SEVENBOLA - Agen Bola ONLINE

Friday, August 17, 2018

Cerita Dewasa Terbaru Kecelakan Yang Nikmat

Cerita Dewasa Terbaru Kecelakan Yang Nikmat - Ini adalah cerita sex-ku yang asyik. Namaku Joko

(samaran), tinggiku 171 cm, berat ideal. Aku

memiliki wajah yang ganteng dan penis yang

lumayan untuk membuat cewek tegang dan

lemas. Aku mempunyai daya sex yang kuat

sekali, sering aku melakukan onani dengan

dengan nonton BF dan berkhayal tubuh sintal dan

seksi, lalu memasukkan penisku ke vagina cewek.

Aku sering nonton BF dan diiringi meremas-

remas penis sampai aku tegang dan keluar

sperma. Ini biasanya aku lakukan sampai tiga kali

dalam satu kali nonton BF.



Aku suka susu cewek

yang besar dan kenyal. Aku paling suka kalau

bermain sex dengan posisi aku di bawah dan

cewek yang memainkan vaginanya di atas

tubuhku sambil melihat pantat besar dan mulus

yang naik turun dan bergoyang.

Cerita ini bermula dari kecelakaan kecil yang

menimpaku. Seperti biasa, sore hari aku

menyempati jalan-jalan dengan motor

kesayanganku, dengan memakai jeans dan jaket

kesayanganku, dengan kecepatan yang tidak

begitu cepat. Aku lihat ke kanan dan ke kiri, tiba

tiba ada motordari belakang dengan kecepatan

tinggi menyerempetku. Sekilas aku kaget dan

berusaha minggir, tapi sial aku malah jatuh

karena tepi jalan itu ada batu batu kecil yang

menyebabkan ban motorku tergelincir dan

akhirnya aku tertimpa motor dan yang

menyerempetku tadi langsung tancapgas (kabur)!

Setelah itu aku berusaha bangun dengan

pertolongan orang orang di sekitar situ. Aku

terluka di bagian kaki (paha atas, lengan atas dan

dada), sebenarnya luka ini tidak begitu serius

bagiku, tapi aku kagum sekali dengan pertolongan

orang-orang di sekitar situ yang penuh simpatik.

www.ceritaindo.sextgem.com Setelah beberapa detik kejadian itu, aku langsung

dibawa ke dalam sebuah rumah dekat kejadian.

Ya, seperti biasa menghindari campur tangan

polisi. Setelah aku dimasukkan di dalam sebuah

rumah dan motorku di depan rumah itu, aku

disuruh duduk oleh seorang cewek yang ternyata

pemilik rumah itu. “Adik duduk aja di sini, biar ibu

ambilin obat ya..” kata cewek itu dan segera

masuk ke dalam kamarnya yang letaknya di

depanku. Perkiraanku cewek ini umurnya sekitar

36, meskipun umurnya ya.. cukup tua sih. Tapi

cewek ini bodinya oke sekali deh, tingginya sekitar

165 cm susu yang montok berukuran sekitar 36B

dan masih terangkat dengan menggunakan kaos

yang longgar dan pantat yang besar sekali karena

pada waktu itu dia pakai rok pendek sampai lutut

dan kelihatan betis yang mulus dengan ditumbuhi

rambut halus. Aku sempat berkhayal untuk

memegang pantatnya yang besar sekali,

kuremas-remas sambil memasukkan jariku ke

lubangkenikmatannya.

Setelah beberapa menit dia mencari obat merah

di kamarnya, dia memanggil anaknya, “Sri..

Sri..ambilin minum tuh.. buat Mas-nya!” ternyata

dia punya anak perempuan yang namanya Sri,

umurnya sekitar 17 tahun. Setelah berhasil

menemukan obat merah, lalu menghampiriku,

“Wah.. ini lukanya parah sekali Dik..” sambil

membuka tutup obat merah.

“Ah.. nggak kok Bu.. biasa aja kok,” kataku sambil

memperhatikan susunya yang montok

tergelantung itu.

“Nama Adik siapa?” tanya ibu itu sambil

meneteskan obat merah di lengan atasku.

“Joko Bu, aduh pedih sekali.. pelan-pelan Bu..!”

“Maaf ya.. Dik Joko, oh ya nama ibu Neneng,”

katanya sambil meneteskan ulang obat itu di

lengan atasku.



