SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Tuesday, October 30, 2018

Video Sex Ngentot dengan Cewek Bule

Video Sex Ngentot dengan Cewek Bule 
Kami Agen Judi bola online menyediakan permainan sportbooks(bola), live casino, live game, slot, keno, number game, poker dan masih banyak permainan lainnya. kami menyediakan bonus deposit member baru sportbook 20% , bonus deposit member baru live casino 5%, bonus  referral seumur hidup dan masih banyak bonus. yuk segera bergabung bersama kami di www.oce88.com.


Nonton Bokep Online : 



Hot Video Jepang Twice Mina Hal Sex

Hot Video Jepang Twice Mina Hal Sex

Kami Agen Judi bola online menyediakan permainan sportbooks(bola), live casino, live game, slot, keno, number game, poker dan masih banyak permainan lainnya. kami menyediakan bonus deposit member baru sportbook 20% , bonus deposit member baru live casino 5%, bonus  referral seumur hidup dan masih banyak bonus. yuk segera bergabung bersama kami di www.oce88.com.

Nonton Bokep Sini : 


Cerita Sex Anak Mahasiswa Cewek Ngesex Dong

Cerita Sex Anak Mahasiswa Cewek Ngesex Dong - Sebut saja namaku HAR (nama samaran), aku sudah menikah dengan 3 orang anak dan umurku masih 34 tahun. Isteriku cantik putih dan baik sekali bahkan saking baiknya dia mau menerima aku apa adanya, walaupun gajiku pas-pasan tapi dia tetap mencintaiku.



Wajahku tidaklah ganteng atau macho akan tetapi biasa-biasa saja dan aku bukan pemuda yang tinggi, tinggiku hanya 160 cm dengan berat sekitar 55 kg. Tapi walaupun demikian aku termasuk orang yang beruntung karena beberapa kali aku memiliki selingkuhan yang cantik-cantik, jadi pengalamanku cukup banyak.

Semua wanita yang menjadi pacar gelapku senang bermain seks denganku karena aku dapat memuaskan mereka, karena aku bisa memberikan kepuasan kepada mereka beberapa kali, bahkan sampai 8 kali orgasme ketika aku berpacaran dengan gadis bule.

Pengalamanku kali ini terjadi ketika tahun 2002 saat aku pergi ke Yogyakarta untuk urusan bisnis. Kebetulan aku bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi penelitian dan ekowisata maka aku berangkat ke kota Yogya dalam acara pameran ekowisata.


Saat itu aku pergi sendirian dengan menggunakan kereta executive. Pertama kalinya aku pergi ke Yogya sendirian jadi aku tidak begitu hapal kota yogya tapi dengan modal nekat dan keberanian akupun memberanikan diri seolah-olah aku sering datang ke kota tersebut. Tadinya aku akan pergi dengan isteri bos ku yang kebetulan sering pergi ke Yogya. Karena masih ada urusan di Jakarta maka isteri bosku tidak jadi menemaniku.

Isteri bosku (bernama Mbak Wati) wajahnya cukup menarik dengan kulit yang coklat dan hitam manis dan badannya yang sintal walaupun usianya sudah menginjak 40 tahun tapi masih kelihatan sintal dan berisi, maklumlah sering aerobik dan olah raga.

Pada waktu aku di Yogya Mbak Wati sering meneleponku hampir setiap hari bahkan sehari bisa lebih dari 2, pada mulanya aku sendiri tidak tahu mengapa dia sering telpon aku. Saat itu, aku tinggal di sebuh hotel yang lumayan bagus, bersih dan murah di dekat jalan Malioboro.

Karena aku sendirian di kota itu aku seringkali kesepian dan aku selalu ingat anak dan isteriku. Akan tetapi itu semua hilang ketika Mbak Wati meneleponku dan aku selalu menggodanya bahwa aku kesepian dan horny di kota ini karena aku sering dengar erangan kenikmatan dari sebelah kamarku, dia hanya tertawa saja. Bahkan dia menggodaku untuk mencari wanita Yogya saja buat menemaniku.

Beberapa hari kemudian aku mendapat kabar bahwa bosku menyuruh Mbak Wati untuk menemaniku di Yogya, aku berfikir wah ini kesempatan yang baik buatku untuk menggodanya, memang keberuntungan masih berpihak pada diriku. Akhirnya dia bilang bahwa dia akan menyusul dengan menggunakan kereta dan minta di bookingkan satu kamar untuknya. Aku bilang pada hari itu mungkin kamar akan penuh.

Dia sedikit kecewa lalu dia bilang, “Terus gimana dong, ..aku gak mau tinggal di hotel yang jauh dari kamu, ..ngomong-ngomong Har kamar kamu ada 2 bed apa satu?”

“Kamarku Cuma satu bed tapi di bawah ranjang ada satu bed lagi jadi mungkin aku bisa pake, emang Mbak mau sekamar denganku?” aku menggodanya.
“Boleh kalo nggak ada kamar lagi” aku setengah tidak percaya akan ucapannya.
Aku berfikir inilah kesempatanya aku bisa mendekati dia dan menggodanya.
“Tapi Mbak aku suka tidur telanjang paling Cuma pake celana dalam doang dan selimut, apa Mbak gak apa-apa? Aku sedikit meyakinkan dia akan kebiasaanku.
“Nggak apa-apa siapa takut.. masalahnya aku juga kadang-kadang begitu juga”.
Aku semakin senang mendengarnya. Lalu aku menawarkan untuk tinggal sekamar denganku bila tidak ada kamar kosong dan dia setuju.

Ketika pada hari H nya, aku jemput dia di stasiun dan setelah bertemu aku ajak ke hotel tempat aku menginap, otak ngeresku mulai jalan dan aku mulai berfikir bagaimana caranya agar dia mau sekamar denganku lalu dengan akal bulusku aku berbohong bahwa kamar hotel penuh semua. Lalu aku langsung ajak Mbak Wati ke kamarku dan aku tidak menyangka ternyata dia mau sekamar denganku. Karena sebelumnya aku pikir dia hanya bercanda.

Ketika malam tiba, aku sengaja mengambil satu tempat tidur lagi, untuk menjaga agar dia tidak mempunyai fikiran yang jelek tentang diriku, karena aku masih takut kalau Mbak Mbak Wati akan marah dan tersinggung bila aku seranjang dengannya karena biasanya itu akan dianggap tidak sopan dan senonoh serta murahan dan perempuan akan marah sekali bila dianggap seperti itu. Sebelum tidur kami mengobrol tentang macam-macam dan pada akhirnya bicara tentang seks. Saking seriusnya bicara tentang seks, aku memberanikan diri memancing reaksinya.



“Mbak kalo ngomongin seks kayak gini, cewekku dulu seringkali udah basah duluan”.
Lalu dia menjawab, “Ah itu sih biasa, aku aja suka basah”.
Tak lama kemudian suasana berubah karena dia merasa perutnya agak sakit karena kembung. Aku mulai kasihan lalu aku menawarkan diri, “Biar aku refleksi dan pijit deh”.

Lalu aku pijit kaki dan betisnya. Pada mulanya dia kesakitan dengan pijitanku tersebut. Otak kotorku mulai datang dan aku coba untuk memijit pahanya dan dia meringis kesakitan. Lama aku memijit pahanya dan makin lama kau kendurkan pijitanku tetapi dia masih mengerang bahkan ketika aku elus-elus dia masih mengerang.

Dengan segenap keberanianku aku coba mengelus hingga ke pangkal pahanya dan dia mengerang semakin menjadi, tentu saja penisku langsung berdiri apalagi ketika aku pijit dan elus bagian pahanya dia membuka pahanya lebar-lebar. Lalu aku singkapkan rok tidurnya dan aku elus di pangkal paha kemudian aku beranikan diri mengelus vaginanya, ternyata Mbak wati diam saja dan mengerang, tanpa pikir panjang aku masukkan jari-jemariku ke balik celana dalamnya dan memainkan klitoris dan lubang vaginanya dengan jariku. Ternyata vaginanya sudah basah sekali, lalu aku tarik celana dalamnya dan aku mulai menciumi pahanya hingga sampailah pada gundukan vaginanya yang sangat merangsang.

