orangnya pengertian walaupun usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena aku selama ini dibesarkan dengan didikan orang tua yang otoriter sehingga suamiku juga cukup selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang qualified menurutnya untuk apel ke rumahku, bila pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan hanya membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama akan mengijinkannya untuk apel lagi.

Selama beberapa tahun, hubungan kami baik-baik saja, kami dikaruniai dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi. Namun kadang-kadang tidak semuanya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak bisa lagi memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami problem impotensi, karena overworking. Tetapi saya tetap mencintainya karena dia jauh dari perselingkuhan dan dia sangat perhatian kepadaku.

Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan, namun saya tetap menahan diri dan mencoba untuk tidak berselingkuh. Semuanya berjalan dengan baik sampai akhirnya datang Roni. Dia adalah rekan bisnis suamiku sejak lama, namun aku baru sekian lama dapat berjumpa dengannya, dia seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner sejak mulai bekerja, kami kemudian menjadi dekat karena dia orangnya humoris.

Dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap dengan keadaan suamiku yang tidak mampu lagi memuaskan diriku sehingga akhirnya dia akan membawaku ke jurang kehancuran, aku dapat merasakan matanya yang jalang bila melihatku, terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi birahi dalam diriku bila dipandang seperti itu, aku tidak tahu mengapa, mungkin karena aku tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, walaupun ketika masih mojang aku mempunyai banyak kenalan pria.

Suatu saat dia menelepon dari hotelnya, dia menyuruhku menjemput suamiku yang katanya minum-minum sampai mabuk, aku ingat waktu itu masih pagi betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga aku tidak tahu kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, aku menyadari suamiku tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Roni seperti hipnotis sehingga aku tidak curiga sama sekali.

Akhirnya aku sampai di hotel GS tempat Roni menginap, aku memasuki kamarnya dan dengan muka tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun ketika aku sadar dia tidak ada tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak sampai aku pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, aku merasa ada kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian dadaku. Pelan-pelan aku terbangun, kulihat Roni sedang memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya aku, apalagi mendapati diriku terebah di tempat tidur dengan hanya baju atasan yang sudah terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku kudorong dorong badannya tetapi dia tak bergeming.

Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak bisa apa-apa, genggamannya terlalu kuat, dia tertawa kecil dan menciumi kedua puting payudaraku, aku menolak tapi entah kenapa aku merasa risih birahi. Kemudian dia memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, aku meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.

Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah pergumulan itu aku menyadari bahwa penis suamiku sebenarnya terlalu kecil, aku pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Roni sangat pintar mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia membalikkan badanku sampai seperti merangkak, dia sangat agresif, tetapi aku dapat mengimbanginya karena sudah lama aku tidak merasakan ini. Dia kembali menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, memang aku merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian merasa tidak puas dengan baju bagian atasku yang masih menempel, dia melepaskannya, sambil kemudian membuat posisiku seperti duduk dipangku olehnya.



Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama kemauannya, ketika kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun aku secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, merasa dia telah membuat ramalan yang jitu. Kurasakan dia kembali meremas-remas dadaku ketika dia merasa aku dapat mengambil inisiatif. Sungguh seperti binatang saja aku, melakukan hal semacam itu di pagi hari, di mana seharusnya aku ada di rumah mempersiapkan sarapan dan mengurus anak-anakku. Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya, tampaknya Roni tidak sempat melepasnya karena terlalu terburu nafsu.

Akhirnya dia menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan dia mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan dia mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia sangat menaruh hati kepada payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk. Hmm, aku sungguh menikmatinya karena suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan spesial pada kedua payudaraku ini, paling dia hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilakukan Roni benar-benar sungguh mengejutkan dan memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya seperti dot bayi. Hanya sebentar rasanya aku mengalami orgasme, aku merasa lelah sekali dan kehabisan nafas sampai akhirnya dia juga sampai ke situ.




Setelah itu aku merasa sangat marah dan menyesal kudorong Roni yang masih mencoba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia juga menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Roni kemudian hanya duduk saja sementara aku sambil menangis memakai kembali seluruh pakaianku. Aku mencoba menenangkan diri, sampai kemudian Roni mengancamku untuk tidak mengatakan hal ini kepada suamiku, dia kembali menekankan bahwa bisnis suamiku ada di tangannya karena dia adalah pembeli mayoritas sarang burung walet suamiku. Aku membenarkannya karena suamiku pernah berkata bahwa Roni adalah koneksinya yang paling penting. Aku bingung olehnya, baru-baru ini ketika dia pulang ke kotaku, dia kembali memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan dia pernah berkata bahwa suamiku sudah menyerahkan diriku padanya karena dia merasa tidak mampu lagi memuaskan diriku.

Kapankah ini akan berakhir, dunia ini sungguh kejam.

Cerita Dewasa Dosenku Yang Sintal dan Dosenku Binal

Cerita Dewasa Dosenku Yang Sintal dan Dosenku Binal - Sebut saja namaku Rudi. Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas di Surabaya. Di kampus aku mempunyai seorang dosen yang cantik dan lembut. Namanya Bu Via. Berkenaan dengan Bu Via, ada sesuatu yang membuat kehidupanku lebih indah dan menyenangkan selama hampir tiga bulan ini. Bermula pada suatu siang ketika aku melakukan bimbingan suatu tugas akhir. Di jurusanku sebelum masuk ke skripsi, seorang mahasiswa harus mengambil tugas akhir mengerjakan sebuah desain. Bu Via adalah pembimbingku untuk tugas tersebut.



Bimbingan berlangsung singkat saja, karena Bu Via ada tugas lain di luar kampus saat itu. Ketika selesai, Bu Via bilang padaku agar datang ke rumahnya saja pada malam harinya untuk melanjutkan bimbingan. Malamnya aku datang. Rumahnya ada di sebuah kompleks perumahan yang sepi dan tenang. Bu Via sudah bercerai dari suaminya. Ia berumur sekitar 37 tahun, dengan seorang anak yang masih bersekolah TK.Meskipun sudah berumur 37 tahun, namun Bu Via masih kelihatan seperti baru lepas ABG saja. Kulitnya putih, bersih dan segar. Bodinya langsing, meskipun tidak terlalu tinggi. Pada kaki dan tangannya ditumbuhi bulu-bulu halus, tapi cukup lebat, yang kontras dengan kulitnya yang putih itu. Saat itu merupakan liburan TK- SD dan anaknya sedang berlibur di rumah sepupunya yang seumur dengan dia.Aku dan Bu Via sebenarnya memang sudah cukup akrab. Dia pernah menjadi dosen waliku dan beberapa kali aku pernah datang ke rumahnya, sehingga aku tidak canggung lagi.

Apalagi dalam banyak hal selera kami sama, misalnya soal selera musik. Setelah bimbingan selesai, kami hanya mengobrol ringan saja. Kemudian Bu Via minta tolong padaku. “Rud, slot lemari pakaian di kamarku rusak, bisa minta tolong diperbaiki?”, begitu katanya malam itu. Kemudian aku dibawa naik ke lantai dua, ke kamarnya.Kamarnya wangi. Penataan interiornya juga indah. Kurasa wajar saja, sejak semula aku tahu ia punya selera yang bagus. Itu pula yang membuat kami akrab, kami juga sering memperbincangkan soal-soal seperti itu, selain soal-soal yang berkaitan dengan kampus. Aku tersenyum ketika melihat sebagian isi lemari pakaiannya.Lingerie-nya didominasi warna hitam. Aku juga menyukai warna seperti itu. Warna seperti itu sering pula kusarankan pada Kiki cewekku untuk dipakainya, karena dengan pakaian dalam seperti itu membuatku lebih bergairah. Bu Via hanya tersenyum melihatku “terkesan” menyaksikan tumpukan lingerie-nya. Dengan serius kuperbaiki slot pintu lemarinya yang rusak.

Ia keluar meninggalkanku sendirian di kamarnya. Sesaat kemudian pekerjaanku selesai. Saat itu Bu Via masuk. Tiba-tiba tanpa kusangka, ia melap peluh di dahiku dengan lembut. AC di kamarnya memang dimatikan, sehingga udara gerah.”Panas Rud? Biar AC-nya kuhidpkan”, begitu katanya sambil menghidupkan AC. Saat kekagetanku belum hilang, ia kembali melap keringat di dahiku. Dan kali ini bahkan dengan lembut ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Segera aku menyambar aroma wangi dari tubuhnya hingga membuat jantungku berdetak tidak seperti biasanya. Bahkan kemudian ia melanjutkan membuat detak jantungku semakin kencang dengan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Sesaat kemudian kusadari bibirnya dengan lembut telah melumat bibirku.Kedua tangannya dilingkarkan ke leherku dan semakin dalam pula aroma wangi tubuhnya terhirup napasku, yang bersama tindakannya melumat bibirku, kemudian mengalir dalam urat darahku sebagai sebuah sensasi yang indah. Ia terus melumat bibirku. Lalu tangannya pelan- pelan membuka satu persatu kancing kemejaku. Saat itu aku mulai mampu menguasai diriku.

