SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Monday, August 26, 2019

Video Hot Bokep Cantik Mengodai Para Pria

Video Hot Bokep Cantik Mengodai Para Pria
Nonton video bokep lainnya : 

Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain,  dan bonus referral seumur hidup. 

Bisa deposit melalui GOPAY, DANA, dan OVO. 

anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

live chat kami 24jam.

📱 wechat kami : ocebet, 
📱 line kami : ocebet
📱 wa kami : +855977383999. 

Nonton video bokep sini : 



Video Bokep Diantara 25 Wanita Dijadiin Belajar Sex

Video Bokep Diantara 25 Wanita Dijadiin Belajar Sex
Nonton Video Bokep Lainnya : 

  • Video Bokep Diami Diami Ngentoti Adik Perempuan Lain
  • Video Bokep Noriko Kago Ngentot di Rumah Sendiri


  • Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
    Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

    Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain,  dan bonus referral seumur hidup. 

    Bisa deposit melalui GOPAY, DANA, dan OVO. 

    anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

    live chat kami 24jam.

    📱 wechat kami : ocebet, 
    📱 line kami : ocebet
    📱 wa kami : +855977383999. 


    Nonton Bokep Sini : 






    Cerita Dewasa Malam pengantin bersama menantu cantik

    Cerita Dewasa Malam pengantin bersama menantu cantik - OCEBET Indonesia Dina mematut diri di depan cermin, Ini adalah hari yang paling di nantikannya, hari pernikahannya, Ada banyak alasan kenapa akhirnya dia bersedia menikah dengan Doni. Dan seks adalah salah satunya, meskipun Doni hanya mempunyai sebuah penis yang kecil saja. Namun seks dengan lelaki lain menjadi jauh lebih menyenangkan meskipun sejak Doni telah menyematkan sebuah cincin berlian di jarinya. Dia merasa bersalah dan membutuhkannya dalam waktu yang bersamaan, setiap kali dia merasakan cincin tersebut di jarinya saat lelaki lain sedang meyetubuhi vaginanya yang dijanjikannya hanya untuk Doni.





    Keragu-raguan itu hanya bertahan untuk beberapa saat saja. Tangan Darma menarik kaitan itu semakin ke atas saat calon istri anaknya meneruskan mengangkat gaun pengantinnya semakin naik. Dia menelan ludah membasahi tenggorokannya yang terasa kering saat akhirnya kaitan itu terpasang pada tempatnya di bagian paling atas stockingnya. Dia yakin dapat mencium aroma dari vagina Dina sekarang, yang membuat jantungnya seakan hendak melompat keluar dari dadanya. Tangannya berhenti, kaitan stocking itu melingari bagian atas paha Dina… dan dia merasakan bagian gaun pengantin itu terjatuh saat Dina melepaskan sebelah pegangannya untuk meraih bagian belakang kepalanya dan mengarahkan wajah Papah calon suaminya mendekat ke vaginanya, dan Darma menemukan tak ada celana dalam yang terpasang di sana.

    Dia ingat saat malam dimana Doni melamarnya. Dia tersenyum, mengangguk dan berkata “ya”, menciumnya dan menikmati bagaimana nyamannya rasa memakai cincin berlian yang sangat mahal tersebut. Dan setelah makan malam bersama Doni itu, dia langsung menghubungi Alan, begitu mobil Doni hilang dari pandangan, mengundangnya datang ke rumah kontrakannya. Dina menunggu Alan dengan tanpa mengenakan selembar pakaianpun untuk menutupi tubuhnya yang berbaring menunggu di atas tempat tidurnya, cincin berlian yang baru saja diberikan oleh Doni adalah satu-satunya benda yang melekat di tubuh telanjangnya. Ada desiran aneh terasa saat matanya menangkap kilauan cincin berlian itu waktu tangannya menggenggam penis gemuk Alan. Tubuhnya tergetar oleh gairah liar saat tangannya mencakup kedua payudaranya dengan sperma Alan yang melumuri cincin itu. Dan oergasme yang diraihnya malam itu, yang tentu saja bersama lelaki lain selain tunangannya, sangat hebat – tangan yang tak dilingkari cincin menggosok kelentitnya dengan cepat sedangkan dia menjilati sperma Alan yang berada di cincin berliannya. Dia menjadi ketagihan dengan hal ini dan berencana akan melakukannya lagi nanti pada waktu upacara perkawinannya nanti.

    Saat ini, dia memandangi pantulan dirinya di dalam cermin mengenakan gaun pengantinnya. Dia terlihat menawan, dan dia sadar akan hal itu. Dina tersenyum. Dia membayangkan nanti pada upacara pernikahannya, teman-teman Doni akan banyak yang hadir dan akan banyak lelaki lain yang akan dipilihnya salah satunya untuk memenuhu fantasi liarnya. Vaginanya berdenyut, dan dia membayangkan apa yang akan dilakukannya untuk membuat hari ini lebih komplit dan sempurna, saat lonceng berbunyi nanti.


    Saat dia membuka pintu, Papah Doni, Darma, sedang berdiri di sana, bersiap untuk menjemputnya dan mengantarnya ke gereja. Dina menarik nafas dalam-dalam. Dia tahu lelaki di hadapannya ini sangat merangsangnya – beberapa bulan belakangan ini dia telah berusaha untuk menggodanya, dan dia pernah mendengar lelaki ini melakukan masturbasi di kamar mandi saat dia datang berkunjung ke rumah Doni, menyebut namanya. Dina belum pasti apakah mudah nantinya untuk menggoda Darma agar akhirnya mau bersetubuh dengannya, tapi sekarang dia akan mencari tahu tentang hal tersebut. Dia tersenyum lebar saat menangkap mata Darma yang manatap tubuhnya yang dibalut gaun pengantin ketat untuk beberapa saat.



    “Papah” tegurnya, dan memberinya sebuah ciuman kecil di pipinya. Parfumnya yang menggoda menyelimuti penciuman Darma. “Papah datang terlalu cepat, aku belum siap. Tapi Papah dapat membantuku.” Digenggamnya tangan Darma dan menariknya masuk ke dalam rumah kontrakannya, tempat yang akan segera ditinggalkannya nanti setelah menikah dengan Doni.

    Darma mengikutinya dengan dada yang berbar kencang. Ini adalah saat yang diimpikannya. Dia heran bagaimana anaknya yang pemalu dan bisa dikatakan kurang pergaulan itu dapat menikahi seorang wanita cantik dan menggoda seperti ini, tapi dia senang karena nantinya dia akan mempunyai lebih banyak waktu lagi untuk berdekatan dengan wanita ini. “Apa yang bisa ku bantu?”

    Dina berhenti di ruang tengahnya yang nyaman lalu duduk di sebuah meja.

    “Aku belum memasang kaitan stockingku… dan sekarang, dengan pakaian ini… aku kesulitan untuk memasangnya.”

    Suaranya terdengar manis, tapi matanya berkilat liar menggoda. Diangkatnya tepian gaun pengantinnya, kakinya yang dibungkus dengan stocking putih dan sepatu bertumit tinggi langsung terpampang.

    “Bisakah Papah membantuku memasangnya?”

    Darma ragu-ragu untuk beberapa waktu. Jantungnya berdetak semakin cepat. Apakah ini sebuah “undangan” untuk sesuatu yang lain lagi, ataukah hanya sebuah permintaan tolong yang biasa saja? Dia mengangguk.

    “Oh, tentu…” dia berlutut di hadapan calon istri anaknya dan bergerak meraih kaitan stockingnya. Jemarinya sedikit gemetar saat Dina dengan pelan mengangkat kakinya . Darma berusaha untuk memasangkan kaitan stocking itu.

    Dina menggigit bibir bawahnya menggoda, dan lebih menaikkan gaunnya, menampakkan paha panjangnya yang dibalut stocking putih. Dia dapat merasakan sebuah perasaan yang tak asing mulai bergejolak dalam dadanya., sebuah tekanan nikmat yang membuat nafasnya semakin sesak, membuat nafasnya semakin memburu, dan membuatnya semakin melebarkan kakinya. Dia dapat merasakan cairannya mulai membasahi. Kaitan itu akhirnya terpasang di sekitar lututnya. Darma menghentikan gerakannya, tak yakin apakah dia sudah memasangkan dengan benar.

    “Papah, seharusnya lebih ke atas lagi…” tangan calon Papah mertuanya yang berada sedikit dibawah vaginanya membuatnya menjadi berdenyut dengan liar.

    Dina melenguh dan memejamkan matanya saat harapannya terkabul. Darma tak memprotes atau menolaknya, lidahnya menjilat tepat pada bibir vaginanya, dan Dina semakin basah dengan cairan gairahnya. Dengan sebelah tangan yang masih menahan gaun pengantinnya ke atas, dan yang satunya lagi menekan wajah calon mertuanya ke vaginanya yang terbakar, dia mulai menggoyangkannya perlahan. Ini serasa di surga, dan menyadari apa yang diperbuatnya tepat di hari pernikahannya membuat tubuhnya semakin menggelinjang. Dia mengerang saat lidah Darma memasuki lubangnya, dan lidah itu mulai bergerak, menghisap bibir vaginanya, menjilati kelentitnya, wajah Darma belepotan dengan cairan kewanitaan calon istri anaknya di ruang tengah rumah kontrakannya.

    Semakin Dina menggelinjang, semakin keras pula Darma menghisapnya.

    “Oh ya Papah… jilat vaginaku… buat aku orgasme sebelum aku mengucapkan janjiku pada putramu… kumohon…” perasaan salah akan apa yang mereka perbuat membuat Dina dengan cepat meraih orgasmenya, dan hampir saja dia rubuh menimpa Darma. Ini bukan seperti orgasme yang biasa diraihnya, ini seperti rangkaian ombak yang menggulung tubuhnya, merenggut setiap sel kenikmatan dari dalam tubuhnya.

    Cairan Dina terasa nikmat pada lidah Darma, dia menjilat dan menghisap vaginanya seperti seorang lelaki yang kehausan. Penisnya terasa sakit dalam celananya, cairan pre cum nya membasahi bagian depan tuxedonya.

    Dina kembali menggelinjang, lalu dengan pelan bergerak mundur, membiarkan gaun pengantinnya menutupi Papah Doni. Lalu dia membuka resleting di bagian belakang gaunnya dan membiarkannya jatuh menuruni tubuhnya. Dia melangkah keluar dari tumpukan gaun pengantinnya yang tergeletak di atas lantai, hanya mengenakan sepatu bertumit tingginya, bra, dan tentu saja stocking beserta kaitannya yang baru saja dipasangkan Darma pada pahanya. Dina tersenyum padanya, vaginanya berkilat dengan cairannya.

    “Aku akan ke kamar mandi untuk membetulkan make-up, kalau Papah memerlukan sesuatu…” dia berkata dengan mengedipkan matanya. Darma menatapnya melenggang dan menghilang di balik pintu, begitu feminim dan menggoda. Hanya beberapa detik kemudian dia menyusulnya.