Aku hisap dan jilat vaginanya yang harum, Mbak wati semakin mengerang kenikmatan.
“Oh.. oohh.. mmhh.. ohhmm.. sayangg.. ohmm” jilatanku semakin liar dan semakin terasa kakinya mulai mengejang..aku semakin mempercepat tempo jilatan mautku dan dia mengerang semakin keras.
“Oohh.. ehheehmm.. ohh.. aauuaa.. hhmm” ternyata dia telah mencapai orgasme yang pertama.

Kemudian aku lepaskan celana dalamku karena kebetulan aku selalu tidur hanya memakai celana dalam dan saat itu aku hanya memakai kain sarung. Dengan penis yang masih menegang aku beralih posisi di atasnya dan menciumi bibir dan kedua susunya dengan jemari tanganku memainkah pentilnya. Karena tidak sabar lalu aku masukkan penisku yang sudah tegang. Sewaktu penisku masuk ke lubang kenikmatan tersebut terdengar erangan keenakan Mbak Wati.

Vagina Mbak Wati serasa sempit karena tulang panggulnya yang seakan-akan mempersempit lubang kemaluannya. Akan tetapi aku merasaka kenikmatan yang luar biasa di penisku dengan lubangnya yang sempit itu. Aku keluar masukkan penisku dan Mbak Wati membuka lebar-lebar kakinya sambil menopang satu kaki ke dinding kamar. Aku semakin merasakan sensasi yang luar biasa ketika penisku keluar masuk, karena dinding lubang vagina dan tulang panggulnya yang menggesek-gesek batang kemaluanku begitu terasa sekali.

Mbak Wati masih terus mengerang ketika aku menekan penisku di vaginanya dalam-dalam. Walaupun penisku tidak besar sekali tapi berukuran normal akan tetapi sensasi yang aku berikan ketika aku mengocok penisku di dalam vaginanya membuat Mbak wati mengerang, menjerit keenakan sambil matanya merem melek. S

etelah hampir satu jam sejak pemanasan Mbak Wati kelihatan tegang kemudian di merapatkan kedua kakinya dan aku mengangkangkan kakiku sehingga lubang vaginanya semakin sempit. Dengan gaya seperti itu aku masih tetap terus mengocok vaginanya dan Mbak wati semakin mengerang keras.
Akhirnya dia bilang, “Ohh sayang aku mau keluaarr.. ohh enakk”..

Akhirnya Mbak Wati tidak bisa menahan gejolak yang ada dalam dirinya, maka jebollah pertahanannya dengan jeritan yang membuatku semakin bergairah. Aku masih mengocok penisku karena sampai saat itu aku masih bertahan dan aku ingin memberikan kenikmatan yang dasyat untuknya sehingga dia tidak bisa lupa dan terus ketagihan. Aku semakin mempercepat kocokanku, semakin cepat aku mengocok jeritan keenakan Mbak Wati semakin kencang dan tak tertahankan.

Aku merasakan sensasi yang tiada taranya, sehingga aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari batang kemaluanku dan akupun mempercepat irama kocokanku. Badanku semakin menegang dan Mbak Wati semakin mengerang.
“Ohh.. Mbak aku mau keluar.. Mbak udah mau lagi nggak? aku dah nggak tahan nih”
“Ohh sayang aku juga mau keluar.. ohh.. oohh kita bareng sayaangg.. oohh aku keluaarr”
“Aku juga Mbak, ..oohh Mbak eeaannakk?”
Dan bobollah pertahananku dan pertahanannya.., Crot..crot..crot..
“Oohh.. enaak..” akhirnya kami orgasme bersama-sama.
“Oh, kamu hebat sayang.. sampai aku orgasme tiga kali, padahal aku jarang banget loh orgasme walaupun sama suamiku. Malah aku keseringannya nggak bisa orgasme”.

Dengan peluh yang mengucur banyak sekali aku tidak segera mencabut penisku dari vaginanya, aku biarkan penisku merasakan sensasi vagina Mbak wati yang begitu nikmat. Akhirnya kamipun tertidur dengan tubuh masih telanjang.

Malam itu kami lakukan lagi sampai 4 kali. Pada keesokan harinya kami lakukan lagi hingga siang hari sampai 3 kali. Begitu pula pada malam harinya hingga pagi kami lakukan lagi 3 kali. Setiap hari kami lakukan terus dan sampai kembali ke Jakarta kami masih tetap melakukannya di dalam kereta walaupun hanya sebatas permainan jari-jariku di kemaluannya dan dia mengocok penisku dengan ditutup selimut.

Sesampainya di Jakarta kami masih sering melakukannya terkadang di rumahnya ketika boss dan orang-orang pergi atau di kantor saat semua orang sedang keluar. Mbak Wati termasuk wanita yang kuat sekali seperti kuda liar karena untuk membuatnya orgasme memerlukan waktu yang lama dan perlu laki-laki yang betul-betul kuat dan pandai memberikan sensasi hebat, sehingga suaminyapun tidak dapat mengimbanginya, tapi dengan aku Mbak Wati tidak bisa berbuat apa-apa karena setiap kali bersetubuh aku selalu memberikannya kepuasan.

Akan tetapi sekarang kami tidak lagi, karena dia memiliki selingkuhan yang lainnya lagi. Sekarang aku kesepian lagi apalagi aku jarang sekali berhubungan dengan isteriku karena terkadang aku kasihan dia sering kecapaian.



Teman-temanku bilang bahwa aku memang jantan karena bisa memuaskan perempuan. Bahkan mereka yang merasa jantan di ranjang tidak dapat mengimbangi permainanku hingga bisa memuaskan perempuan berkali-kali. Sampai wanita bulepun kewalahan karena mereka jarang sekali mendapatkan kepuasan dengan laki-laki bule walaupun mereka memiliki penis yang besar, tapi itu bukan jaminan dan cewek-cewek bule mengakuinya ketika tahu bahwa aku bisa memuaskan mereka beberapa kali.

Demikianlah sekelumit pengalamanku dengan isteri bosku yang sangat mengasyikkan. Apabila ada yang berminat menjadikanku sebagai kekasih gelap baik tante-tante atau bukan aku siap melayani dan memuaskan anda semua.

Cerita Dewasa Threesome Dua Perawan

Cerita Dewasa Threesome Dua Perawan - Berawal dari perjalananku keluar kota aku bertemu dgn 2 gadis hot yg menemaniku sepanjang perjalanan hingga aku tak merasa jenuh. Malam itu aku memutuskan utk pergi kejawa. Aku berangkat dari Jakarta dgn naik bus antar propinsi, dari terminal aku berangkat sore hari sekitar jam 5 sorean. Saat aku mencari tempat dudukku aku melihat 2 gadis yg sangat aduhai sekali. Umurnya sekitar 24 tahunan dan juga memiliki body yg sangat istimewa menurutku.




Sambil terus berpurapura mencari tempat dudukku aku terus melirik 2 gadis cantik itu, hingga akhinrya aku menemukan tempat dudukku yg berada di sebelahnya persis. Aku pun tersenyum ketika melihatnya duduk disampingku, dan ketika aku tersenyum 2 gadis itu pun membalas senyumanku dgn manis. Hingga aku terus berpikiran utk mengajaknya berkenalan. Namun baru saja aku mau mengajaknya berkenalan malah salah seorang gadis itu sudah menanyaiku lebih dulu.

Mau pergi kemana mas. tanyanya.
Eh mau ke Bojonegoro, mbak mau kemana, tanyaku.
Sy mau ke Rembang, nih mulangin anak bandel ini ke orang tuanya, katanya .
Rumah orang tuanya di Rembang ya, tanyaku lebih lanjut.
Bukan sih masih jauh di desa, ke Randublatung, katanya.

Aku tdk tahu dimana Randublatung tp seingatku ketika melihat peta, desa itu letaknya jauh dari Rembang. Akhirnya kami akrab ngobrol dan dia mengaku bernama Tiwi dan di Jakarta bekerja sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Tiwi agak gampang di goyang.

Suasana makin redup dan akhirnya bus berhenti di wilayah Sukamandi Jawa barat, kami mendapat makan malam gratis. Ketika aku tinjau, menunya hanya sepotong bandeng, sambel dan lalapan. Mereka berdua aku tawari traktir makan yg lebih enak di bagian lain restoran. Mulanya Tiwi agak canggung, tetapi Nina, gadis kecil itu langsung setuju. Maka kami makan dgn hidangan yg lebih baik.