Maka dengan pelan-pelan pula kubuka kancing blusnya. Setelah kemejaku lepas, ia menarik resliting jeansku. Begitu pula yang kulakukan dnegan roknya, kutarik resliting yang mengunci rokya.Kemudian ia melepaskan bibirnya dari bibirku dan membuka matanya. Saat itu aku terbelalak melihat keindahan yang ada di depan mata. Payudaranya sedang-sedang saja, tapi indah dan terlihat kencang dibungkus bra hitam bepotongan pendek berenda yang membuat barang indah itu tampak semakin indah. Payudaranya seolah “hanging wall” yang mengundang seorang climber untuk menaklukkannya dengan hasrat yang paling liar. Dan menengok ke bawah, aku semakin dibuat terkesan serta jantungku juga semakin berdetak kencang.Di balik celana dalam dengan potongan yang pendek yang juga berwarna hitam berenda yang indah, tersembul bukit venus yang menggairahkan. Di tepi renda celana itu, tampak rambut yang menyembul indah melengkapi keindahan yang sudah ada. Kulihat Bu Via juga tersenyum menatap lonjoran tegang di balik celana dalamku. Tangannya yang lembut mengelus pelan lonjoran itu. Domino qq Sensasi yang menjelajahi aliran darahku kemudian menggerakkan tanganku mengelus bukit venusnya.

Ia tampak memejam sesaat dengan erangan yang pelan ketika tanganku menyentuh daging kecil di tengah bukit venus itu.Ia kemudian melanjutkan tindakannya melumat bibirku dengan lembut. Bibirnya yang lembut serta napasnya yang wangi kembali membuatku dialiri sensasi yang memabukkan. Ia rupanya memang sabar dan tidak terburu-buru untuk segera menuju ke puncak kenikmatan. Bibirnya kemudian ia lepaskan dari bibirku dan ia menyelusuri leherku dengan bibirnya. Napasnya membelai kulit leherku sehingga terasa geli namun nikmat. Kadang-kadang ia mengginggit leherku namun rupanya ia tidak ingin meninggalkan bekas. Ia tahu bahwa aku punya pacar, karena belum lama, Kiki kuperkenalkan padanya saat kami bertemu di sebuah toko buku.Ia kemudian turun ke dadaku dan mempermainkan puting susuku dengan mulutnya, yang membuat aliran darahku dialiri perasaan geli tapi nikmat. Semakin ke bawah ia diam sesaat menatap batang yang tersembunyi di balik celana dalamku, yang waktu itu juga berwarna hitam. Sesaat ia mempermainkannya dari luar. Ia kemudian dengan lembut menarik celana dalamku.

Ia tersenyum ketika menyaksikan penisku yang tegak dan kencang, seperti mercu suar yang siap memandu pelayaran gairah libido kewanitaannya. Dengan lembut ia kemudian mengulum penisku. Maka aliran hangat yang bermula dari permukaan syaraf penisku pelan-pelan menyusuri aliran darah menuju ke otakku. Aku serasa diterbangkan ke awan pada ketinggian tak terukur.Bu Via terus mempermainkan lonjoran daging kenyal penisku itu dengan kelembutan yang menerbangkanku ke awang-awang. Caranya mempermainkan barang kejantananku itu sangat berbeda dengan Kiki cewekku. Kiki melakukannya dengan ganas dan panas, sedangkan Bu Via sangat lembut seolah tak ingin melewatkan seluruh bagian syaraf yang ada di situ. Cukup lama Bu Via melakukan itu. Ketika perjalananku ke awang-awang kurasakan cukup, kutarik penisku dari dekapan mulut lembutnya. Giliran aku yang ingin membuat dia terbang ke awang awang. Maka kubuka bra yang menutupi payudara indahnya. Semakin terperangahlah aku dengan keindahan yang ada di depan mataku.Di depanku bediri dengan tegak bukit kembar yang indah sekaligus menggairahkan. Di sekitar puncak bukit itu, di sekitar putingnya yang merah kecoklatan, tumbuh bulu-bulu halus. Menambah keindahan buah dadnya. Tapi aku tidak memulainya dari situ.

Aku hanya mengelus putingnya sebentar. Itupun aku sudah menangkap desah halus yang keluar dari bibir indahnya. Kumulai dari lehernya. Kulit lehernya yang halus licin seperti porselen dan wangi kususuri dengan bibirku yang hangat. Ia mendesah terpatah-patah. Apalagi ketika tanganku tak kubiarkan menganggur. Jari-jariku memijit lembut bukit kenyal di dadanya dan kadang- kadang kupelintir pelan puting merah kecoklat- coklatan yang tumbuh matang di ujung buah dadanya itu. Kurasakan semakin lama puting itu pun semakin keras dan kencang.Setelah puas menyusuri lehernya, aku turun ke dadanya. Dan segera kulahap puting yang menonjol merah coklat itu. Ia menjerit pelan. Tapi tak kubiarkan jeritannya berhenti. Kusedot puting itu dengan lembut. Ya, dengan lembut karena aku yakin gaya seperti itulah yang diinginkan orang seperti Bu Via. Mulutku seperti lebah yang menghisap kemudian terbang berpindah ke buah dada satunya.

Tapi tak kubirakan buah dada yang tidak kunikmati dengan mulutku, tak tergarap. Maka tangankulah yang melakukannya. Kulakukan itu berganti-ganti dari buah dada satu ke buah dadanya yang lain. Setelah puas aku turun bukit dan kususuri setiap jengkal kulit wanginya. Dan saat aku semakin turun kucium aroma yang khas dari barang pribadi seorang perempuan.Aroma dari vaginanya. Semakin besarlah gairah yang mengalir ke otakku. Tapi aku tidak ingin langsung menuju ke sasaran. Cara Bu Via membuatku melayang rupanya mempengaruhiku untuk tenang, sabar dan pelan-pelan juga membawanya naik ke awang- awang. Maka dari luar celana dalamnya, kunikmati lekuk bukit dan danau yang ada di situ dengan lidah, bibir dan kadang-kadang jari- jemariku. Kusedot dengan nikmat bau khas yang keluar dari sumur yang ada di situ. Setelah cukup puas, baru kutarik celana dalamnya pelan-pelan. Aku tersentak menyaksikan apa yang kulihat.

Bukit venus yang indah itu ditumbuhi rambut yang lebat. Tapi terkesan bahwa yang ada di situ terawat.Meski lebat, rambut yang tumbuh di situ tidak acak- acakan tapi merunduk indah mengikuti kontur bukit venus itu. Walaupun aku pernah membayangkan apa yang tumbuh di situ, tapi aku tidak mengira seindah itu. Ya, aku dan teman-temanku sering bergurau begini saat melihat Bu Via: jika rambut di tempat yang terbuka saja subur, apalagi rambut di tempat yang tersembunyi. Dan ternyata aku bisa membuktikan gurauan itu. Ternyata rambut di tempat itu memang luar biasa. Bahkan aku yang semula berpikir rambut yang menghiasai vagina Kiki luar biasa karena subur dan indah, kemudian menerima kenyataan bahwa ada yang lebih indah, yaitu milik Bu Via ini. Dari samping keadaan itu seperti taman gantung Raja Nebukadnezar saja :-). Segera berkelebat pikiran dalam otakku, betapa menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu. Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di hutan itu. Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya.

Maka Bu Via menjerit kecil ketika lidahku menancap di lubang sumur itu.Di lubang vaginanya. Bau khas vagina yang keluar dari lubang itu semakin melambungkan gairahku. Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan erangan patah-patah yang terus menerus serta gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan. Dan kurasa ia memang kepanasan oleh gairah yang membakarnya. Aku menikmati jeritan itu sebagai sensasi lain yang membuatku semakin bergairah pula menguras kenikmatan di lubang sumur vaginanya. Lendir hangat khas yang keluar dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku. Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil di atas lubang vaginanya. Di klitorisnya.Maka semakin santerlah erangan-erangan Bu Via yang mengikuti gerakan-gerakan menggelinjang. Demikian kulakukan hal itu sekian lama. Kemudian pada suatu saat ia berusaha membebaskan vaginanya dari sergapan mulutku. Ia menarik sebuah bangku rias kecil yang tadi menjadi ganjal kakinya untuk mengangkang. Aku dimintanya duduk di bangku itu.