    Saat dia memasuki kamar mandi dan berdiri di depan sebuah cermin di atas washtafel, dan sudah mengenakan sebuah celana dalam berwana putih. Darma tahu kalau ini adalah salah satu godaannya yang manis, dan dia telah siap untuk bermain bersamanya.

    Dina melihatnya masuk, dan dengan sebuah gerakan yang cantik membuka lebar pahanya. Darma melangkah ke belakangnya, mata mereka saling terkunci dalam masing-masing bayangannya dalam cermin. Tangan Darma bergerak ke bagian depan tubuhnya, menggenggam payudaranya yang masih ditutupi bra. Dina tersenyum. “Tapi Papah, bukankah ini tak layak dilakukan oleh seorang Papah calon pengantin pria?”

    Darma memandangi bagaimana bibir Dina yang membuka saat bicara, mendengarkan hembusan hangat nafasnya, seiring dengan tangannya yang meremasi payudaranya dalam balutan bra. “Tak se layak apa yang akan kulakukan padamu.”

    Dina menggigit bibirnya dan mendorong pantatnya menekan penisnya yang mengeras.

    “Aku nggak sabar,” bisiknya.

    Sejenak kemudian Dina merasakan tangan calon Papah mertuanya berada di belakangnya saat dia melepaskan sabuk dan membiarkan celananya jatuh turun. Dengan mudah tangan Darma menarik celana dalamnya ke samping. Dina menarik nafas dalam-dalam saat dia merasakan daging kepala penisnya menekan bibir vaginanya yang masih basah.. Dia mengerang dan memegangi tepian washtafel saat dengan perlahan Darma mulai mendorongkan batang penis itu memasukinya. Dina merasakan bibir vaginanya menjadi terdorong ke dalam, merasakan dinding bagian dalamnya melebar untuk menerimanya.

    “Apa ini terasa lebih baik dari penis putaku?” Darma tersenyum puas. Dia tahu se berapa ukuran penis putranya, dan dia yakin kalau putranya mewarisinya dari garis ibunya. Vagina calon istri putranya terasa sangat menakjubkan pada batang penisnya, dengan cepat dia sadar kalau dia layak untuk menyetubuhi calon menantunya lebih sering dibandingkan putranya. Dan dia mendapatkan firasat kalau dia bisa melakukannya kapanpun mereka memiliki kesempatan.

    “Oh brengsek!!! Ya Papah… ayo… beri aku yang terbaik untuk merayakan pernikahanku dengan putra kecilmu.” dia lebih membungkuk ke bawah, dan merasakan tangan Darma pada pinggulnya. Dia mencengkeramnya dengan erat dan mulai memompanya keluar masuk. Mereka sadar akan terlambat menghadiri upacara pernikahan, tapi Darma memastikan vagina sang mempelai wanita benar-benar berdenyut menghisap sehabis persetubuhan keras yang lama. Dina mengerang dan menjerit dan bergoyang pada batang penis itu, mengimbangi gerakannya. Mereka saling memandangi bayangan mereka berdua di dalam cermin saat menyalurkan nafsu terlarang mereka.

    Dina merasa teramat sangat nakal, disetubuhi dengan layak dan keras oleh Papah calon suaminya tepat sebelum upacara pernikahannya. Darma merasakan vaginanya mengencang pada batang penisnya, dan kali ini, dia merasa seluruh tubuh Dina mengejang sepanjang orgasmenya. Wanita ini adalah pemandangan terindah yang pernah disaksikannya, punggungnya melengkung ke belakang ke arahnya seperti sebuah busur panah yang direntangkan, matanya melotot indah, mulutnya ternganga dalam lenguhan bisu. Darma bahkan dapat merasakan pancaran dari orgasmenya menjalari batang penisnya saat dia tetap menyetubuhinya.

    Dia telah membuatnya mendapatkan orgasme seperti ini selama tiga kali, hingga dia nyaris rubuh di atas washtafel, menerima hentakannya, vaginanya hampir terasa kelelahan untuk orgasme lagi. Tapi Darma tahu bagaimana membawanya ke sana.

    “Kamu mengharapkan spermaku, iya kan, Dina? Kamu ingin agar aku mengisimu dan membuat vaginamu terlumuri spermaku yang sudah mengering saat berjalan di altar pernikahanmu, benar kan wanita jalangku?”

    “Oh ya… yaaa!” sang pengantin wanita mulai kesulitan bernafas, dan Darma dapat merasakannya menyempit. Darma melesakkan batang penisnya sedalam yang dia mampu, dengan setiap dorongan yang keras, dan segera saja dia merasakan sensasi terbakar itu A?a,?aEs dan dia tahu dia tak mampu menahannya lebih lama lagi. Tepat saat penisnya melesak jauh ke dalam vagina calon istri putranya, menyemburkan cairan sperma yang banyak ke dalam kandungannya, dia merasakan tubuh Dina menegang dan orgasme untuk sekali lagi.

    Dicabutnya batang penisnya keluar, menyaksikan lelehan sperma yang mengalir turun di pahanya menuju ke kaitan stocking pernikahannya. Darma tersenyum. “Aku akan menunggu di mobil, Dina…”

    Perlahan Dina bangkit, masih menggelenyar karena sensasi itu, wajahnya memerah, lututnya lemah, vaginanya berdenyut dan bocor. “Mmm, baiklah Papah.”

    Dia memutuskan untuk melakukan “tradisinya” dan dan mengorek sperma Papah Doni dari pahanya dengan jari tangan kirinya yang dilingkari oleh cincin berlian pemberian Doni.




    Saat Darma melihat mempelai wanita putranya masuk ke dalam mobil, sudah rapi dan bersih, terlihat segar serta berbinar wajahnya dan siap untuk upacara pernikahan, sedangkan bayangannya yang terpantul dari kaca mobil adalah saat Dina memandang tepat di matanya dan menjilat spermanya dari cincin berlian pemberian putranya itu…

    Sunday, August 25, 2019

    Cerita Ngetot memek berjembut lebat dan tebal

    Cerita Ngetot memek berjembut lebat dan tebal - OCEBET Sex Ngentot Selingkuhan ini merupakan cerita dewasa yang terjadi dengan istri majikanku yang memiliki suami yang seneng mabuk mabukan serta suka selingkuh dengan cewek lain jadi istrinya dia saya selingkuhin aja aji mumpung hahaha……




    cerita ngentot dengan istri bos ku ini berawal ketika pada suatu malam monika terlihat sedang menonton Film diruangan tamu hanya dengan mengunakan baju tidur tipis nan trasparan sehingga istri majikanku itu terlihat sangat angun dan merangsang serta sangat sexy belahan payudaranya sangat jelas terlihat kerana sinar lampu malam itu sangat indah apalagi dibalik bajunya terlihat g-string warna merah yang pasti membuat nafsu para lelaki yang melihatnya pasti mengelora dengan liarnya melihat view seperti ini ok balik ke cerita ngentot ini si monika tampak sedang menunggu suaminya yang jam 1 malam belum datang juga dari kantor yg memang mengasi kabar sebelumnya bahwa memang suaminya akan pulang terlambat karena ada acara dadakan menjamu rekan bisnisnya.

    waktu terus berjalan buk monik semakin merasa kedinginan menunggu suaminya yang tak kunjung datang tanpa memberika kabar kerana ponsel yang dibawannya tidak dapat dihubunggi mungki kerana lowbat atau sengaja dimatiin kerana sedang asik selingkuh dengan cewek lain mungkin buk!xixixixi….

    dan akhirnya ibu muda yang baru menikah setahun yang lalu ini kesepian tanpa ada yang menemani sehingga dia mengantuk dan akhirnya ga sadar diri si tante cantik ini ketiduran disofa ruang tamunya sampai tanpa sadar kerana lelap bobo si ibu muda ini tidak menyadari pakain tidur yang digunakannya sedikit terlepas sehingga membuat kedua payudaranya yang masih kenceng terlihat dengan jelas dan G-stringnya pun terlihat sedikit keliatan jelas ngiler mood :On

    sementara itu diluar ruang tamu saya datang dengan sebuah mobil dan membuka pintu sambari membakul seorang lelaki dewasa yang mana merupakan suami dari tante monika ini.

    Inilah majikan saya yang malam itu sudah tidak sadarkan diri kerana dalam keaadaan mabuk berat dan saya langsung menyeret majikan saya ini kekamarnya dan sebelum sampai kamar saya melihat pemandangan istri bos tersebut yang sangat membuat konsentrasi buyar sehingga bayangannnya mengarah kepada ngentot dengan istri majikannya yang lagi terlelap tidur tersebut buru2 saya masuk ke kamar bos saya untuk menaruh bos saya yang lagi tidak tau apa2 itu dan segera pula saya mengunci pintu kamarnya dan segera meluncur ke kamar tamu untuk mengintip pemandangan yang sangat menakjubkan dan luar biasa indahnya nampak sorga kenikmatan begitu nyata di depan mata saya saat itu sambil menelan air liur yang begitu nikmat rasannya tanpa sengaja tanganku pun mulai bergeliara tak peduli lagi resiko dipecat kerana perbuatan ini kerana saya jg sedang mabuk saat itu jadi semuannya tidak bisa dikontrol sama sekali tanpa lama lama saya buru melepaskan seluruh pakaian yang saya kenakan

    dan langsung to the point menyasar dan meremas2 toked gede tante monika dengan penuh kenikmatan dan nafsu saya menjilatinya dengan mulut serta tangan saya yang satunya mulai menyentuh memek tante cantik itu dan akhrinya jari jari saya masuk ke lombang memek tante monika sehingga membuat si ibu ini mendesah ga tau kereana keenakan atau lagi mimpi ngentot ni tante ga peduli gw langsung aja saya cium bibirnya yang sexy setelah tersedar kerana memek nya basah dia melihat sosok lelaki muda sedang menindihnya dan memasukan jari tangannya ke memek dia tidak bisa berteriak kerana mulutnya masih menyatu dengan mulutku dan ternyata dia tidak melawan dan rela saya cumbui mungkin kerana keceawa kerana servis lelakinya atau sudah bosan ngentot dengan lelaki tua itu.



    tanpa basa basi si tante ini ternyata langsung mengambil kontol saya dengan kedua tangannya dan langsung memainkannya dia sangat expert atau berpengalaman dalam bercinta caranya begitu sangat luar biasa mulai dari memainkan sampai dengan mengulumnya dengan lahat kenikamatan yang sungguh luar biasa bagi saya dan akhirnya saya pun ngaceng dan mulai memasukan kemaluan saya ini kedalam lubang memek tante yang super hot ini segala aneka posisi gaya ngentot kami coba dan setelah setengah jam berlalu sayapun orgasme.

    dan mengeluarkan seluruh sperma saya ke mulut tante ini dan dia sangat puas akan service saya ini kami pun kembali ke kamar masing2 dia menenami suaminya yang lagi mabuk dan saya kembali ke kamar saya dan cerita sex ngentot ini terus terjadi sampai sekarang ini di saat bos saya sedang sibuk dan perselingkuhan ini saya harap ga diketahui oleh pihak lain dan akhir cerita sex ngentot selingkuhan ini akan ada versi 2 kerana ini hanya fokus ke cerita utama dewasanya saja kerana saya lagi ga mood nulis cerita sex dewasa saat ini jadi tunggu terus cerita ngentot lainnya.