Setelah makan kami kembali duduk di bus, dan obrolan kami makin akrab. Seperti biasanya, bus ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar jam 3 pagi. Menurut Tiwi mereka mau menunggu di warung tempat pemberhentian bus sampai hari agak terang. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Desa.

Trenyuh juga mendengar kisah mereka, sehingga aku menawarkan utk menginap saja di hotel, sampai hari mulai terang, setelah itu baru jalan ke kampung.

Sy gak punya duit mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget, kata Tiwi. Aku lalu menawarkan biar aku saja yg bayar, dan aku juga akan ikut turun di Rembang.

Sejak naik dari rumah makan tadi, Tiwi makin akrab saja, dia memeluk tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aku merasakan tekanan dari susunya ke bagian lenganku. Perlakuan ini membuat voltase di tubuhku meningkat. Aku lantas berpikir, buat apa turun di Rembang kalau memang tujuannya utk menginap. Aku menawarkan utk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit pun Tiwi langsung menyetujui. Dia makin erat memelukku, seperti kami sudah lama berkenalan.

Sementara rangsangan makin tinggi, aku belum menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Tiwi, kalau ada keponakannya. Tdk ada titik terang, sementara bus sudah mulai memasuki Kendal, yg berarti tdk lama lagi akan sampai Semarang. Sesampainya di Semarang kami turun dari bus dan langsung berpindah ke taksi. Aku memilih hotel Ciputra di Simpang lima Semarang.

Tiwi dan Nina seperti terheranheran melihat hotel pilihanku.

Oom bagus banget hotelnya, kan mahal nginep di sini, kata Nina.

Aku mendapat kamar double bed.

Mas sayang banget kalau cuma nginep sebentar di sini, kamarnya enak banget, kata Tiwi sambil melihat sekeliling.

Nina mencoba tempat tidur yg memang empuk dia duduk sambil menggenjotgenjot kasur. Setelah mengemas barang, yg hanya sebuah ransel, aku pamit mau menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi aku mengisi bak dgn air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlamalama dlm bak mandi. K0ntolku dari tadi sudah menegang, jadi semakin keras ketika terendam air hangat.

Aku dikejutkan oleh pintu kamar mandi yg tibatiba terbuka. Tiwi sambil cengarcengir mengatakan tdk tahan, kebelet pipis. Setelah memelorotkan cd nya dia langsung duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama juga. Aku tdk bisa berlindung, karena sedang telentang dan full telanjang. Tiwi mencoba merasakan hangatnya air.

Enak ya mas, tanyanya.
Seger banget, kataku.
Aku ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, karena tadi mau berangkat gak sempet mandi.

Setelah membersihkan kemaluannya dgn semprotan air. Tanpa ragu Tiwi mulai membuka bajunya satu persatu. Aku memperhatikan, bodynya cukup menggiurkan, Susunya tegak menantang dgn pentil yg masih kecil. Itu menandakan dia belum pernah hamil. Yg luar biasa bulu di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dgn kulitnya yg putih. Tiwi tanpa ragu langsung melangkah masuk ke dlm bath tub. Tiwi mengambil posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan susunya. K0ntolku makin mengeras dan menerjang bagian belakang Tiwi.

Merasa k0ntolku menrjang badannya Tiwi berbalik posisi dan langsung meraih k0ntolku. Digenggamgenggamnya. Nikmat yg luar biasa membuat aku makin menyelonjorkan tubuhku sehingga posisiku jadi telentang terendam air hangat.

Tiwi menyelam dan mulutnya langsung melahap k0ntolku. Aku tdk menduga dia secepat ini melakukan itu, Sehingga aku agak berjingkat ketika bibirnya menyentuh kepala k0ntolku. Dia tdk bisa berlamalama karena sesak nafas di dlm air. Tanpa kuminta, Tiwi menduduki k0ntolku dan k0ntolku dipegangnya lalu dibimbingnya memasuki lubang meqinya.

Memasukkan k0ntol ke meqi di dlm air, terasa agak sulit, karena lubang meqi Tiwi terasa kesat. Namun Tiwi tdk putus asa, dia mencoba terus sampai akhirnya terbenam juga seluruh batangku di dlm meqinya. Nikmat sekali rasanya, meqi Tiwi terasa sempit sekali. Mungkin karena pengaruh berendam di dlm air, atau memang aslinya sempit begini. Aku tdk ambil pusing, karena pikiranku terfokus menikmati genjotan Tiwi.

Pintu kamar mandi terbuka tibatiba. Muncul si kecil Nina. Dia terkejut dan melakukan gerakan menutup mulutnya dgn tangan. Posisi kami tdk bisa disembunyikan lagi, karena Tiwi yg bugil sedang berada diatas tubuhku yg juga bugil.



Nina kebelet pipis nih, dari tadi ditunggui lama banget. Kata Nina.

Dia seperti juga Tiwi tadi langsung memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya terdengar nyaring. Sementara dia duduk di closet, Tiwi seperti tdk perduli dia terus menggenjotku sampai aitnya tertumpah dari bak.

Nina duduk termangu menonton kami berhubungan, meski kencingnya sudah selesai dari tadi.
Situasi sudah tanggung, Nini kugamit utk bergabung berendam di bak. Dia kuminta membuka bajunya.

Tdk terlalu repot, Nina mengikuti anjuranku. Dia melolosi satu persatu bajunya. Setelah baju luarnya yg terdiri dari celana jins dan kaus putih di lepas, tinggallah celana dlm pink bergambar tokoh kartun dan miniset. Dia melepas minisetnya terlebih dahulu. Teteknya langsung menyembul gempal dgn pentil yg masih kecil sekali. Ukuran tetek Nini seharusnya sudah memerlukan BH, karena minisetnya sudah kelihatan sempit.

Setelah menggantungkan minisetnya dia meloloskan cd ya. Aku tdk bisa langsung melihat kemaluannya. Yg tampak hanya bongkahan pantat kecilnya. Sepintas terlihat meqinya yg masih gundul, ketika dia masuk ke dlm bak mandi. Nina mengambil tempat di bagian kakiku. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua diantaranya sedang beraktifitas.

Gerakan jadi tdk leluasa lagi sehingga aku menyarankan Tiwi keluar dari bak mandi dan meneruskan di luar. Tiwi kuatur memunggungiku dgn posisi merunduk bertopang wastafel, Aku menggenjotnya dari belakang. Batangku dgn mudah masuk ke dlm lubang meqinya yg terasa sangat licin. Tiwi seperti tdk peduli dgn kehadiran Nina. Dia mendesahdesah dan merintih sampai akhirnya menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lubang meqinya berkedutkedut. Tiwi mendapatkan orgasmenya yg pertama. Sementara aku sebetulnya sudah hampir, tetapi terinterupsi karena Tiwi menghentikan gerakannya. Di lepasnya batang k0ntolku dari lubang meqinya sehingga k0ntolku mengacung kedepan tegap.

Tiwi berusaha memuaskanku dgn jongkok sambil mengulum dan menghisap k0ntolku. Namun karena konsetrasiku sudah buyar, aku jadi sulit menikmati, oralnya. Bosan mengoralku yg tak juga mencapai ejakulasi, akhirnya Tiwi berdiri dan dia lalu membersihkan dirinya dgn meraih shower.

Aku kembali masuk ke bak mandi yg di situ masih ada Nina. Aku berhadaphadapan dgn Nina. Kuperhatikan teteknya sangat mengkal dgn putting susu yg menajam diujungnya. Nina kuraih sehingga dia kupeluk dgn posisi membelakangiku. Aku meremas perlahanlahan tetek mengkalnya. Beda sekali rasa tetek Tiwi dgn Nina. Jika tetek Tiwi terasa lembut oleh lemak, tetek Nina terasa mengkal dan lebih keras.. Puas memainkan teteknya aku menggapai belahan meqinya. Jari tengahku langsung merasa clitorisnya mencuat dan ketika kuraba halus dia sudah mengeras. Aku terus memainkan clitorisnya sampai akhirnya Nina kelojotan mencapai orgasme.

Sementara itu Tiwi sudah mengeringkan badan dgn berkemben handuk dia meninggalkan kami berdua. Aku mentas dari bak mandi. Nina juga kuminta keluar. Aku duduk di colset dgn posisi menyandar, sehingga k0ntolku bebas tegak. Nina kubimbing berada di atasku . Dia menuruti saja kemauanku. Sambil berdiri mengangkangi badanku Ninai mendekatkan lubang meqinya ke kepala k0ntolku yg telah memerah karena sangat tegang. Aku mengolesngoles kepala k0ntolku di sekitar lubang meqinya sampai terasa ada cairan lendir keluar dari dlm.