Dan tidak disengaja susu Neneng itu menyenggol

sikuku.”Oh.. maaf Bu.. tidak sengaja,” tanyaku

sambil melihat susu Neneng yang membuat

penisku agak tegang.

Dia hanya tersenyum dan tertawa kecil.

“Lho.. Dik Joko yang kena yang mana lagi,

kelihatannya celana kamu sobek tuh..” katanya

sambil memegang celanaku yang sobek itu.

“Ya.. Bu itu di bagian paha atas dan di dada ini,”

sambil membuka sedikit kaos yang kupakai.

“Yang ini harus diobati loh, entar kalau tidak cepet

diobati berbahaya, kaki kamu bisa di luruskan

nggak?” kata Bu Neneng.

“Agak linu Bu.. karena bagian paha sih..” kataku

sambil mencari kesempatan melihat susu.

Pada waktu itu tepat dudukku tidak

memungkinkan aku meluruskan kakiku.

“Ya.. sudah ke kamar Ibu dulu situ berbaring biar

kakimu bisa diluruskan,” kata Bu Neneng sambil

membantuku berdiri dan berjalan.

“Ya.. Bu.. tapi..?” tanyaku ragu.

Nanti disangka macam-macam, tapi memang

niatku untuk berusaha nge-sex sama Bu Neneng

yang montok itu.

“Tapi apa, oh.. kamu malu ya.. nyantai aja kamu

kan teluka dan perlu pengobatan, sudah masuk

ayo Ibu bantu!” sambil melingkarkan tangan

kanan di pundak Bu Neneng aku berjalan.

Dan tidak disengaja waktu berjalan, jari-jariku

menyentuh permukaan susu montok Bu Neneng

tapi aku tidak merubahnya, malah kugesek-

gesekkan dengan pelan-pelan agar tidak ketahuan

kalau disengaja, terasa puting susu Bu Neneng

yang kenyal menyebabkan penisku tegang. Dan

sampailah di tempat tidur Bu Neneng.

“Sudah Dik Joko, mana yang luka lagi?” sambil

duduk di sampingku dan membelakangiku

sementara aku terlentang, otomatis tanganku

menempel di paha mulus Bu Neneng.

“Di dada sini Bu,” kataku sambil membuka ke atas

kaosku agar kelihatan lukanya.

“Ya.. sudah dilepas dulu kaosnya, entar kalau

kena obat ini kan jadi merah,” katanya basa-basi.

Aku langsung buka kaosku, dan sekarang aku

telanjang dada.

“Nah gini kan bisa leluasa mengobati kamu,”

sambil mendekat ke dadaku, dan otomatis aku

melihat dengan jelas susu Bu Neneng

tergelantung dan ditutupi oleh BH yang tidak

muat menampung besarnya susu Bu Neneng

dan tanganku makin kurapatkan ke paha dan

sekarang sudah di ataspaha mulus Bu Neneng.

Dan pada waktu Bu Neneng meneteskan obat,

aku terasa pedih dan dengan refleks tanganku

terangkat sehingga menyenggol susu Bu Neneng

dan rok mini Bu Neneng terangkat ke atas, terlihat

paha yang mulus itu.



“Maaf ya.. Bu, Joko tidak sengaja kok,” pintaku

sambil menurunkan tanganku ke paha Bu Neneng

yang mulus dan putih itu.

“Ya.. tidak apa-apa kok,” sambil meneruskan

meneteskan lagi di bagian dadaku yang luka.

Sekarang dia agak ke atas dan membungkukkan

dirinya, otomatis susu yang montok itu dekat

sekali dengan wajahku itu. Aku tidak tahu ini

disengaja atau tidak, tapi buatku disengaja atau

tidak tetap saja membuat penisku makin tegang.

Lama-lama kok posisi Bu Neneng makin

membungkuk dan sampai suatu saat susunya

tersentuh dengan mulutku. Wah, terasa kenyal

dan empuk, aku tidak diam saja, aku berusaha

pelan-pelan menggeser tanganku yang di paha

mulus Bu Neneng itu, pelan dan pelan karena aku

takut Bu Neneng marah karena ulahku ini. Dengan

nafsu yang kutahan, aku gerak-gerakkan

tanganku. Waduh.. paha orang ini mulus sekali,

batinku sambil merasakan penis yang menegang

kepingin lepas dari sangkarnya (CD-ku), dan

sampailah aku di pangkal paha Bu Neneng itu dan

menyentuh CD Bu Neneng yang kelihatan

memakai CD warna hijau kembang dan kepalaku

bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menggesek

susu Bu Neneng (pelan-pelan), dan sesekali kujilat

halus susu montok itu, waktu itu Bu Neneng

diam saja dan terus mengobati dadaku yang luka

tapi nafas Bu Neneng tidak bisa disembunyikan,

sering dia menarik nafas panjang untuk menahan

nafsunya.