    Cerita Dewasa Perkosaan Seorang Biarawati cantik oleh sang pastur

    Cerita Dewasa Perkosaan Seorang Biarawati cantik oleh sang pastur - OCEBET Indonesia  Sr. Fransiska yang berusia 39 tahun adalah seorang suster dengan badan sintal dan sensual, Karena tubuhnya cukup pendek (155 cm) maka ia kelihatan sedikit gemuk. Sikapnya yang agak genit ditambah lagi dengan ukuran pinggulnya yang aduhai dapat membuat para pria yang menghadapinya salah tingkah.


    Apalagi payudaranya yang berukuran 36B, tampak indah membusung di balik baju putihnya, membuat jantung para pria berdebar keras saat menatapnya. Jadi meskipun kulitnya berwarna coklat gelap, hal itu tidak mengurangi sensualitasnya.

    Semasa kuliahnya Sr. Fransiska pernah menonton film xxx dan membaca beberapa buku buku dewasa. Pada masa awalnya sebagai suster, Sr. Fransiska pernah satu kali melakukan hubungan seksual dengan murid di sekolah tempatnya mengajar. Hilangnya keperawanan itu begitu membekas sehingga dia kerap merindukan saat-saat menggairahkan itu. Sayang sekali muridnya itu telah pindah jauh ke luar kota.

    Sebagai seorang suster yang tidak boleh menikah dan tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual, perbuatan Sr. Fransiska itu tentu saja merupakan pelanggaran yang sangat berat. Tapi selain Sr. Fransiska dan muridnya itu, tak seorangpun tahu mengenai aib itu. Untunglah Sr. Fransiska tidak sampai hamil karenanya.

    “Ah…. toh cuma sekali saja, yang penting sekarang aku tidak pernah melakukannya lagi”, begitu pikir Sr. Fransiska tatkala ingatan tentang hubungan sex pertamanya itu terbayang kembali.

    Sikap Sr.Fransiska yang seolah menantang dan menggoda para pria yang bertemu dengannya itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengakrabkan diri, agar tidak dianggap sebagai suster yang angkuh dan sombong.

    Di saat-saat yang memerlukan pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sulit, Sr. Fransiska tetap menjaga sikap tegasnya sebagai seorang suster. Namun sikap Sr. Fransiska itu ditangkap lain oleh 4 orang pemuda yaitu Ariyanto, Jamal, Haris dan Boni. Keempat pemuda itu sepakat untuk menculik dan memperkosa Sr. Fransiska. Tempat untuk itu sudah dipersiapkan, sebuah vila di tengah-tengah kebun teh yang terpencil. Jarak dari villa tersebut ke desa terdekat kira-kira 6 kilometer.

    Sebuah tempat ideal untuk bermain seks, apalagi hawa daerah itu yang cukup dingin dianggap cocok untuk berhangat-hangat dengan tubuh Sr. Fransiska yang sintal itu. Di pagi hari yang masih dingin, Sr. Fransiska berjalan dari gedung biara ke gedung sekolah tempatnya mengajar, yang letaknya tidak terlalu jauh. Karena hari masih sangat pagi, jalanan sepi. Hal ini dimanfaatkan oleh keempat pemuda itu yang sudah mengamati kebiasaan Sr. Fransiska selama beberapa waktu.

    Tiba-tiba sebuah mobil dengan pintu tengah model geser berhenti mendadak, memepet Sr. Fransiska. Sr. Fransiska yang terkejut tak sempat bereaksi apa-apa saat Ariyanto dan Jamal melompat turun dan menyeretnya masuk mobil. Dalam mobil, Haris telah menyiapkan chloroform yang dibekapkan ke mulut Sr. Fransiska. Tanpa sempat menjerit, Sr.Fransiska langsung pingsan terbius chloroform. Boni yang mengemudikan mobil itu langsung tancap gas ke villa yang telah mereka persiapkan.

    Sesampai di villa mereka mendudukkan Sr. Fransiska di kursi rendah dan mengikat tangannya di belakang sandaran kursi itu. Payudara di dada Sr. Fransiska yang naik turun seiring napasnya itu makin membuat mereka bernafsu. Mereka telah sepakat membagi-bagi ‘jatah’. Jatah pertama untuk urusan ‘karaoke’ atau oral seks adalah Haris.



    Jamal kebagian penetrasi vagina pertama, sedangkan Ariyanto yang merupakan pemimpin di antara mereka bertugas melucuti pakaian Sr. Fransiska. Ia juga mendapat kehormatan sebagai yang pertama menikmati dan menjilati payudara serta vagina Sr. Fransiska. Boni sendiri kebagian jatah menggarap mulut dan leher Sr. Fransiska.

    Pukul 07:22 Sr. Fransiska tersadar dari pingsannya. Perlahan-lahan ingatannya pulih dari pengaruh chloroform, begitu pula tenaganya berangsur-angsur kembali seperti sediakala.

    Menyadari dirinya diikat, Sr. Fransiska meronta, tapi ikatan itu terlalu kuat. Sia-sialah ia meronta. Sr. Fransiska melihat ke sekeliling ruangan tempat ia diikat. Ia ditempatkan di ruangan berukuran besar. Pintu ruangan itu tertutup dan terletak agak jauh di sisi kirinya. Di tengah ruangan, terhampar kasur tebal yang juga berukuran besar.

    Ia diikat di sebuah kursi rendah. Kira-kira 4 meter di depannya ada sebuah kursi lain yang jauh lebih tinggi daripada kursi tempatnya diikat. Ia heran karena belum pernah melihat kursi setinggi itu dan juga tidak tahu apa gunanya.

    Pukul 07:24 Sr.Fransiska tersentak terkejut karena tiba-tiba pintu ruangan itu membuka dan masuklah 4 orang pemuda berbadan kekar. Keempat pemuda itu dikenalnya, karena beberapa kali pernah bertemu. Yang lebih membuat Sr.Fransiska terkejut lagi adalah karena keempat pemuda itu dalam keadaan telanjang bulat. Penis mereka mengacung tanda birahi.

    Semuanya berukuran besar. Paling panjang adalah milik Ariyanto, panjangnya kira- kira 25 cm dan berdiameter 8 cm. Namun penis Jamal, Haris dan Boni pun panjang. Rata-rata panjangnya mencapai 20-an cm dan diameternya 5 cm. Keempat pemuda itu menyeringai nakal.

    “Halo, Suster….menggairahkan sekali bukan, suasana pagi ini ?” begitu sapa Ariyanto sambil terus menyeringai.
    “MAU APA KALIAN ? LEPASKAN SAYA !!” Sr.Fransiska masih mencoba meronta.
    “Hmmm….. jangan pura-pura alim deh, Suster tentu tahu apa yang kami mau. Suster akan kami ajari beberapa permainan menyenangkan yang takkan pernah Suster lupakan” giliran Jamal bersuara.

    Keempat pemuda itu terbahak-bahak mendengar perkataan Jamal. Jantung Sr.Fransiska berdebar keras. Ia sadar dirinya akan jadi ’santapan’ keempat pemuda telanjang itu. Ia sadar, dirinya takkan mampu melawan mereka.

    “Jangankan melawan keempatnya, melawan seorang saja aku belum tentu mampu”, demikian pikirnya kalut.
    “Ariyanto, LEPASKAN SAYA !! KALAU TIDAK SAYA AKAN BERTERIAK-TERIAK SAMPAI TETANGGA MENDENGARNYA !!”
    “Ha…ha…ha… silakan berteriak, kita berada di tengah kebun teh yang sepi. Jarak terdekat ke rumah orang kira-kira 6 kilometer !” Ariyanto berkata sambil tertawa.

    Pukul 07:26 Sr.Fransiska makin panik mendengar hal itu. Ketakutannya kian terbukti. Dirinya akan diperkosa beramai-ramai oleh keempat pemuda itu. Ia terus meronta-ronta hendak melepaskan diri.
    “Lebih baik melawan daripada menyerah sama sekali. Jika aku diperkosa, setidak- tidaknya aku sudah melawan”, begitu pikir Sr.Fransiska.
    “Ha…ha…ha… rontaanmu sungguh menggairahkan, Suster ! Ayo, teman-teman, kita mulai !!” seru Ariyanto.

    Mereka menarik kursi tinggi yang tadi dilihat Sr.Fransiska, sehingga tepat berada di hadapan Sr.Fransiska. Kursi itu memang dibuat untuk tujuan khusus, yaitu sebagai sarana ‘karaoke paksa’ bagi korban-korban keempat pemuda itu. Haris duduk di atas kursi tinggi itu dan memegang rambut dan kepala Sr.Fransiska yang masih terbungkus slayer (kerudung penutup kepala bagi suster-suster) hingga tidak dapat bergerak.

    “Ayo kulum punya saya, Suster ! Cicipi sarapanmu pagi ini: kontol split, variasi seksual dari banana spilit, ha…ha…ha…” sambil berkata begitu Haris menarik kepala Sr.Fransiska.

    Ia memajukan penisnya mendekati muka Sr.Fransiska sambil menjepit hidung Sr.Fransiska untuk membuat Sr.Fransiska membuka mulutnya. Ketika Sr.Fransiska kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Haris mendorong penisnya ke dalam mulut Sr.Fransiska.

    Laki-laki itu berhenti begitu bibir Sr.Fransiska telah melingkar di penisnya dan mulai mendorong dan menarik kepala Sr.Fransiska. Kepala Sr.Fransiska bergerak maju dan mundur terus menerus.
    Saat kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Sr.Fransiska tersedak, tapi Haris tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Sr.Fransiska. Sr.Fransiska dipegangi agar tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya, sementara mereka berbicara satu sama lain.

    “Enak, lho ! Hangat-hangat empuk ! Tapi gua pikir dia musti banyak berlatih soal beginian.” kata Haris.
    “Mungkin dia belon pernah pake mulutnya buat karaoke. Gimana, Suster?” tanya Jamal penuh nafsu.
    “Bisa nggak makan kontol split, Sr.Fransiska sayang?” tanya Ariyanto.
    “Terang aja dia bisa ! Mulutnya nggak dipake buat makan nasi doang tau?! Liat aja, punya gua dijepit sama bibirnya, kan?” kata Haris.

    Tangan Haris kemudian menjambak rambut Sr.Fransiska dan mulai menggerakannya lagi dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Sr.Fransiska. Semua orang dapat mendengar erangan Sr.Fransiska yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

    Ketika Haris akan mengalami ejakulasi ia menarik kepala Sr.Fransiska hingga terbenam dalam-dalam di rimbunan rambut kemaluannya. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Sr.Fransiska. Dan dari sudut mulut Sr.Fransiska sperma menetes keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Sr.Fransiska.