Begitu aku duduk, ia kembali memagut penisku dengan mulutnya secara lembut. Tapi itu tidak lama, karena ia kemudian memegang penisku yang sudah tidak sabar mencari pasangannya itu. Bu Via membimbing daging kenyal yang melonjor tegang dan keras itu masuk ke dalam vaginanya dan ia duduk di atas pangkuanku. Maka begitu penisku amblas ke dalam vaginanya, terdengar jeritan kecil yang menandai kenikmatan yang ia dapatkan.Aku juga merasakan kehangatan mengalir mulai ujung penisku dan mengalir ke setiap aliran darah. Ia memegangi pundakku dan menggerakkan pinggulnya yang indah dengan gerakan serupa spiral. Naik turun dan memutar dengan pelan tapi bertenaga. Suara gesekan pemukaan penisku dengan selaput lendir vaginanya menimbulkan suara kerenyit-kerenyit yang indah sehingga menimbukan sensasi tambahan ke otakku. Demikian juga dengan gesekan rambut kemaluannya yang lebat dengan rambut kemaluanku yang juga lebat.

Suara-suara erangan dan desahan napasnya yang terpatah-patah, suara gesekan penis dan selaput lendir vaginanya serta suara gesekan rambut kemaluan kami berbaur dengan suara lagu mistis Sarah Brightman dari CD yang diputarnya. Barangkali ia memang sengaja ingin mengiringi permainan cinta kami dengan lagu-lagu seperti itu.Ia tahu aku menyukai musik demikian. Dan memang terasa luar biasa indah, pada suasana seperti itu. Apalagi lampu di kamar itu juga remang-remang setelah Bu Via tadi mematikan lampu yang terang. Dengan suasana seperti itu, rasanya aku tidak ingin membiarkan setiap hal yang menimbulkan kenikmatan menjadi sia- sia. Maka aku tidak membiarkan payudaranya yang ikut bergerak sesuai dengan gerakan tubuhnya menggodaku begitu saja. Kulahap buah dadanya itu. Semakin lengkaplah jeritannya. Matanya yang terpejam kadang-kadang terbuka dan tampak sorot mata yang aku hapal seperti sorot yang keluar dari mata Kiki saat bercinta denganku.

Sorot matanya seperti itu. Sorot mata nikmat yang membungkus perasaannya.Sekian lama kemudian ia menjerit panjang sambil meracau.. “Ah.. Aku.. Aku orgasme, Rud!” Sesaat ia terdiam sambil menengadahkan wajahnya ke atas, tapi matanya masih terpejam. Kemudian ia melanjutkan gerakannya. Barangkali ia ingin mengulanginya dan aku tidak keberatan karena aku sama sekali belum merasakan akan sampai ke puncak kenikmatan itu. Sebisa mungkin aku juga menggoyangkan pinggulku agar dia merasakan kenikmatan yang maksimal. Jika tanganku tidak aktif di buah dadanya, kususupkan di selangkangannya dan mencari daging kecil di atas lubang vaginanya, yang dipenuhi oleh penisku. Meskipun Bu via seorang janda dan sudah punya anak, aku merasa lubang vaginanya, seperti seorang ABG saja. Tetap rapat dan singset. Otot vaginanya seakan mencengkeram dengan kuat otot penisku.Maka gerakan pinggulnya untuk menaik turunkan bukit venus vaginanya menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Dan sejauh ini aku tidak merasakan tanda-tanda lahar panasku akan meledak. Bu Via memang luar biasa, ia seperti tahu menjaga tempo permainannya agar aku bisa mengikuti caranya bermain. Ia seperti tahu menjaga tempo agar aku tidak cepat-cepat meledak. Memang sama sekali tidak ada gerakan liar.

Yang dilakukannya adalah gerakan-gerakan lembut, tapi justru menimbulkan kenikmatan yang luar biasa, terutama karena aku jarang bercinta dengan perempuan lembut seperti itu. Sekian lama kemudian aku mendengar lagi ia meracau.. “Ah.. Ah.. Ini yang kedua.. Rud, aku orgasme.. Uhh!” Di susul jeritan panjang melepas kenikmatan itu. Tapi kemudian ia memintaku mengangkatnya ke ranjang, tanpa melepaskan penisku yang masih menancap di lubang vaginanya. Ia memintaku menidurkannya di ranjang tapi tak ingin melepaskan vaginanya dari penisku, yang sejauh ini seperti mendekap sangat erat. Kulakukan pemintaannya itu. Maka begitu ia telentang di ranjang, aku masih ada di atasnya. Penisku pun masih masuk penuh di dalam vaginanya. Kami melanjutkan permainan cinta yang lembut tapi panas itu.Kini aku berada di atas, maka aku lebih bebas bermanuver. Maka dengan gerakan seperti yang sering kulakukan jika aku berhubungan seks dengan Kiki, cepat dan bertenaga, kulakukan juga hal itu pada Bu Via. Tapi sesaat kemudian ia berbisik dengan mata yang masih terpejam.. “Pelan-pelan saja, Rud. Aku masih ingin orgasme”. Aku tersadar apa yang telah kulakukan.



Maka kini gerakanku pelan dan lembut seperti permintaan Bu Via. Kini erangan dan desahan patah-patahnya kembali terdengar. Ia menarik punggungku agar aku lebih dekat ke badannya. Aku maklum. Tentu ia ingin mendapatkan kenikmatan yang maksimal dari gesekan- gesekan bagian tubuh kami yang lain. Dan Bu Via memang benar, begitu dadaku bergesekan dengan buah dadanya, semakin besarlah sensasi kenikmatan yang kudapat. Kurasa demikian juga dengannya, karena jeritannya berubah semakin santer. Apalagi saat aku juga melumat bibir merahnya yang menganga, seperti bibir vaginanya sebelum aku menusukkan penisku di situ. Meskipun jeritannya agak bekurang karena kini mulutnya sibuk saling melumat bersama mulutku, tapi aku semakin sering mendengar ia mengerang dan terengah-engah kenikmatan.Hingga beberapa saat kemudian aku mendengar ia meracau seperti sebelumnya.. “Aku.. Ah.. Aku.. Uh.. Yang ketiga.. Aku orgasme, Rud.. Ahh” Setelah jeritan panjang itu, matanya terbuka. Tampak sorot matanya puas dan gembira. Kemudian ia berbisik terengah- engah.. “Aku.. Aku.. Sudah cukup, Rud. Saatnya untuk kamu”.

Aku tahu yang dia maksudkan, maka kemudian pelan-pelan semakin kugenjot gerakanku dan semakin bertenaga pula. Ia kini membiarkanku melakukan itu. Kurasa Bu Via memang sudah puas mendapatkan orgasme sampai tiga kali. Sekian lama kemudian kurasakan lahar panasku ingin meledak. Penisku berdenyut-denyut enak, menandai bahwa sebentar lagi akan ada ledakan dahsyat yang akan melambungkanku ke awang-awang. Maka aku berusaha menarik penisku dari lubang vaginanya yang nikmat itu. Tapi Bu Via menahan penisku dengan tangan lembutnya. “Biarkan.. Biarkan.. Saja di vaginaku, Rud.. Aku ingin merasakan sensasi cairan hangat itu.. Di vaginaku.. Uhh.. Uhh”. Maka ketika lahar panas dari penisku benar-benar meledak, kubiarkan ia mengendap di sumur vagina milik Bu Via, dengan diiringi teriakan nikmatku.Setelah itu, Bu Via memintaku untuk tetap berada di atas tubuhnya barang sesaat. Dengan lembut ia menciumi bibirku dan tangannya mengusap-usap puting susuku. Aku juga melakukan hal yang sama dengan mengusap-usap buah dadanya yang saat itu basah karena keringat. Dan memang sensasi yang kurasakan luar biasa.

Cooling down yang diinginkan Bu Via itu membuatku merasa seakan-akan aku sudah sangat dekat dengan Bu Via. Aku merasa ia seperti kekasihku yang sudah sering dan sangat lama bermain cinta bersama. Aku merasa sangat dekat. Maka begitu aku merasa sudah cukup, aku menarik penisku yang sebenarnya masih sedikit tegang dari lubang vaginanya. Tampak air muka Bu Via sedikit kacau. Wajahnya berkeringat dan anak rambutnya satu dua menempel di dahinya.Kami kemudian pergi ke kamar mandi pribadinya di kamar itu. Kamar mandinya juga wangi. Sambil bergurau, aku menggodanya.. “Ibu.. Justru kelihatan cantik setelah bercinta”. Ia hanya tertawa mendengar gurauanku. “Memang setelah bercinta denganmu tadi, seluruh pori-poriku seperti terbuka. Aku sedikit capai tapi merasa segar”, jawabnya dengan berbinar-binar. Ia tampaknya memang puas dengan permainan cinta kami. Di bawah shower, kami membersihkan diri dengan mandi bersama-sama. Kadang-kadang kami saling membersihkan satu sama lain. Ia membersihkan penisku dengan sabun dan aku membersihkan sekitar vaginanya juga.