Setelah kurasa pelumasan mencukupi, aku berusaha memasukkan kepala k0ntolku ke meqi gundul itu. Agak sempit rasanya, tetapi k0ntolku bisa terus menerobos kedlm. Kesanku Nina sudah jebol perawannya. Meski jepitannya lebih kuat dibanding meqi Tiwi, tetapi k0ntolku lancar majumundur di lubang meqinya. Aku terus mendekapnya sampai akhirnya aku menjelang orgasme kutarik badannya dan begitu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali badanku. Kami berdua lalu mandi membersihkan diri dgn shower.

Selama mandi itu kutanya Nina soal keperawanannya. Dia mengaku memang sudah pernah berhubungan, dgn pacarnya yg sudah SMA. Karena itulah dia sempat ketahuan selagi asyik main dikamarnya. Akibatnya Nina dipulangkan ke kampungnya. Sekarang inilah proses pemulangan Nina ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Nina tinggal di rumah budenya, yaitu ibunya Tiwi.

Mbak Anti, bebas menerima cowoknya menginap di kamarnya, kenapa aku gak boleh ajak pacarku ke kamarku, kata Nini dgn muka agak merajuk.

Aku tdk mau berkomentar, karena rasanya tdk ada gunanya berkomentar pada saat seperti ini. Aku berbalut handuk dan juga Nina berkemben handuk kami masuk menyelinap ke bawah selimut. Tiwi sudah mengorok tidur di sisi kiri, aku memilih posisi ditengah dan Nina di sisi kananku. Tdk nyaman rasanya tidur berbalut handuk lembab, maka kubuka handukku dan kulempar ke kursi, Handuk Nina juga kulepas, sehingga kami berdua telanjang di bawah selimut. Sementara itu Tiwi yg juga berbalut handuk perlahanlahan kulepas dan ku lempat juag ke kursi. Kami bertiga tidur bugil di bawah selimut. Rasa lelah dan kecapaian ngentot membuat aku cepat tertidur.

Aku terbangun karena rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah, ternyata Nina sedang menghisap k0ntolku. Mungkin dia berusaha membangunkan k0ntolku. Aku berpurapura tidur. Kulirik di celah korden sudah masuk cahaya terang matahari. Kulirik jam di meja sudah menunjukkan hamper jam 7 pagi. Kubiarkan Nina beroperasi sendiri, sementara Tiwi masih ngorok disebelahku. Nina berusaha memasukkan k0ntolku ke lubang meqinya dgn posisi menduduki badanku. Dia berhasil menelan semua batang k0ntolku lalu dia melakukan gerakan naik turun, kadangkadang maju mundur. Mungkin dia bosan pada posisi itu, dia bangkit berdiri dan membalikkan badannya sehingga memunggungiku.

Nina kembali jongkok dan kembali menggenjot. Dia mencoba merebahkan badannya ke depan sampai hamir mencium kakiku. K0ntolku terasa dipaksa menghadap kebawah. Nina kesulitan melakukan gerakan pada posisi itu, karena lubang meqinya seperti kedongkrak oleh batang k0ntolku yg sedang keras sempurna. Nina berdiri lagi dan dia berbalik arah kembali ke posisi berhadapan dgnku . K0ntolku kembali dimasukkan ke dlm meqinya. Dia menggenjot sebentar lalu merabhkan badannya. Sambil memelukku dia terus mengggerakkangerakan pinggulnya. Posisi ini agak sulit, karena berkalikali k0ntolku lepas dari lubang meqinya. Nina kembali ke posisi mendudukiku, dia rupanya menemukan posisi nikmatnya sehingga gerakannya makin liar, dan tak lama kemudian berhenti menggenjot dan terasa meqinya berdenyutdenyut.

Aku jadi dlm posisi nanggung sehingga kusibak selimut dan langsung kuarahkan k0ntolku memasuki meqi Tiwi. Meqinya terasa berlendir. Berarti dia sudah bangun dari tadi dan sempat melihat permainan kami sehingga di terangsang. Bagitu k0ntolku ambles, dia langsung mengerang. Kugenjot dgn gerakan kasar, Tiwi merintihrintih. Sayangnya meqinya terlalu banjir sehingga kurang mencengkeram. Aku terus berusaha kosentrasi utk mencapai puncak. Namun setelah sekian lama masih juga belum berhasil, sampai badanku lelah. Kubalikkan posisi dgn tetap mempertahankan k0ntolku di dlm meqi Tiwi. Dia mengerti dan kini Tiwi memegang kendali. Dia bergerak maju mundur naik turun di atas tubuhku. Menjelang aku orgasme Tiwi sudah meqiik sambil menjepit k0ntolku.



Mendengar teriakan itu aku jadi tak mampu lagi menahan ejakulasiku dan kulepas saja di dlm meqinya. Pada suasana seperti itu, aku tdk memikirkan risiko hamil dan sebagainya, yg penting rasanya nikmat. Tiwi langsung jatuh berbaring di sampingku. Aku tertidur telentang dan agak terengahengah. Tiba tiba terasa batang k0ntolku dibersihkan dgn seka an handuk hangat. Kulirik kebawah, ternyata Nina yg melakukan. Aku tdk sempat memperhatikan apa yg dilakukan Nina tadi ketika aku bertempur dgn Tiwi.

Setelah dibersihkan , Nina kembali mengoral k0ntolku. Tanpa rasa malu dia terus berusaha membangunkan k0ntolku. Lama juga k0ntolku tdk bangunbangun, Aku merasa kasihan karena usaha Nini tdk membawa hasil. Dia kemudian kuminta berbaring dan kakinya dikangkangkan. Aku melakukan oral buat meqi kecil ini. Nina tersenyum dan terus menggelinjang merasakan sapuan lidahku di ujung clitorisnya yg menonjol. Tdk perlu waktu terlalu lama akhirnya meqi Nina cenatcenut. Setelah dia mencapai orgasme aku memasukkan jari tengah ke dlm meqinya, aku mencari Gspotnya.

Teraba ada jaringan halus. Aku memastikan bagian itu Gspotnya karena ketika kusentuh pelan Nina bereaksi. Aku serang terus sampai beberapa saat kemudian Nina meqiik. Dia mencapai orgasme tertingginya. Dari lubang pipisnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tdk banyak, mungkin cuma 3 tetes, tetapi jelas sekali meleleh keluar. Melihat reaksi itu, k0ntolku mulai bangun. Belum terlalu sempurna tetapi cukup keras utk disodokkan ke meqi Nina. Aku langsung menindih Nina dan terasa meqinya mencekat dan masih ada sisa cenatcenutnya. Aku genjot langsung dgn gerakan cepat.

Nikmat sekali rasanya. Nina merintihrintih, dan dia kembali mendapatkan orgasme berkualitasnya. Aku menengarai itu karena Nina kembali menjerit seperti tadi. Aku tdk memberi kesempatan dia melampiaskan orgasmenya, aku terus menggenjotnya. Oom ampun oom udah om, meqiku ngilu. Aku tdk memperdulikannya dan terus menggenjot. Sambil mengibaiba Nina juga mendesisdesis seperti menikmati persetubuhan ini. Itulah maka aku tega menggenjot terus dan memang benar Nina kembali menjerit. Pada saat mencapai orgasme, lubang meqi terasa lebih nikmat karena makin ketat mencengkeram dan ada ritme di dlmnya.

Kuhentikan sebentar sampai orgasmenya tuntas lalu kugenjot lagi. Meqinya terasa makin sempit sehingga aku merasa nikmat dan mengantarku mencapai puncaknya. Aku sudah seperti lupa daratan sehingga ketika mencapai orgasme kubenamkan dlmdlm k0ntolku ke meqinya. Ninapun menjerit, rupanya dia juga sampai kepada puncak tertingginya.

Seru banget mainnya, dan berisik, kata Tiwi yg duduk bersila dgn tubuh telanjang menonton pertempuranku.
Gila lu Nik kecilkecil, ngeseknya kuat juga, kata Tiwi mengomentari adik sepupunya.

Aku istirahat sebentar. Nina sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam sudah menunjukkan jam 8 pagi lewat 10 menit. Aku menggamit Tiwi dan membangunkan Nina. Kami mandi bertiga di kamar mandi sambil saling menyabuni.