“Sudah nihh.. Semua luka kamu di dada sudah

diobati, sekarang mana lagi yang terluka?” sambil

melihatku dan membiarkan tanganku di pahanya

yang mulus itu.”Itu Bu.. di paha atas,” jawabku

sambil menunjukkan tempat yang luka.”Wow..

Ya ini harus dibuka Dik Joko, kalau tidak dibuka

dimana ibu bisa mengobati apalagi kamu pakai

jeans yang ketat.. ya sudah dicopot aja!” jawab

Bu Neneng sambil melihat dengan dekat luka dari

luar celanaku dan sesekali lihat penisku yang

sudah tegang dari tadi.

“Bu.. bisa bantuin copot celanaku, aku tidak bisa

copot sendiri Bu, kan tanganku luka,” alasanku

agar Bu Neneng bisa lihat penisku dari dekat.

Tiba-tiba Sri datang dengan membawa air putih.

“Bu ini airnya..”

“Ya.. sudah sekarang kamu keluar, e.. jangan lupa

tutup pintunya, ibu mau obati Mas Joko dulu!”

Wah ini kesempatanku untuk melampiaskan sex-

ku. Setelah itu Bu Neneng mulai membuka

resleting celanaku dan membuka bagian atas dan

aku mengangkat sedikit pinggulku supaya Bu

Neneng mudah melepas celanaku. Saat

membuka celanaku, posisi Bu Neneng

membungkuk sehingga mulutnya dekat dengan

penisku yang tegang, dan aku sengaja

mengangkat pinggul yang lebih tinggi dan

tersembullah penisku dan mulut Bu Neneng..

“Sorry Bu.. tak sengaja,” mulai saat itu penisku

mulai tegang sekali karena cara Bu Neneng

membuka celanaku sangat merangsang penisku.

Sambil sedikit menungging dan menggerakkan

sedikit pantat yang besar itu, Bu Neneng melepas

celana jeans-ku (apa ini usaha Bu Neneng untuk

merangsang nafsuku), dan akhirnya aku sekarang

tinggal pakai CD. Dan mulailah Bu Neneng

mengobati paha atasku dengan posisi nungging

membelakangiku dan sedikit siku tangannya

menyentuh penis yang sudah tegang. Sesekali

BuNeneng melihat penisku dan menggesek-

gesekkan sikunya di penisku itu. Dengan melihat

gelagat Bu Neneng ini yang memberi peluang

padaku, aku tidak diam aja. Dengan melihat

pantat yang besar menghadap kepadaku,

tanganku mulai sedikit meremas-remas dan

mengelus betis lalu menuju ke atas paha yang

mulus dan akhirnya aku sampai ke paling atas

(pantat mulus Bu Neneng) dan aku nekat

mengangkat rok mini Bu Neneng ke atas

sehingga sekarang terlihat pantat Bu Neneng yang

mulusitu dengan ditutupi CD yang menyelepit di

belahan pantat.



Aku mulai mengelus-elus, dan sesekali menarik

CD Bu Neneng dan ternyata sudah basah dari

tadi.Lalu aku memainkan jariku di permukaan

vagina yang tertutup CD itu, Bu Neneng mungkin

sudah tahu gelagatku itu sehingga dia

merenggangkan kedua pahanya, jadi sekarang

terlihat jelas CD Bu Neneng yang basah. Sekarang

aku memberanikan diri untuk melihat secara

langsung vagina Bu Neneng yang kelihatan sudah

tidak sabar untuk dimasuki rudalku yang sudah

tegak berdiri. Akumulai menggeser CD Bu

Neneng ke kiri dan kelihatan dengan jelas vagina

Bu Neneng yang sudah memerah itu. Lalu aku

perlahan-lahan menggesek-gesekkan jariku di

permukaan vagina Bu Neneng dan dengan reaksi

itu nafas Bu Neneng mulai tak beraturan, “Eeehh..

ahh.. ohh hemm..” dan sekarang aku

memasukkan jari tengahku ke lubang kenikmatan

Bu Neneng dengan pasti dan kukocok dan terus

kukocok dengan pelan-pelan dan lama-lama

semakin cepat dan.. “Ah.. oh yes te.. rus..

please.. ah.. ohe.. lebih dalam.. Jook.. ” Bu

Neneng mulai membuang obat merah itu dan

sekarang tidak mengobati lukaku lagi malah

sekarang dia sudah mulai mengocok dan

meremas dengan kuat penisku.