    “Aaaaaaggghhhhh……. enak, Suster ! Terus telan semua sperma saya, kalo nggak, saya bakal terus menekan kepala Suster kaya gini!” Kemudian Haris mulai bergerak lagi.

    Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Sr.Fransiska ke atas pakaian putih yang dikenakan Sr.Fransiska. Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Sr.Fransiska, Sr.Fransiska megap-megap menarik nafas dan tersedak saat berusaha menelan sisa sperma yang masih ada di mulutnya.

    Sr.Fransiska sendiri lunglai tak berdaya setelah baru saja ia mengalami shock, merasakan sperma yang disemburkan masuk ke dalam mulutnya. Pelan tapi pasti Ariyanto membuka kancing-kancing baju Sr.Fransiska. Begitu kancing-kancing yang terletak di bagian dada itu terbuka, tampaklah dua payudara montok membulat yang terbungkus BH putih berenda.



    Puting susu Sr.Fransiska tampak menonjol dari balik BH yang tipis itu. Ariyanto mengecup dan mencaplok (menyupang) payudara Sr.Fransiska dengan bibirnya, satu demi satu. Kiri, lalu kanan.
    Ia sengaja tidak mengulum putingnya, menyisakan kenikmatan itu untuk tahap selanjutnya. Meskipun payudara Sr.Fransiska masih terbungkus BH, namun Ariyanto dapat merasakan ketegangan yang timbul akibat rangsangannya. “Aah, Suster, kau punya payudara yang menggairahkan” kata Ariyanto kagum.

    “LEPASKAN, BANGSAT!! LEPASKAAAAAAANN!!”
    “Tenang, Suster…… kami akan buat Suster menikmati dan ketagihan seks!” kata Boni.

    Tanpa diduga Sr.Fransiska, Ariyanto menghentikan ’serbuannya’. kini giliran Jamal duduk di kursi tinggi itu. S ama seperti Haris, ia menyodorkan penisnya untuk dikaraoke oleh Sr.Fransiska.
    Bedanya, Boni menahan ejakulasinya. Ia bertekad menghemat spermanya untuk session berikutnya. Begitu hendak ejakulasi, posisinya digantikan oleh Ariyanto, lalu kemudian oleh Jamal. Mereka berdua pun sama seperti Boni, menahan ejakulasi untuk tahap perkosaan selanjutnya. Menyimpan sperma untuk kenikmatan berikutnya. Pukul 08:45 Kursi tinggi itu disingkirkan dari hadapan Sr.Fransiska.

    “Nah, Suster manis, sekarang gantian, ya. Kami pun ingin sarapan. Gimana kalo Suster sediakan omelettte vagina ? Ha…ha…ha…” Ariyanto tertawa sambil berjongkok di depan Sr.Fransiska, lalu melucuti rok bawah dan celana dalam Sr.Fransiska.

    Usaha itu harus dibantu oleh Jamal dan Boni yang masing-masing memegangi kaki Sr.Fransiska, karena Sr.Fransiska tak hentinya meronta dan menggeliat. Sebenarnya Sr.Fransiska sudah mulai terangsang ketika Ariyanto menggarap payudaranya.

    “Celaka!! Ariyanto membuatku terangsang, padahal payudaraku masih terbungkus BH. Apa jadinya kalau aku sudah telanjang ?? Aku harus terus melawan. Aku takkan pasrah begitu saja!!” Sr.Fransiska berpikir dengan panik bercampur cemas.

    Setelah rok bawah dan celana dalam Sr.Fransiska terlucuti, tampaklah vagina Sr.Fransiska yang berwarna kemerahan dan ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus. Tanpa ragu Ariyanto menggarap vagina itu. Pertama-tama ia menciumi vagina itu, lalu sedikit demi sedikit mulutnya menyeruak masuk ke bagian dalam. Lidahnya mencari-cari clitoris Sr.Fransiska. Begitu ditemukan, clitoris itu dijilat dan dikulumnya dengan penuh nafsu.

    “Hhmm…..mmnnyemm…ccp…slu uurppp” Ariyanto dengan bernafsu menyantap clitoris Sr.Fransiska. Ia sama sekali tidak mengacuhkan Sr.Fransiska yang merintih dan memohon agar semuanya ini dihentikan.
    “AAAAAGGHHH…….STOP…..SSS STTOOOPPPP……ARRRNNNOOLLLD, TTO.. TTOOLONGG SS… SSSTOOPPP…………. ADUUUUUHHH………… HHE… HENTIKAAAAN, OOOHHHH…. HHE.. HHENTTIKAAAAAN!!!!”
    “Alaaa, Suster…… bilang aja enak, gitu…. Emangnya kalo udah enak kaya gini, Suster mau berhenti ?” tanya Boni gemas.
    “AAAAGGHHH…… ENAK ATAU TIDAK, SAYA TIDAK MAU INI DITERUSKAN!! TOLONG JANGAN RANGSANG SAYA TERUS!!” Sedetik kemudian Sr.Fransiska sadar bahwa ia kelepasan omong !!
    “Ah, jadi Suster sudah terangsang, ya ? Hei, ayo kita rangsang terus sampe dia nyerah!!” Jamal berkata dengan penuh semangat.

    Sementara itu dari arah samping, Haris menggarap payudara Sr.Fransiska yang masih terbungkus BH. Sr.Fransiska menjerit putus asa ketika Ariyanto meningkatkan volume serangannya. Kini ia juga menggigit-gigit clitoris Sr.Fransiska, sehingga tak ayal lagi Sr.Fransiska makin mengggelinjang-gelinjang.

    Jeritan Sr.Fransiska teredam oleh Boni yang mengulum bibirnya dengan penuh nafsu. Aksi Boni tidak di situ saja, melainkan juga menggarap leher Sr.Fransiska. ia menyupangnya, menjadikan leher Sr.Fransiska penuh bekas kemerahan. Boni kembali mengulum mulut Sr.Fransiska dalam mulutnya. Lidahnya menjelajahi mulut Sr.Fransiska dengan penuh nafsu.

    Sementara itu Sr.Fransiska tak hentinya meronta. Rontaannya seolah terbagi dua, hendak menghentikan perkosaan ini tapi juga menikmati gairah birahinya yang kian memuncak. Vagina Sr.Fransiska sudah basah oleh cairan yang keluar dari kelenjar seksualnya. Ia kini tak dapat memungkiri lagi. Ia tahu, keempat pemerkosanya pun tahu, bahwa kini Sr.Fransiska sudah terangsang.

    Pukul 09:01 Ariyanto mengentikan ’sarapan’-nya dan posisinya digantikan oleh Haris. Posisi Haris yang menggarap payudara Sr.Fransiska digantikan oleh Jamal yang juga sudah tak sabar lagi mencicipi tubuh Sr.Fransiska. Ariyanto tersenyum melihat teman-temannya begitu bersemangat menggarap Sr.Fransiska. Bergantian mereka menyantap vagina Sr.Fransiska sampai mereka puas.
    Pukul 09:49 Sr.Fransiska lunglai……. ia kelelahan merasakan kenikmatan gairah yang timbul akibat rangsangan pada payudara dan vaginanya.

    “Aduh….. payudaraku masih terbungkus BH dan mereka belum melakukan penetrasi, tapi aku sudah begini terangsang. Apa jadinya nanti? Bagaimana jika aku ‘kalah’ ? Haruskah aku menyerah pada mereka? Tidak…tidaaaaakkk!!” Sr.Fransiska berpikir makin kalut.

    Ia cemas atas nasibnya di tangan keempat pemuda ini. Ia malu jika harus mengakui ‘kekalahannya’ ini. Pukul 09:50 Belum sempat Sr.Fransiska pulih dari kelelahannya, Ariyanto dan Jamal melepaskan Sr.Fransiska dari ikatannya. Mereka menyeret Sr.Fransiska dan menghempaskannya ke kasur besar di lantai tengah ruangan itu.

    Kesempatan ini dipakai oleh Sr.Fransiska untuk berusaha kabur, tapi usahanya itu kandas ketika Haris dan Boni memegangi tangan dan kakinya. Kedua tangan Sr.Fransiska direntangkan sambil terus dipegangi oleh Haris. Boni dan Ariyanto masing-masing memegangi kakinya yang juga direntangkan lebar-lebar.

    Jamal mulai merendahkan dan hendak menelungkupkan tubuhnya, siap mempenetrasi lubang vagina Sr.Fransiska dengan penisnya yang besar dan panjang. Sr.Fransiska panik, ia makin meronta-ronta dan menggeliat-geliat.

    “LEPASKAN!! OH!! LEPASKAN!! KALIAN MEMANG BANGSAT!! AAAGHHH…….. HENTIKAN……. LEPASKAN, BANGSAAAAATT!!” Sr.Fransiska menjerit-jerit.
    “Wah, kok seorang suster ngomongnya kasar gitu ? Kalem aja, Suster sayang……. kami pasti bisa bikin
    Suster merasa nikmat. Ayo mulai, Jamal!” kata Ariyanto sambil tersenyum.
    Jamal tidak segera mempenetrasi Sr.Fransiska. Ia menunggu hingga Ariyanto selesai merenggut BH putih tipis yang berenda itu. Pelindung terakhir payudara Sr.Fransiska pun terbuka, mempertontonkan dua bukit kembar yang amat menggiurkan birahi. Mereka semua mendesis menyaksikan kemolekan payudara Sr.Fransiska.

    Dengan ganas Jamal mulai mempenetrasi Sr.Fransiska. Ia menggenjotnya dengan kuat dan mantap. Karena baru sekali berhubungan seks, vagina itu masih sempit sekali. Penis Jamal serasa dijepit oleh sesuatu yang hangat dan kenyal.

    Namun walau begitu, Jamal bisa merasakan bahwa Sr.Fransiska tidak lagi memiliki selaput dara, tanda keperawanan.

    “Astaga!!!! Suster kita ini rupanya udah pernah ngentot!! Selaput daranya udah hilang!!” Jamal berseru kaget.
    “Haa? Biarawati kan nggak boleh ngentot, gimana bisa hilang, hah??” Ariyanto juga tak kalah kaget.
    “Naaaahhh….. ketahuan deh….. rupanya diam-diam dia binal juga. Ngentot sama siapa, Suster?” Haris bertanya. “AAAAGHHH, LEPASKKAAAANNN……. SAYA CUMA SEKALI… OHHHHH….TIDAK…TIDDAAAKKKK” Lagi-lagi Sr.Fransiska kelepasan omong !!
    “Astaga, kenapa aku ini, aku kelepasan omong lagi! Kenapa aku nggak bilang saja aku dulu pernah diperkosa?” Sr.Fransiska berpikir dengan rasa putus asa dan sesal yang mendalam.
    “Lhooo…. dia ngaku rupanya… hayooo sama siapa, Suster?” tanya Ariyanto.
    “AGGGHHHH…….GGGHHHH… .. JJA…JAA…JJAANGANHH…. HHHAARRAP SSA….SSAYA MAU BBBI… BBI…BILANGG…GHHHH” Sr.Fransiska terus merintih dan mendesah.
    “Ah, nanti juga Suster pasti mau bilang. Saya punya ‘resep khusus’ supaya Suster mau bilang, siapa yang ngejebol selaput dara Suster yang pertama itu” kata Ariyanto.