Pagi itu badanku terasa ringan sekali. Kami bertiga turun ke coffee Shop utk sarapan pagi. Nina terkagumkagum oleh banyaknya ragam sarapan pagi yg tersedia. Mungkin dia belum pernah mengalami hal semacam ini. Sambil menyantap makanan, Nina mengusulkan agar bisa menginap semalam lagi di hotel ini. Tiwi setuju. Kami memang akhirnya menambah satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang aku hanya jalan keluar bersama mereka makan di bawah. Mereka mondarmandir keluar masuk kamar membawa belanjaan. Tiwi dan Nina memeng kubekali uang yg lumayan banyak utk sekedar belanja membeli pakaian dan sepatu di mall di bawah hotel.



Hari berikutnya aku menyempatkan ke Bojonegoro membereskan urusanku . Tiwi dan Nina membatalkan pulang kampung. Mereka ikut aku. Dari Bojonegoro aku langsung memboyong mereka ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu aku juga memilih hotel yg menyambung dgn Tunjungan Plaza. Mereka senang sekali bebas berkeliaran di mall, sementara aku milih tidur saja dikamar menjaga stamina.

Melawan Tiwi, bagiku tdk berat, tetapi melayani nafsu Nina kecil aku agak kewalahan juga. Kecilkecil kemauannya besar sekali. Nina tdk jadi dipulangkan ke kampung, dia ke Jakarta lagi dan kost bersama Tiwi. Tiwi memilih tempat kost di dekat tempat kerjanya sehingga dia hanya perlu jalan kaki saja. Aku yg membantu membayar sewa kostnya. Dikala sedang sutk oleh pekerjaan aku melampiaskan kepada dua meqiku itu.

Kisah Sex Nyata Nikmatnya Tubuh Tante Stela

Kisah Sex Nyata Nikmatnya Tubuh Tante Stela - Ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 2008. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy.



Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.

Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Stella, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Stella adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Stella selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.

Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Stella malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.


Setiap saya selesai mengajar, Tante Stella selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Stella semakin akrab.

Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Stella datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Stella tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.

Ketika Tante Stella memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Stella telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Stella masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.

Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Stella mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.
“Rud, kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Stella.
“Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.
“Yah.. lebih dewasa Dong..!” tegasnya.
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Stella sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.

“Rud.. mau kan tolongin Tante..?” tanya si Tante dengan manja.
“Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?” jawab saya.
“Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!” jawab si Tante.
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Stella ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.
“Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?” jawabnya.



Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Stella juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.

“Wah.. Rud, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!” jawab saya.
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Stella yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Stella terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Rud..!” desahnya.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?” kata saya.

Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.
“Ogh.. Rud, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Stella sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.
“Rud.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!” pinta si Tante.
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.

Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.
“Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.

Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh.. oh.. nikmat sekali Rudy..!” teriak si Tante.
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.
“Sabar yah Rud.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.

Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.
“Arghh..!” teriak Tante Stella.
Tante Stella kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.

Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Stella dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Stella dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.

“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Stella, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.

“Um.. dorong lebih keras lagi dong Rud..!” desahnya.
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
“Rud.. mandi yuk..!” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Rud.. agghh..!” desahnya.
“Rud.. kamu sering-sering ke sini Rud..!” katanya dengan nafas memburu.
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Stella agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Stella kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.



Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.

Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar.

Saturday, October 27, 2018

Video Hot Sex Manisnya Kedua Dengan Sex Gairah

Kami Agen Judi bola online menyediakan permainan sportbooks(bola), live casino, live game, slot, keno, number game, poker dan masih banyak permainan lainnya. kami menyediakan bonus deposit member baru sportbook 20% , bonus deposit member baru live casino 5%, bonus  referral seumur hidup dan masih banyak bonus. yuk segera bergabung bersama kami di www.oce88.com.

Nonton Bokep Disini : 




Video Sex Kakak Melakukan Sex Dengan Ayahnya Sendiri

Video Sex Kakak Melakukan Sex Dengan Ayahnya Sendiri 
Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain, pencapain turnover poker akan dapatkan hadiah besar, dan bonus refferal seumur hidup. 

anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

live chat kami 24jam.
pin bbm kami : ocebet, 
wechat kami : ocebet, 
line kami : ocebet
wa kami : +855977383999. 
 terima kasih. mohon dishare ya

Nonton Video Disini : 


Cerita Dewasa Main Gila Dengan Pembantu Saat Istri Keluar Kota

Cerita Dewasa Main Gila Dengan Pembantu Saat Istri Keluar Kota- Sehabis pulang dari kantor aku melewati ruang tamu ternyata ada teman istriku yang masih muda kira kira umurnya 28 tahun dengan gadis yang ku taksir berumur 14 tahun, aku masuk ke kamar untuk melatakkan peralatan kantorku dan aku kembali ke ruang tamu untuk ikut nimbrung apa yang sedang dibicarakan sama dengan istriku, ternyata tamu yang datang adalah seorang yang mau bekerja di rumahku sebagai pembantu.

Kami Agen Judi bola online menyediakan permainan sportbooks(bola), live casino, live game, slot, keno, number game, poker dan masih banyak permainan lainnya. kami menyediakan bonus deposit member baru sportbook 20% , bonus deposit member baru live casino 5%, bonus  referral seumur hidup dan masih banyak bonus. yuk segera bergabung bersama kami di www.oce88.com.



Malam itu aku berembuk tentang wanita itu, sebenarnya istriku agak keberatan jika wanita itu mengajak anaknya untuk bekerja di rumah kami yang dikatakan istriku sebagai beban tambahan, tapi setelah kuyakinkan akhirnya istriku setuju juga kalau wanita itu beserta anak gadisnya bekerja sebagai pembantu di rumah kami

Alasanku karena istriku sedang sibuknya mengurus bisnisMLM-nya dan karena pernikahan kami yang sudah 6 tahun belum mendapatkan keturunan, sehingga anak gadis itu bisa kami anggap sebagai anak kami sendiri.

Keesokan harinya sekitar jam 5:00 sore wanita itu dan anak gadisnya telah berada di rumahku untuk melakukan tugas sebagai pembantu, sebut saja wanita itu Aidah dan anak gadisnya Faridah. Karena rajinnya kerja kedua pembantuku itu, maka Faridah kuijinkan untuk meneruskan sekolah atas tanggunganku. Kulihat di wajahnya tersenyum kegirangan.
“Terima kasih Pak, Faridah senang sekali bisa meneruskan sekolah, terima kasih Pak, Bu.”
“Ya, tapi kamu harus rajin belajar, dan kalau sudah pulang sekolah kamu harus bantu ibumu,” kata istriku sambil berpelukan dengan Faridah, kulihat di wajah ibunya Aidah pun terlihat keceriaan.

Baca Juga: Cerita Pembantu Aku di Gilir Para Pembantu Di Rumahku

Enam bulan berlalu sejak Aidah dan Faridah bekerja di rumah kami, aku berbuat mesum dengan Aidah sewaktu istriku pergi keluar kota untuk urusan bisnis MLM-nya. Hari itu hari Sabtu, malamnya istriku ke Jogja dengan kereta api, karena Sabtu kantor libur sementara Faridah sedang sekolah, aku melihat Aidah yang sedang berdiri di dapur membelakangi aku yang sedang masuk dapur selesai mencuci mobil.

Aku tertegun melihat tubuh Aidah yang mengunakan baju terusan warna hijau muda agak tipis sehingga terbayanglah tali BH dan celana dalam yang keduanya berwarna hitam menutupi bagian vitalnya.

Pantatnya yang padat dan seksi serta betisnya yang terbungkus kulit putih dan mulus bentuknya seperti bunting padi, membuat aku merasa tersedak seakan-akan ludahku tidak bisa tertelan karena membayangi tubuh Aidah yang indah itu.

Tiba-tiba Aidah berbalik dan kaget melihatku yang baru saja membayanginya.
“Eh.. Bapak, ngagetin saya aja.”
“Eh.. Aidah boleh saya duduk, saya mau tau kenapa kamu cerai, kamu mau menceritakannya ke saya.”
“Eng.. gimana yach.. saya malu Pak, tapi bolehlah.”