Aku kurang puas dengan posisi ini, aku mulai

mengangkat salah satu kaki Bu Neneng ke

sampingku dan sekarang posisi 69 yang kudapat,

dan vagina Bu Neneng tepat di depan mulutku.

Aku mulai menjilat klitorisnya, dan kusedot kecil

dan kupermainkan pinggir vagina Bu Neneng

dengan lidahku yang indah itu. “Oh.. ya.. enak

sekali hisapanmu Jok.. Oh aughh ahh yes.. terus!”

dan aku mulai memasukkan lidahku ke dalam

lubang yang basah itu dan terasa asin tapi gurih.

“Oh.. ah.. terus.. kontol kamu tegang sekali

Joko..”

“Ya.. Bu jilat.. jilat dong..!”

Tanpa banyak kata Bu Neneng terus melumat

habis penisku.

“Oh.. ya.. ya.. terus yang keras lagi..!”



Bu Neneng memang lihai dalam hal oral, tidak

satu bagian pun dari penisku yang terlewatkan

dari lidah birahi Bu Neneng. Telur penisku terlahap

juga dengan mulut binalnya. Bu Neneng tidak

puas sampai di situ, sekarang dia mengangkat

pantatku lebih tunggi dan kelihatan jelas lubang

anusku dan sekarang mempermainkan lidahnya

di lubang anusku. Oh, terasa geli bercampur

nikmat sampai ujung rambut, pada waktu itu

juga Bu Neneng tidak kuat menahan nikmat yang

dia rasakan, dan aku tahu kalau Bu Neneng mau

orgasme yang pertama kalinya, aku

mempercepat gerakan lidahku diklitorisnya, dan

mempercepat kocokkan jariku di vaginanya dan

akhirnya.. “Jo.. ah ye.. yea.. aku tidak tahan Jok..

a.. ku.. ke.. luaar..” dan “Serr.. serr..” terasa

semprotan kuat dari vagina Bu Neneng kena

jariku.

Cairan putih kental yang keluar dari vagina Bu

Neneng kusedot habis sampai bersih cairan

kenikmatan Bu Neneng tersebut. Dia sekarang

tergeletak lemas di sampingku.

“Bu Neneng masih kuat? Apa cukup saja Bu?”

tanyaku disamping memelintir puting susunya

yangkuharapkan sex Bu Neneng kembali lagi dan

terangsang.

“Ah.. kamu jantan sekali Jok! Aku tidak nyangka

kamu kuat sekali, kamu belum keluar?” tanya Bu

Neneng sambil mengocok halus kemaluanku

yang masih tegang itu.

“Belum Bu! mau lagi atau..”

Belum aku berhenti ngomong Bu Neneng mulai

memasukkan penisku ke mulutnya dan dijilat,

disedot dan dikocok, sedangkan aku di pinggir

tempat tidur dan Bu Neneng di atas tempat tidur

denganposisi nungging, dan aku tetap meremas-

remas dan sesekali kupelintir-pelintir puting Bu

Neneng itu.

“Aah.. terus Bu..! lebih dalam Bu..! yes hemm

Aah.. sesstt aahh..”

“Jok.. masukin aja ya.. aku pingin ngerasain penis

kamu ini,”

Lalu aku memutarkan tubuh Bu Neneng dengan

posisi nungging dan aku mulai mengarahkan

penisku ke lubang Bu Neneng tapi aku tidak

langsung memasukkan penisku, kugesek-gesek

dulu ke permukaan vagina Bu Neneng.

“Ah.. ya.. masukkan Jok.. cepet aku tidak tahan

nih.. oh.. ce.. pet!”

Aku langsung memasukkan ke lubang Bu

Neneng.

“Bless.. slepp..”

“Ah.. ye..” erang Bu Neneng menerima serangan

batang kemaluanku.Aku mulai memajukan dan

memundurkan penisku dengan pelan tapi pasti

dan sekarang aku tambah frekuensi kecepatan

kocokanku.