Ia tertawa geli saat aku dengan halus mengusap-usap vaginanya dan rambut kemaluannya yang lebat itu. Setelah itu, kami duduk-duduk saja di sofa di depan TV.Kami menonton TV, sambil mengobrol dan menikmati kopi panas yang ia buat. Tapi ia masih membiarkan pemutar CD-nya hidup. Kali ini suara Deep Forest yang juga mistis mengisi suasana ruangan itu. “Kamu tadi luar biasa, Rud.” katanya memujiku. “Meskipun masih muda, kamu bisa bercinta dengan sabar. Aku sampai mendapat orgasme tiga kali”. Ia tersenyum. Matanya berbinar-binar. “Ah, itu juga karena Ibu. Gerakan Ibu yang sabar dan lembut membuat saya juga terpengaruh.” Kami mengobrol sampai malam. Ia kemudian berkata, “Menginap di sini saja, Rud. Ini sudah malam. Besok pagi- pagi sekali kamu bisa pulang.”

Setelah berpikir sejenak aku mengiyakan sarannya. “Kalau begitu masukkan saja motormu di garasi” katanya sambil memberikan kunci garasi. Maka aku turun untuk memasukkan motor tigerku ke garasi seperti yang di sarankan Bu Via.Ketika aku naik kembali ke atas, ia sudah berganti pakaian dengan gaun tidur terusan yang tipis dan halus, sehingga potongan tubuhnya tampak. “Kopinya tambah lagi, Rud?” tanyanya. Aku mengiyakan saja. Saat ia meraih cangkir kopi di meja, aku menangkap pemandangan indah di balik pakaiannya yang tali pinggangnya tidak diikat dengan ketat. Ia tidak memakai bra-nya, sehingga buah dadanya yang tadi kunikmati, tampak dengan jelas. Mulus dan indah. Pemandangan itu membuat aliran darahku berdesir kembali. Apalagi saat aku mencium aroma parfum dari tubuhnya, lembut dan menggairahkan. Beda dengan aroma yang dia pakai sebelum kami berhubungan seks tadi. Sesaat kemudian ia telah kembali sambil membawa dua cangkir kopi.

Tali pinggang pakaiannya yang semakin longgar membuat pemandangan indah di baliknya semakin tampak.Apalagi saat ia duduk, pakaiannya yang tersingkap menampakkan paha putih mulusnya, yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Serta sedikit bukit venus yang di pinggir celana dalamnya tersembul rambut yang menggairahkan. Kami kembali mengobrol. Ia kemudian menatapku lama, sambil bertanya, “Kau tidak capek, Rud?”. “Tidak”, jawabku. Sekali lagi ia menatapku lama lalu tangannya merangkul leherku dan sesaat kemudian ia telah melumat bibirku kembali dengan lembut. Kali ini tanganku segera meraba buah dada di balik pakaiannya yang longgar yang sejak tadi sudah menggodaku. Ia masih melumat bibirku saat tangannya pelan-pelan membuka kancing kemejaku dan kemudian melanjutkannya dengan menarik resliting celanaku.

Begitu aku tinggal mengenakan celana dalam, ia juga melepas gaun tidurnya.Tinggallah kami berdua hanya memakai celana dalam. Kemudian aku menyambar buah dadanya. Maka semakin lama, seiring dengan jeritan kecilnya yang terpatah-patah, buah dadanya semakin kenyal dan mengeras. Ia menarik payudaranya dari mulutku. Kemudian tangannya menarik celana dalamku. Sejenak kemudian ia telah mengulum penisku yang sejak tadi juga sudah tegang dan keras. Tapi yang dilakukannya tidak lama. Ia memintaku untuk tidur telentang di sofa. Lalu ia melepas celana dalamnya dan telungkup di atasku. Ia membelakangiku. Vaginanya yang sudah mulai basah berlendir dan kelihatan merah didekatkannya di atas mulutku.Sedangkan ia segera menangkap penisku yang berdiri tegak dan mengulumnya.

Maka kami bedua saling mengulum, saling menjilati dan saling menyedot. Kadang-kadang ia berhenti melakukan aksinya. Barangkali karena ia lebih dikuasai oleh perasaan nikmat karena lubang vaginanya yang merah segar serta klitorisnya kupermainkan dengan mulut dan lidahku. Ia mendesah mengerang terpatah-patah. Setelah ia puas dan ingin segera memulai aksi puncak, ia menggeser pinggulnya menjauh dari mulutku, menuju penisku yang semakin lama kurasakan semakin keras. Tangannya menangkap penisku dan membimbingnya memasuki vaginanya.Dengan masih membelakangiku, ia menggoyang pinggulnya dengan lembut. Tapi sesaat kemudian, ia berbalik menghadapku. Gerakannya saat ia berbalik menimbukan gesekan pada penisku yang luar biasa. Membuat sensasi yang semakin nikmat. Maka dengan menghadapku ia melanjutkan gerakan spiral pinggulnya tetap dengan halus. Naik turun, maju mundur dan memutar. Aku juga berusaha menggerakkan pinggulku agar menimbulkan sensasi yang lebih nikmat. Maka semakin santerlah erangan dan desahan dari mulutnya yang terbuka, sambil matanya terpejam. Suara-suara itu beriringan dengan lagu Deep Forest dari CD yang terus mengalun mistis.

Tanganku yang semula memegangi pinggulnya di bawanya naik ke atas agar mempermainkan buah dadanya yang bergoyang-goyang mengikuti gerakan pinggulnya.Maka kemudian tanganku mempermainkan buah dadanya itu. Kuelus dan kupelintir kedua putingnya yang coklat kemerahan. Sekian lama kemudian ia menjerit sambil meracau.. “Uhh.. Uhh.. Aku orgasme.. Aku orgasme, Rud.. Ah.. Ahh..” Setelah ia menjerit panjang menandai orgasmenya, ia membuka mata. Kemudian ia tidur menelungkup dengan beralaskan bantal sofa, dengan kedua kaki mengangkang terbuka, sehingga belahan vaginanya yang indah, merah dan basah berlendir tampak sangat menggairahkan. Ia memintaku juga untuk menelungkup di atasnya. Dengan kedua tanganku yang memegangi kedua buah dadanya sekaligus sebagai penahan berat badanku, aku menelungkup di atasnya. Dan kusodokkan dengan lembut penisku yang masih tegang dan keras ke lubang vaginanya dari arah belakang.Kini aku yang harus lebih aktif, maka kugerakkan pinggulku maju mundur, naik turun. Bu Via masih terus mengerang dan mendesah terpatah-patah dengan mata yang terpejam. Tanganku juga tetap aktif mempermainkan buah dada dan puting susunya.



Sedangkan mulutku kupakai untuk menelusuri lehernya yang jenjang dan halus. Sekian lama kemudian terasa lahar panasku akan meledak. “Uhh.. Ahh sebentar lagi.. Sebentar lagi hampir..!”, kataku terbata-bata. “Uhh.. Uhh.. Aku juga, Rud. Jangan kau cabut penismu. Kita sama-sama.. Ahh.. Ahh” Sesaat kemudian kami sama-sama menjerit kecil, menandai puncak kenikmatan yang kami capai bersamaan. Seperti sebelumnya, Bu Via memintaku tidak segera mencabut penisku.Matanya masih terpejam, tapi wajahnya tersenyum. Aku juga masih mempermainkan buah dadanya dengan lembut. Ia dengan lembut berkata.. “Aku bahagia sekali malam ini, Rud..”, yang kemudian kujawab dengan kalimat yang sama. Ia kemudian memintaku mencabut penisku dari lubang vaginanya. Lalu ia telentang dan mencium bibirku dengan lembut. Ia seterusnya meneguk kopi yang sudah mulai dingin. Tampak bahwa ia kehausan setelah permainan seks yang indah itu. Dengan masih bertelanjang bulat, ia berjalan ke luar ruangan itu dan sesaat kemudian membawa sebuah lap dan semprotan air untuk membersihkan spermaku dan lendir vaginanya yang tumpah di atas sofa.