Akhirnya aku duduk di meja makan sementara Aidah menceritakan sejarah hidupnya sambil terus bekerja mempersiapkan makan siang untukku. Akhirnya aku baru tahu kalau Aidah itu menikah di usia 15 tahun dan setahun kemudian dia melahirkan Faridah dan dia bercerai 2 tahun yang lalu karena suaminya yang suka mabuk, judi, main perempuan dan suka memukulinya dan pernah hampir membunuhnya dimana di punggung Aidah ada bekas tusukan pisau.

Aku tertegun mendengar ceritanya sementara Aidah seakan mau menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya sewaktu dia bercerita. Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Aidah.

“Sudah, Aidah.. jangan nangis.. sekarang kamu sudah bisa hidup tenangan di sini bersama anakmu, lupakan masa lalumu yah.. saya minta maaf kalau membuat kamu harus mengingat lagi.”



“Iya.. Pak.. saya dan Faridah.. berterima kasih sekali.. Bapak dan Ibu baik.. pada kami.”
“Ya.. sudah.. sudah.. jangan nangis terus.. nanti Faridah pulang.. kamu malu deh.. kalau lagi nangis.”

Aidah menangis dalam rangkulanku, air matanya membasahi kausku tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lain karena kedua payudaranya menyentuh dadaku yang membuat gejolak nafsuku meningkat. Tanpa sengaja bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yang membuat dirinya gelagapan.

“Aaahh.. Bapak!”
Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang membuat aku makin berani.
“Pak.. sshh..”
“Kenapa.. Aidah..?”
“Tidak.. Pak.. aahh.. tidak apa-apa.”

Kuangkat roknya dan aku meraba pantatnya yang padat lalu kutarik ke bawah celana dalam warna hitam miliknya sampai dengkul, pahanya kuraba dengan lembut sampai vaginanya tersentuh. Aidah mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher dan pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah dan telunjukku hingga agak basah.

“Aahh.. Pak, enak sekali deh..”
“Aidah.. kalau kita lanjutkan di kamar yuk!”
“Saya sih mau aja Pak, tapi kalau nanti Ibu tahu gimana?”
“Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa.”

Kugiring Aidah ke kamarku, sampai di kamar kututup pintu dan langsung kusuruh Aidah untukmenanggalkan pakaiannya. Aidah langsung menuruti keinginanku, seluruh pakaiannya ditanggalkan hingga dia bugil.

Yang agak mengagetkanku karena keindahan tubuh Aidah. Aidah dengan tinggi sekitar 167 cm memiliki payudara yang kencang dan montok dibungkus kulit yang putih bersih, pinggul Aidah agak kurus tapi pantatnya yang agak besar dan padat dan vaginanya yang ditutupi bulu halus agak lebat membuat aku seakan tidak bisa menelan ludahku. Kalau aku beri nilai tubuh Aidah nilainya 9.9, hampir sempurna.

“Bapak, baju Bapak juga dilepas dong, jangan bengong melihat tubuh Aidah.”
“Aidah, tubuhmu indah sekali, lebih indah dari tubuhnya Ibu.”
“Ah, masa sih Pak?”
“Iya Aidah, tahu gitu kamu saja yang jadi Ibu deh.”
“Ah Bapak bisa aja nih, tapi kalau Aidah jadi Ibu, Aidah mau kok jadi ibu ke dua.”

Aku langsung menanggalkan pakaianku dan batang kemaluanku langsung menegang keras dan panjang.Kuhampiri Aidah langsung kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Aidah meraba-raba batang kemaluanku lalu dikocoknya, liang vaginanya kusentuh dan kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang bersamaan.

Kami menjatuhkan diri kami bersamaan ke tempat tidur. “Aidah, kamu mau nggak hisap kontol saya, saya jilatin vaginamu.” Aidah hanya mengangguk lalu kami ambil posisiseperti angka 69.

Batang kemaluanku sudah digenggam oleh tangannya lalu dijilat, dikulum dan disedot sambil sesekali dikocoknya. Liang vaginanya sudah kujilati dengan lembutnya, vaginanya mengeluarkan bau harum yang wangi, sementara rasanya agak manis terlebih ketika bijiklitorisnya terjilat.

Hampir 10 menit lamanya ketika keluar cairan putih kental membasahi liang vagina itu dan langsung kutelan habis.
“Aaakkhh.. aakkhh..” rintih Aidah kelojotan.

Tapi lima menit kemudian giliranku yang kelojotan karena keluarlah cairan dari batang kemaluanku membasahi muka Aidah tapi dengan sigap dia langsung menelannya hingga habis lalu “helm” dan batangku dibersihkan denganlidahnya.

Setelah itu, aku merubah posisi, aku berbaring sedangkan Aidah kusuruh naik dan jongkokdi selangkanganku. Lalu tangannya menggapai batang kemaluanku diarahkannya ke liang vaginanya. Tapi karena liang vagina Aidah yang sudah lama tidak dimasukan sesuatu jadi agak sempit sehinggaaku bantu dengan beberapa kali sodokkan, baru vagina itu tertembus batang kemaluanku.

“Blleess.. jlebb.. jlebb..”
Kulihat Aidah agak menahan nafas karena batangku yang besar dan panjang telah menembus vaginanya.
“Heekkh.. heekkhh.. punya Bapak gede banget sih Pak, tapi Aidah suka deh rasanya sodokannya sampai perut Aidah.”
Tubuh Aidah dinaik-turunkan dan sesekali berputar, sewaktu berputar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.
“Aidah, vaginamu enak sekali, batangku kayak diperas-peras oleh vaginamu, terus terang Bapak barukali ini merasakannya, Aidah enak sekali.”

Setengah jam kemudian, aku merubah posisi dengan batang kemaluanku masih di dalam vagina Aidah, aku duduk dan kuangkat tubuhnya lalu kubaringkan tubuhnya di sisi tempat tidur dengan kaki Aidah menggantung, kutindih tubuhnya sehingga membuat sodokan batangku jadi lebih terasa ke dalam lagi masuk vaginanya.

“Aakkhh.. aakkhh, iya Pak enakan gaya gini.” Payudaranya yang mancung dan puting yang agak kecoklatan sudah kucium, kuremas dan kusedot-sedot.

15 menit kemudian kami ganti posisi lagi, kali ini kami berposisi doggie style, liang vaginanya kusodok oleh batang kemaluanku dari belakang, Aidah menungging aku berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke vagina Aidah yang hampir 15 menit kemudian Aidah menjerit.

“Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak, Aidah keluar nih.. akhh.. sshh..”
Keluarlah cairan dari vagina Aidah yang membasahi dinding vaginanya dan batang kemaluanku yang masih terbenam di dalamnya sehingga vagina itu agak licin, tetapi tetap kusodok lebih keras lagi hingga 10 menit kemudian aku pun berasa ingin menembakkan cairan dari kemaluanku.

“Aidah.. saya juga mau keluar nih, saya nggak tahan nich..”
” Pak.. tolong keluarin di dalam saja yach.. saya mau cobain kehangatan cairan Bapak, dan saya kan siap jadi ibu ke dua.”
“Crroott.. croott.. crroott..”

Keluarlah cairanku membasahi liang vagina Aidah, karena banyaknya cairanku hingga luber dan menetes ke paha Aidah. Lalu kulepaskan batangku dari vaginanya dan kami langsung terbaring lemas tak berdaya di tempat tidurku.

Lima menit kemudian yang sebenarnya kami ingin istirahat, aku mendengar suara dari luar kamartidurku kami tersentak kaget. Setelah berpakaian kusuruh Aidah keluar kamarku yang rupanya Faridah ada di ruang makan, ia mencari-cari ibunya setelah pulang dari sekolah.

Malam harinya setelah Faridah tertidur, Aidah kembali masuk kamarku untuk bermain lagi denganku.Keesokan harinya, setelah aku terbangun kira-kira jam 8:00, aku keluar kamar, aku mencariAidah, tapi yang aku temukan hanya Faridah yang sedang menonton TV.
Rupanya aku baru ingat kalau setiap Minggu pagi Aidah pergi berbelanja ke pasar. Setelah mandi kutemani Faridah yang lagi duduk di karpet sambil nonton TV, sedangkan aku duduk di sofa.