    Tanpa belas kasihan Jamal menggenjot Sr.Fransiska. Payudara Sr.Fransiska yang sudah tak berpelindung BH itupun digarap oleh Jamal, bersamaan dengan Ariyanto yang memegangi tangan Sr.Fransiska. Mereka menjilat, menyupang dan menggigiti payudara Sr.Fransiska.

    Kali ini puting payudara Sr.Fransiska yang berwarna coklat kemerahan itu ikut menjadi sasaran serbuan. Sr.Fransiska terus meronta dan menggelinjang. Vagina Sr.Fransiska benar-benar sempit. Vagina itu menjepit dengan ketat serta berdenyut-denyut terus-menerus. Penis Jamal yang berada di dalam vaginanya terasa bagaikan diremas-remas dengan keras.

    “Layani ketiga teman saya dulu, Suster. Setelah itu saya ada kejutan buat Suster!” kata Ariyanto sambil nyengir.

    Pukul 10:27 Akhirnya Jamal pun tidak tahan lagi, saat tubuh Sr.Fransiska mengejang karena sampai pada puncak kenikmatan (orgasme), Jamal mempercepat gerakan naik turun sampai spermanya menyembur-nyembur ke dalam vagina Sr.Fransiska.

    Jamal tidak langsung menarik penisnya keluar dari vagina Sr.Fransiska. Ia ingin merasakan kehangatan vagina Sr.Fransiska setelah lelah menggenjotnya. Pukul 10:31 Jamal menarik penisnya keluar. Kelegaan Sr.Fransiska tak berlangsung lama karena Boni menggantikan peran Jamal.

    Kini giliran Boni mempenetrasi vagina Sr.Fransiska. Boni pun mulai berpacu menuju puncak birahi. Genjotannya agak berbeda dengan gaya genjotan Jamal. Kalau Jamal menggenjot dengan ganas dan cepat, Boni menggenjot lebih pelan tapi sambil menghunjamkan penisnya dalam-dalam ke vagina Sr.Fransiska. Penetrasi Boni lebih dalam daripada Jamal. Hal ini membuat Sr.Fransiska makin kelimpungan.

    Ia menggelinjang setiap kali penis Boni menghunjam dalam-dalam. Tentu saja urusan penggarapan payudara pun tidak dilupakan Boni. Mana ada pria normal yang mau melewatkan kesempatan mencicipi payudara indah milik Sr.Fransiska!! Tapi rupanya Sr.Fransiska ini bukan wanita dengan seksualitas biasa- biasa saja. Ketahanan seksualnya sungguh luar biasa.

    Wanita normal biasanya akan orgasme setelah penetrasi dan rangsangan selama kira- kira 5 sampai 10 menit, tapi rupanya Sr.Fransiska ini mampu berlama- lama mencapai orgasme. Ia gampang atau cepat terangsang, tapi lama mencapai orgasme. Sungguh suatu tantangan tersendiri bagi kaum pria!! Pukul 11:04 Seperti Jamal, Boni pun harus menunggu sampai setengah jam sebelum ada tanda-tanda bahwa Sr.Fransiska akan mencapai orgasme.

    Ketika ia merasa bahwa otot vagina Sr.Fransiska makin kencang menjepit penisnya dan payudara Sr.Fransiska pun mulai mengeras, Boni pun makin memperdalam hunjaman penisnya dan menyemprotkan spermanya ke dalam vagina Sr.Fransiska. Ia menggeletak lemas di atas tubuh Sr.Fransiska yang juga lunglai kelelahan.

    Pukul 11:08 Setelah Boni, kini giliran Haris. Karena spermanya sudah terkuras akibat karaoke paksa pada awal perkosaan ini, Haris membutuhkan waktu agak lama mencapai ejakulasi dibanding kedua pendahulunya. Tipe genjotan Haris merupakan gabungan gaya genjotan Jamal dan Boni. Brutal dan dalam.

    Hal ini membuat Sr.Fransiska tak mampu menghentikan rontaannya. Ia sebenarnya sudah lelah meronta, tapi gaya genjotan Haris sungguh membuatnya tak bisa pasrah begitu saja.
    Pukul 11:44 Sperma yang disemburkan Haris tidak sebanyak Jamal ataupun Boni, tapi makin membuat vagina Sr.Fransiska makin banjir karena leleran sperma dan juga cairan vagina Sr.Fransiska sendiri. Setelah mencabut penisnya dari vagina Sr.Fransiska, Haris menggeletak lemas.
    Pukul 11:47

    “Nah, gimana, Suster ? Ngaku deh…. siapa sih cowok beruntung yang merebut mahkota kewanitaan Suster?” tanya Ariyanto.
    “HHJJJHHAA….JJJA…JJANGAN.. .. HHA…HHHA…HHHHARRAPP SSA… SSAYA MMAU NGG…NNGG…NNGGAAKKU” kata Sr.Fransiska tersengal kelelahan.
    “Coba saya lihat, sampai seberapa jauh Suster tahan terhadap saya! Akan saya buat Suster memohon-mohon minta diberi orgasme!” kata Ariyanto. “JJJA…JJANGAN HARAP SAYA MENYERAH, BANGSAT!!!!”

    Pukul 11:48 Tanpa ba bi bu lagi Ariyanto menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Sr.Fransiska. Ketiga teman Ariyanto kini sudah tergeletak. Satu demi satu tertidur kelelahan. Mereka tak menyangka suster ini mampu membuat mereka lemas karena nikmat. Tanpa ada yang memeganginya lagi, Sr.Fransiska mencoba sekali lagi untuk berontak. Tapi Ariyanto yang sudah dikuasai nafsu birahi itu mampu menahannya.

    Ariyanto memegang kedua tangan Sr.Fransiska dan merentangkannya lebar-lebar. Yang lebih tak disangka lagi oleh Sr.Fransiska adalah gaya genjotan Ariyanto yang luar biasa. Ariyanto mampu memadukan berbagai gaya dan rangsangan. Payudara ? Ah, payudara Sr.Fransiska kini dipenuhi bekas cupangan berwarna merah.

    Putingnya makin memerah karena hisapan, gigitan dan kenyotan bibir Ariyanto. Mulut Ariyanto beraksi silih berganti antara payudara, belahan payudara, leher dan bibir Sr.Fransiska. Saat berciuman, mulut Sr.Fransiska dikuasai dan dijelajahi sepenuhnya oleh Ariyanto. Genjotannya bervariasi antara lembut dan dalam, dangkal dan cepat, brutal dan mengoyak, dan sebagainya. Bagi Ariyanto, seolah Sr.Fransiska merupakan inspirasi seksualitas tanpa batas.

    “Nnnaaahhh…. Susterku sayang….. siapa cowok beruntung itu…hhmmm…? Ayo jawab, Suster sayang!” kata Ariyanto di sela-sela genjotannya.
    “JJHHJA…… JJJHA…JJJANGAN HHHA… HHA..RRAP SSS… SS.. SSAYA MAU KKATT …TTA….TTTAKAN….” Di saat Sr.Fransiska hendak mencapai klimaks, Ariyanto menghentikan genjotannya, membuat Sr.Fransiska penasaran.
    “Ayo, Suster…… siapa ?” tanya Ariyanto menggoda. Sr. Fransiska tidak menjawab, ia hanya meronta-ronta dengan liar.

    Maka Ariyanto pun mulai lagi merangsang mulai dari bibir, leher, lalu turun ke belahan payudaranya. Puting payudara Sr.Fransiska yang seolah menunggu untuk digarap, dibiarkannya dahulu. Hal ini membuat Sr.Fransiska makin penasaran. Sr.Fransiska meronta-ronta, menggeliat-geliat dan menggelinjang-gelinjang dengan liar. Ariyanto yang sudah berpengalaman menghadapi wanita binal, mengetahui dengan pasti bahwa semua rontaan Sr.Fransiska itu adalah hasrat terpendamnya untuk dipuaskan secara total.

    “SShhh…..shhh…. Suster…. saya akan puaskan Suster kalo Suster mau bilang ke saya dua hal. Pertama, siapa cowok yang mengambil keperawanan Suster, lalu kedua: Suster harus memohon pada saya untuk dipuaskan. Pikirkanlah, Suster….. bayangkan kenikmatan yang bisa saya berikan….. Pokoknya, Suster akan saya puaskan setelah Suster menjawab pertanyaan saya dan melakukan permintaan saya. Oh ya,.. satu lagi. Sebelum saya puaskan, saya ingin Suster melayani saya dengan binal dan penuh gairah. Lepaskan semua hasrat terpendam Suster selama ini……!” Ariyanto terus merayu Sr.Fransiska.

    “JJA…JJAJJANGAN…….SSSSTT TOOPPP….. OOOOGHHHH…. SSTTOOPP………” “Yakin nih, mau berhenti….?” tanya Ariyanto makin menggoda.

    Ariyanto memang menghentikan serangannya, tapi lalu dimulai lagi dengan lembut lalu makin lama makin ganas, panas dan bergairah. Dan ketika Sr.Fransiska untuk kesekian kalinya hampir mencapai orgasme, Ariyanto berhenti.

    “Ssstt….ayo Suster……buat apa Suster mempertahankan gengsi? Kalau dengan saya, nggak usah malu.
    Terus terang saya pun kagum dengan Suster. Jarang wanita punya daya seks sekuat Suster. Seandainya Suster bukan biarawati, pasti Suster sudah saya lamar untuk dijadikan istri!” Ariyanto terus merayu Sr.Fransiska dengan perkataan dan rangsangannya.
    Pukul 13:40 Hampir dua jam Ariyanto menggauli Sr.Fransiska, akhirnya Sr.Fransiska menyerah……..

    “AAAGGHHH…..AAGHHHH…..OOOO HHH…. ARRNOOOOLD…… BBE…BEBBBE…BBENARKAH YANG KKAU KATTT… TTA…TTAKAN?” “Suster ingin kenikmatan, kan ? Kalo mau, percayalah pada saya….. mari kita capai kenikmatan itu bersama-sama, Suster manis…..
    Tapi sebelum itu, jawab dulu dua pertanyaan saya dan satu permintaan saya tadi” kata Ariyanto berusaha meyakinkan Sr.Fransiska.