Aku membantunya membersihkan noda itu. Setelah itu, seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta, ia menuntunku menuju kamar mandi pribadinya untuk bersama-sama membersihkan diri. Karena kecapaian dan memang sudah cukup malam, kami kemudian memutuskan untuk tidur. Saat aku kebingungan karena aku memakai jeans dan kemeja yang tentu saja tidak nyaman, Bu Via menyarankanku untuk tidur dengan celana dalam saja. “Sudah, pakai celana dalam saja, biar suhu AC-nya kuminimalkan”, demikian katanya. Aku menyetujuinya. Ia memintaku tidur di ranjangnya. Kulihat Bu Via juga hanya memakai gaun tidur halus dan tipis saja serta celana dalam tanpa mengenakan bra. “Aku memang biasa begini, Rud. Rasanya lebih nyaman dan bebas bernapas”, katanya.Di balik selimut, Bu Via memelukku dan menyandarkan wajahnya di dadaku. Maka aku tersenyum saja saat buah dadanya yang hangat dan lembut, yang menyembul keluar dari gaun tidurnya yang tidak ditalikan dengan erat, sering terasa bergesekan dengan dadaku.

Demikian juga dengan Bu Via. Esoknya, pagi-pagi sekali HP-ku sudah berbunyi. Kiki menghubungiku. Memang begitu kebiasaannya, yang membuatku sering jengkel. Tapi jika kutegur, ia hanya akan tertawa-tawa saja. Kangen katanya. Begitu aku selesai bicara, Bu Via bertanya.. “Siapa, Rud? Pacarmu, ya?” Ia hanya tersenyum ketika aku mengiyakan pertanyaannya.Kemudian ia bangkit dari ranjang. Tali gaun tidurnya yang terlepas memperlihatkan payudaranya yang mulus putih, serta bukit venusnya yang menonjol indah mengundang gairah. Ia membenahinya dengan tenang, sambil tersenyum melihatku terpana melihat pemandangan itu. Kemudian ia ke kamar mandi. Segera terdengar suara yang mendesis, mengalahkan suara kran yang mengalir lambat. Bu Via sedang pipis rupanya. Mendengar suara seperti itu timbul gairahku. Sesaat kemudian ia keluar dari kamar mandi.

Kemudian ia berbisik kepadaku.. “Kau tidak ingin mengulang kenikmatan semalam, Rud?” Aku tersenyum memahami yang ia maksudkan. “Sebentar, Bu..”, jawabku sambil menuju ke kamar mandi, karena ingin kencing. Setelah itu kami mengulangi percintaan kami semalam. Badanku yang segar karena tidur yang nyenyak semalam, membuatku bersemangat melayani gairah Bu Via yang juga tampak segar.Aku merasakan vaginanya lebih hangat dan justru beraroma lebih menggairahkan pada pagi setelah bangun tidur seperti itu. Dan bau badannya juga lebih natural. Kami bercinta sampai Bu Via mendapat orgasme tiga kali. Jadi selama bercinta denganku, Bu Via menikmati orgasme sebanyak delapan kali. Maka siangnya, ketika aku bertemu dengannya di kampus ia tampak sangat gembira. Wajahnya berbinar dan kelihatan sangat bergairah menjalani aktivitasnya hari itu.



Begitulah, kini hampir setiap akhir pekan aku selalu mendapat SMS dari Bu Via yang bunyinya begini: “Kau tidak sibuk malam nanti kan, Rud? Bisa datang ke rumah?” Maka setiap mendapat SMS seperti itu segera selalu terbayang sesuatu yang menyenangkan yang akan kami lakukan bersama.Setiap akhir pekan anaknya selalu bermalam di rumah sepupunya di luar kota sehingga Bu Via sendirian di rumah. Dan pembantunya juga pulang karena hanya datang pada siang hari saja. Setiap aku mendapat SMS itu, aku juga segera menghapusnya agar tidak terbaca oleh Kiki. Di kampus aku juga berusaha bersikap biasa saja dengan Bu Via. Ia dosen yang baik dan dihormati oleh semua orang di kampus. Aku sedikitpun tidak ingin merusak citranya. Dan ia pun seorang yang professional, meskipun di luar kami sering bercinta, ia tetap menghargaiku sebagai mahasiswanya dan ia tetap membimbing tugasku dengan serius. Sesuatu yang sangat aku sukai. Bercinta dengannya bukan sekedar mendapat kepuasan libido, aku merasakan sesuatu yang lain. Entah apa itu.

Tuesday, July 3, 2018

Cerita Seks ABG Bertemu Wanita Supel

Cerita Seks ABG Bertemu Wanita Supel -  Setelah berlibur aku harus kembali lagi karena besok sudah senin dan waktunya kembali ke kampus, perkenalkan dahulu namaku manuel aku berumur 23 tahun banyak orang yang tertarik pada diriku terutama para wanita katanya aku orangnya supel, berwajah lumayan ganteng dan banyak yang penasaran denganku juga.



Dikota gudeg aku ngekost karena aku bukan asli sini aku anak perantauan, saat kereta sudah mulai jalan aku sempatkan untuk tidur di kereta karena semalaman aku begadang dengan teman teman di kampungku, sempat sesekali aku terbangun karena ingin buang hajat, kereta berhenti sejenak di stasiun selanjutnya untuk memasukan penumpang, aku lihat ada beberapa orang yang masuk tapi salah satu yang membuat aku tertarik adalah saat ada pasangan suami istri yang naik dengan anak yang masih kecil.

Kulihat suaminya bisa aku bilang jelek wajahnya tapi istrinya mempunyai wajah yang begitu cantik dengan body yang menawan ukuran payudaranya yang lumayan besar, tinggi badan yang lumayan serta mempunyai bokong yang kenyal dengan memakai celana jeans dan kemeja yang ketat, saat dia masuk dan menempati bangku yang tepat disampingku kereta mulai berjalan kemudian sang anak dan suaminya sama seperti aku tadi langsung tidur.
Kira kira ada 20 menitan lebih aku beranikan untuk menyapa sang istri karena dia yang masih melek dengan memberanikan diri aku membuka sapaan? “mba mau turun ke kota mana??

“mau ke kota gudeg mas, ? mau jenguk orang tua sapanya dengan manis”

“sama juga mba aku juga mau kesana pulang ke kost kostan , kalau boleh tau aku bicara dengan mba siapa (sambil ku julurkan tanganku), namaku manuel.
“aku Niar mas, dan disampingku itu suami dan anakku, dengan ramahnya dia memperkenalkan diri, 

obrolan kami semakin cair karena memang aku bisa di bilang ahli untuk mencairkan suasana kira kira ada satu jaman kami saling bercanda karena kulihat mba niar orangnya juga santai di ajak ngobrol ke sana sini nyambung apalagi sampai menyempret ke berbau sex mba niar juga menanggapi sangat santai sambil cekikikan.

Saat kami ngobrol mataku juga sempat melirik kearah ke sana yaitu bagian bongkahan toketnya, karena dia tidak menyadari kalau kemejanya kancingnya terbuka, dari geligatnya sangat di ketahui kalau mba Niar agar terangsang saat aku tanyakan bagaimana, dan sempat aku beri pertanyaan gaya apa yang menjadi favorit saat di ranjang , tenyata dia sudah banyak memakai beragam gaya sex selama pernikahannya.
Setelah beberapa jam perbincangan kami, dia ijin untuk kebelakang buang air kecil karena aku tau bahwa pintu di kamar mandi ada lubang kecil yang bisa di tonton niatku untuk melihat dirinya muncul saat dia sudah berjalan ke kamar mandi aku membutui dia dari belakang, dan saat di depan pintu kamar mandi aku melihat dia telanjang membelakangi diriku.

Dengan melihat tubuh mba niar yang telanjang di bagian bawah aku beranikan untuk membuka pintu dan masuk kedalam dengan sudah membuka resletingku dan mengeluarkan kontolku saat mba niar mau menaikkan celana dalamnya aku raih tangannya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku membekap mulutnya agar dia tidak teriak, sempat kaget tubuh mba niar dan memberontak tapi saat melihat wajahku mba niar langsung terdiam.
“mba mba jangan teriak teriak ya , aku ingin sekali di ajari cara bagaimana memuaskan wanita dalam soal berhubungan,Pliss mba plisss memasang wajah kasihan diriku.

Mba niar awalnya menolak dan gak mau, tapi dengan segala cara gimana caranya mba niar bisa luluh dengan mataku memelas sambil berkaca kaca sambil terus memohon , dengan kode mengganggukkan kepala mba nair akhirnya terperangkap akan kemelasanku, hehehe dalam batinku kena juga kamu mba. Mba niar membalikkan tubuhnya dan berkata kamu sebelumnya sudah berpacaran belum???

“sudah mba kenapa??