“Faridah.. gimana sekolah kamu..?”
“Baik.. Pak, bulan depan mau ulangan umum.”
“Mmm, ya sudah kamu belajar yang rajin yah, biar Ibu kamu bangga.”
“Pak, boleh Faridah tanya?”
“Iya, kenapa Faridah..?”
“Kemarin ketika Faridah pulang sekolah, Faridah kan cari ibu Faridah, pas buka kamar Bapak, Faridah melihat Bapak dan ibu Faridah lagi telanjang terus Faridah lihat kalau Ibu Faridah ditusuk dari belakang oleh Bapak, ada sesuatu punya Bapak yang masuk ke badan ibu Faridah, maaf yach Pak, Faridah lancang. Mama Aidah lagi diapain sih sama Bapak?”
“Hah, jadi kamu sempat melihat ibumu telanjang.”
“Iya Pak, tapi kok Mama Aidah kayaknya keenakan ya. Faridah jadi kepingin dech Pak kayak ibu Faridah.”
“Kamu serius Ris, kamu mau?”
“Iya Pak.”

Kulihat Faridah tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sementara rok Faridah tersingkap sewaktududuknya bergeser sehingga pahanya yang putih mulus terlihat oleh mataku yang membuatku langsung terangsang. Kusuruh Faridah duduk dipangkuanku.

“Ris, sini kamu duduk di pangkuan Bapak.”

Ketika dia berdiri menujuku, aku membuka resleting celanaku dan kuturunkan celana dalamku lalu aku keluarkan batang kemaluanku yang sudah menegang, sebelum Faridah duduk di pangkuanku, celana dalamnya yang putih kuturunkan sehingga vagina mungil putih bersih milikgadis 13 tahun ini ada di hadapanku, menyerbakan aroma wangi dari vaginanya yang ditutupi bulu-bulu halus dan langsung kujilat dengan lembutnya. Faridah memegang kepalaku dan tubuhnya menggeliat.



“Aahh.. sshh.. enak.. Pak.. enak.. sekali.”

Vagina Faridah yang masih muda itu terus kujilati karena rasanya manis-manis asin. Faridah punmakin menggelinjang, kira-kira 15 menit kemudian Faridah mulai kejang-kejang dan basahlah vagina itu oleh cairan putih kental yang mengalir dari dalamnya, cairan itu kutelan habis.

“Arghh.. arghh.. Pak.. ada yang keluar nih dari tempat pipis Faridah.. eugh.. eugh..”
Tubuh Faridah langsung lemas tak berdaya, cepat-cepat kupangku. Batang kemaluanku yang mengeraskutempelkan pada vaginanya yang basah. Tubuhnya kuarahkan menghadapku, kemeja yang dikenakan Faridah kulepas sehingga dia hanya mengenakan baju dalam yang tipis, payudara Faridah yang baru tumbuh terbayang di balik baju dalamnya

Segera kulepaskan sehingga di mukaku terpampangpayudara yang baru mekar ditutupi kulit yang putih bersih dengan dihiasi puting agak kemerahan, langsung kulahap dengan mulutku, kujilat, kugigit dan kuhisap membuat payudara itu makin mekar dan putingnya mengeras.

Sementara Faridah masih tertidur lemas, batang kemaluanku yang sudahmenempel di vagina Faridah yang masih sempit kusodok-sodokkan agar masuk, karena vagina itu masih sempit. kumasukkan dua jariku untuk membuka vagina itu, kuputar kedua jariku sehingga vagina itu agak melebar dan basah.

Setelah itu kucoba lagi dengan batang kemaluanku, kusodok masuk batanganku ke vagina Faridah yang memang masih sempit juga walau sudah dibantu dengan jariku. Akhirnya setelah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke vagina Faridah. Faridah mulai tersadar ketika batanganku menyodokvaginanya, dia pun menjerit kesakitan.

“Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit.. Pak.. tempat pipis Faridah.. sakit awww.. aawww..”
“Sabar sayang nanti juga enak.. sayang.. tahan ya.. sakitnya.. sebentar lagi..”

Kupeluk tubuh Faridah dan menenangkannya dari rasa sakit pada vaginanya yang robek oleh batangkemaluan milikku yang memang super besar.
Sodokkanku pada vagina Faridah kupelankan untuk mencegah rasa sakitnya dan 10 menit kemudian Faridah merasakan kenikmatan.

“Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. sekarang tidak sakit lagi.. sekarang jadi enak.. aahh.. aahh..”

Hampir setengah jam kemudian tiba-tiba Faridah mengeluarkan cairan dari dalam vaginanya berikuttetesan darah dan langsung tubuh Faridah lemas lagi dan pingsan. Aku menyadari bahwa aku telah membobol keperawanan Faridah.
“Arrgghh.. Pak.. Faridah.. lemmaass..”

Aku agak kaget juga melihat keadaan Faridah yang secara tidak sengaja kubobol keperawanannya tapi karena sudah tanggung terus kugenjot batanganku ke vagina Faridah yang sudah berdarah dan 10 menit kemudian keluarlah cairan dari dalam kemaluanku dengan derasnya memasuki liang vagina Faridah hingga meluber ke pahaku.

“Crroot.. crroott..”

“Ssshh.. sshh.. aahh.. nikmatnya.. vagina.. gadis ini..”

Langsung kucabut batang kemaluanku dari vagina Faridah dan kubaringkan Faridah yang pingsan di Sofa. Sisa cairan yang masih melekat di vagina Faridah kulap dengan bajuku hingga bersih, sesudah itu kurapihkan baju Faridah dan kubiarkan Faridah yang masih pingsan tidur di Sofa, aku lalu membersihkan badanku sendiri.



Sepuluh menit kemudian Aidah, datang dari pasar sedangkan aku sudah memakai baju lagi. Sejaksaat itu aku bermain dengan istriku jika dia di rumah, dengan Aidah jika istriku pergi dan Faridah sekolah, dengan Faridah jika istriku dan Aidah pergi.

Aku lakukan sudah hampir 3 bulan lamanya merasakan kenikmatan dari tiga perempuan di dalam rumahku, tapi sekarang aku sedang bingung sebab 2 bulan yang lalu akhirnya istriku mendapat berkah bahwa dia hamil 1 bulan, 1 bulan yang lalu giliran Aidah yang kuketahui bahwa dia hamil 1 bulan juga, sekarang 2 minggu yang lalu setelah kuajak Faridah periksa ke dokter dia sudah hamil 1 bulan juga.

Cerita Sex Melepas Gelar Perawannya

Cerita Sex Melepas Gelar Perawannya - Panggil saja namaku Didik aku ingin berbagi kepada pembaca cerita sex semua, regangkan dulu celana kalian khusus cowok mungkin cerita ini terlalu hot langsung saja deh.

Kami Agen Judi bola online menyediakan permainan sportbooks(bola), live casino, live game, slot, keno, number game, poker dan masih banyak permainan lainnya. kami menyediakan bonus deposit member baru sportbook 20% , bonus deposit member baru live casino 5%, bonus  referral seumur hidup dan masih banyak bonus. yuk segera bergabung bersama kami di www.oce88.com.

Aku sempat puya pacar saat SMU dan dia satu sekolah denganku sebut saja Yuni dia anaknya pintar, mudah bergaul, cantik dan mempunyai body yang yahud mulusnya gak ketulungan dengan ukuran bra 36 B, aku berpacaran dengan dia selama kurang lebih 5 bulan.

Aku suka bertukar pikiran dengan pacarku tentang berbagai macam hal termasuk hal yang berbau seksual. Karena pengetahuan sex ku luas jadi aku bisa menjelaskan bermacam2 istilah, Posisi, serta tempat2 dimana kegiatan bejad itu enak untuk dilakukan karena aku sering melihat film bokep n membaca buku2 tentang sex.

Suatu hari pacarku aku ajak ke rumahku. Kebetulan waktu itu sekolah baru saja selesai mengadakan ujian akhir.

Aku bertanya “Yuni kamu tidak ke rumah ku sekedar mengobrol”.

Yuni menjawab “aku mau2 saja kalau di rumah kamu tidak ada orang”.

Aku langsung curiga ketika Yuni berkata seperti itu. Kebetulan rumahku siang ini lagi tidak ada orang karena smua keluargaku sedang ada undangan ke perkawinan saudara di sukabumi.

Jadi di rumahku hanya ada pembantuku saja. Lalu aku membalas “Ya sudah kita berangkat sekarang yah ke rumahku”.

Sesampainya di rumahku aku langsung mengajak dia ke kamarku yang terletak di lantai atas. Aku menyalakan komputerku dulu untuk mendengarkan lagu dari winamp. Sedang pacarku ke kamar mandi untuk ganti baju dan buang air.