    “NNNNA……NNNA……..NNNAMM MA… CCHHO…CCOWWOKK IT.. ITTU SANN…NNNO, MMURRID SSA..SSAYYA DDULU….. KKEJJA… JJADIANNYA TTIGATTA… TTAHUNN LALU DDI..DDI… RRUANG UKS…SSE.. SSSEEKKOLAHHH………….” Sr.Fransiska pun menceritakan pengalaman pertamanya itu.
    “SSSA…SSA…SSA….SSSAA YYYA MMO…MMOHHON, AARR.. ARRRNNOLD SUDI MMEMMME…MMMEMMUASKKHAN SSA.. SSAYA…” Sr.Fransiska memohon-mohon sambil meronta dan menggeliat. “Ssssttt….. masih ada permintaaan saya yang Suster belum penuhi…..” kata Ariyanto sambil mengedipkan mata.
    “AA…AAAPPPA ITU, AAARRNOLD SSA…SSSHAYANNGG….” Sr.Fransiska pun rupanya berusaha merayu Ariyanto dengan panggilan ’sayang’ agar ia cepat dipuaskan.
    “Ah, masa lupa…?? Hayoo…. apa…?? Jangan malu, Susterku sayang! Ayo katakan, Sayang………” Ariyanto menyeringai nakal.
    “SSA…SSSA…. SSAYYA RRE..RRELLA MME… MMELAYY… YYANI ARR…RRNOLD…”
    “Suster mau bermain seks dengan binal?” tanya Ariyanto. Sr.Fransiska mengangguk lemah.
    “Jangan cuma mengangguk, Suster Fransiska sayang…….., katakan bahwa Suster juga mau bermain seks dengan binal demi kepuasan kita berdua” kata Ariyanto lembut tetapi mengandung ketegasan dan perintah.
    “SSA…SSA…YYA RRELA MME..MMEMMMELLAYYANI ARR.. RRNOLD DDE…DDENGAN BINAL…… DDE..DDEMI KKEBAHAGGIAAAN KKITA BBE..BBEBBBERRDUA…… AAAAGGGHHH……. TTU TTUTTUNNGGU APP…PPPPA LLAGGI, ARRR..RRNOLD SSA..SSAYYANG?” kata Sr.Fransiska makin memelas.

    Ariyanto tersenyum, lalu ia mulai menggarap Sr.Fransiska dengan lebih bergairah. Rontaan dan geliat Sr.Fransiska kini berubah menjadi gerakan-gerakan erotis yang liar dan binal. Jeritan dan rintihan Sr.Fransiska kini menjadi erangan penuh kenikmatan saat mereka berpacu menuju puncak birahi. Sr.Fransiska ternyata sangat binal. Erotismenya liar sekali. Pengalaman pertamanya yang lama belum terulang membuatnya haus seks luar biasa. Ia bagaikan musafir yang penuh dahaga. Ariyanto memenuhi janjinya.

    Dibawanya Sr.Fransiska menuju puncak birahi, seluruh daya seksnya dikerahkan untuk merangsang Sr.Fransiska. Mulut, leher, belahan payudara, payudara dan putingnya dilalap oleh Ariyanto dengan penuh nafsu.

    Vagina Sr.Fransiska digenjot dan dijelajahi oleh Ariyanto, termasuk bagian G-spotnya (bagian tersensitif dalam vagina wanita). Keperkasaan Ariyanto diimbangi oleh kebinalan Sr.Fransiska. Pukul 15:55 Akhirnya setelah lebih dari 4 jam Ariyanto menggaulinya, Sr.Fransiska merasa bahwa orgasmenya tak mungkin ditahan lagi.



    Ariyanto pun menyadarinya. Tanda-tanda itu jelas terlihat dan terasakan olehnya. Payudara Sr.Fransiska mengencang, putingnya menegang disertai mengerasnya jepitan vagina Sr.Fransiska. Gerakannya makin erotis. Dadanya membusung, seolah menyodorkan dan menawarkan payudaranya seluruhnya penuh damba.

    Dengan penuh gairah, Ariyanto menyemburkan seluruh spermanya ke dalam vagina Sr.Fransiska, sambil mengenyot puting payudara Sr.Fransiska, bergantian kiri dan kanan. Sr.Fransiska memekik tatkala dirasakannya cairan hangat memenuhi vaginanya. Rasa nikmat itu sungguh luar biasa. Rasa nikmat itu terasakan di sekujur tubuhnya, terutama di bagian dalam vaginanya dan di puting payudaranya.

    “AAAAAAAAAAAAAAAAAGGGGGHHHHHHH HHH…………. AAAAAAAAGGGHBB …….” pekikannya itu diredam oleh kuluman mulut Ariyanto.

    Setelah semburan puncak birahi selama beberapa detik yang berharga itu, mereka lunglai lemas. Penis Ariyanto bersarang di vagina Sr.Fransiska yang kini sudah banjir oleh sperma dan cairan vaginanya sendiri. Mereka tertidur dalam kebahagiaan seksual.

    Friday, August 23, 2019

    Video Bokep Gadis Jepang Memberikan Sex Kusuk PlusPlus

    Video Bokep Gadis Jepang Memberikan Sex Kusuk PlusPlus
    Nonton video bokep lainnya : 


    ⚽️🏀🎱OCEBET - Agen Judi Slot Game Terpercaya🏆🏆

    Kini OCEBET bisa terima deposit melalui : 
    - GOPAY
    - OVO
    - DANA 

    Kami Menghadirkan Berbagai Permainan : 
    *. IDNPoker 
    *. Live Casino 
    *. Slot Game
    *. Sabung Ayam
    *. Sportbook (Sbobet, Maxbet)
    *. Live Game 
    dan masih banyak permainan lainnya. 

    🎁💵 Kami memberikan bonus menarik seperti : ⚽️🏀 
    -. Bonus Deposit Member baru 20% Sportbook
    -. Bonus Deposit New Member Live Casino 5%
    -. Bonus Slot Game 
    -. Bonus Rebate
    -. Bonus Cashback 5% Sportbook 
    -. Bonus Referral seumur hidup
    bonus lainnya juga 

    Link aktif : 🌐www.ocebet.club🌐

    Live Chat Kami 24jam Online

    ☎️  WECHAT  : ocebet, 
    ☎️  LINE : ocebet
    ☎️  WHATS APP : +855977383999. 



    Nonton Video Sini :




    Video Bokep Diami Diami Ngentoti Adik Perempuan Lain

    Video Bokep Diami Diami Ngentoti Adik Perempuan Lain
    Nonton Video Bokep Lainnya : 
    Ocebet - Agen Judi Superlengkap seindonesia
    Kami menghadirkan berbagai permainan poker, bola, casino, live game, slot game, dan masih banyak lainnya. 

    Kami memberikan bonus menarik seperti bonus deposit untuk permainan bola sebesar 20%, bonus deposit live casino 5%, bonus cashback sportbook 5%, bonus rebate yang lain,  dan bonus referral seumur hidup. 

    Bisa deposit melalui GOPAY, DANA, dan OVO. 

    anda tidak akan menyesal bergabung bersama kami.  anda akan pasti pemenang disini. 

    live chat kami 24jam.

    📱 wechat kami : ocebet, 
    📱 line kami : ocebet
    📱 wa kami : +855977383999. 

    Nonton Video Bokep Sini : 



    Cerita Dewasa Bergambar sekandal seks ibu muda di dalam kereta api

    Cerita Dewasa Bergambar sekandal seks ibu muda di dalam kereta api - OCEBET Indonesia Hari minggu pagi dibulan februari 2013 aku menunggu kereta ekspress yang akan mengantarku kembali ke kota Y karena esok hari aku harus masuk kuliah lagi. Sebelumnya perkenalkan namaku didit berumur 22 tahun, menurut mantan – mantanku dan sahabat – sahabat cewekku aku ini orangnya berwajah menarik, supel, ramah, misterius, dan tinggi (sekitar 180cm) sehingga banyak yang tertarik denganku. aku mahasiswa semester atas di sebuah universitas ternama di kota Y. Aku berasal dari kota S, jadi bisa disimpulkan aku seorang perantau. Saat kereta mulai bergerak aku menyegerakan tidur karena badanku sudah lelah akibat begadang semalaman bersama teman – teman lamaku. Aku terbangun beberapa kali selama perjalanan yaitu saat pengen kencing (dikamar kecil aku sempat sedikit bingung karena kamar kecilnya tidak ada batang selotnya tapi akhirnya teratasi dengan diselipin pulpen) dan saat berhenti di beberapa stasiun besar untuk menaikkan penumpang. Saat itu seingatku di stasiun kota M naiklah pasutri muda dan anaknya yang masih balita. Aku terperangah karena sang suami tidak cakep dan cenderung jelek akan tetapi istrinya cantik berambut lurus panjang, tinggi sekitar 170cm (lebih tinggi suaminya sedikit). Tapi yang paling membuatku shock adalah meski tinggi tapi tubuhnya montok dengan payudara yang ukurannya lumayan besar, pantat yang sekal dan pinggang yang ramping bak biola spanyol.tubuh bagus itu terbungkus dengan celana panjang ketat dan kemeja agak ketat yang paduan warnanya bagus.




    Sesaat setelah mereka duduk dibangku sebelah bangku yang aku tempati kereta mulai kembali berjalan dan sang suami dan anak langsung terlelap seperti aku tadi setelah perjalanan dilanjutkan kembali sekitar setengah jam. Karena sang istri tinggal sendirian, aku memberanikan diri menyapa dan mengajak ngobrol. Yah sekedar basa basi agar tidak boring selama perjalanan (kebiasaanku sejak aku SMA).

    “mbak, mau kekota apa?” sambil tersenyum ramah aku menegurnya.
    “mau ke ke kota Y karena mertua sakit dik. Adik sendiri?” jawabnya sambil tersenyum manis.
    “oh, aku juga sama mbak tapi karena aku emang kuliah di kota Y. Oya nama mbak siapa? Kenalkan namaku didit” kuulurkan tangan untuk berjabat tangan.
    “aku ani dik, ini suamiku rudi dan anakku sandi” dia menyambut jabat tanganku sambil memperkenalkan suami dan anaknya.

    Perbincanganpun mengalir dengan hangat selama kurang lebih 1 jam karena kelihaianku mengolah suasana. Kami juga sempat bercanda hingga dia tertawa terkikik karena lucunya. Menurutku mbak ani orangnya terbuka dan supel, buktinya dia tidak marah saat leluconku mulai menjurus kearah sex bahkan dia malah membalas dengan lelucon yang lebih menjurus. Selama ngobrol mataku sesekali melirik bongkahan dadanya yang terlihat sedikit dari celah kemejanya yang tanpa dia sadari 1 kancingnya terbuka di bagian dada persis. Mbak ani mulai salah tingkah dalam duduknya (dugaanku dia terangsang) saat menjawab pertanyaanku seputar tips menyenangkan wanita di ranjang. Dari pertanyaan – pertanyaanku mbak ani bukan tipe wanita yang suka tentang variasi seks seperti oral dan anal. Tapi dia sudah beberapa kali mencoba berbagai variasi gaya bersetubuh selama menikah 2 tahun ini.