“sudah pernah ciuman juga kalau begitu”

“iya sudah mba”

“sekarang coba kamu mencium diriku ???

Langsung aku peluk dirinya dan memegang lehernya ku cium bibirnya denga halus lidahku membasahi mulutnya dan masuk ke dalam mulutnya ternyata mba niar langsung menyambut dengan agresif membalas ciumanku aku semakin bisa mengimbanginya, Taruhan Poker Online.

“sleppp sleeepppp ku cium terus bibir mab niar terlihat matanya merem melek, “ehh kamu ternyata juga sudah ahli manuel, kayak gini kok disuruh beri pelajaran??

“heheheh mba bisa saja”

“lanjtu sekarang kamu rangsang tubuh mba dengan cium bagian leher”

Langsung lidahku turun di bagian bawah kupingnya sambil menjilati “auhhhh uhggggg manuel ehhhh “ desahan mba niar membuat bergairah aku lanjut ke bagian leher kujilati sampai basah, “hmmmm aohhh terus manuel ahhhh tapi jangan sampai membekas ya ciumanmu”

“iya mba” menyadari kalau mba niar takut kalau ketahuan suaminya, kumasukan tanganku ke dalam bajunya untuk memegang toketnya saat dia merangkul leherku tanganku bisa leluasa dan sudah memegang kedua toketnya yang meremas remasnya mba niar hanya bisa mendesah dan mengerang “ahhhh ahhh ahhhh” sambil msaih menciumi lehernya aku meremas remas toketnya.

Manuel enaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk banget, tubuh mba niar semakin erat merangkul diriku kucopot seluruh kancingnya dan kuangkat BHnya sampai ke atas sekarang aku bisa melihat betul kedua toketnya , ukurannya sangat besar toketnya dan dengan cepat aku langsung memilin dan mengenyot putingnya,

“ssshhh ouhhhh yessssssss manuelll, hisapanmu sangat asyik sekali, kamu apain putingku, ahhh gelii manuel aku sandarkan tubuh mba niar di dindind kamar mandi, “ahhh uhhhh manuel asyikk sekali rasanya merinding sekali terusin manuel hisapannya “aouhhh yeaahhh”

Karena desahan mba niar yang tak terkontrol aku kembali untuk menciumi bibirnya agar meredam suara suara supaya tidak terdengar dari luar, tanganku masih aktif untuk meremas remas toketnya dan tangan kiriku mengocek bagian bawah rupanya memeknya sudah basah saat aku sentuh dan mengocoknya, “hmmm ouhhhh slepp sleepppp”



Kedua tangannya tidak berdaya karena terjepit punggungnya sendiri sedang tubuh mbak niar terjepit antara tubuhku dan dinding. Tapi tubuhnya semakin menggelinjang kuperlakuin seperti itu. Tidak lama kemudian kemaluan mbak niar makin lembab, disini aku lagi – lagi memasang perangkap. Kuhentikan semua cumbuanku hingga mbak ani termangu.

“lho manuel kok berhenti?! Jangan dong..lanjutin ya manuel.aku jadi ngambang dan aneh nih rasanya..lanjutin dong ampe mbak keluar..” pintanya.

“ya mbak..tapi sekarang boleh ya aku masukin kontolku??? Dari tadi berdiri ampe sakit nih” rayuku.
“jangan manuel aku sudah bersuami…” tolaknya.

“cuma digesek – gesekin aja deh mbak enggak papa ampe aku juga keluar biar sama – sama enak. Boleh ya mbak? Plis……” rengekku sambil mulai kembali membelai – belai payudaranya dan tanganku satunya mengelus – elus kontolku yang sedari tadi menganguk – angguk karena sudah tegang.

Mendapat serangan psikologis seperti itu terus menerus akhirnya dia luluh.

“cuma digesek – gesek aja ya ga lebih…” pintanya sambil kududukkan dia ke kloset.

“makasih ya mbak niar sayang” ucapku dan kukecup singkat bibirnya sambil ku posisikan tubuhku sedemikian rupa hingga penisku terhimpit diantara pangkal pahanya persis di mulut memeknya (bayangin aja duduk berhadapan dan aku terlihat seperti memangku mbak ani dan kakinya memeluk pinggangku sedang tubuh kami seperti berpelukan).

Aku mulai menggoyang pantatku sehinnga kemaluan kami bergesekan. Hal ini membuat kami sama – sama merasakan nikmat. Tak lupa kami tetap berciuman dan saling meraba. Saat kembali kuserbu lehernya, mba niar mulai mendesah dan merancau lagi. Desahannya makin sering saat kumulai menggesek dengan cepat. Hal ini membuatku semakin terangsang dan ingin segera memasukkan penisku kedalam hangatnya liang memeknya.

Saat asyik saling menggesek hingga kurasakan cairan memeknya makin membanjiri kontolku, tanpa mbak niar sadari kumasukkan penisku secara mendadak dan cepat hingga mentok. Ugh meski sudah pernah melahirkan tapi memeknya masih ketat menjepit penisku. Kelihatannya leher rahimnya dangkal, buktinya pangkal kontolku masih diluar sekitar 1-2cm saat kurasakan ujung kontolku membentur bagian terdalam memeknya.

“aaaaauuuuhhh….manuel kok dimasukin?!! aku udah bersuami!!” perintahnya tapi tak ku gubris dan malah melanjutkan menggonyang pantatku sehingga kontolku mulai bergerak menikmati jepitan kuat, hangat dan lembab memeknya sambil menciumnya agar tidak bisa berteriak. Posisiku yang sedikit menindih mbak niar membuatnya tidak bisa berkutik. Pada awalnya mbak niar terus meronta, tapi karena kondisinya yang mendekati orgasme saat kumasukkan kontolku membuat mbak niar akhirnya menyerah dan malah menikmati goyanganku, Agen SBOBET tempat Judi Bola Online.

Kugoyang pantatku dengan semangat dengan beberapa variasi goyangan. Kadang maju mundur, kadang kiri kanan, kadang memutar. Hal ini membuatnya semakin melayang. “auuuhh…dit..kamu apakan memekku?? enak banget… eeemmmggghhh…sssttt…dit…aku udah ga tahan… aaaahhh…aku ingin keluar…” rintihnya kira – kira 15 menit setelah kemasukan kontol.

“keluarin saja mbak niar sayang…enggghh..memek mbak enak sekali..” pujiku sambil mempercepat goyanganku. “manuel…aku keluar sayang!!! aaahhhh..enggghh… ssssttt..uuunngghh..” lenguhnya menikmati orgasme panjang yang dirasakan.

Suuurrr….Suuuurrrr.. penisku merasakan siraman air surganya. “manuel..nikmat sekali sayang…makasih ya..aku baru kali ini merasakan orgasme karena bersetubuh..suamiku hanya peduli diri sendiri..kamu belum keluar ya??” ucapnya sambil kembali menciumku.

“sebentar lagi mbak… masih boleh kan kugoyang??” tanyaku. “boleh dong sayang…kamu sudah membuatku melayang…sekarang nikmati tubuhku semaumu…tapi sekarang kamu yang duduk ya manuel…” katanya sambil berganti posisi. Mbak niar sekarang duduk dipangkuanku berhadapan.

“sekarang biar mbak yang puasin kamu sayang… manuel haus ga??? mau minum susu??” tanyanya sambil menyodorkan payudaranya untuk kukenyot lagi sembari mulai menggoyang pantatnya maju mundur. Ternyata mbak niar membalas perlakuanku kepadanya yaitu dengan kardang merubah arah goyangan pantatnya.

Aku hanya menikmati itu semua sambil menjilati dan ku kenyot toketnya serta mendesah sesekali di telinganya. Hal ini membuat mbak niar makin bersemangat dan kembali terangsang.

“Aaaahhh…manuel kontolmu enak sekali..uunggghh…eemmmhhhgg…”rancaunya. “memek mbak juga enak…ssssttt…. aahh…mbak..enak mbak… bentar lagi…” rintihku yang disambut makin menggilanya goyangan mbak niar.

Tak lama kemudian aku yang hampir mencapai puncak merasakan bahwa mbak ani juga merasakan yang sama karena memeknya makin ketat menjepit penisku dan rintihannya makin sering dan merangsang. ” manuel…aku ingin keluar lagi…enak banget manuel…aaahhh…sssttt..” baru saja mbak niar berkata seperti itu aku sudah tidak tahan ingin orgasme. “mbak aku keluar!!!
aaaahhh…..eeengggghh…ssstttt…uuungggghh…” lenguhku mengiringi muncratnya spermaku kedalam rahimnya. Merasakan semburan lahar panasku membuat mbak niar juga orgasme. “aaahhh… manuel!!!! aku keluar sayang!!!” segera saja kami kembali berciuman dengan rakus sambil menikmati orgasme berpelukan.