Ketika dia keluar dari kamar mandi aku takjub melihat pakaian yang dikenakan oleh Yuni pacarku itu. Dengan tank top berwarna gelap dipadu dengan jaket tipis dan celana jeans.

Aku bertanya kepada Yuni “kok kamu tumben pake baju yg sedikit kebuka ?”. Dia hanya tersenyum manis dan duduk di pahaku. Aku langsung terangsang ketika Yuni duduk dipangkuanku dengan pakain yang seperti itu dan wangi tubuhnya menggelitik bulu hidungku.

Aku berbasa basi “jaket kamu dilepas aja kan cuma aku yang bisa ngeliat kamu”. Dibukalah jaket itu dan mulai terlihat tubuh sintal berwarna kecoklatan itu.

Langsung saja aku cium leher belakangnya. Lalu aku tiup dan jilat telinganya seperti menjilat ice cream. Aku rasa dia juga terangsang dengan perbuatanku itu. Dia berbalik badan kearahku sehingga wajahku bertemu dengan wajahnya.

Dia berkata “ih geli tau digituin”. Aku hanya tersenyum saja. Aku lalu mencium bibirnya yang merah dan tipis. Ternyata dia membalas ciumanku. Lalu aku bersilat lidah dengannya. Ternyata walau dia baru pertama kali berciuman tapi sudah mahir mengikuti irama permainan bibirku.

Mungkin karena sering aku jelaskan panjang lebar tentang hal itu. hehe… Selama kurang lebih 7 menit itu aku melakukan french kiss dengan dia diatas bangku. Dia tampaknya kurang puas hanya dengan french kiss.

Lalu dia bertanya menantangku sambil digesek gesekannya pantatnya tepat diatas kontolku “katanya kamu mahir dalam seks coba kamu buat aku terkesan dengan permainanmu ?” Kontol ku langsung mengeras dan menegang seketika.

Aku ajak saja dia ke kasur. Dengan posisi tiduran saling berhadapan kami melakukan french kiss lg tp kali ini disertai dengan tangan2ku yang bergerilya mulai dari tubuh bagian atasnya. Terdengar bunyi air liur dan kecupan kedua bibir kami.

Perlahan aku turunkan tali tanktop itu agar terlihat payudaranya. Tapi dia menghentikan permainan sebentar lalu bertanya sambil bercanda

“eits mau liat toketku ?” Aku mengiyakan pertanyaan Yuni. Terbukalah bagian atas tubuh Yuni dengan payudara yang masih padat dan molek. Sambil melalukan french kiss aku memainkan payudara nya dengan meremas2 dan memencet puting susu payudara pacarku dengan kedua tanganku.

Dia tampak sedikit sakit tapi enak dengan perbuatanku itu. Lalu aku menjilati payudara dan menggigit puting susunya.

Lagi2 dia tampak enjoy tanpa berbuat apa2 selain mendesah nikmat “ahh enak nton, terusin aja yah”. Karena dia tampak mulai hot tanganku mulai menggeranyangi bagian bawah tubuhnya sembari menjialati payudaranya.

Karena Yuni menggunakan celana jeans aku susah memasukkan jari2ku ke dalam liang vaginanya. Permainan berhenti sejenak.

Aku bertanya “Kamu yakin ngga mau melepas gelar perawanmu padaku ? Kalo mau kita berdua bugil ?” Dia mengangguk pertanda dia mau.



Akhirnya kami berdua melepaskan pakaian kami dan kami saling memandang mengagumi tubuh kami masing2. Yuni dengan tubuhnya yang aduhai dan aku yang tubuhnya sedikit gemuk dan putih. Kami kembali ke kasur untuk melanjutkan pertempuran.

Kami melakukan kissing lg sembari tanganku bermain di liang vagina dan payudaranya. Aku masukkan kedua jari tangan kananku ke liang vaginanya dan cairan hangat terasa di dlm vaginanya. Aku mengocok sembari memborbardir vagina Yuni dengan kedua jariku itu.

Dia terasa lebih hot kali ini walau hanya mendesah tidak bersuara. Tapi skarang Yuni sudah berani memegang kontolku walau tak begitu besar. Lalu aku berkata

“ehh say kita ganti posisi aja yu jd posisi 69 ?” Yuni mengangguk lg.

Kami akhirnya bertukar posisi dan wah terlihat jelas vagina Yuni yang msh sempit dan wangi ditutupi bulu2 jembinya yg lebat. Aku menjilati sambil memainkan jariku di vaginanya sedangkan Yuni berkaraoke dibawah.

Aku gigit sesekali bibir vaginanya dan Yuni pun membalas dengan menggigit batangku.

“aww sakit nton tp enak de…. ahh…nton terusin…. ahhh !!!” Tiba2 cairan hangat dari vagina Yuni keluar karena reflek aku telan cairan itu saking enaknya di karaoke. Kontolku juga menjadi santapan yg lezat bagi Yuni. Yuni mengulum dan mengocok kontolku seperti seorang ahli sex. Mantab rasanya.

Selama 30 menit kami melakukan posisi 69 Yuni berucap “nton aku pengen nyoba dimasukkin dong.” aku bersemangat skali Yuni berkata seperti itu. Aku langsung mengangkat Yuni keatas tubuhku dan menempatkan vaginanya tepat diatas kontolku.

Walau agak licin tapi kontolku langsung masuk di lubang vaginanya. Yuni menjerit kesakitan “ouch perih nton… kamu apain nie ?” aku menjawab “tenang kan baru pertama kali jadi agak susah masuknya.” Yuni hanya mendesah lg sedang aku menambah kecepatanku naik turun sembari meremas2 payudaranya.

“uuh ahh ouch ihh sakit sakit… enak…. uuh…” Yuni sudah tampak lemas. Aku ubah posisiku dengan posisi tubuh Yuni menungging dan aku berada diatasnya. Lagi2 aku mengatur kecepatanku agar stabil. Yuni hanya menjerit dan nikmat.

Lalu aku bertanya “kamu udah mau orgasme blum ?” Yuni menjawab “aku bentar lg nih kayaknya mau keluar.” Aku langsung mengantisipasi hal itu. Aku ajak dia duduk saling berhadapan masih dengan kontolku yang berada didalam vagina.

Dengan begini kan pasti lebih enak jelasku. Karena dia sudah mau keluar aku percepat saja gerakanku. Sambil ciuman dan tanganku yg meremas payudaranya aku terus mempercepat gerakanku. “ahh nton… oh yeah… terus nton…”, kata Yuni.

Lalu aku merasakan vagina Yuni seperti menyempit dan ada cairan hangat yg menyentuh kontolku. “aduh aku keluar juga deh nton akhirnya”, kata Yuni. Aku hanya mengiyakan dan melanjutkan permainan panas kami.

Setelah beberapa lama kami bermain posisi itu kami ganti posisi lagi. Kali ini dengan tubuh Yuni yang terbaring dibawah karena lemas dan aku berada diatas. Kaki aku menekuk dan kaki Yuni di pundakku sehingga lubang vagina Yuni terbuka.

Aku coblos lg vagina Yuni “ahhhhhh uuuuuuhhhhhh enaaaaaaakkk yeaaaaah…..”Aku tarik ulur kontolku pelan2 karena aku melihat muka Yuni yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Aku kasihan sama Yuni karena ini adalah pengalaman pertamanya.

Jadi kupikir akan kuhentikan saja permainanku ini. Kan masih ada hari esok pikirku. Karena aku belum keluar aku menyuruh Yuni mengulum dan mengocok kontolku.

Beberapa menit kemudian cairan spermaku akhirnya keluar di dalam mulut Yuni. “mantab kau mel…”, pujiku. Kami berdua akhirnya tertidur lelap selepas melakukan perbuatan bejad itu dengan tubuh kami berdua yang masih telanjang.



Tak terasa hari sudah menjelang maghrib, kami terbangun dengan tubuh yang telanjang dan mandi berdua. Setelah itu aku antar dia pulang ke rumahnya tepat sebelum keluargaku datang.

Memang permainan itu merupakan pengalaman pertama bagi dia tapi tidak bagi aku. Setelah kejadian itu kami sering melakukannya di rumahnya atau di mobil dalam waktu perjalanan. Tetapi permainan Yuni skarang sudah mengalami kemajuan.

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...