    Baca Juga: Gadis MetroPolitan

    Perbincangan terpaksa diputus dulu karena dia permisi ke kamar kecil. Niat isengku muncul mengingat selot kamar kecil itu. Beberapa saat setelah dia pergi, aku membuntuti kekamar kecil. Rupanya dia tidak sadar bahwa pintunya tidak terkunci dan hanya tertutup, buktinya dia dengan santai telanjang bagian bawah membelakangiku. Hal itu membuatku mulai terangsang, segera kubuka resleting celana dan cd lalu keluarin si boy dari sarang. Ukuran si boy emang biasa aja (panjang 15cm dan diameter 3,5cm) tapi lumayanlah. Kudekati mbak ani perlahan, saat tangan kirinyanya mau meraih celana dan cdnya kuberanikan diri memegang tangannya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku membekap mulutnya. Dia sempat kaget tapi ketika mbak ani menoleh siapa dibelakangnya dia terdiam.
    “mbak, jangan teriak ya kumohon. Aku hanya ingin diajari muasin cewek dalam sex..plis…” kataku sambil menampakkan wajah memelas.

    Awal mulanya dia hanya menggelengkan kepala dan tetap memberontak. Aku bisa membuat mataku sendiri berkaca – kaca seperti mau menangis, kulakukan itu sambil terus memohon dan pura – pura terisak. Akhirnya dia luluh dan menganggukkan kepala lemah. Kulepaskan tanganku, ”kena kau” batinku.
    “didit udah pernah ciuman?” tanyanya.
    “sudah mbak,kenapa mbak?” balasku dengan wajah polos.
    “coba cium aku dit” perintahnya.
    aku mulai memeluknya dan menciunmya, pada awalnya biasa saja lalu lidahku berusaha menyeruak kedalam mulutnya dan ternyata dia membalas dengan lebih agresif. Akhirnya kupakai teknik back door yang memanfaatkan lidahku yang panjang hingga aku bisa mengimbanginya.
    “ciuman didit mantap juga ya” aku hanya tersenyum pura – pura malu.
    “sekarang coba rangsang aku dit semampumu tapi hanya sebatas sampai leher saja”
    dalam hati aku bersorak.

    Aku mulai menciumnya lagi lalu menggerayangi dan menciumi bagian belakang telinga dan menjilati telinganya. “Aaahhg…sssttt…eeeenggghh…” desahnya saat kulakuin itu,ciumanku mulai turun ke leher. Kujilat dan kucium leher putihnya, harum parfumnya membuatku bersemangat. “Uuuugghh….aaaahhhh….eeemmghh….sssstttt… dit enak dit… terus dit… aaaaaahhh…eeeeennnggghh… dit jangan ada bekasnya…” bisiknya. Aku sadar bahwa mbak ani takut ketahuan suaminya. Kucoba menelusupkan tanganku kedalam bajunya saat kedua tangannya terangkat memeluk leherku. Terlambat buat mbak ani untuk merespon karena kedua tanganku sudah masuk kedalam baju dan meremas – remas payudaranya dari luar BH. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengerang dan mendesah karena kuserang leher dan kedua payudaranya secara bersamaan.

    “didit…aaaaahhhhgg…kamu nakal…ssssttt….eeeennggghh…” rancaunya tapi tanpa penolakan karena rangsangan yang mbak ani alami begitu kuat. Secara mendadak kuangkat bajunya sebatas leher hingga mempertontonkan 2 bongkah gunung kembar dibungkus BH kuning menyala. Beruntungnya aku karena kancing Bhnya ada di depan. Sekilas kulihat ukurannya 36C (besar cuy…), seketika itu pula kubuka kancin bhnya dan terpampanglah payudaranya tanpa penutup apapun. Langsung aku kenyot putting kanannya dan kupilin – pilin putting kirinya. “Aaaaaaahhhh…eeeemmnggh…dit…kamu apakan putingku…uuggghh…” erangnya sambil bersandar di dinding. “Geli dit…aaaaaggghh…dit…cukup…ssstt…dit…enak banget…mmmnngghh..melayang aku rasanya…aaahhh…” rancaunya makin keras.

    Karena takut ada yang mendengar langsung aku cium lagi mbak ani dengan ganas sambil tangan kananku meremas payudara kanannya dan tangan kiriku mengocok kemaluannya yang ternyata sudah banjir. “mmmpphh…nnnggghh…ssslllurrpp…” yang keluar dari mulutnya yang sedang kuajak french kiss lagi. Kedua tangannya tidak berdaya karena terjepit punggungnya sendiri sedang tubuh mbak ani terjepit antara tubuhku dan dinding. Tapi tubuhnya semakin menggelinjang kuperlakuin seperti itu. Tidak lama kemudian kemaluan mbak ani makin lembab, disini aku lagi – lagi memasang perangkap. Kuhentikan semua cumbuanku hingga mbak ani termangu.

    “lho dit kok berhenti?! Jangan dong..lanjutin ya dit..aku jadi ngambang dan aneh nih rasanya..lanjutin dong ampe mbak keluar..” pintanya.
    “ya mbak..tapi sekarang boleh ya aku masukin si boy? Dari tadi berdiri ampe sakit nih” rayuku.
    “jangan dit, aku sudah bersuami…” tolaknya.
    “cuma digesek – gesekin aja deh mbak enggak papa ampe aku juga keluar biar sama – sama enak. Boleh ya mbak? Plis……” rengekku sambil mulai kembali membelai – belai payudaranya dan tanganku satunya mengelus – elus si boy yang sedari tadi menganguk – angguk karena sudah tegang.
    Mendapat serangan psikologis seperti itu terus menerus akhirnya dia luluh.
    “cuma digesek – gesek aja ya ga lebih…” pintanya sambil kududukkan dia ke kloset.
    “makasih ya mbak ani sayang” ucapku dan kukecup singkat bibirnya sambil ku posisikan tubuhku sedemikian rupa hingga penisku terhimpit diantara pangkal pahanya persis di mulut vaginanya (bayangin aja duduk berhadapan dan aku terlihat seperti memangku mbak ani dan kakinya memeluk pinggangku sedang tubuh kami seperti berpelukan).

    Aku mulai menggoyang pantatku sehinnga kemaluan kami bergesekan. Hal ini membuat kami sama – sama merasakan nikmat. Tak lupa kami tetap berciuman dan saling meraba. Saat kembali kuserbu lehernya, mbak ani mulai mendesah dan merancau lagi. Desahannya makin sering saat kumulai menggesek dengan cepat. Hal ini membuatku semakin terangsang dan ingin segera memasukkan penisku kedalam hangatnya liang vaginanya.

    Saat asyik saling menggesek hingga kurasakan cairan vaginanya makin membanjiri penisku, tanpa mbak ani sadari kumasukkan penisku secara mendadak dan cepat hingga mentok. Ugh meski sudah pernah melahirkan tapi vaginanya masih ketat menjepit penisku. Kelihatannya leher rahimnya dangkal, buktinya pangkal penisku masih diluar sekitar 1-2cm saat kurasakan ujung penisku membentur bagian terdalam vaginanya. “aaaaauuuuhhh….dit kok dimasukin??!! cabut dit!! aku udah bersuami!!” perintahnya tapi tak ku gubris dan malah melanjutkan menggonyang pantatku sehingga penisku mulai bergerak menikmati jepitan kuat, hangat dan lembab vaginanya sambil menciumnya agar tidak bisa berteriak. Posisiku yang sedikit menindih mbak ani membuatnya tidak bisa berkutik. Pada awalnya mbak ani terus meronta, tapi karena kondisinya yang mendekati orgasme saat kumasukkan penisku membuat mbak ani akhirnya menyerah dan malah menikmati goyanganku.



    Kugoyang pantatku dengan semangat dengan beberapa variasi goyangan. Kadang maju mundur, kadang kiri kanan, kadang memutar. Hal ini membuatnya semakin melayang. “auuuhh…dit..kamu apakan vaginaku?? enak banget… eeemmmggghhh…sssttt…dit…aku udah ga tahan… aaaahhh…aku ingin keluar…” rintihnya kira – kira 15 menit setelah kemasukan penis. “keluarin saja mbak ani sayang…enggghh..vagina mbak enak sekali..” pujiku sambil mempercepat goyanganku. “Dit…aku keluar sayang!!! aaahhhh..enggghh… ssssttt..uuunngghh..” lenguhnya menikmati orgasme panjang yang dirasakan. Suuurrr….Suuuurrrr.. penisku merasakan siraman air surganya. “dit..nikmat sekali sayang…makasih ya..aku baru kali ini merasakan orgasme karena bersetubuh..suamiku hanya peduli diri sendiri..kamu belum keluar ya??” ucapnya sambil kembali menciumku. “sebentar lagi mbak… masih boleh kan kugoyang??” tanyaku. “boleh dong sayang…kamu sudah membuatku melayang…sekarang nikmati tubuhku semaumu…tapi sekarang kamu yang duduk ya dit…” katanya sambil berganti posisi. Mbak ani sekarang duduk dipangkuanku berhadapan.

    “sekarang biar mbak yang puasin kamu sayang… didit haus ga??? mau minum susu??” tanyanya sambil menyodorkan payudaranya untuk kukenyot lagi sembari mulai menggoyang pantatnya maju mundur. Ternyata mbak ani membalas perlakuanku kepadanya yaitu dengan kardang merubah arah goyangan pantatnya. Aku hanya menikmati itu semua sambil menjilati dan ku kenyot payudaranya serta mendesah sesekali di telinganya. Hal ini membuat mbak ani makin bersemangat dan kembali terangsang. “Aaaahhh…dit….penismu enak sekali..uunggghh…eemmmhhhgg…”rancaunya. “vagina mbak juga enak…ssssttt…. aahh…mbak..enak mbak… bentar lagi…” rintihku yang disambut makin menggilanya goyangan mbak ani.

    Tak lama kemudian aku yang hampir mencapai puncak merasakan bahwa mbak ani juga merasakan yang sama karena vaginanya makin ketat menjepit penisku dan rintihannya makin sering dan merangsang. “ dit…aku ingin keluar lagi…enak banget dit…aaahhh…sssttt..” baru saja mbak ani berkata seperti itu aku sudah tidak tahan ingin orgasme. “mbak aku keluar!!! aaaahhh…..eeengggghh…ssstttt…uuungggghh…” lenguhku mengiringi muncratnya spermaku kedalam rahimnya. Merasakan semburan lahar panasku membuat mbak ani juga orgasme. “aaahhh… dit!!!! aku keluar sayang!!!” segera saja kami kembali berciuman dengan rakus sambil menikmati orgasme berpelukan.