Selama beberapa saat kami terus berciuman hingga akhirnya melepaskan pagutan mesra kami. Mbak niar berbisik “terima kasih ya sayang…manuel sudah membuatku menikmati surga dunia yang belum pernah kurasakan.”

“mbak ga takut hamil karena aku keluar didalam???” tanyaku r agu.

“tenang saja…aku sedang tidak subur…” ucapnya tersenyum dan menciumku singkat. Lega rasanya mendengar hal itu hingga akupun tersenyum dan membalas dengan meremas gemas payudaranya sejenak.

Kami cepat cepat merapikan pakaian dan keluar dari kamar mandi bergantian lalu duduk kembali di kursi masing – masing. Suami dan anaknya masih tertidur pulas padahal saat itu kulihat sudah memasuki kota gudeg.

Kami saling berpandangan dan tersenyum. Mbak niar kemudian memberikan nomer handphonenya kepadaku dan berkata “kapan – kapan lagi ya” sambil mengedipkan mata. Kujawab dengan senyuman dan kami berpisah di stasiun kota gudeg. Benar – benar beruntung aku bisa menikmati tubuh semantap itu.



Ini adalah cerita pertamaku meski bukan pengalaman pertamaku jadi mohon maaf jika kurang seru atau apalah. Lain kali kusambung dengan cerita pengalamanku bersama mantan – mantanku atau sahabat – sahabatku atau adik – adik kelasku atau yang lain.

Cerita ABG Permainan Binal Pacar Tersayangku

Cerita ABG Permainan Binal Pacar Tersayangku - Hari itu Minggu 12 April 1999 aku masih ingat betul hari itu, aku dan ayahku berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu seharian badan terasa capai dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku aku mulai menyusuri kota Bandung.


Dan akhirnya aku menemukan tempat itu, dan aku langsung masuk menemui seorang gadis di meja depan dan aku dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncullah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut. Wuaaaahh cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku. Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya. Bajunya dibuka dulu ya Bang katanya dengan tersenyum manis, OK lahh.. sambutku dengan semangat.

Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih.. dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu. Celananya sekalian dong Bang, katanya. Emmm.. Lo yang bukain deh, males nih.. dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku. Ahh.. kamu manja deh, katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah dia kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku ketika hanya ber-CD, terlihat adik-ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

Eh.. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya!

Wahhh itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi, kataku setengah bercanda.

Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian aku tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.

Wah.. pijitanmu enak ya? pujiku.

Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi, jawabnya.

Oooh jadi servis plus nih? tanyaku.

Mmm buatmu aku senang melakukannya, pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan kemaluanku pun mulai bereaksi kimia.

Eh.. balikkan badan dong! pintanya.

Ok.. ok..

Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat terlihat semakin menggunung.

Wahh.. belum-belum saja sudah ngaceng yaa.. godanya sambil tangannya memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.

Habisnya kamu merangsang sihh.. kataku.

Nah kalau begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu, pintanya.

OK, copot aja sendiri, aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih.

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya.

Ck.. ck.. ckk.. besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap hari, katanya sembari tertawa.

Ah emangnya aku suka lojon apa jawabku.

Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.

Ahhh.. mau kau apakan adikku? tanyaku.

Tenanglah belum waktunya, ia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga kantong zakarku.

Wah.. hh.. jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih, sergahku.

Haha.. baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu, ledeknya.

Entar lagi lah, pijitin dulu badanku, kataku.

OK lah…

Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya.



Sialan! montok bener tetekmu, dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya, ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.

Setelah agak lama aku merabai gunungnya ia pun turun dari perutku, ia perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.

Cepatlahh.. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama aku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.

Eits jangan! ia memegang tanganku.

Ini bagianku, katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.

Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.

Ehmm ahhh aku pun menggelinjang, namun ia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.

Augghh aku nggak tahan nihhh

Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.

Aduhhh arghh.. aku mau keluar nihhh!

Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan akhirnya Croottt maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku seakan dihabiskan oleh kocokannya.

Aahhh aku melenguh panjang, badanku semua mengejang. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas.

Gimana enak kan? tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah KO, godanya.

Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahannn

Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya.

Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi, sambil ia memainkan kemaluanku yang sudah nggak berdaya lagi.

Entar ya, nanti kukerasin lagi, katanya.

Hufff OK lah, kataku pasrah.

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas.

Ihhh lucu ya kalau sudah lemes, kecil! ia mengejekku.

Aku yang merasa di-KO-nya diam saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!

Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku? katanya.

Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih, jawabku.

Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku.

Wah dasar tukang coli kamu serangnya.

Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-KO kamu, kataku dengan semangat.




Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.

Tuh.. berdiri lagi, katanya girang.

Pasti! kataku.

Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku segera menindihnya.

Uhhh.. pelan dikit doong! katanya.

Biar aja, habis kamu napsuin sih kataku, nikmati bermain Dominoqq Terpercaya.

Dengan cepat aku melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu, Emmm.. nikmat, ayo terusin.. desahnya membuatku berdebar. Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga kelihatan basah sekarang.

Tandanya ia mulai bernafsu berat, aku pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, Ahhh uhhh ayo lah puaskan aku ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras, Ayolah masukkan! tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang kemaluannya.

Slep.. slepp!

Arghh ihhh ssshhh, ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu.

Uahhh.. ennakkk katanya.

Mulutnya megap-megap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun semakin semangat memompanya. Tapi apa yang terjadi karena terlalu bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku. Heggh hegghh ahhh, ehmm aku mau keluar lagi nihh! kataku.

Sshhh ahhh ah payah lo, gue tanggung ni entar donk!

Aku sudah tidak tahan lagii

Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang.

Aaaku keluarrr erangku.

Ehhh cepat cabut! sergapnya.

Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.

Ahhh shhh!

Crot crottt crottt memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.

Ugghh aku pun langsung tumbang lemas.

Aduh gimana sih, aku nanggung nihh loyo kamu.

Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.

Ahhh kamu menghabiskan cairanku yaaa.. lemes nihh, kataku.

Udah lahh.. aku pergi, katanya sewot.

Ya udah sana thanks ya Sayang ia pun berlalu sambil tersenyum.




Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu aku bertemu sama pacarku.

Ehhh.. abis ngapain kamu Ndra? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah tanyanya.

Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku, jawabku singkat.

Ohh.. gitu ya, ia kelihatannya mulai paham.

Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya Yayang-ku tidak curiga.

Eh besok hari Rabu kan kita nggak kuliah, katanya.

Iya memang enggak.. jawabku.

Kita berenang yuk? ajaknya.

Emm OK jadi! jawabku mantap.

Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh. Karena hari itu sudah sore, waktu menunjukkan pukul 04:55, aku segera menggandeng tangan Ema, Ayo lah kita pulang, yok kuantar.. dia pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.

Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku, Sialan! bikin konak aja luh gerutuku. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kemaluanku tegang terus.



Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku. Ahhhhaku nggak tahan nih segera kucopot celana dan CD-ku, kuambil baby oil di meja, aku pun onani ria dengan nikmatnya, ahhh kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu. Huff nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 5 menit kemudian Crott! tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur, Zzz..

Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering.

Andraaa apa-apaan kau ini ha! hardiknya, aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.

Eh Kakak.. emm kataku gugup.

Kamu ngapain ha? sudah besar nggak tau malu huh..!

Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.

Iiihhh nggak tau malu, barang gituan dipamerin, ia bergidik.

Biar aja yang penting nikmat, jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.

Sialan kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarrr!

Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. Brak! terdengar suara pintu dibanting olehnya, Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng, gerutuku.



Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.

Eh Kak minta sampoonya dan sabunnya dong! pintaku.

Ogah ah entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau, jawabnya ketus.

Huhh.. weee! aku mencibir.

Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 08:00 kustater Land Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Ema, mungkin ia sudah menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku di depan teras rumahnya.

Haii kok agak terlambat sih Say? tanyanya.

Eh sori nih trouble dengan kakak perempuan, dalihku.

OK lah, mari kita berangkat!




Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di kawasan Cipanas. Yah, maklum saja itu hari Rabu maka perjalanan kami lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai kami sampai di tempat tersebut.

Eh.. yang sini sajalah, tempatnya enak loh, pintanya.

Baiklah Sayaang kataku.

Kami berdua langsung saja masuk.

Yang, aku ganti dulu yah kamu ikut nggak? ajaknya.

Yuk, sekalian saja aku juga mau ganti.

Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.

Emmm kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk.. katanya.

Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih dahulu. Ia mencopot dulu kaosnya, Ema memang penyuka kaos ketat dan celana jins, melihatnya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip.

Kenapa Sayang ayolah lepas bajumu, katanya sambil tersenyum.

Habbis aku suka memandangmu waktu begitu sih, dan dia hanya tertawa kecil.

Aku pun segera mencopot t-shirtku dan celana panjangku dan cuma CD yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang, Wahhh Yayang ni.. katanya sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku yang setengah ereksi.



Kok tegang sih Say? selidiknya manja.

Habis kamu montok sih.. jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.

Wahhh hemmm, goda pacarku ketika melihat kemaluanku tampak menyembul besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya.

Nahh aku sudah beres, kataku setelah memakai celana itu.

Eh.. bantu aku dong! dia tampaknya kesulitan melepas branya.

Sini aku lepasin kataku.

Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.




Ah sayang, dadamu indah sekali, kataku sambil berbisik di belakang telinganya.

Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.

Eeh.. kamu ingin ML di sini yah? jawabnya sambil memegang tengkukku.

Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar, Ah Sayang! desahnya pendek, batang kemaluanku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh.. nikmat sekali, dia masih memakai celana sih.

Aduh keras sekali, Yayang ngaceng yah godanya.

Dah tau nanya.. hhh, kataku terengah.

Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.

Ehhhmm uhhh, lenguhnya sambil memejamkan mata

Melihat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke ritsleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan ritsletingnya, ia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya.

Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke CD-nya.

Wahh terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya. Kuraba klitorisnya, Aghhh oouhh.. sayang kamu nakal deh, dengusnya sambil mengerjap. Ia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, Cupppp wah ia lihai juga melakukan French Kiss. Dengan penuh nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa betina kalau sudah terangsang berat.

Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, Aahhh geli sayang, kataku. Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia langsung mendorongku ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. Wah dadamu seksi yah katanya bernafsu.

Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku Slurrppp jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adik kecilku yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali. Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku. Ahhh.. Sayang desahku tertahan. Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang baru saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya.

Ihh gila punyamu Sayang katanya.

Ema hisap dong Sayang! pintaku.

Ia agak ragu melakukan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.

Ssshhh uahhh aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.

Sss sayang hisap dong!

Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.

Aah nggak mau Say, mana muat di mulutku jawabnya ragu.

Egh tenang saja sayang, pelan-pelan lah,

Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kemaluanku.

Slurpp slurpp sejuk rasanya.

Mmhhh ahh, nah begitu Sayang ayo teruss ahh ssshh, buka mulutmu sayang.

Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung menantang langit, lama-lama ia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong semarku. Ih bau nih sayang.. tadi nggak mandi ya? katanya menggoda ketika menjilati buah zakarku yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku memang merawat khusus adikku yang satu ini. Ihh.. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat, kataku tertahan. Mulut mungil Ema perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemluanku masuk ke mulutnya. Mmhh.. eghh terdengar suara itu dari mulut Ema ketika batangku masuk, tampaknya ia menikmatinya. Ia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu.

Slerpp.. cep..

Ahhh mmmm.. oohhh desahku penuh kenikmatan.

Mmmhh sayang, nikmatttt sekali gumamku tidak jelas.

Setelah agak lama, aku pun menarik kemaluanku dari mulut Ema. Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jins Ema dengan penuh nafsu, Syuutt dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya karena tangannya merabai sendiri puting susunya.



Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, aku pun segera mendekatkan kepalaku dan Slurp, lidahku kujulurkan ke klitorisnya.

Hemmm slurp

Aachhh uhhh! desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah, makanya Ema mati keenakan dibuatnya.

Sssh sshhss desisnya bagaikan ular kobra.

Andraaa aku nggak tahan lagiii ia menggeliat tak karuan.

Akuuu nyampai nihhh

Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir kemaluannya yang harum, Cup cupp, kelihatannya ia hampir mencapai puncak karena kemaluannya memerah dan banjir.

Sshh aahh oohhh Yaangg aku keluarrr erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa.

Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar bau yang khas. Hemm enak, aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.

Aduhhh hhh Sayang, aku udah nihh katanya lemas.

Ma, aku masih konak nih kataku meminta.

Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya. Langsung saja Ema mengambil lotion Tabir Surya dan mengolesinya ke batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya agar merapat. Ia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kemaluanku, Ahhhh aku pun hanya merem-melek. Kemudian ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh.

Bagaimana rasanya sayang tanyanya manja dan memandangku sinis.

Aahhh mmmm ssss nikmat sayang ia pun tertawa kecil.

Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.

Uuahhh nikkmattt sayangg! erangku.

Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.

Rasain habis kamu nakal sih katanya.

Tapi lebih nikmat memekmu sayang.

Hush katanya.

Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat.

Uuhhh uhhh mmm arghh erangku tertahan.

Tak lama aku merasa hampir keluar.

Sayy aku hampir nyampe nihh desahku.

Keluarin aja Ndra pasti nikmatt

Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan

Crottt crutt

Uuahhh hemmm ssshh! nikmat sekali rasanya.

Spermaku memancar dengan deras dan banyak.

Ooohh gumamku.

Spermaku memancar membasahi leher Ema yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya.

Ihhh baunya aneh ya..



Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun dari atas tubuhnya. Aahhh nikmat Sayang tapi dalam hatiku aku belum puas jika belum menjebol liang kemaluan Ema. Ema pun segera membersihkan maniku yang belepotan.

Iihhh kok kayak gini sih? tanyanya penuh selidik.

Itu namanya cairan kenikmatan sayang jawabku enteng.

Ooo katanya pura-pura tahu.

Habis bercinta enaknya berenang yuk? ajaknya.

OK, kataku.

Ema pun segera berpakaian renang dan aku juga. Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menunjukkan pukul 2:00 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. Byurrr kami berdua pun mencebur dan berenang, aku yang sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan hanya melihat Ema berenang. Gerakan renangnya yang bagai ikan duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.

Ema sini sayang! panggilku.

OK ada apa Ndra?

Ia berenang mendekat ke arahku, aku pun masuk ke air, aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.

Kamu membuatku nggak tahan sayang kataku.

Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta. Ughhh desahnya agak terkejut, ia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang kemaluannya kelihatan. Uhhh, kelihatan menggairahkan sekali kemaluannya di dalam air yang jernih itu. Dengan ganas aku menciumi bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu. Ema kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan rambut yang basah terurai.

Ahhh sayang nanti kelihatan orang, katanya khawatir.

Tenang Sayang tak ada yang melihat kita begini kataku.

Baiklah Ndra kubuat kamu KO di kolam, tantangnya.

Ia langsung memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Ema mengocok kemaluanku di dalam air. Mmm geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi aku ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.

Ema kumasukin yah?

Ema pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.

Baik Sayang….

Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Ema sudah membimbing batang kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.



Argghh ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya.

Aku pun segera mengangkat Ema ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.

Siap Sayang

Aku mulai memasukkan sedikit.

Uhhhh padahal baru kepalanya saja yang masuk.

Aahhh.. Sayang, punyamu terlalu besarr

Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya Blesss seluruhnya bisa masuk.

Uhhh ahhh mmmhhh, erangnya menahan gesekanku.

Sshhh ssss, enak kan Sayyy kataku terengah.

Huuff uhhh ayoo terus Ssayy ennnakk

Terdengar bunyi yang tak asing lagi, Crep.. crepp sslepp asyik kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti posisi, aku suruh Ema menungging.

Ayolah Sayang puaskan aku

Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah, menarik untuk ditusuk. Sleppp batang kemaluanku kumasukkan.

Ahhh.. ssss ahhh desahnya penuh kenikmatan.

Nafasnya semakin memburu.

Huff ehhh mmm aku terengah.

Kupercepat gerakanku, Slep slep.. slep.. slep

Ahhh Ssayangg bentar lagi aku nyampe nihh kataku terburu.

Aakuu jugaa

Himpitan liang kemaluan Ema yang kencang dan basah membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Ema pun mencapai puncaknya.

Ooohhh akuu lagi Sayanggg

Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan.

Aaahhh aku juga Sayangg! erangku penuh kenikmatan.

Cepat cabut keluarin di luarr! sergahnya.

Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Ema pun tanggap ia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat.

Aauuhhh! nikmattt!

Crut spermaku pun keluar.

Eerghhh ahh tapi sedikit, maklum terforsir.

Aahh kok sedikit Sayanggg katanya meledek.

Eemmhh ah habis nih cairanku

Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah, kukecup keningnya, Cup! I love you Sayang



Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku aku berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi begini, membuatku menjadi pria haus akan bercinta. Yah!

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...