“Ah.. ya.. penis kamu.. hebat Jok.. keras, te.. rus..

oh.. sst.. ah..”

Aku semakin terangsang dengan erangan Bu

Neneng yang menggeliat-liat seperti cacing

kebakar. Aku angkat kaki kanannya untuk

mempermudah jelajah penisku untuk sampai ke

rahimnya dan makin mempercepat kocokanku.

“Oh ya.. aughh.. sstt teruss.. jangan ber.. henti..

ah.. ke.. rass.. Joko.. hebat..”

Dan akhirnya,

“Jok.. lebih cepet..! aku mau ke.. luar.. aku.. tidak..

oh.. ye.. tahan.. la.. gi.. ah.. oh shh..”

Dan akhirnya dia menyemprotkan cairan

kenikmatannya, “Serr.. serr..” terasa ujung

penisku disemprot dengan cairan hangat yang

kental. Sekarang Bu Neneng tergulai lemas di

hadapanku. Aku memperhatikan tubuh Bu

Neneng yang montok dengan susu yang besar,

dengan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.

Aku tetap mengocok sendiri penisku biar tetap

tegang, dan aku mulai tidak kuat, mungkin ini

waktunya aku untuk mengakhiri permainan sex-

ku.

“Bu.. permisi, aku mau mengakhiri tugasku ini..”

Dengan mengangkat tubuh Bu Neneng ke pinggir

tempat tidur, dan membuka lebar-lebar paha Bu

Neneng sehingga terpampang vagina Bu Neneng

yang masih basah dengan cairan kenikmatannya,

aku mulai memasukkan penis dan mengocoknya.

“Ah.. kau nakal ya.. Jok.. aughh hemm.. terus

Jok..”



Aku dengan semangat “45″ kukocok habis vagina

Bu Neneng dengan menggesek-gesek klitorisnya

dengan jari jempolku untuk mempercepat dia

untuk orgasme ketiga kalinya, dan..

“Bu.. aku mau ke.. luar.. ah.. ye.. di.. mana.. ini..

dalam atau di luar.. oh ye!” sambil mempercepat

kocokan jari dan penisku.

“Ya.. aku juga Joko.. uh.. uh.. hemm.. sstt.. kita..

barengan di dalam.. oh ye..”

Bu Neneng tidak kuat lagi ngomong kecuali

merem-melek tahan nafsu, dan akhirnya aku

keluar di dalam vagina Bu Neneng, “Crott.. crott..”

sampai lima kali semprotan dan dibarengi dengan

erangan dan getaran tubuh Bu Neneng, “Oh..

yak.. yes.. hemm..” Lalu kucabut penisku dan

kupukul-pukulkan di permukaan vagina Bu

Neneng dengan reaksi Bu Neneng mengangkat

tubuhnya akibat vaginanya kupukul dengan

penisku.

“Bu Neneng hebat sekali deh, makasih ya Bu..”

“Kamu juga hebat banget Joko.. Ibu sampai

kualahan menghadapi kontol kamu yang tegap

ini. Wah.. kontol kamu ini harus dibersihkan dulu

ya..”

Dia langsung mengarahkan penisku ke mulutnya

dan dilahap langsung dan dikocok-kocok habis.

“Wow.. oh.. ye.. teruus.. yess.. sseesstt ahh ya..”

Ini membuatku tegang lagi, dan Bu Neneng tak

henti-hentinya mengocok dan mengulum

penisku yang tegang sekali.

“Bu.. stop.. augghh he.. stoop aku.. tak.. tahan..”

Dan..

“Croot.. croott..”

Kukeluarkan spermaku untuk kedua kalinya di

wajah Bu Neneng, dan aku tergeletak lemas di

atas susu Bu Neneng.

“Nah.. sekarang kan Bu Neneng tidak kalah banget

toh.. ya.. dua-tiga lah..!”

“Makasih ya.. Jok.. kamu hebat dalam permainan

sex, kapan-kapan kita lagi ya.. sudah kamu tidur

dulu deh!”



Lalu aku tertidur sampai malam, dan sebelum aku

pulang ke kost-ku, sempat Bu Neneng minta

untuk oral sekali lagi.

0 comments:

Post a Comment

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya

Video Hot Bokep Kakak yang begitu menggoda adiknya Nonton Video Bokep Lainnya :  Video Hot Bokep Jepang Yukina Saeki Video Hot Bok...