    Selama beberapa saat kami terus berciuman hingga akhirnya melepaskan pagutan mesra kami. Mbak ani berbisik “terima kasih ya sayang…didit sudah membuatku menikmati surga dunia yang belum pernah kurasakan.” “mbak ga takut hamil karena aku keluar didalam???” tanyaku ragu. “tenang saja…aku sedang tidak subur…” ucapnya tersenyum dan menciumku singkat. Lega rasanya mendengar hal itu hingga akupun tersenyum dan membalas dengan meremas gemas payudaranya sejenak. Kami cepat cepat merapikan pakaian dan keluar dari kamar mandi bergantian lalu duduk kembali di kursi masing – masing. Suami dan anaknya masih tertidur pulas padahal saat itu kulihat sudah memasuki kota Y. Kami saling berpandangan dan tersenyum. Mbak ani kemudian memberikan nomer handphonenya kepadaku dan berkata “kapan – kapan lagi ya” sambil mengedipkan mata. Kujawab dengan senyuman dan kami berpisah di stasiun kota Y. Benar – benar beruntung aku bisa menikmati tubuh semantap itu.



    Ini adalah cerita pertamaku meski bukan pengalaman pertamaku jadi mohon maaf jika kurang seru atau apalah. Lain kali kusambung dengan cerita pengalamanku bersama mantan – mantanku atau sahabat – sahabatku atau adik – adik kelasku atau yang lain. Kita lihat saja ntar aku mood nulis yang mana.hehehe…

    Cerita Dewasa Gambar sedarah di hamili adik kandung

    Cerita Dewasa Gambar sedarah di hamili adik kandung - OCEBET Indonesia Malam itu aku tak bisa berbuat apa-apa selain berusaha menghilangkan kebutuhanku akan seks, Jam sudah
    menunjukkan pukul 01.00. Sebentar lagi ayam akan berkokok. Tapi mataku belum juga terpejam. Aku keluar dari kamarku, hanya mengenakan daster miniku. Aku ke kamar mandi karean kamar mandi kami hanya satu dari type rumah 45 itu. Karean udara sangat gerah, aku hanya memakai daster mini yang tipis, tanpa celana dlaam dan Bra. AKu mau keluar dari kamar mandi, aku mendengar ada orang menuangkan air dari termos. Mungkin mau membuat teh atau kopi. Dari suaranya aku tau, dia adalah Marwan. Adikku yang tingal bersamaku sejak setahun lalu.




    “Kamu belum tidur, Mar..?” tanyaku.
    “Belum. Masih banyak tugas yang belum selesai. Besok harus kumpul,” jawabny tenang. Tatapannya tenang, namun terasa sangat tajam ke sekujur tubuhku. Marwan memakai celana pendek saja, bertelanjang dada. Aku terkesiap melihat dadanya yang bidang. Marwan berusia 20 tahun, mahasiswa arsitektur. Usiaku lima tahun di atasnya.


    Lampu memang terang berderang di dapaur kami. Pakaianku yang tipis tanpa kusadari, membuatnya terus tak berkedip. Saat aku sadar kalau tubuhku dari balik daster mini yang tipis pelepas gerah itu, membuatnya matanya tak berkedip, justru sebaliknya aku menjadi semakin bergairah. Tapi…
    Marwan adalah adikku. Adik kandungku. Tapi aku sangat membutuhkan sentuhan laki-laki. Tiga hari ini, aku begitu membutuhkannya. Tapi kali ini, aku begitu sangat dan sangat membutuhkannya. Tubuhku sedikit menghangat. Gairah seks ku sangat tinggi malam itu.
    Tanpa ragu kudekati adikku. Kurangkul dia dari belakang dan merapatkan tetekku ke punggungnya. Entah darimana datangnya keberanianku itu.


    “Mbaaakkk….”
    Hanya itu yang terdengar dari mulutnya. Aku meneruskan elusanku ke dadanya dari belakang, sembari menggesek-gesekkan tetekku ke pungungnya. AKu begitu menikmatinya. Dasterku memang sangat tipis dan longgar. Kuciumi tengkuknya dan Marwan hanya mendesah saja, tidak menolakku.udah tak perduli, apakah dia menolak atau tidak.
    Tanganku terus meraba perutnya dan menyelusup ke dalam celananya. Baeru saja tanganku memasuki celana pendeknya, aku mengetahui, kalau Marwan tidak memakai celana dalam. Langsung tanganku menyentuh jembutnya dan terus makin ke bawah mengelus kontolnya.

    “Mbaaakkk…”
    Kulepaskan kancing celana dan memelorotkan celana itu sampai ke bawah.
    “Ayo lepaskan dahagi Mbak, dik. Mbak sangat membutuhkannya malam ini,” [pintaku menghiba. Kulepas peljukanku sesaat dan kulepas dasterku. AKu sudah bertelanjang bulat dihadapannya dan celananya sudah kulepas dari tubuhnya.

    Kuhadapkan tubuhnya dan aku memaluknya. Tetekku begitu rapat ke dadanya. Kujilati tengkuknya dan kubelai-belai tubuhnya dengan lembut.
    “Ayo…dong…”
    “Di sini?” tanyanya. Aku mengerti apa maksudnya. Dengan cepat kutarik tangannya ke kamarnya, agar dua anakku yang masih sangat kecil tidur bersamaku di kamar tidurku tidak terganggu. Cepat kututup pintu. Langusng kupeluk dirinya dan kulumat bibirnya dengan buas. AKu sudah tak perduli siapa dia, adik kandungku sendiri.
    Aku tahu, vaginaku sudah sangat basah. Kuraba kontolnya yang juga sudah mengeras.
    Marwan membalas ciumanku. Lidahku diisapnya dengan lembut dan dipermainkannya dalam mjulutnya. Aku senang sekali. Ternyata aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku merasakan sekujur tubuhnya menghangat.

    “Ayo Mar, dimasukkan cepat. Aku sudah sangat….”
    Adikku secepatnya membimbingku ke tempat tidurnya berukuran 3 kaki. Aku sudah terlentang. Ingin aku kontolnya yang keras itu menghunjam-hunjam vaginaku dengan kuat. Tapi Marwan, justru mengangkangkan kedua pahaku dan mulutnya menjilati vaginaku. Lidahnya bermain-main di lubang vaginaku. Aku tak mampu menahan rasa nikmatku. Kujepit kepalanya dengan kedau kakiku dengan sekuat-kuatnya. Aku orgasme. Kuremas kepalanya sekuat-kuatnya dan aku mendesah panjang. Lidahnya masih juga terus bermain di vaginaku.
    Tak lama aku lemas. Kuserahkan segalanya kepadala adikku, apa maunya. Marwan melapas jilatannya dari vaginaku. Kini aku sudah ditindihnya. Perlahan dan pasti, dia mencucukkan kontolnya yang keras ke dalam vaginaku.
    Oh…terasa kontol itu memenuhi rongga vaginaku. Hangat dan keras. Gesekannya begitu mengairahkan. Leherku dijilatinya dan tetekku dielus-elusnya. Perlakuannya itu, membuatkua bergairah kembali. Perlahan, kuimbangi permainannya.

    “Sudah lama aku menginginkan ini…” bisik Marwan adikku ke telingaku.
    “Kenapa kamu tidak bilang…?” bisikku pula di sela-sela ayunan kedua kakiku menggoyang kontolnya dalam vaginaku.
    “Aku takut, Mbak…”
    “Ya…sudah, mulai malam ini aku menjadi milikmu. Kita boleh melepaskan keindahan dan kenikmatan ini sepuas-puasnya jika ada kesempatan,” bisikku.

    Marwan terus mempermainkan kontolnya keluar-masuk dalam liag vaginaku. Aku merasakan tubuhku berada di awang-awang. Tinggi dan penuh sensasi.
    “Mbaaakkk…” rintihnya.
    “Terus sayang. Mbak sudah mau sampai,” bisikku memohon.
    Adikku memompa tubuhku lebih cepat dan lebih agresif lagi.
    Dipeluknya aku kuat-kuat dan ditekannya sekuat-kuatnya ke dalam vaginaku. AKu merasakan ujung kontol itu, sudah kandas di ujung lubang vaginaku. AKu menjepit kembali pinggangnya dengan kedua kakiku sekuat-kuatnya dan membalas pelukannya sekuat-kuatnya pula.
    “Ah….. Mbaaaakkkkk…”
    “Diiiikkkkk…. kita sampaiiiii,” balasku. AKu merasakan begitu hangatnya semprotran spermanya ke dalam tubuhku. Begitu jauh semprotan itu.



    “Dik… Mbak pasti hamil ni. Mbak merasakan spermamu begitu jauh ke dalam liangku. Ke dalam peranakanku. Ini pasti anakmu dik,” kataku penuh optimis. Aku tahu, beratus kali aku bersenggama dengan Mas Dibyo suamiku. Saat aku akan hamil, aku tahu sperma itu akan membuahiku. Aku merasakan saat tubuhku hangat dan terasa seperti meriang, tapi nafsu seks ku sangat tingi, saat itu aku pasti hamil. Terlebih ketika sperma itu menyemprot ke dalam tubuhku, aku merasakan jauh ke dalam dan tubuhku menerimanya dengan kehangatan dan rasa nikmat yang tiada tara.

    “Mbak pasti hamil dik…” kataku pula.
    “Lalu bagaimana, Mbak…?”
    “Tak apa, seminggu lagi mas mu akan pulang, dik. Begitu pulang, kami akan bersetubuh. Tapi pasti aku hamil karean persetubuhan kita malam ini,” kataku.
    “Kalau begitu, aku gak perlu takut dong, Bak. Anak ini, buah cinta kita dan rahasia kita,” katanya membujukku. Aku tersenyum. Aku setuju. Aku sangat menikmatinya. Ternyata dia sudah lama menginginkan persegtubuhan denganku. Berarti aku tidak berdosa.
    Malam itu, sebelum tidur, kami melakukannya sekali lagi. Menunggu suamiku datang beberapa hari lagi, akhirnya kami memutuskan, setiap malam kami melakukannya.

    Benar apa yang kurasakan. Begitu aku periksa ke didokter, dokter menyalami suamiku.
    “Isteri pak dibyo hamil dua minggu,” kata dokter. AKu tersenyum seakan kehamilan itu adalah kehamilan dari suamiku. Suamiku juga tersenyum.
    Ketika pulang, di atas mobil sumiku berkata:” kamu sudah tau kalau aku adalah lelaki sejati. Baru saja aku pulang, ternyata aku menghamilimu, ” katanya bangga dan tersenyum.
    Kubalas senyumannya dengan manis menunjuukan rasa simpatiku atas kebanggannya.
    “Mas memang seorang suami yang hebat,” kataku bangga dan tersenyum semakin mungkin. Di tariknya terngkukku sembari menyetir dan diciumnya bibirku. Aku membalas ckiumannya.
    “Jaga bayi kita baik-baik,” katanya mengingatkan. Kembali aku tersenyum.
    Di rumah, secara diam-diam aku menyerahkan hasil tes ku kepada adikku Marwan.
    “Anakmu berada dalam rahumku,” bisikku dan aku tersenyum sembari mengedipkan mata.
    Marwan mebaca hasil tes ku. Dia tersenyum dan dengancepat dia kecup bibirku.

    Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

    Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...